Valent keluar dari kamar mandi dengan hanya terbalut handuk di pinggulnya. Tubuh sensualnya yang penuh tattoo dan otot perut yang terbentuk sempurna hasil latihan intensifnya bertahun-tahun, menegang saat melihat Orion sudah terbangun dari tidurnya.
Gadis berambut hitam dipotong model pixie itu berdiri dengan kemeja yang ukurannya terlalu besar menutupi tubuh mungilnya yang penuh sayatan luka dan lebam. Ia memunggungi Valent, jemarinya dengan lihai mengetik beberapa baris kata di laptop operasional Valent.
Itu Laptop milik Valgar Assossiations, dan gadis di depannya ini sedang melihat-lihat dokumen di dalamnya.
Bagaimana mungkin ia bisa meretas password Valent dengan begitu mudahnya?!
Lalu Orion menoleh sekilas ke arah Valent, dan tersenyum tipis, "Gabriel," sapanya.
Nama asli Valent.
Valentino Gabriel.
Ia melihatnya dari dokumen rahasia di dalam situs asosiasi.
Di dalam Kitab Zafiry memang disebutkan kalau peradaban di dalam Kerajaan Zafiry memang sangat maju. Jadi mungkin saja laptop bukan hal baru, bahkan mungkin malah barang kuno untuk Orion.
Valent mendekati Orion, memeluknya dari belakang dan mengecup bahu gadis itu yang tersingkap dari kemeja putihnya sambil berbisik, "Peluru emasku akan bersarang di dahimu, sekali lagi kau melakukan ini. Jelas?!"
Dengan nada rendah dan penuh ancaman.
"Kamu Tipe pria yang suka mengintimidasi ya. Tapi juga punya kebiasaan buruk," desis Orion sambil berbalik dan berdiri menghadap Valent.
Ia tatap pria itu lekat-lekat seakan sedang mencari tahu isi hati Valent.
Entah bagaimana, Valent merasa bergairah malam ini. Ia rasanya ingin memeluk makhluk di depannya ini. Tapi akal sehatnya masih berusaha mencerna yang terjadi.
"Kebiasaan buruk apa yang kau maksud?!"
"Kau suka stalking gadis cantik,"
Valent melirik layar laptop "Itu misiku, menjadi suaminya. Lalu kuhancurkan organisasi ini dari dalam," Valent menutup layar laptopnya yang menampilkan ratusan foto Adinda yang diambil secara diam-diam.
"Aah, Ini anak Velladurai, ya," gumam Orion dengan nada meremehkan. "Kelihatannya lemah,"
"Jangan. coba-coba mengganggu milikku,"
"Kau mencintainya?" tanya Orion.
"Begitulah, aku menyukainya,"
"Suka? Bukan cinta?"
"Cinta akan berjalan nanri setelah menikah,"
"Ck, dasar manusia. Suka saja tidak cukup untuk menjadi seorang suami,"
"Yang jelas, aku tidak suka Papanya," geram Valent sambil mencengkeram tengkuk Orion agar semakin mendekat ke pelukannya.
"Kau jenis pengkhianat juga tampaknya. Bahkan lebih parah dari Agha,"
"Siapa Agha?" Valent menunduk untuk mengendus leher Orion.
Ia penasaran.
Wangi apa yang daritadi memenuhi kamarnya ini.
Ternyata benar, asalnya dari bagian leher Orion. Wangi misterius yang manis, namun sulit dijelaskan persamaannya dengan benda. Tapi Valent tahu apa yang Orion pancarkan.
Sesuai prediksi Valent, gadis di depannya ini berbahaya dalam arti seksual. Ia mengeluarkan zat yang begitu wanginya manis, semacam feromon, agar mangsanya mendekat. Lalu berhubungan dengannya agar dia lebih mudah membunuh.
Dan saat ini, dia sedang menyerang Valent.
Semakin Valent bergairah, aliran darahnya bisa semakin deras.
Untung saja tidak seperti Xavier yang hanya memajang Kitab Zafiry menjadi benda pusaka, Valent benar-benar membacanya karena ia pikir itu sejenis komik atau buku dongeng anak-anak.
Tadinya mau pengalih perhatian dengan baca buku, malah menemukan informasi menarik. Jadi ia bisa lebih waspada terhadap 'serangan' Orion.
"Agha, nama si pengkhianat di Suku kami. Entahlah nama aslinya, dan apa motifnya," kata Orion.
"Ah, jadi bisa dibilang leluhur Adinda ya. Lalu kenapa kau berusaha membuatku terlena dengan wangi feromon yang kau sebarkan ini? " walau pun sadar ia sedang dalam pengaruh 'bius', Valent tidak berusaha menghindar, malah menghirup dalam-dalam aroma tubuh Orion. Rasanya memabukkan!
"Karena aku ingin darahmu," Orion sedikit tercekat saat lidah Valent menjilatnya sekilas. Pria itu mendudukkannya di atas meja samping laptop agar mata mereka bertemu.
Valent menghela napas sebal, "Kalau aku mati di tanganmu, keluar dari pintu rumah mereka akan langsung membunuhmu. Kau dalam keadaan terluka, lalu siapa yang akan memberimu makan, hah?"
"Aku bisa meretas pin atm mu lalu kukuras habis dan menyamar jadi pelayan untuk bisa keluar pakai Bus karyawan,"
Valent diam.
