Tingkah Aneh Adinda

Pagi itu diawali dengan tingkah Adinda yang semakin aneh.

Kegiatan baru Kaisar sehari-harinya mulai sekarang diawali dengan bangun pagi dan berkeliling kastil.

Tadi malam ia tidur di kandangnya. Sudah lebih nyaman sebenarnya tapi tetap saja bergaya outdoor dan hutan belantara. Juga kasurnya milik hewan peliharaan.

Beberapa pelayan wanita menunduk hormat padanya sambil mempersembahkan wine 2 botol dan daging domba tadi malam yang belum sempat ia makan, mereka panaskan kembali. Lumayan untuk sarapan pagi.

Lalu beberapa anggota sedang jogging melewati kandangnya sambil melambaikan tangan mengucapkan selamat pagi. Kaisar membalas mereka dengan dengusan.

Aksi Kaisar waktu itu menambah respek anggota geng terhadapnya.

Setelah kenyang, kini tiba untuk rencana utamanya di hari itu.

Mencari Valentino.

Kaisar harus tahu apa saja yang ia ketahui soal Suku Zafiry, dan kenapa ia sampai tahu tentang Orion.

Setelah mengibaskan bulunya, menjilati kuku tajamnya yang panjang, lalu menendang beberapa pohon sampai tumbang untuk melatih kekuatannya, Kaisar pun membuka pintu kandang yang mulai sekarang dibiarkan tak terkunci dan berjalan melenggang ke arah kastil.

**

Valent pagi itu bangun dengan perasaan gundah.

Apalagi saat melihat Orion di sebelahnya. Tidur dengan nyenyaknya sambil memeluknya.

"Ergh…" keluhnya saat mengangkat kakinya dengan susah payah. Orion menghisap darahnya melalui paha, membuat kakinya kini kesemutan. "Kamu itu ular kok menghisap darah sih?! Aneh," gerutu Valent.

"Aku ingin ayam panggang satu ekor buat sarapan," gumam Orion yang sebenarnya sudah bangun tapi masih malas beranjak.

Valent hanya bisa menghela napas. Pria itu berdiri sambil menuju kamar mandi dengan langkah terseok-seok, sementara Orion terkekeh dan kembali tidur.

Darah Valent yang mengalir di tubuhnya membuat lukanya sembuh lebih cepat. Ia bukan penghisap darah, tapi tubuhnya bisa mengolah mineral tertentu untuk daya tahan.

Kalau untuk makanan, seperti layaknya manusia biasa saja. Lagipula, dari kemarin Orion jarang makan.

Setelah bangun di sebuah hutan, lalu bermaksud mencari makan, ia ditangkap pemburu anaconda. Lalu berhasil melarikan diri dan tanpa sempat makan ia ditangkap oleh Adam Quon pakai jaring listrik pula.

Saat tersetrum itulah tubuhnya menjadi tidak stabil dan mulai berubah bentuk menjadi manusia. Dan Adam Quon akhirnya memanfaatkannya untuk kepentingannya sendiri.

Ya, bisa dibilang setelah tidur ratusan tahun, ranjang Valent yang hangat adalah hal pertama yang menyenangkan dalam hidupnya.

Valent keluar dari kamar mandi sambil menggosok-gosok rambutnya yang berantakan untuk mengeringkannya dari air, lalu membuka laptopnya dan memasukkan kode suara.

"Pakaianku?" Orion terduduk di samping ranjang sambil menguap dan merenggangkan tubuhnya.

"Mandi dulu sana, nanti kusiapkan," gumam Valent.

"Welcome Gabriel Valentino," desis suara di komputernya, "Panggilan suara dari Rafael Valentino,"

"Sambungkan," desis Valent.

"Gabby," wajah Rafael yang terlihat kesal muncul di layar. Di sebelahnya ada Michael, kakak mereka.

"Ya Rafy?" sapa Valent. Ia benci dipanggil Gabby karena bernada feminin.

