"Udah ayo bareng nggak? Tuh udah gerimis." rupanya gerimis rintik-rintik sudah mulai turun, tentu saja Zara terlihat panik, sekolah sudah sepi hanya terlihat seorang siswi yang masih menunggu jemputan seperti dirinya, tapi rupanya siswi tersebut sudah ada mobil yang menjemputnya, kini tinggal dirinya sendirian. Terpaksa Zara menerima tawaran sang guru untuk bareng pulang.
"Udah! Nggak usah banyak mikir, Bapak ngga bakal macam-macam, daripada kamu sendirian dan kehujanan. Malah sakit tahu rasa nanti." seru Andra yang masih menunggu Zara untuk naik ke atas motor nya. Zara pun tidak punya pilihan lain, Ia pun pergi menghampiri gurunya yang sudah menunggunya sedari tadi.
Setelah Zara tiba Andra segera memberikan sebuah helm kepada Zara.
"Pakai ini!"
Zara pun menerima helm tersebut, setelah itu Zara segera memakai nya di atas kepalanya, lucunya Zara tidak bisa mengunci pengait helm itu, akhirnya Ia kesusahan untuk melakukannya.
"Aduh susah amat yak! Gimana nguncinya sih!" gerutu Zara sambil berusaha untuk mengunci pengait helm.
"Sudah apa belum, Zara? lama banget, keburu hujan nih!" seru Andra yang siap mengegas motor nya.
"Bentar, Pak! Susah nih, ini helm apaan sih, susah amat dibenerin nya." gerutu Zara. Andra pun menoleh kearah sang murid, dilihatnya Zara sedang sibuk dengan helm nya, Ia pun terlihat menggelengkan kepalanya melihat Zara yang terlihat lucu.
"Sini! Biar Bapak benerin." Andra pun segera membantu Zara untuk memakai helm dengan baik dan Ia pun mengunci pengait helm itu dengan baik, tiba-tiba saja tatapan mata mereka saling bertemu, entah kenapa Zara dan Andra tidak bisa melepaskan pandangan mereka. Ada sebuah rasa tapi entah itu apa.
"Kok Aku deg-degan gini sih! Pak Andra ganteng juga!"
"Zara! Sebenarnya dia gadis yang cantik,"
Keduanya membatin dalam hati masing-masing. Hingga akhirnya suara klakson mobil mengejutkan mereka berdua, Zara pun terlihat salah tingkah dan Ia pun tiba-tiba berkata kepada Andra.
"Ih Pak Andra nggak usah ngelihat saya kayak gitu deh, entar Bapak bisa naksir loh." seketika Andra tertawa dan segera naik ke atas motornya.
"Udah! Jangan ngelawak kamu, cepet naik!" titah Andra sembari menutup kaca helmnya.
"Huuuhh dibilangin!"
Zara pun naik ke atas motor Andra, Ia pun berpegangan pada belakang tempat duduknya, tentunya posisi itu sangat menyulitkan dirinya, Andra pun meminta Zara untuk berpegangan pada perutnya.
"Hei kamu mau terjatuh dari motor? Pegangan yang benar!" ucap Andra sambil menunggu Zara untuk berpegangan pada pinggangnya.
"What? Pegangan pada pinggang Bapak? Ogah ah." Zara terlihat menolak untuk berpegangan pada perut Andra.
"Hmm ... ya sudah! Nanti kalau kamu jatuh nggak usah nyalahin Bapak, salah sendiri ngeyel!" Andra pun segera melajukan motornya, awalnya Andra hanya melajukan mobil pelan, tapi lama-lama Andra lebih cepat dan mengegas lebih dalam sehingga Zara mulai was-was takut dirinya terjatuh karena laju motor sport Andra mulai tinggi. Spontan Zara meletakkan tangannya pada pinggang pak gurunya, sambil menyembunyikan wajahnya pada punggung guru BP nya itu.
Sementara itu Andra tersenyum melihat tangan Zara melingkar pada pinggang seksinya, dan Andra pun semakin cepat melajukan motornya. Sejenak Zara merasa kikuk saat tangannya berpegangan erat pada pinggang pak gurunya.
Selama perjalanan pulang, Zara terlihat memeluk erat guru olahraga nya itu, hingga tak terasa setelah beberapa menit, Andra tiba di depan rumah mewah orang Zara.
Andra memperlambat motornya dan Zara pun segera melepaskan tangannya dari pinggang pak guru. Setelah motor Andra berhenti, Zara segera turun dan membuka helmnya.
"Terima kasih banyak, Pak!" ucap Zara sembari memberikan helmnya kembali kepada Andra.
"Iya, sama-sama! Baiklah Bapak pulang dulu." pamit Andra kepada Zara.
Zara pun mengangguk dan Ia segera masuk ke dalam halaman rumahnya, tak sengaja salah satu security Zara terlihat memberikan hormat kepada Andra, seolah Andra adalah majikannya. Tentu saja Zara mengerutkan keningnya, setelah Andra pergi, lantas Zara bertanya kepada satpam rumah nya.
"Pak satpam kenal sama Pak Andra?" tanya Zara serius.
"Emm ... itu anu Non! Bukannya tamu adalah Raja, itu tadi kan guru Nona, jadi apa salahnya Saya memberikan hormat." balas satpam itu gugup.
"Ohh gitu kirain Pak satpam kenal, ya sudah!" Zara pun segera masuk ke dalam rumah, sementara itu sang satpam terlihat menggelengkan kepalanya karena sejatinya Ia tahu siapa Andra sebenarnya.
"Duhh Non Zara nggak tahu aja siapa sebenarnya Pak Andra!" batin satpam itu sembari tersenyum.
...BERSAMBUNG ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Moh Yasin
calon mu itu zara
2024-10-28
0
Noval Firdaus
sbnarnya motor sport apa mobil sih yg ditumpangi andra dan zara tuh?
2024-07-23
1
Ita rahmawati
ap si andre in seseorg yg luar biasa selain jd guru olahraga dn guru bp 🤔🤔🤔
2023-08-18
0