"Astaga, Yang Mulia Kaisar Kerajaan antah berantah," ujar Valent takjud sekaligus memaki. Masalahnya, malam ini Kaisar menemuinya di perpustakaan dalam wujud seorang manusia.
Ia mengenakan baju yang Valent berikan untuk menghadiri pameran senjata milik Kementrian Pertahanan Ruby Country.
"Salam, wahai Budak Sahaya," balas Kaisar sinis.
"Sialan," gerutu Valent.
Walau pun ia pernah melihat wujud manusia Kaisar sebelumnya, tetap saja ia terpana.
Saat mendekatinya Valent mendongak, karena dalam wujud manusia ternyata Kaisar sangat memukau. Tingginya 195cm, dengan rambut hitamnya yang agak panjang dan wajahnya yang ganteng.
Kulit kecoklatan eksotisnya menambah aura bangsawannya semakin terpancar.
Valent sendiri bukannya pendek, tingginya 185cm dengan rambut coklat yang saat terkena sinar mentari menjadi pirang. Mata hijaunya yang terang menambah daya pikat, apalagi sikapnya yang supel dan cerdas membuatnya mudah mendapatkan wanita yang ia suka.
"Bekas gigitan di lenganmu membuatku semakin yakin kalau kau mengabdi ke sektenya Orion," ujar Kaisar. Suaranya saat menjadi manusia rendah dan dalam. Jenis suara yang tidak mudah ditolak saat memberikan perintah.
"Sekte?! Hey hey hey, aku hanya menolongnya agar dia pulih dan bukannya mengabdikan diriku! Kalau kerajaanmu kembali ke puncak digdaya, aku akan menagih bayaran setiap tetes yang adikmu hisap dariku!" gerutu Valent.
"Apa kalian bercinta?" Kaisar memicingkan matanya dengan curiga.
"Adikmu menggodaku terus," desis Valent sambil menyambar kunci mobilnya.
"Kamu beruntung masih hidup, biasanya yang ia goda dengan feromonnya hanya mangsa,"
"Heh?!" Valent menghentikan langkahnya, "Mangsa apa maksudmu?!"
"Orion, walau pun bentuknya ular tapi dia menghisap darah untuk energinya. Dan seringkali ia menghisap sampai korbannya kering," jelas Kaisar
Valent diam mendengarnya. Bulu kuduknya langsung meremang.
"Para mangsa kami melakukannya dengan sukarela. Ada kepercayaan kalau mereka akan menuju nirwana saat mengorbankan hidupnya untuk kami," Kata Kaisar.
"A-apa itu benar? Kau serius?!"
"Hem, aku bahkan tidak tahu darimana rumor itu berasal. Kami tidak bisa menjamin apakah suatu makhluk akan tenang di sisiNya atau tidak. Kami sendiri tidak yakin ditempatkan dimana setelah mati,"
"Astaga… Kacau!"
"Karena itu Orion menggunakan feromon agar mangsanya lupa diri, tidak ingat apa pun, yang ada hanya rasa senang,"
"Adikmu berbahaya,"
"Bagi kami kaum siluman, tidak. Sama seperti manusia membunuh semut. Perbuatan salah, tapi karena terbiasa hal itu terasa lumrah, "
Valent melanjutkan jalannya ke arah basement tempat mobilnya diparkir. Pikirannya penuh dengan berbagai hal dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.
Sementara Kaisar menyeringai mengamati tingkah Valent yang langsung tegang. Tampaknya ia jadi suka menjahili Valent.
Kemudian, sang Pangeran Zafiry itu berhenti.
Wangi nectar. Pikirnya.
Ia diam dan menajamkan hidungnya. Asal wangi itu berasal dari basement.
Ia telusuri lagi dengan lebih fokus.
Ada lorong di ujung sana. Setahu Kaisar itu ruang senjata.
Dan kamar Valent.
