Mimpi Masa Lalu

“Pangeran!! Pangeran Cyril!” sekuat tenaga The Wizard menarik Pangerannya dari arena perang. Junjungannya itu sudah mulai kehabisan darah, seonggok kapak menancap di lehernya. Namun Pangeran Cyril yang gagah berani tetap mengangkat pedangnya untuk membantai para manusia yang menyerang desanya.

“Jangan ganggu aku, Albert! Kau masuk saja ke dalam dan sediakan mantra pelumpuh!”

“Mantra pelumpuh tidak akan mempan! Mereka membawa tukang sihirnya sendiri! Aku akan mengeluarkan Mantar Penghancur, tapi semua yang ada arena bisa luluh lantak termasuk rakyat kita!”

“Kalau begitu masukan semua ke dalam istana! Biar aku sendiri yang menghalau!”

“Tidak bisa Pangeran! Justru kamu yang harus masuk! Kamu keturunan terakhir dan masih bisa membawa suku kita ke kemajuan di masa depan!”

“Saudara-saudaraku di sana! Di medan perang! Sedikit lagi manusia akan binasa!” Suara Pangeran Cyril menggelegar. Aumannya membahana memekakkan telinga dan ia kembali menerjang arena perang.

Namun, The Wizard tahu, hal itu tidak mungkin.

Di depan mereka, semuanya luluh lantak.

Yang bisa dilakukan hanyalah menyelamatkan yang bisa diselamatkan, sembunyi, dan membiarkan desa mereka hancur.

Kalau pun mereka menang, kerugian yang ditanggung terlalu banyak.

Tidak akan bisa kembali ke sedia kala.

Puluhan ribu manusia menyerang Desa Zafiry, Desa Sejuta Siluman.

Di mana istana mereka dari berlian, dan tanah mereka dari emas.

Bagi Zafiry, semua itu tak berharga, tapi bagi manusia semua itu adalah nilai tukar. Bisa untuk penyambung hidup.

Perang yang terjadi karena ada pengkhianat di antara anggota kerajaan. Jadi tidak bisa dihindarkan.

Dan Pangeran Cyril yang gagah berani, maju di garis depan berhari-hari untuk berperang. Sampai hari terakhir ia tetap gagah berani. Dengan wujud silumannya, si Harimau Hitam Raksasa, Bermata merah membara dan bertaring panjang. Aumannya bisa memecahkan gendang telinga.

The Wizard sangat menghormatinya.

Ia dan keluarganya mengabdi pada Pangeran Cyril lebih setia daripada ia mengabdi pada Raja dan Ratu.

Pangeran Cyril adalah sahabatnya.

“Pangeran... maafkan aku. Kukorbankan nyawa terakhirku untuk mantra penghancur. Semua akan musnah, tapi tak kubiarkan kamu tewas. Kamu akan masuk ke bawah tanah dalam keadaan tidur, dan akan bangun saat semua situasi aman.” Ujar The Wizard.

Ia tahu Pangeran Cyril tidak akan mendengarnya. Kalau ia mendengar sudah pasti akan menolak habis-habisan.

Dan saat sebuah sinar putih membumbung tingi ke langit dari tubuh Albert The Wizard, Pangeran Cyril semakin marah.

Ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Ia tahu dirinya akan ditidurkan.

Ia seketika merasa seperti pecundang.

Lebih baik ia mati di medan perang dibandingkan harus diselamatkan.

“Albeeeert!!!” serunya marah.

Tapi semua sudah terlambat.

Sinar itu menyebar, diiringi dengan senyuman hangat Albert The Wizard, yang mengorbankan dirinya untuk keselamatan semuanya.

**

Kaisar membuka matanya.

Mata semerah bara api yang menyala walaupun di siang hari.

Mimpi itu datang lagi...

Sudah sebulan ini, mimpi yang sama berulang-ulang.

Dan ia tahu persis maknanya. Ia tahu kenapa mimpi itu datang, ia juga tahu apa yang terjadi setelahnya.

Albert The Wizard. Sahabatnya dari kecil. Bersama dalam suka dan duka. Persahabatan mereka lebih erat dari siapa pun.

Saat bangun dari tidurnya selama 200 tahun pun, Kaisar dapat mengingat dengan sangat jelas hal-hal yang terjadi, detail yang spesifik.

Dan raungannya bukan hanya marah, tapi juga sedih.

Sambil mengeram Kaisar menegakkan tubuhnya lalu memandang nanar ke arah kejauhan.

Bukit Green Emerald yang tinggi, membawa wangi kebun anggur yang tertiup angin dari kejauhan.

Kaisar mengamati semuanya. mengendus semuanya.