"Apa yang kalian bawa waktu menyerang Adam Quon hah?! Binatang apa itu?! Aumannya sampai membuatku dirawat di IGD! Untung saja aku sempat melarikan diri!!" Seru Rafael kesal. Selama ini dia memang menyusup di geng Adam Quon.

"Aku sudah bilang padamu untuk lari sebelum kami datang, kenapa kau menunggu sampai gendang pecah dulu? Salahmu!" tuduh Valent.

Dari arah belakang Orion berjalan sambil merentangkan tubuhnya dan melewati Valent, lalu masuk kamar mandi.

Membuat Rafael dan Michael terpana, serentak kepala mereka mengikuti arah Orion menghilang.

"Astaga, itu gadis tercantik yang pernah kulihat. Kau ketemu di mana?!" Desis Rafael.

"Di basement menara 3 mansion Adam Quon. Masa kau tak pernah lihat?!"

"Basement menara 3? Maksudmu rumah pelayan? Memang ada pelayan yang wajahnya seperti itu?! Bisa-bisa diserang semua pria sebelum sempat bekerja," desis Rafael.

"Terlihat kalau mereka tidak cukup mempercayaimu untuk tahu semuanya Rafy, hehe,"

"Kuakui belakangan tidak, aku mungkin kepergok saat laptopku hilang,"

"Racunnya bagaimana?" Tanya Michael.

"Dia yang memproduksi," Valent menuju arah kamar mandi menggunakan dagunya. Maksudnya ke arah Orion.

"Dia orang dalammu? Peneliti ya?! Mereka memang misterius! Kau beruntung Gabby!" seru Rafael.

Valent terdiam, dia masih enggan menjelaskan siapa Orion sebenarnya. Biar saja Rafael dan Michael berspekulasi sendiri. "Kami bertemu secara tak sengaja, dan di sinilah dia berakhir,"

Yang sebenarnya bagaimana cara Valent mengetahui Orion ada di sana adalah dari kandungan racun. Rafael mengirimkan sample racun itu ke Valent. Lalu ada sisik ular hitam di dalamnya.

Entah bagaimana feeling Valent langsung mengarah ke Kitab Zafiry sampai-sampai ia merasa sedang gila. Mungkin itu juga yang dirasakan Xavier saat mengkoleksi hewan-hewan liar karena ingin menemukan satu saja makhluk mitology yang ada di Kitab itu.

Bedanya, Valent lebih beruntung daripada Xavier. Xavier bahkan dibenci oleh hewan peliharaannya sendiri si Harimau Hitam Raksasa, yang ia beli dengan harga sangat mahal, pencarian bertahun-tahun pula. sementara Valent 'mendapatkan' Orion dalam waktu singkat, gratis, dan bahkan tidur dengannya.

"Lalu kapan kau akan mengunjungi 'kami'," tanya Michael. Yang ia maksud adalah penyerangan ke organisasi mafia nomor 1 di Emerald City, Abizar Arrazzi. Michael adalah salah satu 'pejabat' di sana. Sama seperti Vakent, seorang double agent.

"Belum ada pemicunya, Michael. Dan cara Abizar mendekati Pemerintah lumayan 'cantik' menyerang mereka saat sedang kuat-kuatnya seperti sekarang sama saja mati konyol,"

"Mereka akan terpancing dengan hewan buas yang Velladurai miliki," Michael menyeringai.

"Terus terang saja, Kaisar tidak bisa kami kendalikan. Ia hanya patuh pada Adinda. Kalau ia mau, atau kesal sedikit, kepala Xavier juga bisa dia lahap!" umpat Valent.

"Itu namanya? Kaisar? Nama yang sangat sesuai. Terus terang saja kami kaget saat melihat rekamannya,"

"Yeah, selain itu dia sombong luar biasa, dan menghabiskan persediaan wine seminggu untuk sehari," gerutu Valent.

