Kelancangan

Sore itu sambil berjalan perlahan, Kaisar dalam wujud Harimau Hitam raksasa menatap ke depan dengan wajah sangat muram.

Sedih dan marah bercampur dalam hatinya. Entahlah ia harus apa.

Semakin lama, ia semakin membenci manusia.

Dan yang mengganggu pikirannya sekali lagi, adalah tulisan tangan di dalam Kitab Zafiry.

Tulisan itu adalah tulisan Agha. Gaya bahasanya yang mendayu dan detail gambar. Sudah pasti Kaisar mengenal setiap kebiasaan para wanitanya. Apalagi Agha adalah 'wanita' pertamanya.

"Kaisar,"

Suara itu.

Adinda.

Kaisar bahkan tidak menyadari keberadaannya karena banyak pikiran.

Gadis itu sedang duduk di ruang santai, dengan buku novel tebal dan teh di tangannya.

Suatu pemandangan elegan yang menyejukkan mata, di antara banyaknya adrenalin di rumah besar ini.

Kaisar menghampiri Adinda dan menempelkan dahinya di lengan gadis itu sambil mengeram.

"Wangi wine, sudah berapa botol yang kau minum? Tidakkah kau suka air mineral?"

Kaisar tak menjawab, hanya duduk dan menghela napas saja.

"Mau teh?" Adinda menawarkan isi cangkirnya.

"Teh sajian bagi para pelayan kami," dengus Kaisar.

"Walah," desis Adinda, "Kalau di sini sajian para raja,"

"Air mineral termasuk langka, karena itu aku tak terbiasa,"

"Kami punya banyak,"

"Bukan yang terkontaminasi polusi seperti milik kalian ya, rasanya pahit," Potong Kaisar, "Makanya aku lebih baik minum wine,"

"Hm, maksudmu mata air dari pegunungan ya. Yang begitu juga langka sih di sini," Adinda mencebik, langsung merasa kecil.

"Um… Kamu tidak lapar? Mau makan malam bersamaku?" tanya Adinda lagi.

**

"Ugh… Aku butuh mabuk," keluh Valent saat masuk ke kamarnya. Ia baru saja memeriksa pembukuan organisasi dan hasilnya kekayaan Velladurai meningkat 250%. Valent memeriksanya dua kali. Xavier begitu senang sampai semua diberi bonus, dan Valent merasa sesuatu menghujam perutnya karena semua kekayaan itu akibat dia dan Kaisar meraih kemenangan.

Susah payah ia berpura-pura senang seharian.

Dan saat semua anggotanya berpesta di atas, Valent menyusup untuk beristirahat di kamarnya.

"Sudah pulang Gabriel? Kau tak ikut pesta?" Sapa Orion. Gadis itu sedang browsing mengenai model-model pakaian.

"Aku muak," keluh Valent sambil membuka pakaiannya dan meringkuk masuk selimut, ekstra menutupi kepalanya dengan bantal. "Panggil aku Valent saja. Bisa runyam kalau semua tahu namaku Gabriel,"

"Kau bertemu kakak tadi pagi ya?"

"Aku bertemu dengannya setiap hari," gumam Valent dari balik bantal.

"Hei," Orion menyusup masuk ke dalam selimut Valent dan naik ke punggung pria itu. "Aku minta darahmu ya?"

"Kau sudah makan belum? Minta darah terus,"

"Aku sudah makan, tapi aku butuh nutrisi agar cepat pulih,"

"Minum susu sana," gerutu Valent.

"Sedikiiit saja," rayu Orion.

"Astaga Orion," Valent mengeluh tapi tidak beranjak dari tempatnya. Tanda kalau ia memperbolehkan Orion menggigitnya walau pun ia sangat enggan.

Berikutnya ia membuka matanya dan mengangkat bantal dari kepalanya karena Orion sudah berbaring di atas tubuhnya dan menatapnya dengan berbinar.

"Kamu ngapain?" tanya Valent sambil mengernyit.

"Aku suka kamu," desis Orion.

"Aku kurang suka makhluk astral," desis Valent, "Aku hanya memanfaatkanmu untuk kepentinganku sendiri,"

"Wah jujur sekali ya, walau pun aku sudah tahu,"

"Jadi, tolong setelah selesai memakanku, jauh-jauh sana," Valent mengibaskan tangannya.

"Baru kali ini aku punya budak setampan kamu, loh..."

Valent kini memusatkan perhatian ke Orion. "Budak?! Kau anggap aku itu?"

Orion mengangkat bahunya, "Hanya budak yang bersedia merelakan darahnya untuk kaum bangsawan sepertiku,"

"Sialan..." gerutu Valent sambil mendorong Orion. Lalu ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut sampai ke kepala sambil misuh-misuh.

**

Kaisar duduk tegak di samping Adinda yang sedang memotongkan kalkun panggang di atas piring di depan Harimau Raksasa itu.

Lalu gadis itu memasukkan potongan besar ke dalam mulut Kaisar.

"Hei, Kai…" desis Adinda, "Boleh tanya hal pribadi?"

"Ggrrr?"

"Hem… apakah dulu kamu punya pasangan?"

Kaisar diam dulu, mencerna maksud pertanyaan Adinda.

Adinda melirik Kaisar dengan malu-malu, "B-b-biasanya kalau Harimau punya lebih dari satu pasangan,"

"Itu singa," gumam Kaisar.

