"Ya sudah kalau begitu kita makan bersama, sini bapak ambilin." Andra tampak membuka kotak kardus kue itu, terlihat brownies kukus yang kelihatannya sangat lezat. Kemudian Andra mengambil nya sepotong dan Ia berikan kepada Zara.
"Ambillah!" Andra menyodorkan brownies coklat itu kepada istrinya. Zara menerimanya dan setelah itu Ia mengucapkan terima kasih. "Terima kasih!"
Andra tersenyum dan mulai memasukkan brownies itu ke dalam mulutnya, sementara Zara hanya memperhatikan kue itu, Ia tahu jika brownies itu Anita tujukan kepada Andra bukan dirinya, Ia masih menghargai perasaan Anita, apa jadinya jika Anita tahu kalau dirinya ikut makan brownies yang khusus Ia buatkan untuk guru idolanya.
Andra melihat Zara yang hanya memperhatikan brownies tersebut tanpa memakannya, Andra tampak mengerutkan kening dan bertanya, "Nggak dimakan brownies nya? Kenapa, takut kena diabetes, ya?" pertanyaan yang cukup menggelikan, tapi Zara pun mampu membalasnya. "Enak aja terkena diabetes, Saya tidak makan brownies ini karena Saya takut jika rasa brownies yang manis ini berpindah pada wajah Saya, nanti bapak bisa naksir. Ogah ah!" jawaban yang membuat Andra tersenyum lebar.
"Memangnya kalau naksir emang kenapa? Nggak boleh, ya?"
Zara tampak malu-malu kucing sembari memalingkan wajahnya, sementara itu Andra terus saja tersenyum melihat ekspresi wajah istrinya, suka sekali dirinya menggoda sang istri, setidaknya dia bisa melupakan rasa sakit hatinya kepada mantan kekasihnya, Vina.
Ternyata menggoda Zara membuat Andra lebih bahagia, selain lucu, Zara juga terlihat seru, dari sikapnya yang cenderung tomboi, cara bicaranya yang ceplas-ceplos, entahlah bagaimana bisa dirinya mulai tertarik dengan siswi nya sendiri yang kini menjadi istrinya. Mungkin tujuan Daddy Harun sangat tepat, memerintahkan Andra untuk mengawasi putrinya sekaligus menjadi suaminya, akhirnya mereka semakin dekat dan akrab, meskipun pernikahan keduanya adalah dari sebuah perjodohan.
Setelah cukup keduanya saling bercanda, tiba-tiba saja terdengar suara dering ponsel Andra, pria itu langsung melihat ke layar ponselnya.
"Halo"
Andra menerima telepon dari seseorang dan sepertinya Ia terlihat serius, Ia sedikit menjauh dari posisi Zara, Zara hanya memperhatikan suaminya yang sedang menerima telepon itu, Zara melihat sosok Andra layaknya seorang Bos, cara bicaranya dan gaya bahasanya, bukan hanya sekedar guru, tapi Andra lebih dari sesosok pemimpin.
"Pak Andra nelpon siapa, ya? Serius banget. Tapi keren juga sih gayanya, cool, asyik, macho kalau kayak gitu. Eh tunggu-tunggu, kok Aku sekarang muji-muji dia sih? Jangan-jangan oh jangan-jangan Aku suka lagi sama dia, seorang Zara jatuh cinta kepada gurunya sendiri, nggak mungkin lah itu," batin Zara sembari meletakkan kembali brownies itu pada kotak.
Setelah Andra selesai menerima telepon, Ia pun kembali duduk di bangku panjang di mana Zara berada, tampaknya Andra harus pergi, ada sesuatu yang harus Ia selesaikan.
"Baiklah, Zara! Sepertinya Aku harus pergi, ada sesuatu yang harus aku selesaikan." pamit Andra kepada istrinya. Sekilas Zara melihat ada sisa coklat yang nempel di sudut bibir suaminya, Ia pun berinisiatif untuk membersihkan coklat yang menempel itu. Andra mulai beranjak pergi, tiba-tiba saja Zara menghentikan langkah suaminya.
"Tunggu Pak!" seru Zara yang memaksa Andra untuk berhenti.
"Ada apa?" Andra menatap wajah sang istri yang sedang berjalan menghampirinya. Setelah Zara tiba di depan sang suami. Perlahan, Zara mengusap sudut bibir sang suami dengan tangannya, sehingga sisa coklat yang menempel itu menghilang.
Tentu saja usapan lembut tangan istrinya membuat Andra terpejam, sungguh pria itu benar-benar merasakan sentuhan lembut Zara terasa begitu berbeda.
Zara melihat wajah sang suami yang sedang terpejam, Ia pun tersenyum dan menatap ketampanan guru olahraga nya itu. Spontan tangan Andra mulai menyentuh tangan Zara dan perlahan mencium tangan Zara.
Tentu saja Zara mulai gugup, dan reflek Zara menarik tangannya kembali, Ia sadar sekarang mereka berada di lingkungan sekolah.
"Jangan, Pak! Nanti dilihat orang." ucapnya sembari menjauhkan diri dari Andra.
"Kamu takut! Baiklah, Aku mengerti, kalau begitu nanti kita lanjutkan di rumah." seru Andra dengan senyum smirk nya.
"Dilanjutkan di rumah?"
Seketika Zara membulatkan matanya saat sang guru berkata seperti itu.
...BERSAMBUNG ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Moh Yasin
uluuuuu uluuuu manisnya
2024-10-29
0
Febby Fadila
habislah kau zara bakalan tepar kamu di atas ranjah /Facepalm/
2024-08-30
0
violet
lanjut
2023-01-01
1