Setelah itu keduanya mandi di tempat masing-masing, Zara tetap berada di dalam bak mandi, sementara Andra berada di bawah guyuran air shower, pria itu terlihat menikmati setiap guyuran air shower yang hangat pun sama Zara juga sedang menikmati berendam nya di dalam bak mandi. Namun, kali ini Ia sedikit tidak nyaman karena dia berada dalam satu kamar mandi dengan Gurunya.
Saat Andra sibuk mengeramasi rambutnya, Zara terlihat sudah selesai menyelesaikan ritual mandi. Setelah Ia menyiramkan air bersih pada tubuhnya, Ia pun beranjak untuk mengambil handuk yang berada di samping pintu keluar. Namun, rupanya Zara cukup kesulitan untuk menjangkau handuk tersebut, Ia harus melewati Andra agar dirinya bisa mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya.
"Sial! Handuknya di sana lagi, bagaimana Aku bisa mengambilnya, masa sih Aku keluar dari bak mandi? Yang ada nanti Pak Andra noleh terus dia lihatin Aku, oh Mommy! Gini amat yak jadi pengantin baru. Sumpah malu banget." batin Zara sembari berusaha mencari cara untuk mengambil handuk itu tanpa sepengetahuan Andra.
Zara melihat ke arah Andra yang sedang sibuk menyanyi sembari berkeramas ria, tubuh atletis itu basah oleh air shower, sejenak Zara melihat betapa kekarnya otot-otot lengan sang Suami, apalagi pinggang nya yang seksi, seketika naluri seorang wanitanya kagum dengan bodi sempurna seorang Andra.
"Ya ampun! Nggak bisa bohong sih, jika ini gila banget, aihhh Zara! Stop. Kamu jangan sampai tergoda, malu sama kecebong, masa seorang Zara bisa jatuh cinta kepada guru BP nya yang resek itu, nggak mungkinlah." batin Zara sembari berusaha mengacuhkan Andra yang sedang mandi, perlahan Zara mulai beranjak keluar dari bak mandi, tentu saja Ia dalam keadaan telanjang bulat, sementara itu Andra terlihat mandi dengan membelakanginya, sehingga Andra tidak tahu jika Zara sedang keluar dari bak mandi.
Zara melangkahkan kakinya dengan cara berjinjit agar Andra tidak mengetahui jika dirinya sedang berjalan mengendap-endap di belakangnya.
Hingga akhirnya Zara sampai di tempat handuknya berada, Ia kemudian segera mengambil handuk miliknya. Namun, tiba-tiba saja terdengar suara seseorang dibalik punggungnya dan suara itu ternyata adalah suara Andra.
"Sudah selesai mandi?" seketika Zara berteriak saat mendengar suara Andra tepat di belakang telinganya.
"Arrrggghhhhh." spontan Andra menutup mulut Zara dengan satu tangannya, sementara tangannya yang lain melingkar pada pinggang Zara yang terlihat polos itu.
"Sssttt! Jangan teriak-teriak! Bising tau nggak, kamu mau semua orang terbangun gara-gara suara mu itu." ucap Andra pada telinga Zara, tentu saja tubuh keduanya sangat lah dekat, apalagi keduanya sama-sama belum memakai apa-apa, Zara terlihat menggerak-gerakkan bola matanya ke kanan dan ke kiri.
"Eh ... dia kok peluk-peluk sih, njiiir! Eits apaan tuh kok gerak-gerak di belakang ku?" batin Zara saat dirinya merasakan ada sesuatu yang bergerak di belakangnya dan terasa begitu geli.
Spontan Zara menginjak kaki Andra sekeras-kerasnya, sehingga Andra pun melepaskan tangannya dari tubuh Zara.
"Awwww ... Zara, kok kamu injek sih!" seketika Andra lompat-lompat karena Zara sukses membuat kaki Andra kesakitan.
"Bodo!" Zara langsung mengambil handuk dan menutupkan pada tubuhnya, Ia langsung bergegas pergi ke luar, sementara Andra terlihat masih mengusap-usap kakinya, setelah Zara pergi ke luar, tersirat senyum dari bibir Andra, rupanya menggoda Zara lebih menantang daripada dirinya mengangkat barbel.
Sementara itu, Zara yang sudah berada di kamarnya, Ia pun langsung pergi mencari baju di dalam lemari, tapi kali ini Ia dibuat lebih terkejut saat melihat lemari nya kosong, yang ada hanya beberapa baju yang berbahan sifon silk, dan yang lainnya berbahan satin sutra mengkilap. Zara tampak mengambil satu buah baju itu.
"Apaan nih? Bajuku kemana? Kok nggak ada semuanya? Ah ini pasti kerjaan Mommy nih, bajuku dibuang kemana sama Mommy, terus Aku pakai baju apa dong? Masa baju ini, baju apaan, diih ini yang ditutupi apanya? kebuka semuanya, idiiih ini baju unfaedah." Zara berkata sembari merentangkan baju yang biasa disebut lingerie.
