Jam istirahat Aira memilih makan di kelas bersama Putri. Sebenarnya Vero mengajakmya kekantin bareng namun Aira menolak.
"Ra"panggil Putri dengan tatapan mengintimidasi. Sebenarnya bukan Aira yang tidak mau kekantin. Namun Putri yang memaksa Aira makan di kelas karena Putri sengaja ingin menanyakan hubungan Vero dan Aira. Tapi sebenarnya hal ini juga menguntungkan Aira, karena dia tidak harus mendengarkan bisik bisik para siswa tentang dirinya dan Vero.
"Apa?"tanya Aira.
"Jangan sok nggak tau deh"kesal Putri.
Huftt
"Seperti saran lo, gue mencoba buat ngobrol berdua sama Vero"
"Bukan ngobrol berdua, tapi dari hati ke hati"potong Putri.
"Ck, iya iya. Gue ngobrol dari hati ke hati sama Vero. Tapi tetep aja, gue emang nggak ada perasaan lebih sama Vero"ucap Aira.
"Terus?"tanya Putri.
"Gue juga nggak tau sama apa yang gue lakuin sekarang ini bener apa nggak. Gue cuma berharap seiring berjalannya waktu, gue bisa suka sama Vero barang sedikit"jawab Aira.
"Maksud lo gimana sihh?? bingung gue"ucap Putri.
"Setelah kejadian Della kemarin gue sadar, Della ngerasa kalau gue saingannya dia. Makanya gue berusaha menjauh dari Varo dengan cara gue pacaran sama Vero"jelas Aira.
"Jadi lo pacaran sama Vero karena terpaksa"ucap Putri.
"Dan lo tau apa yang bakal terjadi kalau Vero tau yang sebenarnya? Dia pasti kecewa banget sama lo Ra"lanjut Putri. Aira terdiam mencerna setiap perkataan Putri. Benar memang, jika suatu saat Vero tau alasan dibalik semua ini, Vero pasti akan kecewa dengannya. Namun dia juga tidak mau terus terusan menjadi bulan bulanan Della.
"Terus gue harus gimana Put? gue nggak mau Della terus terusan kasar sama gue, gue nggak mau berhubungan sama Della"keluh Aira. Putri hanya diam tak berniat menjawab ucapan Aira. Della memang bukan orang yang mudah ditindas. Selain dia anak tunggal, dia juga anak seorang pengusaha yang terbilang cukup terkenal.
.
.
.
Pulang sekolah Aira sudah diparkiran menunggu Vero yang pergi ketoilet. Dari kejauhan dia melihat Varo yang berjalan di ikuti oleh Della. Dahi Aira berkerut melihat Della yang sepertinya sedang membujuk Varo.
"Varo, gue nebeng lo ya"pinta Della.
"Nggak"jawab Varo singkat.
"Ayolah Var, kan lo juga pulangnya sendiriankan? kalau sama gue kan lo jadi ada temen ngobrol, atau lo mau nongkrong dulu juga boleh"ajak Della.
"Gue nggak pulang sendirian"jawab Varo.
"Nggak usah bohong lo, jelas jelas gue liat lo berangkat sendiri, dan gue juga liat kembaran lo berangkat naik motor"ucap Della.
"Gue nggak bohong, gue pulang sama Aira"jawab Varo. Terang saja Aira yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka karena jarak mereka yang dekat melotot sempurna. Tak butuh waktu lama, tangan Aira di tarik masuk kedalam mobil oleh Varo. Tentu saja Della mengepalkan tangannya kuat melihat itu. Namun Della tak bisa berbuat apa apa, karena Varo mengacuhkannya dan memilih melajukan mobilnya meninggalkan Della yang diam menahan amarah dalam dirinya.
Dan ternyata sedari tadi Vero meyaksikan semuanya. Vero tersenyum sinis sebelum kembali melangkah menghampiri motornya.
.
.
.
Didalam mobil Aira terlihat gelisah. Dia memikirkan Vero yang pasti saat ini mencari cari dirinya.
"Ai"pamggil Varo.
"Ehh, iya"kaget Aira.
"Lo kenapa?"tanya Varo.
"Nggak apa apa kok"jawab Aira tersenyum kikuk. Varo menganggukan kepalanya percaya. Aira memalingkan wajahnya menatap keluar jendela. Sedangkan Varo kembali fokus pada kemudi.
Aira terus memperhatikan setiap jalan yang dia lalui meskipun pikirannya tertuju pada Vero yang saat ini mungkin kebingungan mencari dirinya. Dahi Aira berkerut saat menyadari ini bukanlah jalan pulang. Dia semakin dibuat gelisah. Ingin rasanya dianbertanya pada Varo namun dia tidak berani.
Dan Varo yang melihat kegelisahan Aira pun akhirnya buka suara.
"Lo tenang aja, gue nggak bakal culik lo"ucap Varo tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan. Aira menoleh kearah Varo sengan dahi berkerut.
"Kita mampir dulu ya kesuatu tempat"ucap Varo.
"Ta_tapi Vero_"
"Vero udah tau"potong Varo. Aira semakin dibuat bingung saat mendengar penuturan Varo. Apa apaan ini? Sedari tadi Aira memikirkan Vero, dan sekarang dengan entengnya Varo bilang kalau Vero sudah tau? Ahh, benar benar kesal Aira saat ini. Aira menatap kesal Varo yang fokus pada kemudinya, sejurus kemudian Aira kembali memperhatikan keluar jendela.
15 menit berkendara kini Varo sudah memarkirkan mobilnya disebuah cafe. Varo mengajak Aira turun dan segera masuk ke cafe itu.
"Mau pesen apa?"tanya Varo.
"Ehh, apa aja dehh"jawab Aira. Varo mendengus kesal saat Aira menjawab "Apa aja". Bukankah itu sama aja dengan terserah? Akhirnya Varo memesan 2 milkshake coklat dan 1 jus mangga. Aira hanya menyerngitkan dahinya kenapa Varo memesan 2 milkshake dan 1 jus, padahal mereka hanya berdua saja.
"Vero bentar lagi sampe"ucap Varo.
"Sebenarnya mau ngapain sih?"tanya Aira.
"Nanti aja kalau Vero udah dateng"jawab Varo
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments