Tersingkap

"KAISAR! KAISAR! KAISAR! KAISAR!"

Semua meneriakkan namanya saat ia datang. Sosok besarnya berjalan anggun melewati semua orang yang menyambutnya dengan gembira.

Quon ditaklukan.

Kini Velladurai semakin di atas. Rombongan anak buah Valent turun dari tronton dengan wajah sumringah. Mereka mengangkat senjata dengan gembira.

Barang-barang rampasan diturunkan, wanita-wanita yang berhasil mereka tangkap digiring masuk.

Valent datang dengan mobil sport dichrome emas, dia tanpa basa basi langsung menuju ke basement. Sudah pemandangan biasa bagi anggota geng kalau Valent datang dengan satu atau dua otomotif hasil 'kenang-kenangan' dari parkiran musuh.

Tapi kali ini berbeda. Di dalam sana ada harta karun yang tak ternilai, yang tidak boleh diketahui oleh semua orang. Terutama oleh Kaisar.

Kaisar sendiri sempat menoleh sambil mengernyit. Hidungnya mengendus sesuatu yang khas dari dalam mobil Valent. Madu dan bunga dari Sukunya dulu.

Namun, karena menurutnya ia masih terserang shock mendapati adiknya tidak berada di kandang penuh darah itu, wangi itu masih tertinggal di hidungnya. Dilihat dari jejak darah, dan kerusakan di gembok, ada harapan kalau Orion telah melarikan diri.

Kaisar dan Valent adalah dua makhluk yang tidak terserang euphoria kegembiraan. Bagi mereka, kemenangan Velladurai adalah bagian dari misi.

Valent naik dari basement sekitar 10 menit kemudian, para anggota masih bersorak.

Xavier tiba dengan mobil mini golfnya.

"Ini dia ksatria Velladurai!!" Seru Xavier senang sambil merentangkan tangannya menyambut Kaisar dan Valent.

Kaisar langsung mengaum penuh kekesalan ke arah Xavier, lalu melengos berjalan ke arah kastil.

"Kenapa dia?" tanya Xavier ke Valent.

"Eeeh, capek mungkin Boss," desis Valent.

Karena mengenai Ular Hitam ini, jelas hanya Kaisar dan Valent yang tahu. Anak buah yang lain hanya tahu kalau mereka harus melenyapkan dan meluluhlantakkan geng Quon. Tanpa tahu kalau bahan dasar dari racun itu adalah sisik dari siluman Suku Zafiry.

"Jadi apa yang kamu temukan di sana? Bahan dasar racun itu apa?" tanya Xavier.

"Oh, sisik ular hitam," desis Valent berusaha memasang wajah sedatar mungkin.

"Seperti Black Mamba? Lalu bahan dari Venus bagaimana?"

"Mineral dari gunung Vesuvius," desis Valent.

"Jadi kita bisa memproduksinya lagi kan?!" sahut Xavier.

"Serakah bener sih Boss," gerutu Valent.

"Kalau bisa kenapa harus kita tunda?! Kan jadi bisa mengalahkan Abisar!"

"Mereka membakar formulanya Boss, mereka membakar seluruh labnya, dan membunuh seluruh penelitinya. Jadi butuh waktu bagi kita untuk merekayasa ulang," Valent berbohong. Yang benar, dia lah yang membakar semuanya dan membunuh seluruh penelitinya agar keberadaan Orion dapat ditutupi.

"Waaah, berapa minggu kira-kira?"

"Tahunan,"

"Oke, kuberi waktu setahun,"

"Siapa yang kau beri waktu setahun?!"

"Ya kau lah,"

"Cih, tak mau! Kau hubungi orang lain saja! Sudah cukup aku berurusan dengan racun! Setengah anak buah kita mati karena itu! Kau tidak ada di sana! Lautan teriakan seperti di neraka, dalam sekejab mereka membusuk! Kupikir aku bakalan mati juga, untung saja ada Kaisar dan auman dirgantara-nya itu!" Seloroh Valent sambil meninggalkan Xavier dengan cemberut.

"Kenapa dua bocah ini jadi kompak memusuhiku?!" seru Xavier bingung.

