Adam Quon, dulu dikenal masuk ke daftar 10 Pemimpin Mafia berpengaruh di dunia pada masa jayanya.
Sampai pada suatu saat beberapa anak buahnya memberontak.
Salah satu pembelot yang terkuat ternyata memiliki pelindung, double agent bisa dibilang. Ia memiliki misi untuk menghancurkan suatu organisasi ilegal dari dalam, mencari kelemahan mereka, lalu membumihanguskan organisasi yang ditargetkan.
Saat itu, Adam Quon sangat mempercayai orang itu. Bahkan ia melatih orang itu dari kecil. Entah apa yang terjadi orang itu malah menjadi double agent yang memburunya.
Dan saat itu Adam Quon sedang diperiksa pemerintah karena banyak kasus yang diduga ilegal. Seperti narkoba dan penjualan senjata. Terkadang saat ada anak buah yang tidak patuh, ia memutil4si dalam keadaan hidup, dan organ mereka dijual ke pasar gelap.
Karena pekerjaan Adam Quon yang diketahui oleh pemerintah bergerak di bidang asuransi.
Saat ini, Adam Quon berlindung ke Ruby City, melalui suaka dan greencard. Pemerintah masih belum tahu apa pekerjaan sebenarnya Adam Quon. si pembelot tidak bekerja untuk pemerintah dan memakai nama asosiasi swasta.
Di sini, di Ruby Country, di Emerald City, Adam Quon menemukan peluang kerja baru.
Harta karun langka.
Yaitu… Racun.
Dengan kepala tegak dan dada membusung, ia menghisap cerutunya dan berjalan ke arah basement.
Tempat ladang hartanya disekap.
"Hoi! Bangun!" serunya memakai bahasa Hokkian, "Kapan kau ganti kulit lagi, hah? Apa perlu kepalamu itu kutembak langsung?!"
Di sana, di tengah kandang kaca raksasa anti peluru. Terbaring di tengah aliran darahnya sendiri. Seorang gadis tampak membuka matanya yang berwarna merah, semerah bara api, dengan perlahan.
Ia tampak kesakitan dan sangat lemas.
Ia tidak bisa berubah sempurna, saking lemahnya tenaganya. saat ini tubuhnya setengah ular, setengah manusia. Kulit gadis itu kalau dilihat dari jauh tampak seperti sisik, namun kalau dilihat dari dekat, itu adalah bekas luka dari sebuah jaring.
Bekas itu ada di sekujur tubuhnya, sampai ke wajahnya.
Ia belum waktunya ganti kulit, tapi ia dipaksa untuk melepas satu per satu sisiknya karena setiap bagiannya mengandung racun yang sangat kuat.
Si gadis ular menatap Adam Quon dengan tatapan kosong, lalu ia tampak menggetarkan tubuhnya.
Darah langsung muncrat dari sela-sela sisiknya.
Dan berjatuhanlah logam-logam berwarna hitam.
Bahan utama pembuatan 'Hatred Orion'.
Si gadis tampak mengeluh kesakitan. Ia sampai gemetaran saat darahnya mengalir dan sisiknya copot.
Dan saat hal itu terjadi, perlahan tubuhnya akan menjadi manusia.
Makhluk lemah.
Itu berarti ia tidak akan berguna lagi setelahnya.
Dan bisa jadi saat hal itu terjadi, ia akan dihabisi oleh anak buah Quon.
"Hoi, saya ingin kamu memproduksi sisik secara rutin mulai sekarang. Setiap hari kau setor 1 kg sisik, maka kami akan memberimu makan. Jelas?!" Sahut Adam Quon.
Orion tidak menjawab, hanya bisa berbaring sambil menahan sakit.
Semenjak ia bangun dari tidur panjangnya, ia langsung ditangkap oleh Adam Quon. Dan sejak itu, sudah sekitar sebulan ini, Adam Quon memeras nya habis-habisan.
Perlahan tubuh ularnya mulai berkurang akibat siksaan bertubi-tubi.
Orion dalam keadaan sekarat.
**
Valent adalah double agent, dan hal pertama yang ia akan lakukan adalah mengadu domba antara Quon dengan Velladurai. Adam Quon dengan Xavier Velladurai.
Sisa-sisa dari mayat si gelandangan yang menyusup ke kamar Adinda kemarin, mereka beri tatto lambang organisasi Quon. Sehingga mayat itu tampak meyakinkan menjadi mata-mata yang menyusup ke dalam Velladurai. Sehingga Xavier beranggapan kalau yang masuk ke kamar putrinya kemarin adalah orang dari Quon, padahal mereka semua belum tahu darimana orang itu berasal. Sudah jadi mayat masih dijadikan alat fitnah, hehehe.
Pagi itu aksi para 'Ksatria Velladurai' dimulai. Valent dan Kaisar menunggu aba-aba dari 'staff berani mati' mereka. Dua orang random yang direkrut oleh Valent dengan iming-iming sejumlah uang, bertugas untuk masuk ke dalam Kastil musuh, didandani ala musuh juga. Biasanya dilancarkan oleh Valent saat ingin menimbulkan provokasi.
Para Staff berani mati yang maju paling pertama ada kemungkinan akan ditembak di tempat setelah berbuat keributan dengan orang-orang Quon. Kali ini Valent merekrut dua orang saja. Dan bukan bagian dari Velladurai. Anak buahnya cukup berharga untuk mati begitu saja, jadi Valent merekrut orang dari masyarakat biasa yang siap mati.
