Zara berjalan menuju ke kelas, saat dirinya hendak masuk ke ruangan kelas nya, tiba-tiba Ia dihadang oleh Kelvin, pacarnya yang tidak terima diputuskan oleh Zara.
"Zara! Kita harus bicara."
"Mau bicara apa? Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, buat apa lagi dibicarakan. Buang-buang waktu saja." ucap Zara sembari beranjak pergi. Tapi, Kelvin menahannya.
"Tunggu, Zara!"
Zara berhenti dan membalikkan badannya, Ia langsung melepaskan tangannya dari genggaman tangan Kelvin.
"Apa lagi sih!" Zara tampak kesal dengan ulah Kelvin
"Dengarkan Aku Zara, Aku tidak akan pernah menganggap hubungan kita putus, kamu melakukan ini karena kamu mengikuti perintah kedua orang tua mu, okelah! Aku bisa mengerti. Jadi, suatu hari nanti Aku masih berkesempatan untuk menjadi pacarmu lagi, karena Aku tidak bisa membiarkan mu menjadi milik orang lain, Aku akan tetap menunggu mu, Zara! Sampai kapanpun Aku akan menunggu mu."
Zara tampak garuk-garuk pelipisnya, dan tak habis pikir dengan sikap Kelvin. Meskipun tak menampik jika Zara masih menyayangi Kelvin, dirinya harus mengikhlaskan jika cinta tak selamanya harus memiliki.
"Aku mengerti perasaan mu, tapi untuk sekarang Aku benar-benar tidak bisa melanjutkan hubungan kita, dan mungkin juga untuk nanti. Lebih baik kamu lupakan saja tentang kita, carilah kebahagiaan mu sendiri, Aku yakin pasti banyak gadis yang mau menjadi pacarmu, sudah ya! Aku mau masuk ke kelas." setelah mengatakan hal itu, Zara segera pergi meninggalkan Kelvin yang diam berdiri memperhatikan Zara masuk ke dalam kelas.
"Zara! Aku sangat yakin ada sesuatu yang kamu sembunyikan, atau jangan-jangan kamu sudah mencintai pria lain, sehingga kamu begitu mudah melupakan Kisah diantara kita." batin Kelvin menebak.
Kemudian Zara masuk ke dalam kelas, beruntung guru kelas nya belum masuk, sehingga Ia tidak khawatir terkena hukuman. Namun, Ia belum melihat Anita, teman sebangkunya.
"Loh, Anita kemana? Eh kalian tahu nggak dimana Anita?" tanya Zara pada teman-teman nya.
"Dia tadi keluar sebentar, mungkin ke kamar mandi barangkali. jawab salah seorang diantaranya.
Zara pun mengangguk dan mengerti, kemudian tak berselang lama Anita masuk ke dalam kelas dengan wajah masam.
Tentu saja Zara langsung menyapa sang sahabat yang baru saja duduk di samping nya. "Eh Nit, kamu darimana saja?" tanya Zara.
"Dari kamar mandi." jawabnya datar. Zara yang melihat ada sesuatu yang aneh pada sahabatnya terlihat curiga.
"Kamu kenapa, Nit? Ada masalah?"
"Tidak! Tidak ada kok." jawabnya pura-pura. Anita memilih diam daripada harus bertengkar dengan sahabatnya, padahal dirinya masih merasa kesal saat mengetahui Zara mencium guru idolanya.
"Oohh ya sudah, eh nanti kita jadi kan pergi ke Mall? Aku sudah nggak sabar nih segera bertemu dengan mereka, Aku mau Poto bareng sama idola ku, boyband Kumbang Jantan yang keren itu, mana ganteng-ganteng lagi mereka, uuuuhhh gemes pingin tak cubit pipi mereka, pingin tak peluk pokoknya pingin tak uyel-uyel aja kalau ketemu."
Saat Zara membayangkan bagaimana jika dirinya bertemu dengan band kesayangannya itu, tiba-tiba saja terdengar suara deheman seseorang yang Zara sangat kenal dengan suara itu.
"Ehem!"
Seketika Zara dan Anita menoleh ke belakang, ternyata itu adalah suara Andra, guru olahraga mereka.
"Pak Andra!" seru keduanya.