Wangi hutan, wangi makan siang yang dibakar dengan rempah, wangi wine, bau mesiu, bau besi dan baja, bau opium, cerutu, parfum.

Sambil memejamkan matanya dan hidung mengarah ke udara, ia pun kembali mengendus dan mengeram.

Wangi Adinda.

Gadis itu sangat unik. Perpaduan wangi yang tak biasa. Bukan parfum, bukan sabun, bukan rempah. Atau malah perpaduan semuanya.

Kaisar menyukai Adinda dari awal ia melihat gadis itu. Kecantikan wanita Asia yang kental, berpadu dengan darah Eropa. Menjadikan wajahnya unik, dan terus terang saja, di sukunya dulu belum ada yang secantik Adinda.

Lalu Kaisar mengernyit.

Ada bau asing yang tiba-tiba datang.

Datangnya dari arah kastil.

Bau seperti ini biasanya milik seseorang yang sepanjang hari ada di tempat yang didatangi banyak orang.

Apa ada tamu? Pikirnya.

Namun Kaisar merasakan ada insting aneh yang tidak baik. Tamu ini datang saat kastil sepi. Kalau tidak salah, Kaisar melihat sebagian besar anggota pergi untuk menghadiri semacam pertemuan.

Maka, ia pun berdiri, mengambil ancang-ancang, dan melompati pagar pembatas kandang.

Beberapa orang yang berada di sekitar sana langsung berlarian melihat Kaisar lepas dari kandang.

Tapi Harimau Hitam itu dengan elegan berjalan ke arah mobil truk di sana dan naik ke bak nya.

Lalu menyuruh drivernya untuk membawanya ke kastil Velladurai, hanya dengan anggukan kepala.

**

Sementara itu, Adinda Xavier pagi itu berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Tadi malam ia sudah mandi, tapi pagi ini ia butuh relaksasi.

Entah bagaimana udara Emerald City menghangat hari ini. Musim panas memang segera usai, mungkin karena itu cuaca mulai tak menentu.

Setelah melepas semua pakaiannya, gadis itu masuk ke dalam jacuzzi di kamar mandi. Dan mend3sah lega saat tubuhnya menyentuh air hangat beraroma mawar.

Berendam di air hangat adalah favoritnya. Dengan santai ia menengadahkan kepalanya ke atas.

Kastil Velladurai pagi ini sepi. Papanya dan Valent sedang mengikuti konferensi di kota sebelah, sebagian besar anak buahnya ikut. Konferensi itu dihadiri oleh 4 organisasi mafia besar di dunia, jadi ditakutkan ada hal-hal yang mengarah ke konflik jadi hampir semua anggota menjaga keselamatan Xavier sebagai Ketua dengan organisasi paling ‘kaya’.

Banyak orang mengincar nyawa Papanya, Adinda mengerti hal itu.

Mereka pikir dengan kematian sang istri, Xavier bisa goyah.

Tidak,

Ia justru mengamuk dan meluluhlantakkan hampir semua organisasi yang terlibat di kematian Kirana, Ibu Adinda.

Kini, Xavier selalu waspada dengan keselamatan Adinda. Sebagai anak satu-satunya dan seorang wanita, jelas Adinda adalah pewaris utama.

Sayang sekali, Adinda tidak bertekad untuk meneruskan organisasi Xavier. Sekali lagi, ia seorang wanita. Adrenalin bukan hobinya, senjata bukan kegemarannya, dan taktik bisnis picik bukan sifatnya.

Jadi,

Sebelum terjadi sesuatu dengan keselamatan Xavier, Adinda diharapkan untuk segera menikah.

Dengan kandidat kuat, mestinya.

Kandidat suami yang bisa meneruskan kerajaan illegal Papanya.

Dengan menghela napas ia berusaha melemaskan otot-otot tubuhnya. Ia berusaha tenang dan rileks. Hembusan napas penuh kelegaan terdorong dari bibirnya.

Namun kelegaannya harus terganggu.

Karena tiba-tiba ia mendengar bunyi benda jatuh.

Belum sampai Adinda sempat berpaling, sebuah tangan menutup mulutnya dan menariknya keluar dari Jacuzzi.

Terpopuler

Comments

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

Pangeran Cyril itu kaisar kah

2024-08-18

0

ini novel yg bergenre fantasi pertama aku baca
aku gk terlalu paham genre fantasi baik novel, drama tv, komik
entah apa karena pusing hafalin nama tempat, kadang nama ilmu sihirnya juga nama tokoh juga lumayan bikin jlimet😂 kan aku bukan penghafal yg baik/Facepalm/
tapi aku usahakan pelan2 bacanya biar nyantol di otakku ya madam 👻👻👻

2024-07-19

0

Tyaga

Tyaga

beban yg sangat berat...

2023-01-27

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!