Setelah beberapa saat, akhirnya Zara selesai melakukan perawatan itu, Ia merasa lebih segar dan lebih nyaman, memang benar kata terapis spa itu jika perawatan Ratus bisa membuat organ intim menjadi keset, nyaman dan tentunya lebih harum.
"Eh beneran loh, rasanya nyaman banget, untung saja nggak gosong kena asapnya, benar kata sesembaknya, rasanya keset banget, kalau gini caranya keenakan suami dong, diiih kan Aku belum punya suami, jadi amanlah. Eh ngomong apaan sih, besok Aku kan menikah, nggak-nggak ogah lah kalau dia yang nikmati, orang Aku yang berjuang ngangkang sambil di asepin, seenaknya dia yang nikmati, pokoknya Aku nggak bakalan mau diajakin gituan, apaan! Lagipula Aku juga nggak kenal sama dia." batin Zara .
*
*
*
Sementara di tempat lain, terlihat seorang pria yang sedang berdiri di depan jendela kamarnya, Pria yang saat itu baru saja melakukan perawatan yang sama seperti Zara terlihat lebih fresh dan terlihat semakin segar.
Tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri pria tersebut , namanya Affandra Aditya, seorang eksekutif muda yang bekerja di perusahaan milik Harun, Ayah Zara. Dia adalah calon menantu Harun, rupanya kedua orang tua mereka sudah menjodohkan Andra dengan Zara sudah jauh-jauh hari sebelum Andra dan Zara bertemu di sekolah.
Andra sengaja menyamar sebagai guru olahraga sekaligus guru BP di sekolah Zara atas permintaan Harun, Ia sangat khawatir dengan pergaulan Zara, karena Zara termasuk anak gadis yang langka, Ia sering pergi dengan teman-teman cowok nya karena Zara termasuk gadis tomboi.
"Andra! Mama berharap kamu sudah siap lahir dan batin, pernikahan ini adalah wasiat dari almarhum Papa kamu, Papamu dan Pak Harun pernah berjanji untuk menikahkan anak-anak mereka sebagai bentuk persahabatan mereka. Jadi, Mama mohon kamu bisa melaksanakan wasiat Papa. Zara adalah gadis yang baik, meskipun pernikahan ini dilandasi tanpa cinta, Mama yakin suatu hari nanti, cinta itu akan datang pada hidup kalian." ucap Mama Dahlia kepada putranya.
"Andra nggak tahu, Ma! Apa Andra bisa memenuhi wasiat Papa atau tidak, tapi Andra masih kecewa dengan sebuah komitmen, Andra pernah merasakan pedihnya dikhianati, dan Andra tidak mungkin berharap untuk jatuh cinta lagi, pernikahan ini Andra anggap hanya sebagai balas jasa Andra sebagai seorang anak, tapi untuk menjaga kelanggengan hubungan rumah tangga itu, Andra tidak yakin, karena Andra tidak pernah mencintai Zara. Bagi Andra, Zara hanya gadis yang masih ingusan, dia masih sangat kekanak-kanakan, hmm ... semoga saja dia tidak membuat Andra pusing nantinya." ungkap Andra sembari merapikan rambutnya dengan sela-sela jarinya.
Mama Dahlia tersenyum dan mencoba memberi semangat kepada anak semata wayangnya itu, "Awalnya memang tidak akan menyenangkan, tapi suatu hari nanti Mama sangat yakin sekali, kamu dan Zara pasti mampu melewati masa-masa sulit pernikahan, Mama tahu betul siapa Zara, dari kecil Mama sudah melihat kelucuan Zara, dia gadis yang periang dan menyenangkan. Baiklah! Mama mau lihat persiapan lainnya, istirahatlah!" ucap Mama Dahlia sembari pergi meninggalkan kamar putranya.
"Periang? Menyenangkan? Hmm ... sepertinya penuh ekstra kesabaran untuk mengemong gadis itu. Tapi cukup menyenangkan juga saat menggodanya." batin Andra sembari mengingat saat dirinya mencium Zara di ruangan BP tadi siang saat di sekolah.
Malam harinya, Zara tidak bisa memejamkan matanya, tentu saja malam itu adalah malam terakhirnya tidur sendirian, karena Keesokan harinya Ia harus tidur dengan pria lain dan tentunya dia belum mengenal siapa sebenarnya calon suaminya. Pun sama Andra juga tidak bisa memejamkan matanya, selain dirinya harus mempersiapkan diri untuk hari H nya, dia juga masih memikirkan Davina, mantan pacarnya yang pergi meninggalkannya begitu saja, Davina diketahui telah menikah dengan saudara sepupu Zara yang bernama Nico. Davina dan Nico menikah sebulan yang lalu. Nico adalah anak dari Tantenya Zara, adik perempuan Harun.
