"Maafkan Aku, Vin! Aku tidak bermaksud menyakitimu, tapi Aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi, Aku sudah berjanji kepada Daddy, dan Aku tidak mungkin membantah perintah Daddy, Aku lebih menyayanginya dari siapapun, termasuk kamu!" setelah mengatakan hal itu Zara segera pergi meninggalkan Kelvin yang merasa tidak terima jika Zara memutuskan hubungan mereka begitu saja.
"Zara, tunggu!" Kelvin menyusul Zara dengan sedikit berlari, pemuda itu tampak meyakinkan Zara bahwa dirinya tidak bisa menerima keputusan Zara yang mengakui hubungan mereka berdua.
"Apa lagi, sih?"
"Aku mohon Zara! Plis jangan lakukan hal itu, Aku sayang banget sama kamu!"
"Sudahlah, Vin! Lebih baik kamu terima saja keputusanku, hubungan kita tidak akan pernah bersatu."
"Tapi kenapa, Zara? Kenapa? Apa ada cowok lain di hatimu?" pertanyaan Kelvin seketika membuat Zara teringat akan ucapan sang Daddy.
"Daddy akan menikahkan mu dengan seorang pria yang baik, Daddy ingin melihatmu menikah dengan pria tersebut, kamu tahu sendiri keadaan Daddy sudah seperti ini, hanya satu permintaan Daddy, tolong! Kabulkan permintaan Daddy sekali saja. Daddy ingin melihatmu menikah dengan pria pilihan Daddy, kamu mau mengabulkan permintaan Daddy kan, Zara?"
Zara terkesiap saat ucapan sang Daddy terngiang di telinganya. Ia pun tetap kekeuh berpisah dengan Kelvin demi sang Ayah, Ia rela mengorbankan cintanya kepada Kelvin, karena sejatinya Zara masih sangat mencintai Kelvin.
Zara menghela nafasnya dalam-dalam dan setelah itu Ia berkata sesuatu kepada Kelvin. "Mulai saat ini kita putus dan mulai saat ini juga kita tidak punya hubungan apa-apa lagi, jadi Aku minta tolong sama kamu untuk tidak mengejarku lagi." setelah mengatakan hal itu Zara segera pergi meninggalkan Kelvin, tak perduli jika Ia tidak terima dengan keputusan sepihak dari Zara.
"Zara! Aku tidak akan membiarkan mu pergi sebelum kamu mengatakan hal yang sebenarnya, katakan! bagaimana bisa kamu berkata seperti ini kepada ku, Aku tidak bisa terima ini, tidak bisa!" Kelvin terus memaksa Zara untuk mengatakan hal yang sebenarnya.
"Pergi kamu, Vin!"
"Tidak! Sebelum kamu mengatakan yang sebenarnya, Aku tidak akan pergi."
"Lepaskan tanganku, Vin!" Kelvin terlihat mencengkram erat lengan Zara, sehingga membuat gadis itu berontak, tentu saja pemandangan itu membuat Andra menghampiri mereka berdua.
"He Kelvin! Lepaskan dia!" titah Andra kepada Kelvin.
"Bapak mendingan nggak usah ikut campur urusan saya dengan pacar Saya, ini urusan kami berdua." jawab Kelvin kepada Andra.
"Iya Aku tahu itu urusan kalian berdua, tapi Aku tidak suka saja Kamu memaksa dan kasar dengan Zara, lepaskan dia! Kalau dia tidak mau tidak usah dipaksa!" seru Andra mencoba menengahi mereka berdua.
Kelvin pun terpaksa melepaskan tangan Zara, Ia pun menatap wajah Zara dengan serius.
"Ingat Zara! Selamanya Aku tidak terima dengan keputusan ini, Aku akan tetap mendapatkan mu, bahkan suatu hari nanti Aku akan datang memintanya kepada kedua orang tuamu untuk menjadikan mu sebagai istriku, tunggu saja!" setelah mengatakan hal itu Kelvin pergi meninggalkan Zara dan Andra.
"Maafkan aku, Vin! Kita memang tidak akan pernah bisa berjodoh, Karena Aku akan menikah dengan pria pilihan Daddy, Aku sendiri juga tidak tahu siapa pria itu." batin Zara.
Kemudian Zara menatap wajah Andra, guru olahraga yang membuatnya kesal tadi. Sementara Andra terlihat cuek dan membuang wajahnya ke arah lain.
"Kalian berdua pacaran?" tanya Andra tiba-tiba.
"Bukan urusan Bapak!"
"Kelihatannya Kalian berdua putus, benar kan? Anak jaman sekarang, kebanyakan lebay!"
"Kok Bapak ngomong gitu sih, dasar guru aneh!" umpat Zara kesal.
"Sekarang aja bilangnya Aku akan menunggumu, Zara. Aku akan datang ke rumah orang tuamu, bla bla bla ... kamu percaya? Bapak bilangin ya! Pria setia itu satu banding seribu, lihat saja nanti kalau kalian sudah berpisah sekolah, Bapak nggak yakin bahwa Kelvin akan mengingat kata-kata itu." sindir Andra.
"Idiihh ... emangnya Bapak bisa setia? Saya juga nggak percaya, sok ngatain orang lagi."
"Apakah kesetiaan itu harus diucapkan? Jika seseorang mencintai mu dengan ikhlas, dia tidak perlu mengungkapkan nya dengan kata-kata, tapi dengan bukti." ucap pria yang berumur sekitar 25 tahun itu.
Di saat Andra tengah berbicara dengan Zara, terlihat beberapa siswa cewek datang menghampiri Andra, mereka tak lain adalah Tina dan kawan-kawan.