Biasanya mereka dibayar cukup tinggi, dimana uang diterima oleh sanak keluarga mereka yang saat ini dalam keadaan sangat miskin. Jadi sepeninggal mereka, keluarganya bisa hidup layak.
Ada juga yang memang punya dendam sangat besar ke anggota Quon sehingga rela bekerja tanpa dibayar asalkan punya akses masuk.
Biasanya rekan sesama mafia, walau pun dari organisasi saingan, mereka bisa masuk untuk menemui salah seorang petinggi organisasi. Kalau orang biasa, jangankan menemui, radius 2 km mendekati markas saja sudah ditembak pakai roket.
Anak buah berani mati kali ini, dua-duanya dari keluarga sangat miskin. Valent mengatur pendidikan semua anak-anak mereka sampai kuliah lewat asuransi pendidikan, mengatur semua asuransi kesehatan anggota keluarga dari penyakit ringan sampai berat, memberikan mereka rumah layak, dan simpanan deposito di bank atas nama mereka yang bunganya bisa digunakan untuk hidup layak sehari-hari.
Walau pun terdengar mahal, percayalah, di sini Valent sudah berhitung. Dan dua orang anak buah berani mati adalah hal sepele dibanding dengan keuntungan yang akan mereka dapatkan melalui penyerangan kali ini.
Kaisar pun saat mendengar rencana Valent sempat merasa terkejut. Valent sangat licik, membuatnya tidak sepenuhnya percaya terhadap pria di sebelahnya ini. Mereka mengamati dari jauh, melalui ruang kontrol di Kastil mereka sendiri. Satelit, alat penyadap dan drone Velladurai-lah yang menangkap adegan di Kastil Quon nun jauh di sana.
"Mereka masuk," desis Valent.
Saat ini semua anggota berada di ruang kontrol, mendengarkan rekaman melalui alat penyadap dan melihat kamera mata-mata yang dipasang di pendant kalung.
Terdengar sumpah serapah anggota Quon yang bilang itu bukan anggota mereka. "Mata-mata! Mereka mata -mata dari organisasi lain! Mereka bukan Quon!!!" begitu bunyi teriakan-teriakan itu.
Lalu terdengar teriakan-teriakan.
Lalu saling mengancam dengan mengacungkan pistol.
Di saat ini, Kaisar mengernyit. Valent mengutus anggota yang bahkan sama sekali tidak pernah menggenggam senjata. Jangankan menarik pelatuk, memegangnya saja sudah salah. Ala-ala film Hollywood, dimiring-miringkan, di angguk-anggukkan, karena daya pendorong saat pelatuk di tekan saat dalam posisi tangan tidak siap seperti itu salah-salah malah meledak dan menghancurkan tangan penggunanya. Bukannya melukai orang di depannya.
Lalu terdengar bunyi tembakan.
Sinyal kalau dalam waktu satu jam, pasukan Velladurai akan menyerang markas Quon.
DOR!! DOR!! DOR!!
dan semua orang di ruang kontrol bersorak, tanda kalau mereka sebentar lagi 'berpesta'.
Manusia makhluk bar-bar. Pikir Kaisar. Dan ini bukan pertama kalinya ia melihat hal miris seperti ini.
Biarlah mereka saling menghancurkan diri sendiri sampai punah. Aku cukup menikmati manfaatnya dari sini. Batin Kaisar lagi.
"Persiapkan diri kalian, yang takut mundur saja tapi tak kebagian rampasan! Habisi semua yang di sana, kalau ada yang bisa dijual atau diperk0sa kubiarkan kalian berbuat semaunya!" seru Valent.
"Woooo!!!" seru semua anggota.
Mereka memakai pakaian pelapis, topeng anti bio hazard, dan senjata paling mutakhir.
Juga...
kaleng yang isinya gas susu. Buatan si peneliti Velladurai untuk menangkal racun Hatred Orion.
Tidak terlalu bisa mencegah kematian, hanya memperlambat efeknya saja.
"Bagus kan?" Valent menyeringai sambil melempar-lempar kaleng yang di chrome keperakan, "Kupelajari dari Kitab Zafiry," bisiknya ke Kaisar.
Kaisar pun tertegun.
Lalu dengan cakarnya ia menarik Valent dan mendesak pria itu ke dinding.
Bagaimana Valent tahu mengenai Kitab Suku Zafiry?! Pikir Kaisar kaget.
"Mau tahu darimana aku mendapatkannya? Bantu kami melakukan penyerangan ini semaksimal mungkin," bisik Valent. "Kemungkinan Orion si bungsu ada di Quon,"
Kaisar menggeram .
Lalu mengaum penuh kemarahan.
Membuat semua orang di sana menunduk ketakutan.
"Ya!! Aku suka semangatmu, Bro! Ayo jalan!!" seru Valent sambil menyandang senjatanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
another Aquarian
Val, gak pernah mengecewakan..
secara ahli keuangan sekaligus agen ganda, sudah selayaknya penuh perhitungan dan sedikit licik? 😁😁😁
2025-03-25
0
ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞
jahat banget
2024-08-18
0
ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞
Hmm' 😔
2024-08-18
0