Dan senyum tipis tersungging di bibir Kaisar. "Di sana ternyata," gumamnya pelan.
Tapi dia memutuskan untuk membahas keberadaan Orion setelah menghadiri pameran saja. Lagipula sepertinya Orion baik-baik saja. Valent sukarela memberikan darahnya untuk adiknya itu, jadi Kaisar tahu kalau Orion diurus dengan baik.
**
"Mekanisme senjata manusia…" Kaisar mengelus dagunya sambil melihat ke prototype di depannya.
"Luar biasa, khan? Mungkin aku akan belanja banyak!" Valent terlihat bersemangat.
"-payah sekali ya," dengus Kaisar menyambung kalimat yang tadi.
Valent langsung mencibir mendengarnya.
Kaisar mengangkat bahunya, "Tidak ada yang bisa langsung membunuhku,"
"Lalu dengan apa manusia waktu itu menyerang kalian?!"
"Zaman itu lagi beredar makhluk mitology seperti Vampire dan Werewolf,"
"Lalu?"
"Peluru mereka dari perak murni, dan mesiu mereka diracik khusus. Kapasitas senjata memang hanya untuk satu peluru sekali kokang. Tapi daya ledaknya lumayan tinggi. Dan pedang mereka ditempa secara khusus. Tidak buatan massal dari pabrikan seperti ini," sindir Kaisar.
"Hm… Jadi aku harus beli yang mana?!"
"Yang itu," desis Kaisar sambil menunjuk ke arah sebuah mesin cetak baja.
"Heh?!"
"Ciptakan senjata kalian sendiri. Yang berbeda dari yang dimiliki organisasi lain, dengan kualitas besi yang lebih tinggi dan peluru yang memiliki sensor panas,"
"Ah… Kami punya divisi senjata di asosiasi,"
"Itu yang membuat pemerintah kalian masih tak terkalahkan, lisensi senjata mereka. Organisasi mafia seperti kalian masih tetap ada karena berguna kontribusi kalian ke ekonomi dan keamanan negara, serangan dari pihak luar akan minim kalau ada 'iklan' mengenai 'kota dengan jumlah mafia terhebat',"
"Ya Ampun… Kenapa kamu tahu semua," dengus Valent.
"Manusia dari masa ke masa tingkahnya sama saja," cebik Kaisar.
"Kau tahu," Valent berkacak pinggang, "kamu baru saja memberitahuku mengenai cara memperkuat prajurit kami. Bisa saja suatu saat jadi boomerang untukmu,"
Kaisar tersenyum. Namun ada secercah rasa sedih di raut wajahnya. Senyum penuh kesedihan yang pahit.
"Mungkin… Rasanya lebih baik mati terbunuh. Hidup pun rasanya menjadi pengecut. Rakyatku mati, tapi aku tetap hidup,"
Valent menunduk, pria itu tampak berpikir.
Sekian tahun ia menjadi double Agent. Dari hal sepele sampai hal aneh sudah pernah dilaluinya. Jalan yang ia pilih dan saudara-saudaranya tekuni membuatnya merasa kalau hidup ini penuh rencana, tapi tetap Tuhan yang berkehendak.
"Dan mungkin juga, kamu ditakdirkan hidup untuk suatu tujuan yang belum tercapai. Pelajaran yang hanya bisa dipahami setelah mengalami masa paling pahit," desis Valent.
Kaisar berbalik dan menatap Valent.
Albert sahabatnya, pernah berkata hal yang sama persis.
Entah bagaimana Kaisar kembali dihadapkan pada suatu hal yang ia tidak habis pikir.
Begitu beratkah hidup ini, sampai harus bolak balik merasa sakit? Hal besar apa yang menantinya sampai ia harus ditempa dengan berbagai tragedi?!
"Valentino," desis Kaisar, "apa yang membuatmu yakin kalau keberadaanmu di sini untuk suatu tujuan?"
