Zara masuk ke dalam rumah, Ia melihat sembilan puluh persen persiapan untuk pernikahan nya besok hampir rampung, Zara menghela nafas panjang, apakah masa remajanya harus berakhir esok hari saat dirinya menikah dengan pria pilihan Daddy dan Mommy nya.
Mommy Hasna datang menghampiri Zara, Ia melihat putrinya diantar oleh Andra, guru olahraga Zara.
"Zara! Tadi Mommy lihat kamu pulang diantar sama gurumu, ya?" tanya Mommy Hasna.
"Iya, Mommy! Lagian sih Pak Kosim kemana nggak datang-datang, jadi Zara terpaksa pulang bareng Pak Andra yang nyebelin itu." gerutunya sembari merebahkan tubuhnya di atas sofa.
"Loh kok gitu sih sama gurunya, nggak baik loh. Iya tadi Pak Kosim minta izin mendadak, anaknya sakit. Jadi, dia izin nggak masuk kerja, Mommy juga minta maaf nggak ngasih tahu kamu dulu. Mommy sedang sibuk nyiapin buat besok." ungkap Hasna.
"Mom! Sebenarnya siapa sih Calon suami Zara? Zara nggak mau ya nikah sama pria yang lebih tua, atau jangan-jangan pria itu udah seumuran Daddy, ih masa Daddy dan Mommy tega sih melakukan itu sama Zara." ucapnya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Hasna tersenyum dan berkata kepada putrinya, "Mommy dan Daddy tidak sekejam itu Zara, nanti kamu akan tahu sendiri siapa calon suamimu. Sudah! Sekarang kamu mandi sebentar lagi akan ada beberapa terapis spa yang sengaja Mommy datangkan untuk merawat tubuhmu sebelum akad nikah besok."
"Ya ampun Mommy buat apa sih Mommy repot-repot ngelakuin itu, biarin aja kayak gini, sebenarnya Zara malas banget ketemu sama tuh orang, pokoknya Zara nggak mau ya Mommy, pernikahan Zara sampai diketahui sama teman-teman, malu Mommy, mereka pasti pada gempar dan ngetawain Zara." ucap Zara sembari mengecup bibir nya.
"Kamu tenang saja, tidak akan ada yang tahu, hanya dua pihak keluarga yang tahu, Mommy mohon Zara, kamu ikhlas ya menerima perjodohan ini, kita tidak ingin kan melihat Daddy semakin sakit, Daddy tahu pria mana yang akan menjadi pendamping yang terbaik untukmu, Daddy ingin kamu berada di tangan yang tepat." seru Mommy Hasna kepada Zara.
"Iya Mommy, semua ini Zara lakukan demi Daddy, Zara Sayang banget sama Daddy, Zara tidak ingin terjadi apa-apa dengan Daddy."
*
*
*
Akhirnya hari itu Zara melakukan perawatan kulit dan wajah di rumah, semua yang ada pada Zara hari itu dilakukan perawatan termasuk bagian paling sensitif milik Zara. Zara pun protes kepada Mbak-mbak spa yang sedang melakukan perawatan terhadap dirinya.
Seorang terapis spa itu terlihat membawa sebuah benda seperti mangkok yang berisi ramuan tradisional yang biasa disebut Ratus.
"Mari silahkan Mbak Zara duduk di kursi!" seru seorang petugas spa kepada Zara yang saat itu sedang memakai kain yang yang hanya dililit kan pada tubuhnya.
"Eh itu apa, Mbak? Kok ada uapnya gitu?" tanya Zara serius.
"Ini adalah ramuan herbal yang biasa kami kami sebut dengan Ratus, gunanya untuk membuat alat vital kita kencang dan rapat, mengingat Mbak Zara sebentar lagi akan menjadi pengantin baru, biasanya kami juga melakukan perawatan ini kepada wanita-wanita yang ingin merawat alat vital mereka dan juga bisa membuat Suami menjadi betah dan ketagihan."
Seketika Zara membulatkan matanya saat mendengar khasiat dari Ratus itu sendiri.
"Haa ... gitu ya! Emang pengantin baru harus digituin, idihhh emangnya nanti kepake, enggak ah Aku nggak mau, kenal dia aja enggak." ucap Zara sambil garuk-garuk tengkuknya.
Terapis spa itu tersenyum melihat ekspresi wajah Zara. "Perawatan ini sangat baik untuk wanita, Mbak Zara tidak akan menyesal, percaya deh! Banyak pelanggan kami yang masih gadis juga melakukan perawatan ini!"
"Oh ya! Benar itu Mbak? Waahhhh bisa dicoba nih. Bolehlah biar wangi kali ya hehehe." Akhirnya Zara tertarik untuk melakukan perawatan itu.
"Mari Mbak Zara! Silahkan duduk dan di buka kedua kakinya, ya! Supaya Mis Vi bisa terkena uapnya."
Zara pun mengikuti perintah sang terapis spa, Ia mulai membuka kedua pahanya dengan sebuah mangkuk yang berisi ramuan Ratus yang diletakkan di bawah kursi. Uap dari ramuan itu akan membuat alat vital wanita menjadi kencang dan lebih terawat.
Zara rupanya menikmati proses perawatan itu. Namun tiba-tiba saja ia teringat sesuatu yang membuatnya panik.
"Oh ya Mbak! Ini nggak bahaya, kan? Soalnya ini kan asap, apa kira-kira nggak kebakar nanti, Mbak? Waduh bisa gawat kalau terbakar, nggak bakalan bisa tumbuh lagi dong, Mbak? Waaahhhh jadi nggak seindah dulu lagi dong!" seketika terapis spa itu tertawa melihat keluguan Zara. Sejatinya Zara belum mengerti tentang perawatan seperti itu apalagi dirinya yang tidak pernah masuk ke salon untuk sekedar melakukan perawatan.
"Njirrr! Malah ketawa sesembaknya, emang lucu, entar kalau kriting beneran Mbak harus tanggung jawab loh!" ucap Zara sembari mengerucutkan bibirnya.
...BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Moh Yasin
klu keriting tenang di cream bat aja Zara😂😂
2024-10-28
0
Febby Fadila
emang mau malam pertama zara
2024-08-30
0
Yuli Silvy
🤭🤭🤭 msh polos y zara
2023-11-15
1