**

Kaisar berjalan dengan perlahan. Pikirannya dipenuhi dengan bermacam-macam spekulasi dan keganjilan.

Terutama mengenai Orion.

Juga mengenai Valent yang tahu mengenai Suku Zafiry.

Sejak kapan Orion di tempat itu? Siapa yang membebaskannya? Terlihat kandang dirusak dari luar dan ada mayat penjaga di sana. Apakah dia berhasil membebaskan diri, atau malah dipindahkan dan kembali di tawan oleh entah-siapa?!

Juga…

Siapa si bang-sat itu sebenarnya?! Aku semakin tidak percaya padanya. Pikir Kaisar sambil memikirkan Valent

Dari kejauhan, Kaisar mencium wangi yang khas. Bunga yang lembut. Saat itu Kaisar memasuki pintu depan kastil dan Adinda berdiri di sana menyambutnya.

"Kaisar," sapa Adinda sambil tersenyum.

Gadis itu maju dan memeluk lehernya dengan erat, "Apa kau terluka? Maafkan Papa ya, dia memang agak serakah,"

Pelukan yang hangat.

Menenangkan.

Dan membuyarkan segalanya.

Sudahlah, anggap saja Orion berhasil melarikan diri. Aku akan menemui Valentino, nanti. Akan kuinterogasi habis-habisan. Kalau perlu pakai kekerasan! Pikir Kaisar.

Dan Harimau Hitam itu pun mengikuti Adinda masuk ke dalam kamarnya.

"Hei, kamar mu akan tepat di sebelah kamarku, menggunakan pintu penghubung pula! Kamu mau tema apa? Hutan belantara? Atlantis?" Sahut Adinda gembira sambil menyisiri bulu Kaisar.

"Cih, Atlantis musuh kami, kami berhasil menenggelamkannya ke dasar lautan! Aku mau kamar seorang Raja," kata Kaisar.

"Benarkah?" Adinda memiringkan kepalanya.

"Apa?"

"Kalian yang menenggelamkan Atlantis ke dasar lautan?"

"Hm, bisa dibilang Tuhan yang menenggelamkannya. Kami hanya perantara kekuatannya," terdengah kekehan Kaisar dari sela taringnya.

"Kai," Adinda berbaring dengan kepala bertumpu di perut Kaisar. "Ceritakan mengenai rumahmu dulu,"

"Cantik dan megah, jauh dari hunian manusia. Kami sengaja hidup di pulau tengah lautan dan menyembunyikan keberadaan kami, karena kami tahu manusia sedang berperang. Armada mereka berulang kali melewati pulau kami. Kapal perang yang besar-besar, dengan banyak senjata di dalamnya,"

Dan Kaisar pun menceritakan keindahan Desa Zafiry. Juga mengenai di saat terakhir ia mengingat sahabatnya, Albert The Wizard.

Tapi ia belum menceritakan ke Adinda kalau ia bisa berubah menjadi sosok manusia.

"Jadi kamu seorang Pangeran, pantas kamu memiliki kekuatan besar. Anak pertama juga ya?"

"Kalau Conrad ingin menjadi Raja, dengan senang hati kuberikan tahta itu. Ia juga cukup bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat kami,"

"Seperti apa wujud Conrad? Harimau juga?"

"Dia Serigala Hitam,"

"Bagaimana bisa Raja dan Ratu bentuknya Singa Tundra, tapi anak-anaknya berbeda jenis?!"

"Wujud kami dipengaruhi oleh sifat dan keahlian kami. Conrad cekatan dan tangguh, dia juga memiliki loyalitas tinggi. Olena suka kebebasan, dia suka berkeliling dunia, melakukan hal bersifat sosial. Dia Elang Hitam. Lalu Orion, walau pun introvert dan selalu waspada, dia mandiri, kreatif dan sangat cerdas, Dia Ular Hitam,"

"Kai, bukannya ular itu lambang kelicikan?"

"Itu bisa-bisanya manusia saja," dengus Kai, "Kalau terdesak atau terancam, mereka menjelek-jelekkan hewan. Kami ya apa adanya kami, makhluk ciptaan Tuhan juga,"

Kai menempelkan hidungnya di kepala Adinda sambil berbaring, menghirup aroma bunga dari rambut panjang kecoklatannya.