"Hey, mengenai binatang buas," Rafael menatap kedua saudaranya dengan serius, "Aku pernah menemukan rekaman di goa penyimpanan Quon, aku belum tahu pasti letaknya, yang jelas penjagaan di sana lumayan ketat. Quon semacam mengadakan perjanjian untuk melindungi harta itu dengan beberapa mafia lokal lain. Aku melihat kepala Singa Tundra, ada dua, besar sekali dan mengenakan mahkota emas!"

Valent langsung membulatkan matanya. Tengkuknya langsung merinding seketika.

"Si-singa Tundra…?"

"Ya!" seru Rafael, "dan banyak harta lain! Seperti gunungan emas. Diantara itu ada sebuah tombak emas yang sangat cantik, tulisannya Albert The Wizard, tidak ada yang bisa melepaskannya dari gundukan batu,"

"Astaga…" desis Valent pelan. Ia tiba-tiba merasa pusing. "Di mana…?" Ia bahkan tidak sanggup meneruskan pertanyaannya.

"Aku perlu akses masuk ke dalam mansion Quon lagi untuk memeriksa dokumen itu kembali. Di sana dijaga polisi," kata Rafael. "Kalau kau membutuhkannya, Aku perlu masuk dengan segera sebelum polisi menemukannya,"

Valent menarik napas dengan tegang.

**

Dalam keadaan gundah, Valent berpakaian dan berpikir.

Singa Tundra… Mungkin itu Raja dan Ratu Zafiry?! Kalau di dekat sana ada tombak Albert The Wizard, sudah pasti lah mereka Raja dan Ratu!

Kepala… Astaga, Kaisar pasti akan sangat shock! Perlukah aku memberitahukan hal ini?! Bisa-bisa aku kena amukannya.

Apa untungnya bagiku, coba?!

Tapi Kalau tidak kuberitahukan… Rasanya aku merasa sangat berdosa!

"Aku benci sifat baikku," gerutu Valent. "Hey Orion, aku mau kerja. Kamu di kamar saja ya, kusediakan banyak makanan dan silahkan pakai internet sepuasmu,"

"Oke," desis Orion dari dalam kamar mandi.

Valent pun keluar dari kamar, tak lupa ia ganti password pintunya agar gadis itu tidak bisa kabur.

**

"Kebetulan sekali…" gumam Valent dan Kaisar hampir berbarengan. Mereka bertemu di selasar lantai 2.

Valent dan Kaisar memang saling mencari. Tapi seharusnya Valent mau merokok sebentar untuk menyiapkan hatinya sebelum bertemu Kaisar.

Kini, mereka saling berhadapan.

"Ada yang mau kubicarakan," desis Valent.

"Gggrrhh…" geram Kaisar. Sepertinya dia bilang : sudah pasti!

"Aku-"

"Val?" Terdengar suara Adinda dari arah belakang Valent. Pria itu menghentikan kalimatnya dan menoleh ke belakang.

Adinda menghampiri mereka dengan wajah sumringah, "Kamu apa kabar? Kemarin baik-baik saja kan? Ada yang terluka?"

"Hem, kamu sekarang bicara begitu, tapi kemarin yang kau sambut duluan malah peliharaanmu. Aku juga ditembaki, loh," gerutu Valent.

"Hehehe kamunkan biasa menang, aku tanpa keraguan," Adinda menyeringai.

Ia berdandan sangat cantik hari ini. Lalu Adinda menoleh ke arah Kaisar.

Menatap Harimau itu lekat-lekat.

Matanya melirik ke atas kepala Kaisar, lalu ke tubuhnya, ke kakinya, lalu naik lagi ke kepalanya.

Dan gadis itu tiba-tiba menunduk.

"Em.. Kai kamu mau makan siang apa?"

"Hah?"

"Grh??"

Ini masih pukul 7 pagi dan Adinda sudah tanya menu makan siang Kai.

"Hehe, nanti kusiapkan di kamarku, kita makan bareng ya?" Adinda tampak tersipu dengan wajah semerah kepiting rebus.

"Adinda??"