"Pak Andra, kami sudah selesai, Pak!" seru Tina, siswi yang terkenal dengan kecantikannya yang paripurna itu terlihat menarik tangan Andra tanpa malu-malu.
"Iya! Kalian tunggu sebentar, nanti Bapak akan ke sana! Bapak mau bicara dulu dengan Zara." balas Andra kepada Tina sambil melepaskan tangan Tina. Melihat dirinya tidak diperhatikan oleh guru idolanya itu, Tina pun berkata kepada Zara, "Eh ... kamu udah nggak ikut olahraga, sekarang ngerepotin Pak Andra lagi, jangan mentang-mentang kamu anaknya pak Harun bisa seenaknya nggak mengikuti pelajaran, main terlambat segala, padahal kamu malas kan mengikuti pelajaran Pak Andra, dasar murid pemalas!" rutuk Tina kepada Zara yang mulai tersulut emosi.
"Eh kalau ngomong di jaga dong mulutnya, nggak usah kecentilan deh jadi cewek, seenaknya ngatain orang pemalas." Zara yang tak terima dengan ucapan teman sekelasnya itu terlihat mulai marah dan menantang Tina.
"Apa? Apa lihat-lihat! Dasar cewek bar-bar, dah kayak laki aja, sok paling pinter kamu, sini Aku nggak takut!" Tina pun tidak berhenti sampai di situ, Ia pun semakin menantang Zara yang notabene nya dia adalah gadis tomboi. Dan itulah yang menyebabkan Tina mengatakan jika Zara seperti seorang laki-laki.
Tanpa pikir panjang, Zara menjambak rambut Tina dengan mudah, tentu saja Tina hanya berteriak tidak jelas, sementara itu Andra langsung memisah kan kedua muridnya itu, bukan pemandangan langka melihat mereka berdua bertengkar, hampir setiap hari Zara dan Tina bertengkar, tapi kali ini pertengkaran mereka lebih sengit, Zara yang sudah sangat geram melihat sikap Tina. Gadis yang selalu berpenampilan tomboi itu langsung menghajar Tina yang selalu bersikap gemulai.
"Aaaa ... sialan kamu Zara!" pekik Tina saat Zara berhasil menarik rambut Tina yang pirang itu.
"Rasain, dasar mulut emak-emak!"
"Eh stop-stop, Kalian ini apa-apaan sih, selalu saja bertengkar! Kalian nggak bosan apa keluar masuk ruangan BP, bapak ini sudah bosan melihat tersangka nya Kalian berdua lagi, kalian lagi dan kalian lagi." ucap Andra sambil memisahkan kedua siswinya itu.
"Dia tuh Pak! Selalu cari gara-gara, dia cewek aneh dan bar-bar, Pak! Harusnya Bapak hukum dia tuh!" seru Tina sambil merapikan rambutnya yang acak-acakan seperti sarang burung.
"Enak aja, kamu tuh yang mulai duluan, dasar mulut bebek!"
Mendengar adu mulut kedua gadis itu, Andra yang notabenenya tidak banyak bicara terlihat membawa Zara pergi dari kerumunan teman-temannya.
"Eh ... eh Bapak mau bawa Saya kemana nih?" Zara terlihat begitu terkejut saat tangannya ditarik oleh Andra.
"Sudah kamu diam saja!" Andra terus membawa Zara sampai ke ruangan BP.
"Masuk!" titah Andra kepada Zara agar gadis itu segera masuk ke ruangannya.
"I-iya, Pak! Santai dong nggak usah maksa gitu!" Zara pun mengikuti perintah sang guru.
"Ngapain Bapak bawa saya kemari? Hmm pasti mau dihukum lagi, nih! Bapak mau saya membersihkan toilet? Atau bapak menyuruh saya bersihin ruangan ini, hahh bosan pak! Hukuman yang lain dong! Masa gitu mulu. Ah nggak update nih Pak Andra." celoteh Zara.
Tiba-tiba saja Andra mendekati gadis itu dan berkata kepadanya, "Kamu ingin hukuman lainnya?"
Zara terdiam dan mengedipkan matanya beberapa kali. "Kalau bapak punya stok hukuman lagi, why not! Hehehe ... canda, Pak!" jawabnya sembari mengangkat dua jarinya.
"Anjir! Nih guru bikin salting aja!" batin Zara saat Andra menatapnya matanya dengan tajam. Seolah Andra semakin mendekatkan wajahnya pada bibir Zara.
"Wait-wait, nih guru mau apa coba?" Zara dibuat gemetaran saat wajah Andra kian mendekat, dan akhirnya bibir itu saling bersentuhan.
"Haaaa ... omaigad! Pak Andra nyium bibir aku ... !" entah kenapa Zara tidak bisa menolaknya, padahal dia sadar betul apa yang telah dilakukan oleh Andra tidak pernah dilakukan oleh Kelvin, pacarnya itu.
...BERSAMBUNG...
VISUAL
Zara Adelia, 18 tahun. Gadis putri dari keluarga kaya raya yang dijodohkan dengan gurunya sendiri. Cantik, periang, keras kepala dan selalu berpenampilan tomboi.
Affandra, atau biasa dipanggil Pak Andra, 25 tahun, guru olahraga sekaligus guru BP Zara. Pria yang dijodohkan dengan Zara. Pria yang terlihat dingin dan pendiam itu nyatanya mampu membuat siswi-siswi nya klepek-klepek.
...Visual hanya penyemangat, mohon maaf jika visual kurang berkenan 🙏🙏...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Moh Yasin
lanjut
2024-10-28
0
Febby Fadila
sedih ya kevin sabar ya/Sob/
2024-08-30
0
Qaisaa Nazarudin
Kasian banget,kepaksa pisah pas lagi sayang sayangnya..huaaa😭😭
2024-04-30
1