Keesokan harinya, Andra bangun dan melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul lima pagi, perlahan pria itu beranjak duduk, dirinya sangat terkejut saat melihat tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun, hanya tertutup oleh selimut.
"Ah ... apa yang terjadi? Zara?" seketika Andra mengingat seorang gadis yang semalam sudah membuatnya mabuk kepayang, Ia mencari keberadaan istrinya yang saat itu sedang tidak ada di sisinya.
Saat Andra hendak pergi mencari Zara, tiba-tiba dirinya dikejutkan dengan noda darah di atas sprei berwarna merah jambu itu. Andra tersenyum bangga, ternyata dirinya adalah orang yang pertama untuk Zara. Ia mengingat betapa indahnya malam itu, Andra tidak bisa melupakannya begitu saja, terlalu nikmat dia menikmati malam pengantin yang syahdu bersama istrinya. Tapi, ada satu hal yang masih mengganjal dalam pikiran Andra, apakah Zara bisa menerima kenyataan jika dirinya meminta Zara untuk menyerahkan kesuciannya, secara tak sadar Andra sedikit memaksa muridnya itu untuk melakukan hubungan badan. Meskipun pada akhirnya Zara tidak menolaknya, bahkan gadis itu tampak menikmati setiap yang diberikan oleh Andra.
"Maafkan aku, Zara! Aku benar-benar khilaf." ucap Andra lirih, kemudian Ia mengambil piyama tidur yang tergeletak di atas ranjang tidurnya, Ia pun memakainya dan beranjak pergi mencari Zara.
"Zara! Kamu dimana?" Andra mencari keberadaan istrinya di dalam kamar mandi, namun Ia tak juga menemukannya, akhirnya tanpa sengaja Andra melihat seseorang tengah berdiri di atas balkon dengan memakai kemeja pengantin Andra yang semalam dipakainya. Karena pakaian Zara tentunya tidak ada di dalam lemarinya, yang ada hanya baju-baju unfaedah itu yang tentunya tidak mungkin Ia pakai saat ini.
"Zara! Sedang apa dia disana?" mengetahui istrinya sedang berada diluar, Andra pun segera menghampirinya. Perlahan Andra berjalan menuju ke tempat sang istri yang sedang berdiri dengan kedua tangannya menyangga wajah cantiknya, Ia terlihat menatap arah terbitnya sang fajar yang masih tampak berwarna jingga itu. Terpaksa Zara memakai kemeja suaminya, setidaknya bisa menutupi tubuhnya yang sudah dipenuhi bekas ciuman sang suami yang terlihat begitu brutal semalam. Bekas ciuman itu menyebar pada seluruh area sensitif Zara, dari leher hingga turun sampai ke perut, bahkan di punggung pun juga ada.
Andra mencoba basa-basi untuk mencairkan suasana, "Indah ya pemandangan nya?" mendengar suara Andra, Zara pun segera pergi untuk masuk ke dalam kamar. Tentu saja Andra terkejut dengan sikap Zara, apa benar gadis itu marah kepadanya.
"Ada apa dengan, Zara? Kenapa dia bersikap seperti itu? Apa dia marah padaku?" batin Andra penasaran. Sementara Zara terlihat masuk kembali ke dalam selimut, Ia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut sehingga yang terlihat hanya kepalanya saja.
Andra mendekati istrinya dan berkata, "Kamu masih marah kepadaku?"
"Saya nggak mau ngomong sama Bapak lagi, pak Andra pergi saja! Bapak jahat!" balas Zara kesal.
"Aku jahat? Jahat kenapa?"
"Nggak usah tanya lagi, Pak Andra pastinya udah tahu dong, Saya kan udah mohon sama Bapak, kenapa bapak lakukan juga, Zara kesel sama Bapak, Zara benci."
"Iya, bapak minta maaf, bapak udah nggak tahan, Zara! Lagi pula kita nggak dosa kok, lagian kamu juga suka, kan?" mendengar ucapan Andra, Zara terlihat malu dan menepuk jidatnya pelan.
"Aduuh, sialan pak Andra, bagaimana dia tahu kalau Aku juga suka, enak sih. Ah nggak-nggak, pokoknya Aku masih marah, gara-gara dia ke-virginan ku ilang deh, nggak bisa balik lagi, nggak bisa kinyis-kinyis kayak dulu. Mana rasa nya sakit banget, gede juga punya guru satu ini, aisss ... rasanya masih cenut-cenut sampai sekarang." batin Zara sembari menahan rasa ngilu pada area sensitifnya.
...BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Moh Yasin
sakit tapi nikmat kan Zara bikin nagih 😂😂
2024-10-29
0
Diana diana
ampun Zaraaa , minta lagi ya ntar . yakin deh gak bakal sakit lagi
2024-09-06
0
Febby Fadila
enak kan zara jangan mara trus
2024-08-30
0