Valent menyeringai, "aku tidak terlalu mengerti pemikiran siluman. Tapi untuk manusia sepertiku, kami diberitahu kalau semua perbuatan kami akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Yang menurut baik belum tentu menurutNya baik. Seringkali ada hal yang menurut manusia adalah hal lazim, tapi ternyata itu adalah hal yang terlarang,"
"Dalam juga pembahasanmu," desis Kaisar.
Mereka berjalan beriringan melihat-lihat prototype yang dipajang di pameran.
Valent mencatat hal-hal yang menarik, mengenai spesifikasi banyak senjata. Bukan untuk dibeli, tapi untuk dimodifikasi.
Dan sampailah mereka ke sesi tempat penyimpanan senjata.
Banyak lemari dari besi baja, etalase, skema ruangan. Dan tentunya, penjara.
"Eh, aku merasa ada hal ganjil di sini. Baru teringat saat aku melihat itu," Valent menatap sebuah kurungan dari kaca anti peluru yang digunakan untuk karantina.
"Hm?"
"Aku biasanya tidak membicarakan ini ke orang lain, tapi karena aku memilihmu menjadi sekutu dengan tujuan yang sama, sekaligus saingan cinta, jadi aku akan mengutarakannya padamu,"
"Saingan cinta?" Kaisar mengernyit
"Iya, kita saingan cinta,"
"Kau terus menerus mengatakan hal itu, aku malah tidak mengerti maksudmu,"
"Terhadap Adinda," katta Valent.
Kaisar mendengus sinis, "Adinda… Aku bukan sainganmu,"
"Bukannya kau menyukainya?"
"Aku menyukainya, tapi kurasa hal itu belum tumbuh menjadi cinta, walau pun aku sangat ingin menjadikannya calon ratu,"
"Kenapa tujuan kita sama sih…" gerutu Valent.
"Apa hal yang mengganjal?" tanya Kaisar.
"Ah, kakakku, Rafael. Dia menyusup ke Quon sudah beberapa tahun ini. Kalau tak salah 7-8 tahun. Dan posisinya tak main-main, dia salah satu anggota kepercayaan Adam Quon,"
"Sepertimu dan Papanya Adinda?"
"Ya seperti itu. Tapi… Diia bilang dia tidak kenal Orion. Bahkan tidak tahu ada makhluk semacam itu,"
"Jadi?"
"Tapi dia yang memberitahuku tempat persembunyian harta karun Quon dan mengenai Singa Tundra,"
"Ho…"
"Kaisar, agen seperti kami dilatih untuk mencari tahu semua hal secara tuntas agar bisa memprediksi dan memperhitungkan pergerakan kami selanjutnya. Sementara, racun adalah sumber penghasilan utama Quon. Rasanya kok tidak mungkin dia tidak tahu mengenai Orion…"
Terdengar Kaisar terkekeh.
"Seringkali, harta menyingkirkan segalanya. Terutama keluarga sendiri,"
"Maksudmu apa, Kai?!" Valent terdengar tegang.
"Kamu tahu maksudku," desis Kaisar masih dengan seringai sinis nya. "Yang jelas, kemungkinan besar pencarian brankas Quon memang jebakan, dan semuanya mengarah padamu sebagai target,"
"Di sana kemungkinan ada orang tuamu,"
"Ya, dan kita akan kesana. Kalau tak mau, aku sendiri saja,"
"Masa aku mundur, sudah pasti aku ikut," ujar Valent.
"Karena itu, jangan beritahu rencana kedatanganmu kepada siapa-siapa. Kau datang ke sana hanya bersamaku. Jangan ajak yang lain," Kata Kaisar dengan tegas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
another Aquarian
paling gak, Gabe aka Val masih punya sisi religius
2025-03-25
0
another Aquarian
absolutely Kai, human doesn't change.. never..
2025-03-25
0
Erni Sasa
jenis suara yg mendengernya bisa membuat semua rahim wanita bergetar😂😂
2024-07-05
0