Adinda bangun sambil tertegun.
Aku bermimpi! Pikirnya seketika.
Mimpi yang sangat vulgar…
Ia melayangkan pandangannya ke sekeliling.
Sinar matahari terpancar dari luar jendela. Kamarnya kosong hanya ada dirinya.
Tapi tersisa bau wine yang sangat kuat bercampur dengan tembakau.
Kaisar mungkin ada di sebelahnya tadi, sisinya masih hangat.
Adinda pindah ke sisi sebelah bekas Kaisar tidur. Lalu meringkuk di sana sambil menaikkan selimutnya sampai batas leher.
Ia mencoba mengingat mimpinya.
Seorang pria.
Tubuhnya besar dengan otot terpatri kokoh di perut dan dadanya. Wajahnya tidak terlalu jelas terlihat karena gelapnya malam.
Ia mulanya membelai paha Adinda.
Lalu berbaring memeluk gadis itu. Lalu berikutnya sama-samar Adinda merasa bibir pria itu di lehernya.
Lalu merambat ke lengannya, ke pinggulnya, ke bokongnya, dan…
Mata Adinda membesar karena ingat poin penting.
"Aku membuka pahaku," bisik Adinda ngeri. Perlahan ia singkap selimutnya dan ia condongkan lehernya ke arah kedua pahanya.
Lalu ia melihat bekas ciuman tampak merah. Dan jumlahnya banyak, lebih dari satu di area paha dan pinggulnya.
"Siapa yang…?" tenggorokan Adinda terasa tercekat.
Dan yang lebih tak masuk akal, "Bagaimana aku bisa tidak bangun?!" umpatnya ketakutan.
Di sana, di depan jendela…
Kaisar dalam wujud Harimau dan Valent sedang berlatih Kickboxing.
BRAKK!! Valent terpental ke pohon di dekat situ dalam sekali ayunan.
Ia terbatuk sesaat lalu bangkit lagi.
"Jangan curang karena wujudmu Harimau, bro," geram Valent.
"Memangnya kalau wujudku manusia kau bisa menang?" Ejek Kaisar mengirim telepati ke Valent.
Membuat Valent geram dan maju sambil melayangkan tendangan ke rahang Kaisar. Harimau itu berkelit sedikit, tapi Valent dengan sigap mengalungkan kedua tangannya ke leher Kaisar, memelintirnya, dan menjatuhkan tubuh seberat 500kg itu ke tanah.
BUMM!!
Tanah berdebam di sekitar mereka.
Semua yang menonton terperangah.
Valent bisa membanting Harimau Raksasa.
Tapi dengan masih berbaring, Kaisar menendang betis Valent sampai pria itu limbung, lalu ia tendang lagi sampai Valent terpental keluar dari kandang.
"Duh…ngantuk," keluh Kaisar bosan.
"Sial, dasar congkak kelewatan," gerutu Valent sambil berusaha bangkit.
Tapi tubuhnya terasa sangat nyeri karena terbanting dari jarak tinggi. "Aku harus menghadiri pameran senjata milik militer nanti siang, awas kalau sampai tak bisa bangun!" gerutu Valent.
"Aku ikut," kata Kaisar.
"Tidak bisa,"
"Kau bisa usahakan," potong Kaisar memberi titahnya, "Sediakan Daging sapi dan kentang untuk sarapanku, kau boleh pergi,"
"Kau anggap aku ini apa Dasar Kucing liar!!" seru Valent kesal.
**
Kaisar sedang berjalan di sepanjang koridor kastil dengan perlahan. Ia menatap ke arah anggota yang sedang berkumpul untuk membicarakan mengenai agenda hari ini.
Entah apa saja yang para mafia bicarakan, yang pasti bukan hal baik.
Lalu, di depan Kaisar… Xavier Velladurai pun datang menyambutnya.
"Sang Raja Hutan, Kaisar," Xavier berlagak berlutut menghormat, membuat hewan itu mencebik jijik. "Bagaimana kabar Anda hari ini? Tidur nyenyak? Kamar baru Anda akan siap nanti malam,"
Setidaknya Xavier menepati janjinya untuk menyediakan kamar baru ala manusia untuk Kaisar.
Di belakang Xavier, Kaisar melihat Valent memicingkan matanya sambil sedikit menggoyangkan dagunya. Tanda kalau ia ingin Kaisar mengikuti saja permainan Xavier dan menghilangkan arogansinya.
Kaisar pun mendengus.
Ia dan Valent sudah membentuk kata sepakat.
Mereka membuat Xavier terlena dengan loyalitas, sambil perlahan mereka renggut kerajaan ini dari dalam.
"Boss, aku perlu masuk ke mansion Quon untuk menghitung nilai aset yang akan kita ambil alih,"
"Perlukah? Aku sudah tugaskan tim penilai dari pengacara ke sana," sahut Xavier.
"Kau perlu aku atau tidak?" Valent bertanya balik.