Sesaat pikirannya kembali ke masa lalu.

Dulu, yang terasa baru seperti kemarin akibat tidur panjangnya,

Ada seseorang yang wangi tubuhnya hampir mirip seperti Adinda.

Namanya Agha. Salah seorang selir Pangeran Cyril. Selir utama yang jatuh cinta dan rela melakukan apa pun untuk menarik perhatian Sang Pangeran.

Agha ini dari golongan manusia, ditumbalkan keluarganya untuk ditukar dengan emas. Pihak Zafiry membelinya seharga 100kg emas murni. Dan karena parasnya yang cantik dan cerdas, ia terpilih sebagai selir yang bertugas membantu Cyril menghilangkan keperjakaannya di usia Pangeran yang menginjak 14 tahun. Tugas yang dianggap sangat agung dan mulia.

Kerajaan-kerajaan zaman dahulu memang memiliki budaya yang kurang bisa diterima masyarakat zaman sekarang.

Namun,

Pada suatu hari, Agha meminta Cyril untuk menjadikannya kandidat Ratu.

Cyril yang menganggap Agha hanya selir, tidak memiliki perasaan khusus, apalagi cinta, sama sekali tidak terpikir di benak Cyril, akhirnya menolak permintaan Agha.

Setelah Itu, Agha menghilang berminggu-minggu. Sampai saat manusia menyerang Desa Suku Zafiry, Cyril tidak bisa menemukan Agha.

"Kenapa Kai?" Adinda menegakkan kepalanya.

"Aku hanya… Teringat seseorang. Cantik dan wangi sepertimu,"

“Seseorang?” Adinda beranjak dan kembali meraih sisir untuk menghaluskan bulu-bulu Kai, kali ini di bagian perut

“Kalau seseorang… berarti wujudnya manusia?” desis Adinda ragu.

“Iya, dia manusia,”

“Pelayanmu?”

“Tidak juga,”

“Jadi siapamu?”

“Hm…” Kaisar melirik Adinda, ragu untuk menjawab. Lalu ia putuskan saja tidak usah dijawab. Daripada nanti Adinda semakin takut padanya.

“Apakah dia budakmu?”

Budak di atas ranjang…

“Bisa jadi,” desis Kaisar sambil kembali berbaring.

“Apa kalian memperlakukan budak kalian dengan…”

dan kalimat Adinda terhenti.

Terjeda agak lama sampai Kaisar menegakkan kepalanya untuk memeriksa keadaan Adinda.

Tampak gadis itu sedang terdiam sambil menatap tubuh Kaisar.

Tubuh paling privat yang terselip diantara bulu-bulu panjangnya, tersembunyi dan diposisikan agar saat berdiri tidak menggantung leluasa.

namun ia adalah Harimau Raksasa.

Ukurannya sudah pasti membuat kaum hawa menelan ludah saat melihatnya.

Dan saat itu, karena tidak mengira milik Kaisar bentuknya sama seperti milik manusia, dengan polosnya Adinda menyisir bulu di bagian itu.

Dan tak sengaja tersingkap.

Kaisar merapatkan pahanya,

lalu mendorong Adinda dengan perlahan.

Gadis itu membuang mukanya, wajahnya menjadi sangat merah.

“Maaf, aku tak menyangka- ehem!!” Adinda merasa tenggorokannya kering dan aliran darahnya mengalir deras. “Aku ambil minum dulu. Kamu mau apa? Wine? Oke kuambilkan,” desis Adinda terkesan terburu-buru, lalu langsung turun dari ranjang dan lari keluar kamar.

Padahal Kaisar melihat air mineral dan wine di nakas samping ranjang mereka sudah tersedia lengkap.

Senyum tipis terurai dari bibir si Harimau Hitam.

Ia semakin tertarik dengan Adinda.

Terpopuler

Comments

Tyaga

Tyaga

So.., Kaisar ini kelaminnya spt manusia ya

2023-02-03

1

Tyaga

Tyaga

🤣🤣🤣🤣 ada yang salting

2023-02-03

0

Tyaga

Tyaga

wow..14 tahun keperjakaan hilang

2023-02-03

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!