"Grhh??"

"Tak mau ya?" Wajah penuh pengharapan menyerang Kaisar.

Harimau itu sampai mundur selangkah karena merasa risih.

"Kaisar saja yang ditanya? Aku tidak?" Ujar Valent merasa kesal.

"Kamu bukannya ada meeting sama Papa nanti siang?"

"Nggak ada, kata siapa aku meeting? Itu cuma bisa-bisanya kamu kali?! Sejak kapan aku ada meeting hari Kamis?! Papamu kan jadwal main golf hari ini!"

"Kamu nggak ikut golf?!"

"Sejak kapan aku ikut main golf?!"

"Eeeh… Kau bisa makan bersama anak buahmu,"

"Memang kenapa kalau aku makan bersamamu?!"

"Aku kan mau makan sama Kaisar,"

"Memang makan bertiga tidak bisa?!"

Terdengar Kaisar mendengus dan mengangkat cakar raksasanya, lalu mendorong Adinda dengan lembut supaya masuk kembali ke kamar.

Ia dan Valent harus bicara 4 mata.

"Kai?" desis Adinda kebingungan. Tapi geraman Kai membuatnya menurut masuk ke kamar walaupun dengan enggan.

"Apa-apa'an sih?" gerutu Kai sambil menatap pintu kamar Adinda dengan curiga.

Cakar Kaisar mendorongnya supaya maju dan mencari lokasi dimana mereka bisa bicara berdua saja.

Sudah pasti di ruang perpustakaan bawah tanah.

Dimana akses masuk hanya Xavier dan Valent yang memegang,

Dan Kitab Zafiry yang asli disimpan.

Dua kali seminggu ada pelayan yang membersihkan ruangan itu, tapi mereka dijaga ketat oleh Valent dan beberapa anak buahnya.

Ada banyak benda berharga dipajang di sana, padahal Xavier sendiri jarang menggunakan ruangan itu.

Valent masuk dengan malas dan menghela napas, Kaisar mengikuti di belakangnya.

"Kai, Orion ada bersamaku," begitu kata-kata pembuka Valent. "Dia sengaja kusembunyikan karena-"

BRAKK!!

Sesuatu mendesak Valent ke dinding dengan keras. Dadanya tertekan erat sampai ia bahkan tidak sempat membela diri.

Di depannya, ada sosok pria.

Tinggi besar, berkulit kecoklatan dengan luka di sekujur tubuhnya. Wangi tembakau dan wine yang kuat terpancar dari tubuhnya. Dan mata pria itu bersinar, merah membara.

"Dimana dia?" desis Pria itu sambil menatap Valent tajam.

Valent sadar siapa yang sedang ia hadapi. Karena itu dia gemetar.

Sang Pangeran yang gagah berani ada di depannya, siap meremukkan tenggorokannya.

"Tak akan kuberitahu," desis Valent, "sampai tiba saatnya,"

"Kamu Jangan macam-macam. Kamu tahu kemampuanku," geram 'makhluk di depannya ini,"

"Orion terluka parah, aku sedang menyiapkan identitas baru untuknya agar dia bisa bebas berjalan di dalam kastil ini. Tapi aku butuh waktu,"

"Apa saja yang sudah kamu ketahui tentang kami?!" geram Kaisar.

"Baginda Yang Mulia Pangeran Cyril, Mungkin aku tahu dimana Ayah dan Ibumu berada," Valent menatap Kaisar, "Asal kamu mau bekerja sama denganku,"

Terpopuler

Comments

another Aquarian

another Aquarian

Kai, daripada jadi musuh, lebih baik jadikan Gabe sekutu.. banyak sekali dia manfaatnya 😁😁😁

2025-03-25

0

Wandi Fajar Ekoprasetyo

Wandi Fajar Ekoprasetyo

mulai terbongkar rahasia keluarga kaisar

2025-02-03

0

another Aquarian

another Aquarian

Orion hacker lho Gabe, jangan lupa..

2025-03-25

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!