*
*
*
Pagi pun tiba, Zara melihat semua orang sibuk dengan acara pernikahan dirinya, sementara dirinya masih sibuk bermain game online layaknya anak cowok, tentu saja itu membuat Mommy Hasna kesal.
"Zara! Kok kamu belum ganti baju sih, Pagi ini kamu nikah loh! Tuh Daddy aja udah siap, kamu malah main game online, gimana sih." gerutu Mama Hasna.
"Bentar dong, Mom! Nanggung nih." jawabnya sembari terus konsentrasi mengalahkan musuh-musuh dalam game nya, hingga akhirnya Zara harus kalah dan Ia pun terlihat berteriak.
"Yaaahh kalah deh! Sialan!" umpat Zara sambil melemparkan ponselnya di atas tempat tidur.
"Zara! Ayo cepetan ganti baju, keluarga udah pada nungguin kamu nya yang lelet, sebentar lagi calon suamimu akan datang. Tuh Make up artist nya udah siap dari tadi."
"Hiya hiya ... bawel banget sih, Mommy!" Zara pun segera menuruti perintah Mommy Hasna. Kemudian sang makeup artist memulai tugasnya untuk merubah penampilan Zara.
Zara pun terlihat aneh dengan alat-alat yang dibawa oleh sang makeup artis, Zara mengambil sebuah gincu dan membuka tutupnya. Sejatinya Zara belum pernah memakai alat-alat make up seperti itu, namanya juga gadis tomboi, Zara tidak pernah mengenal yang namanya bedak ataupun eye shadow dan sejenisnya.
"Apaan nih?"
"Itu namanya lipstik, Mbak!"
"Lipstik yang biasanya ditaruh di bibir itu, kan?"
"Iya, Mbak!"
"Oh gitu! Heleh ribet banget sih jadi cewek, Eh eh kok muka saya putih semua, Mbak? Mbak apain nih, tadi masih cakep kok sekarang kayak mayat sih!" pekik Zara saat melihat bayangan cermin dirinya. Di mana wajah Zara terlihat putih karena terkena foundation oleh Make up artist.
"Mbak Zara tidak usah khawatir, nanti Mbak Zara pasti pangling dengan wajah barunya, sekarang masih tahap mendempul, Sabar ya?" ucap sang make up artist.
"Apa? Mendempul? Emangnya muka saya ini kayak peyek, pakai di dempul segala!" rupanya ucapan Zara membuat tukang makeup nya tertawa kecil.
Sementara itu Andra beserta keluarga besar nya sudah mulai datang ke tempat akad nikah, Daddy Harun menyambut calon mantunya itu dengan senang, Andra pun membalas pelukan dan ciuman tangan kepada Daddy Harun.
"Nak Andra! Daddy sangat senang akhirnya kamu datang juga, Daddy berharap pernikahan ini menjadi berkah untuk mu dan juga Zara." seru Harun. Andra tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Seluruh keluarga dan kerabat dekat menghadiri akad nikah Andra dan Zara, tampak juga mantan kekasih Andra, Davina bersama suaminya, Nico. Datang menghadiri pernikahan Zara dan Andra.
Tanpa sengaja Andra melihat kedatangan Davina beserta suami, Ia pun terlihat pura-pura tidak tahu dan membuang muka saat Davina mulai masuk ke dalam ruangan.
"Sial! Kenapa Aku harus bertemu mereka lagi?" batin Andra. Tentu saja Andra terlihat masih kesal dengan Davina, lima tahun mereka pacaran secara LDR, tapi saat Vina pulang ke Indonesia, justru Vina memutuskan hubungan dengan Andra dan memilih Nico sebagai suaminya, di mana Nico adalah teman sesama kuliahnya di luar negeri.
Andra terlihat duduk di depan penghulu dan orang tua Zara, sementara dirinya masih menunggu mempelai wanita untuk keluar dari kamar nya.
...BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Febby Fadila
masa lau lagi masa lalu lagi
2024-08-30
0
Diana diana
kenapa selalu ad masalah terkait masa lalu . .
2023-05-13
1
violet
next
2023-01-01
0