"Ya perlu sih, Pengacara kita masih tampak ragu apakah aset yang seperti itu jatuh ke negara atau ke kita. Padahal dia pengacaraku. Tampaknya Pemerintah Emerald City juga tertarik dengan harta karun Adam Quon,"
"Secara yuridis sih jatuh ke negara," desis Valent.
"Jangan begitu dong Valent, kan semua penyerangan itu jerih payah kita,"
"Jerih payah Kaisar," ralat Valent
"Ya kita semua yaaa," timpal Xavier.
"Aku akan negosiasi ke Pemerintah Emerald. Makanya aku perlu datang ke sana," kata Valent.
"Baiklah, baiklah… Di sana masih banyak polisi. Kau hati–hati saja," akhirnya Xavier menyerah.
Valent menaik-naikan alisnya ke arah Kaisar. Kaisar mulai mengerti bagaimana cara mengambil hati Xavier. Tarik ulur.
Yang jelas itu bukan sifat Kaisar.
Jadi Harimau itu hanya mendengus dan meninggalkan dunia penuh tipu daya.
**
"Orion, aku ingin kau bekerja sama denganku," sahut Valent.
"Ya?" Orion mengangkat wajahnya menghadap Valent. Ia mulai nyaman berada di kamar Valent yang luas dan peralatan canggih yang ia bebas mainkan. Saat di istananya pun Orion memang menghabiskan sebagian besar waktunya di kamar.
Ia jenis gadis introvert yang keluar kamar kalau lapar atau butuh menghirup udara segar saja.
"Kau akan kupertemukan dengan kakakmu,"
"Benarkah?!" Mata Orion berbinar.
"Tapi, ada syaratnya,"
"Apa?"
"Jangan bilang-bilang mengenai pengkhianat yang menyerang suku kalian adalah Velladurai,"
"Justru aku mau bilang itu,"
"Apa kalian sadar sedang ada di mana?"
"Di… Kastil Velladurai,"
"Ya. Kastil Velladurai dengan ribuan anak buah Xavier yang siap mati melindungi tuannya dan persenjataan lengkap. Bayangkan kalau Kaisar sampai tahu dan mengamuk di sini,"
"Kakak bisa meluluhlantakkan semuanya,"
"Sebaliknya. Walaupun dia kebal beberapa peluru, tapi dia tetap bisa terluka parah,"
"Dia lebih kuat dari dugaanmu,"
"Aku baru saja membanting kakakmu saat latihan,"
"Serius?!"
"Orion, ada tujuannya kenapa Albert The Wizard memilih untuk menidurkan kalian, para penyandang tahta. Perhitunganku sih karena kalian sudah kepayahan. Jumlah kami, manusia, sangat banyak. Kalau pun Kaisar bisa lepas dari Velladurai, di depan gerbang ia akan menghadapi musuh lain,"
"Siapa?"
"Manusia yang lebih banyak… Dia akan jadi incaran massa,"
"Ah…" Orion langsung merinding.
"Kondisi pikirannya sedang labil. Dia patut tahu, tapi tidak sekarang. Setelah kami menguasai organisasi ini, lalu mengambil alih Abizar Azzarro, baru dia boleh tahu,"
"Siapa Abizar Azzarro?"
"Organisasi yang saat ini nomor 1. Mereka bisa dibilang penggerak ekonomi Ruby Country. Velladurai hanya menguasai Emerald City. Tapi Abizar Azzarro, menguasai 6 kota lain di Ruby Country. Jelas?"
"Memang ada berapa distrik di Ruby Country,"
"Tujuh,"
"Dan Abizar ini menguasai keenamnya. Velladurai hanya satu, yaitu Emerald City," asa nada mengejek di nada suara Orion.
"Yaaa… Emerald city kan ibukota Ruby Country,"
"Ck, tetap saja kalian nomor dua,"
"Heeei, jangan meremehkan begitu," Valent mengacak-acak rambut Orion. "Deal ya? Nanti kuberi kode kalau Kaisar sudah waktunya tahu,"
"Hm," Orion menatap Valent dengan muram. Pikirannya langsung galau.
"Sudah makan apa saja kau hari ini?" tanya Valent sambil membuka kulkas.
"Sebagian cake, aku mau beli beberapa barang,"
"Kau bisa pesan online menggunakan namaku,"
"Aku mau jalan keluar,"
"Duh…" keluh Valent.
**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
amihcint
duhhh nya itu loh... khas dimass bgt... malah jd ngebayangin mas dimas, versi mafia tatoan 😅😂😂🤣🤣🤣
2023-07-21
0
🥑⃟вуυηgαяι
haiiiiisshh ngeri eh si Kaisar mainnya.. langsung gaspol ajah wkwkwk 😁 Adinda merinding campur ada sensasi gimana gitu 🤭
2022-12-09
0
cha
si Orion udah mulai banyak permintaan
2022-12-02
2