Kini Andra berdiri di depan Zara, sementara Zara terlihat gugup sambil meraih selimutnya dan menutupkan nya pada tubuhnya.
"Ba-bapak sedang apa di situ? Sa-saya mau tidur." ucap Zara sembari beranjak untuk tidur. Namun, tiba-tiba saja Andra menarik selimut Zara dan membuangnya ke lantai. Seketika Zara sangat terkejut saat seluruh tubuhnya terpampang nyata di depan suaminya, balutan gaun super seksi berwarna hitam itu, sehingga kulit Zara yang kuning langsat terlihat begitu bersinar di bawah cahaya lampu temaram, belum lagi hembusan angin yang berhembus kencang melewati ventilasi jendela, membuat rambut Zara bergerak-gerak menghiasi wajah polosnya.
"Bapak mau apa? Bapak jangan macam-macam, ya?" Zara terlihat panik menutupi area dadanya yang terlihat begitu menantang, belum lagi kain itu begitu menerawang sehingga bagian terdalam Zara terlihat begitu jelas.
Sebagai laki-laki normal, sudah wajar Andra merasakan gejolak itu, apalagi gadis di depannya itu adalah istrinya sendiri, tidaklah mengapa jika Ia menyentuhnya. Sungguh pesona Zara malam itu benar-benar membuat Andra tidak bisa menahannya. Pria itu perlahan mendekati Zara dan duduk menghadap gadis yang menurutnya begitu bar-bar. Tapi tidak kali ini, Andra melihat Zara begitu berbeda.
Nafas Zara sudah tidak beraturan, Ia pun tak bisa pergi menjauh dari tatapan mata Andra, entah kenapa dirinya merasa berat untuk beranjak pergi, seolah-olah ada magnet yang menahan tubuh Zara agar gadis itu tidak pergi dari hadapan suaminya.
"Pak Andra mau, apa? Jangan mendekat, Pak! Zara mohon!" pinta gadis itu sembari menahan dada Andra yang kian mendekat.
Andra tidak bergeming, pria itu tidak berkata apa-apa, namun gerakan tubuhnya mengisyaratkan jika malam ini Zara harus menjadi miliknya. Tanpa aba-aba Andra merampas bibir mungil itu dengan lahap. Seketika Zara tidak bisa berbuat apa-apa, sungguh gerakan itu begitu cepat, sehingga Ia tidak sempat berontak, justru dirinya dibawa sang suami menikmati ciuman panas itu.
Dalam cahaya remang-remang, keduanya kini berguling-guling di atas ranjang pengantin itu, hingga tak sadar akhirnya gaun seksi yang melekat pada tubuh Zara tiba-tiba teronggok di atas lantai, hanya dengan satu tarikan tangan, Andra berhasil melepaskan gaun penggoda iman itu.
"Pak Andra, Saya mohon! Jangan Pak! Saya masih sekolah, dan Saya masih kinyis-kinyis dan imut, kalau bapak melakukan nya, apa yang akan terjadi nanti, Saya tidak akan sekinyis-kinyis dan tak seimut dulu lagi, Pak! Plis!" mendengar rengekan dari istrinya, sejenak Andra tersenyum kecil, sungguh Zara gadis yang sangat polos, meskipun dirinya terkenal tomboi. Tapi Zara sangat-sangat polos tentang hal-hal yang seperti itu.
"Maafkan Aku, Zara! Tapi kita sudah terlanjur basah, Aku tidak bisa mundur, Aku sekarang adalah suamimu, dan kamu adalah istriku, izinkan Aku untuk menjadi yang pertama untuk mu." bisik Andra dengan begitu mesra.
Apalah daya, Zara tidak bisa bergerak. Tubuhnya terkunci, bagaimana pun caranya untuk berontak, tetap saja dirinya tidak akan pernah bisa. Karena semuanya sudah siap, dalam hitungan detik saja, Andra mulai masuk ke dalam tubuh istrinya.
"Aku masuk, Zara. Santai! Jangan ditahan!"
Spontan Zara merremas sprei ranjang tidurnya, rasa itu begitu perih seolah ada sesuatu yang terluka.
"Sakit, Pak!" rintih Zara yang diiringi tetesan air mata yang mengalir dari sudut matanya.
Sejenak Andra berhenti, karena dia tahu jika Zara merasa kesakitan.
Kemudian Andra mencoba membuat Zara rileks dengan mengecup kedua kelopak mata sang istri, memberikan sebuah sentuhan lembut agar Zara sedikit melupakan rasa sakitnya.
Andra mencium bibir itu lagi, memberikan sebuah rasa nyaman saat dirinya berusaha untuk menerobos masuk ke tempat tujuannya.
Perlahan namun pasti, Andra sedikit demi sedikit masuk ke dalam tubuh istrinya, dan dalam hentakan ke tiga, lolos sudah dan portal itu pun terbuka. Andra pun berhasil masuk ke dalam inti tubuh sang istri dengan sedikit perjuangan ekstra. Agar Zara tidak terlalu sakit merasakan untuk kali pertamanya.
"Pak Andra tega, kenapa Pak?" pekik Zara saat Andra mulai bergerak lembut di atas tubuhnya.
"Sudahlah, Zara! Tidak apa-apa. Kita sekarang suami istri, tidak ada yang perlu di sesalkan, nikmati saja, ini benar-benar luar biasa, bukan!" bukannya melepaskan Zara, Andra justru mengajak Zara berlayar mengarungi samudera percintaan malam itu.
...BERSAMBUNG ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Moh Yasin
wah gercep 👍 ya pak guru 😂😂😂
2024-10-29
0
Diana diana
langsung tancap gas Bae nech pak Andra
2024-09-06
0
Febby Fadila
andra kamu udah jilat ludah yg kamu buang...
2024-08-30
0