"Siapa yang ingin kamu peluk-peluk? Kamu uyel-uyel, kamu cubit pipinya, siapa?" pertanyaan Andra seketika membuat Zara panik ternyata sang suami tak sengaja mendengar nya.
Sementara Zara masih mikir untuk menjawabnya, Anita seketika menjawab pertanyaan sang guru dengan jujur.
"Tentu saja boyband kesayangan Zara, Pak! Boyband Kumbang Jantan itu loh, Pak! idola baru anak remaja sekarang yang lagi viral." seru Anita menjelaskan.
"Boy band Kumbang Jantan yang personilnya kurus-kurus kayak jerapah itu, cuma modal tinggi doang. Halah gitu aja diidolakan, norak!" seru Andra sembari berjalan menuju ke depan kelas, tentu saja Zara tidak terima dengan ucapan suaminya tentang band idolanya.
Karena tak terima dikatai idolanya kayak jerapah, Zara pun berdiri dan mengatakan kepada Andra sesuatu, "Eh Bapak nggak boleh loh ngomong gitu, dong! Itu namanya body shaming, Pak! Biarpun mereka kayak jerapah, tapi mereka cakep-cakep beud. Jangan mentang-mentang badan Bapak lebih gede ya, seenaknya bilang begitu. Lagipula ngapain Bapak masuk di mari? Sekarang bukan waktunya pelajaran olahraga, sekarang waktunya pelajaran biologi, Pak Arif." Zara berkata kepada Andra yang terlihat senyum-senyum melihat gaya bicara istrinya yang ceplas-ceplos.
"Nih anak benar-benar menggemaskan, pantas saja semalam Aku nggak bisa berhenti, ah sial jadi ingin mengulangi nya lagi, awas kamu Zara." batin Andra sembari menatap mata sang istri dalam-dalam. Sementara itu Zara terlihat salah tingkah saat sang suami menatap nya seperti itu.
"Anjriiittt nih orang, waduh tatapan nya nggak nahan, jangan-jangan pikirannya mulai kotor lagi nih kayak semalam, oh ya Tuhan! Semoga nanti malam Engkau selamat kan hamba dari serangan Pak Andra, bisa-bisa besok ke sekolah jalan ngangkang nih, nggak-nggak hiii ngeri!" batin Zara sembari memalingkan wajahnya mencoba menghindari tatapan mata sang suami.
Kemudian Andra mengatakan kepada siswa-siswi nya di dalam kelas.
"Selamat pagi anak-anak, berhubung hari ini Pak Arif sedang izin tidak masuk, maka untuk pelajaran biologi sementara Bapak yang akan menghandle. Pak Arif sudah bilang sama bapak untuk memberikan tugas kepada kalian. Baiklah kita buka halaman dua puluh sembilan." seru Andra sembari membuka pelajaran biologi.
Tiba-tiba saja Zara protes kepada Andra. "Maaf, Pak Andra!" ucapnya sembari mengangkat salah satu tangannya."
"Iya ada apa, Zara?"
"Emm emangnya Bapak bisa mengajarkan kami ilmu biologi, itukan bukan bidang Bapak, bidang Bapak tuh olahraga. Cape deh!" protes Zara sembari meletakkan punggung tangan nya pada kepala.
Andra tersenyum dan berkata, "Kamu meragukan kemampuan, Bapak? Kamu pikir Bapak tidak bisa mengajarkan kalian tentang biologi? Bukankah ini bab yang sangat mudah, tentang sistem reproduksi dan perkembangan biakan pada manusia!" mendengar jawaban dari sang suami, spontan Zara terdiam, Ia ingat betul jika semalam Pak guru nya itu sudah mengajarkan nya tentang ilmu biologi dan perkembangan biakan pada manusia.
Zara tertunduk malu dan terlihat salah tingkah. Sementara itu Andra pun tersenyum melihat ekspresi wajah Zara yang pastinya gadis itu masih ingat betul dengan kejadian semalam.
"Sialan! Kena lagi kena lagi, paling pinter nih orang bikin Aku skak mat." gerutu Zara.
...BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Moh Yasin
hahhhh guru di lawan km zara
2024-10-29
0
Febby Fadila
makanya zara mulut lo bisa diam nggak siii
2024-08-30
0
Diana diana
kena lo . .
2023-05-13
1