"Aku tidak bekerjasama dengan manusia," geram Kaisar.
"Lepaskan aku dulu Cyril,"
Cekikan Kaisar semakin mengencang bahkan sekarang ia mengangkat valent ke atas dengan masih mencengkeram leher pria itu.
"Kau sebut aku apa?! Cyril?" dengus Kaisar, "Mulutmu yang lancang itu akan segera kubungkam!"
Sambil tercekik, Valent mengeluarkan pisau perak dari pinggangnya dan ia hujamkan ke lengan Kaisar.
CRASH!
Kaisar berteriak marah dan melepaskan pegangannya ke Valent. Pisau perak menancap di lengannya.
Siluman itu mencabut gagangnya, dan luka di tubuhnya menutup perlahan.
Valent terbatuk-batuk sambil mengatur nafasnya yang sesak. Tapi ia tidak coba melarikan diri.
Ia harus bertahan.
Karena bisa jadi, Kaisar lah jalan keluarnya untuk menumpas Velladurai.
"Aku juga tidak akan menyembah di kakimu, Pangeran. Kamu bukan junjunganku. Zamanmu sudah usai. Kau pengecut sekali karena masih hidup dikala Sukumu punah!"
"Ini karena Albert membuatku tertidur
"Ya kalau begitu kau bunuh diri saja sekarang!" seru Valent kesal. "Kalau begini namanya mati tak mau hidup pun segan. Kerjamu hanya mempertontonkan kecongkakkan-mu! Kau pikir aku takut?!"
"Jaga bicaramu!"
"Atau apa? Kau bunuh aku, maka kau kehilangan informasi mengenai keluargamu. Kau juga akan diberondong peluru oleh ribuan anak buahku. Kau sudah lihat gudang senjata kami kan? Lama-lama tenagamu juga akan habis…"
Kaisar terdiam.
Ia menatap Valent yang masih berlutut sambil terengah-engah.
Manusia di depannya ini memiliki darah seorang ksatria. Tapi lidahnya bercabang. Entah yang mana yang bisa dipercaya.
"Saat ini, hanya aku yang bisa kau percaya," sahut Valent seakan tahu kegundahan Kaisar.
Ia duduk di sofa dekat sama sambil berusaha duduk dengan rileks. Seluruh tubuhnya jadi sakit.
Beberapa cc darahnya dihisap oleh Orion dan ia belum sarapan. Jadi sudah pasti kepala rasanya pusing luar biasa.
"Aku belakangan mencium keberadaan Orion di kastil ini. Aku tidak menyangka ia ada bersamamu. Jadi kau yang melarikannya dari penjara itu?" tanya Kaisar.
"Itu atas persetujuannya. Maaf saja Cyril, tapi aku butuh kalian berdua. Kalau kalian pergi, misiku tak akan tercapai,"
"Misi?"
Valent mengangguk, "Menghancurkan organisasi ini dari dalam,"
"Kau pengkhianat, heh?!"
"Aku bukan pengkhianat. Aku penyusup. Sejak awal kami mengemban misi untuk ini. Kami orang pemerintah. Dan organisasi ini tidak bisa dibubarkan begitu saja atau akan mengakibatkan kekacauan di mana-mana. Kami harus melakukannya secara perlahan, dari dalam," kata Valent.
"Aku juga tidak suka orang-orang di sini. Tapi yang aku lebih tidak suka adalah pemimpinnya,"
"Setidaknya kita punya kesamaan," gumam Valent.
"Cyril," Valent duduk dengan mencondongkan tubuhnya ke arah si Pangeran. "Namaku Gabriel. Aku tahu mengenai adikmu dari Kitab Zafiry. Kakakku yang juga menyusup di mansion Adam Quon kemarin memberiku sample yang setelah kami teliti mengandung sisik ular hitam. Pikiranku langsung mengarah ke Orion, karena diceritakan di Kitab kalau racun di tubuh Orion bisa mengakibatkan seluruh tubuh terbakar dalam hitungan detik,"
"Hooo, Kitab Zafiry," gumam Kaisar.
"Kakakku yang satu lagi menyusup di Abizar Azzarro, organisasi semacam ini namun lebih besar. Suatu saat kita akan menyerang ke sana, tapi saat ini kesempatannya belum ada,"
"Dan dimana Kitab itu berada?"
"Di dalam brankas," Valent menunjuk lukisan raksasa di depan mereka. "Aku sudah menyalinnya. Kupikir tadinya itu buku biasa. Aku baca niatnya iseng karena penat. Dan tiba-tiba kamu datang… Aku kaget karena kemiripanmu dengan salah satu tokoh di Kitab itu. Aku datang lagi kemari dan buru-buru kusalin untuk lebih leluasa kubaca. Karena Xavier bisa curiga kalau buku itu tidak ada di brankas," Valent membuka lukisan raksasa. Dibalik lukisan itu, tertanam brankas dari emas.