Karena Zara tidak punya pilihan lain, Ia pun terpaksa memakai baju tipis yang sengaja dipersiapkan oleh Mommy Hasna dan Mama Dahlia, mereka sengaja mengambil pakaian Zara dan menggantinya dengan gaun super seksi, mereka berharap malam ini anak-anak mereka bisa semakin dekat.
"Dah lah terpaksa pakai ini, pokoknya habis pakai ini langsung masuk selimut, biar Pak Andra nggak lihat, bisa gawat kalau dia lihat."
Zara masuk ke dalam kamar ganti, sementara Andra mulai keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang melilit pada pinggang seksinya, pria tampan itu tampak memperhatikan sekitar, Ia tidak melihat keberadaan Zara, Ia pasti menduga jika Zara sedang berada di dalam kamar ganti. Melihat pintu kamar ganti tertutup rapat.
Andra tersenyum dan kemudian Ia mulai berjalan menuju ke pintu menuju ke arah balkon, membiarkan istrinya berganti pakaian, sejenak Andra membuka pintu itu dan dirinya merasakan angin yang berhembus kencang malam ini, apalagi gerimis rintik-rintik yang mulai membasahi bumi. Karena hembusan angin yang terlalu kencang, Andra memutuskan untuk memakai baju tidur, Ia pun berjalan menuju ruang ganti dimana istrinya sedang berada di dalam. Andra tampak sabar menunggu Zara keluar, pria itu tampak sedang menyandarkan tubuhnya di samping pintu.
Sementara itu Zara sudah selesai mengganti bajunya, Zara terlihat berputar-putar di depan cermin, mencermati dirinya yang baru kali pertama memakai baju penggoda iman ini.
"Idiiih gini amat nih baju, ini nih yang bikin masuk angin, kebuka semua, yang ditutup apa coba, mana tembus pandang lagi, ini kalau mata cowok yang lihat, pasti kegirangan banget." ucapnya sembari memperhatikan lekuk tubuhnya yang terekspos sempurna.
Setelah Zara selesai memakai gaun tidurnya, Ia pun segera keluar dan cepat-cepat untuk masuk ke dalam selimut, sebelum suaminya melihat. Perlahan, Zara keluar dari kamar ganti itu, Ia tidak melihat keberadaan suaminya, "Ah aman! Pak Andra pasti masih di dalam kamar mandi, tuh dia nggak ada, kan." ucap Zara lirih dengan kepalanya yang mulai muncul dari balik pintu. Sementara itu Andra yang tahu jika Istrinya sedang keluar dari kamar ganti, pria itu masih diam dan menunggu Zara benar-benar keluar.
"Hmm ... semoga saja Pak Andra nggak lihat, kalau lihat mau taruh di mana badan ini, nggak bisa diumpetin."
Akhirnya kaki Zara mulai melangkah, sejenak Andra melihat kaki jenjang nan mulus itu keluar dari persembunyiannya. Dan akhirnya Zara pun melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur, sementara Andra terlihat mengawasi istrinya dari belakang, Zara belum sadar jika sang Suami sudah memperhatikan sedari tadi.
Dengan melenggang santai, Zara berjalan bak harimau lapar, geol kanan dan geol kiri, membuat Andra terpaksa menelan ludahnya dan nafasnya semakin cepat, belum lagi keringat yang mulai keluar dari wajah tampannya.
"Shiiit! Kenapa Aku jadi tergoda melihatnya, ahh ... tidak bisa dicegah, bangun aja tanpa diperintah." batin Andra sembari menahan hasratnya sebagai laki-laki normal.
Sementara itu Zara akhirnya sampai di ranjang pengantin mereka, Ia pun bisa bernafas dengan lega, Zara mulai beranjak untuk berbaring, namun sebelumnya Ia terlihat menggeliat sebentar sebelum benar-benar Zara merebahkan tubuhnya.
"Haaaaaaa ... akhirnya bisa tidur dengan nyenyak." ucap nya sembari menggeliat kan tubuh indahnya, setelah itu Zara menghempaskan dirinya dan mengambil selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya. Namun, alangkah terkejutnya saat ia melihat bayangan tubuh seseorang yang sedang berdiri di samping pintu ruang ganti yang menghadap langsung ke arahnya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, pria itu diketahui adalah suaminya sendiri.
"P-pak Andra!" wajah Zara berubah menjadi memerah, itu berarti sedari tadi Ia diperhatikan oleh suaminya sendiri dan itu membuat Zara menjadi salah tingkah.
Andra mulai berjalan mendekati Zara, pria itu terlihat begitu tampan dengan rambutnya yang masih terlihat basah. Belum lagi cahaya remang-remang dalam kamar, semakin membuat detak jantung kian berdebar.
...BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Moh Yasin
lanjut
2024-10-29
0
Febby Fadila
waktunya belah duren ni
2024-08-30
0
StAr 1086
next
2024-01-20
1