"Heh?! Aku salah ya? Astaga…" Adinda salah tingkah sambil mengusap dahinya. Kenapa dia begitu gugup berada di samping Kaisar, tapi di saat yang bersamaan ia ingin selalu dekat. "Maaf,"

"Gggrh…" gerutu Kaisar sambil mengunyah potongan kalkun.

"Apa perlu… Kucarikan pasangan untukmu? Kami memiliki Harimau Sumatra yang cantik-cantik di kebun,"

Kaisar berhenti mengunyah.

Maksudnya dia mau dijodohkan dengan hewan, begitu?

Luar biasa menghina.

"Aku bukan jenis itu," desis Kaisar. Untung Adinda yang bicara. Kalau makhluk lain sudah ia pentalkan ke dinding sampai retak belulangnya.

"Ah, kalau yang jenis spesial perlu kucarikan lagi,"

"Apa ada yang bisa bicara dengan telepati ke manusia? Memiliki tenaga dalam sepertiku? Makan makanan manusia?"

Adinda diam.

Gadis itu sampai saat ini baru menyadari.

Kalau Kaisar bukanlah 'hewan'.

Kaisar baru saja memberi kode kalau ia bukan makhluk sembarangan.

Jadi Adinda tidak diperkenankan memperlakukannya seperti peliharaan.

"A-a-anuuu," tangan Adinda gemetaran.

Kaisar mengangkat cakar raksasanya dan menyentuh lengan Adinda.

"Aku belum memiliki calon ratu," kata Kaisar kemudian, "Kalau itu maksud pertanyaanmu,"

"Eh?" Adinda hanya mengangkat wajahnya sambil menatap ke arah Kaisar.

"Lumayan lancang juga ya kamu. Terimakasih makanannya," kata Kaisar sambil beranjak dari kamar itu, meninggalkan Adinda yang duduk diam sendiri di meja makan.

**

Malam itu,

Kaisar masuk ke kamar Adinda saat gadis itu terlelap.

Ia merasa bersalah sudah membuat Adinda ketakutan.

Masalahnya, ia tadi dalam suasana hati yang tak menentu.

Bayangan jasad orang tuanya, keberadaan Orion, Kitab Zafiry yang ditulis Agha, juga sosok Valent yang masih misterius baginya, membuat jiwanya tidak tenang.

Ia mencoba berbaring di kandangnya, namun tidak kunjung mendapat ketenangan. Padahal cuaca hari ini tidak panas juga tidak dingin.

Lalu Kaisar berpikir, siapa yang bisa memberinya ketenangan?

Belakangan ini, ada saat-saat dimana ia tidur nyenyak tanpa mimpi, benar-benar tidur yang nyaman.

Yaitu,

Saat di dekat Adinda.

Tapi belakangan gadis itu mulai membuatnya risih dengan sikapnya yang manja dan malu-malu itu.

Tingkahnya seperti selir baru, yang pertama kali berjumpa dengan Pangeran Gagah Perkasa.

Tapi Kaisar butuh tidur nyenyak.

Dan di sinilah ia berada,

Tepi ranjang Adinda.

Gadis itu meringkuk di dalam selimutnya. Tampak matanya basah seakan baru menangis.

Kenapa?

Kaisar memiringkan kepalanya. Berpikir apa yang menyebabkan Adinda menangis.

"Kai…" gumam Adinda.

Kaisar mengernyit. Lagi-lagi memimpikan diriku. Memang tidak ada objek menarik lain untuk dibayangkan?! gerutu Kaisar dalam hati.

"Maafkan aku kalau mengecewakanmu," lirih Adinda. "Aku lagi-lagi membuatmu marah,"

Kaisar pun menghela napas.

Dan ia pun merubah dirinya menjadi sosok fana. Manusia.

Dan naik ke atas ranjang Adinda.

Dengan berhati-hati agar adinda tidak terganggu, ia memeluk gadis itu dari belakang. Kepalanya ia benamkan di leher jenjang gadis itu, sambil ia hirup dalam-dalam wangi bunga yang terpancar dari tubuh Adinda.

"Gadis aneh," bisiknya, "bagaimana kalau kamu saja yang jadi ratuku?"

Perlahan Kaisar menyingkap selimut Adinda. "Kamu masih perawan, berani juga tidur tanpa pakaian dalam keadaan kamar tidak terkunci,"

Tapi Kaisar menyadari satu hal.

Kunci kamar Adinda di slot pintu tergantung. Itu berarti sebenarnya Adinda sering mengunci pintunya.

"Apakah... kamu mulai tidak mengunci pintu, agar aku bisa masuk kamarmu?" bisik Kaisar lagi.

Adinda tidak menjawab, ia sudah mendengkur pulas.

"Wah, aku merasa terhormat," Kaisar membelai paha Adinda, lalu ia kecup perlahan dahi gadis itu.

Dan sambil memeluk Adinda dengan erat, ia pun memejamkan matanya.

Terpopuler

Comments

kalea rizuky

kalea rizuky

agha siapa emaknya dinda kah

2024-10-23

0

Indah

Indah

selalu terkesan dengan semua karya author satu ini
jenius dalam dunia pernovelan
punya imajinasi dan ide2 brilian
Terima kasih buat authornya untuk karya2nya yg menghibur 🙆‍♀️🙆‍♀️🙆‍♀️

2022-12-30

3

🥑⃟вуυηgαяι

🥑⃟вуυηgαяι

harus banyak bersyukur dirimu Kai😌 mau gimana juga tetap menang banyak lah dirimu🤣

2022-12-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!