Valent menekan beberapa kode, lalu sidik jarinya, dan mengeluarkan buku tebal yang usianya tampak tua.
Kaisar menerimanya lalu duduk di sofa. Dalam diam dia membaca buku itu.
Sementara Valent menegak wine di sana, berusaha memulihkan tubuhnya.
Sesaat, keheningan menyelimuti mereka.
Suara pelayan yang bekerja di lantai atas, suara anggota sayup-sayup bersenda gurau, suara penyedot debu, wangi cerutu…
Hal yang langka bagi mereka berdua.
Ketenangan.
Sampai beberapa menit kemudian, Kaisar menitikkan air matanya.
Valent hanya menghela napas panjang.
Keluarga Kaisar, rakyatnya, orang-orang terkasih lenyap dalam satu waktu.
Kedamaian yang ratusan tahun mereka bangun, hancur.
Peperangan itu pasti masih sangat berbekas di ingatan Kaisar mau pun Orion. 200 tahun sudah berlalu, namun terasa baru kemarin karena tidur panjang.
"Kitab ini 80% akurat," desis Kaisar sambil menutup buku itu dan mengembalikannya ke Valent, "Yang menulisnya jelas bukan anggota keluarga kerajaan. Mungkin budak atau selir yang selamat,"
"Ada berapa budak dan selir yang kalian miliki," ini hanya pertanyaan random karena penasaran, dari Valent.
"Aku sendiri punya 50 selir,"
"Astaga," dengus Valent sambil terkekeh tak percaya.
"Conrad dan Ayahku bisa lebih banyak. Rata-rata dari golongan manusia. Hal itu kami lakukan karena angka kelahiran suku kami sangat langka. Sementara manusia memiliki susunan tubuh yang lebih flexible dari kami golongan siluman. Golongan kami hanya bisa sekali melahirkan anak seumur hidup. Padahal usia kami bisa 1000 tahun lebih,"
"Apakah program hamil kalian berhasil?"
"Aku belum sempat memiliki keturunan, saudara-saudaraku juga belum. Bahkan kami baru saja dilahirkan. Usiaku terakhir 29 tahun. Conrad dan Olena kembar, 25 tahun, dan Orion si bungsu 17 tahun,"
"Orion baru 17 tahun! Sial…" Umpat Valent.
"Usia orang tuaku waktu melahirkan kami sekitar 500 tahun,"
"Usiaku saat ini 34 tahun, jadi aku lebih tua darimu. Tidur panjang tidak kuhitung, ya!" Kekeh Valent.
Kaisar hanya mendengus.
"Aku akan memanggilmu Kaisar untuk menyamarkan identitasmu yang sebenarnya. Kau bisa panggil aku Valent. Dan percayalah, aku sudah periksa latar belakang keturunan, bukan keluargaku yang menyerang desamu. Aku dari Amerika, sebagian keluargaku dari Canada, jadi kami tidak berhubungan,"
Valent tidak menceritakan mengenai Agha, terduga pengkhianat dan bahwa Velladurai adalah keturunannya. Ia tidak ingin Kaisar mengamuk di sini dan meluluhlantakkan segalanya.
Akan sangat mencolok bagi masyarakat kalau begitu caranya. Mereka harus melakukannya dengan perlahan agar kehancuran Velladurai bisa 'lebih cantik' dari keruntuhan Quon.
"Kai, dengar. Kuatkan hatimu…" Kata Valent, "Ternyata di mansion Adam Quon ada gudang tersembunyi. Kita harus menyusup ke sana lagi melewati barikade polisi. Kemungkinan kedua orang tuamu dan tombak Albert The Wizard ada di sana,"
"Orang tuaku...? Mereka masih hidup?!" Kaisar menatap Valent dengan kaget.
Valent menggigit bibirnya, "Kai, di saat terakhir hidupmu kau melihat segala kebrutalan manusia, apa kamu percaya mereka masih hidup hingga kini?"
Kaisar terdiam.
"Setidaknya, walau pun yang ketemu hanya abunya, seorang anak pasti ingin mengebumikan orang tuanya dengan layak," desis Valent.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
another Aquarian
Gabe, umurmu 2x umur Orion.. jadi kek papa gula dan bayi gula donk 🤣🤣🤣
2025-03-25
0
another Aquarian
nahh lhoo.. serasa jadi pedofil gak lo, Gabe 😂😂😂
2025-03-25
0
Wandi Fajar Ekoprasetyo
wuih .....dpt bocil valent
2025-02-03
0