"Gila, dasar cewek jenius," umpatnya. Tapi malah jadi terkesan memuji.
"Terima kasih pujiannya,"
"Maksudku, kau itu gila. Itu bukan pujian dasar ular betina…" umpat Valent lagi. "Kau boleh meminum darahku, tapi jangan membunuhku,"
"Kenapa aku tidak boleh ketemu kakak?" tanya Orion saat menyibakkan rambut Valent yang agak panjang ke belakang leher untuk bersiap membenamkan taringnya. Terdengar aliran darah Valent yang deras akibat pengaruh feromon.
"Hubungan saudara kalian bisa membuat Xavier sadar kalau Kitab Zafiry adalah sebuah realita. Selama ini dia memang terobsesi tapi bisa kulihat dia sedang menemui jalan buntu,"
"Kami berdua bisa pergi dari sini…" Orion menghujamkan taringnya ke leher Valent, lalu mencabutnya dan menghisap cairan meraah yang mengalir keluar.
"Ugh!" Valent mendesis kesakitan. Namun karena pengaruh wangi tubuh Orion, rasa sakitnya tidak terlalu lama karena ia terlena. "Kaisar belum bisa pergi dari sini, aku butuh dia untuk membantuku menghancurkan Velladurai," Valent menjelaskan dengan susah payah sambil menahan sakit.
"Kami memang akan menghancurkannya," desis Orion.
"Itu dia,"
"Itu dia? Lalu?"
"Kakakmu adalah saingan cintaku untuk mendapatkan Adinda. Kau tahu artinya kan?" Entah kenapa Valent ingin sekali memeluk tubuh mungil Orion. Jadi ia tarik wanita itu agar lebih erat dan memeluknya dengan erat.
"Apa maksudnya saingan cinta?" Orion melepaskan hisapannya.
"Cepat selesaikan makanmu, aku ngantuk!" gerutu Valent
**
Kaisar menghentikan langkahnya, lalu mengangkat hidungnya ke udara.
Dan mengernyit.
Bau afrosidiak
Sejenis zat yang digunakan untuk merangsang libido manusia.
Kaisar juga menggunakannya dulu saat ia harus rutin bersama dengan selirnya. Karena kalau jadwal berantakan mereka bisa saling ribut dan menganggap Kaisar pilih kasih, jadi kalau sedang sangat capek, untuk merangsang hasratnya ia juga memakai zat yang sama. Biasanya ia peroleh pasokan zat dari Orion, lalu dibuat semacam aromatheraphy.
Saat ini, wanginya begitu samar. Mungkin tidak akan tercium oleh manusia. Tapi penciuman Kaisar berbeda. Seperti layaknya hewan liar, ia bisa merasakan berbagai jenis wangi yang dibawa angin.
Dari situ mereka mendeteksi mangsa dan predator, kecuali ada hal lain yang menghalangi inderanya.
"Pasti si brengsek itu yang berulah," gumam Kaisar sebal. Maksudnya adalah Valent.
Ya, dia benar. Tapi bukan seperti yang dipikirkannya.
Herannya ia tidak bisa mendeteksi kalau Orion hanya terpisah 2 lantai di bawahnya. Bisa jadi Valent menggunakan ruang senjata di sebelahnya, bau mesiu bisa menutupi keberadaan Orion.
Kaisar kembali melanjutkan perjalanan. Ia lapar.
Malam ini belum terlalu larut, namun banyak orang capek dengan penyerangan yang terjadi di pagi hari.
Polisi sudah dihubungi dan mereka sedang bekerja mengidentifikasi mayat-mayat di kastil Adam Quon.
Pembunuhan antar geng yang terjadi tidak akan diproses pengadilan.
Kecuali kalau ada korban masyarakat sipil, polisi akan langsung bertindak secara hukum.
Valent melakukan semuanya dengan bersih kali ini. Ia pisahkan mana mayat yang harus tertembak dan pelayan yang tak sengaja tertembak. Lalu ia kuburkan yang tak sengaja tertembak di kuburan tanah Velladurai. Bersamaan dengan anggota geng lain yang tewas.
Lazimnya memang mereka memiliki tanah pemakaman sendiri karena pembunuhan adalah makanan sehari-hari mereka.
Alih-alih mengambil makanan, daging domba bakar yang sudah di sediakan di dapur, Kaisar malah naik ke kamar Adinda.
Baru sampai di depan kamar gadis itu, Kaisar tertegun.
Untuk apa aku berada di sini?! Seharusnya aku ke dapur! Pikirnya merasa konyol sendiri.
Tapi ia penasaran.
Sedang apa Adinda di dalam.
Jadi ia buka perlahan pintu itu dengan cakarnya.
Lalu masuk ke dalam.
Kamar Adinda dalam suasana temaram. Hening dan tenang.
Adinda tidur meringkuk di ranjangnya.
Nafas gadis itu teratur, dan tampak di dalam selimutnya ia tidak mengenakan pakaian.
Udara hari ini memang hangat. Eropa masih dilanda musim panas. Namun Emerald city yang unik selalu membawa kebahagiaan bagi warganya dengan memanjakan mereka musim panas yang terbilang sejuk dengan angin sepoi dari arah bukit.
Kaisar duduk tegak di samping ranjang Adinda, mengamati gadis itu tidur dalam senyumnya yang manis.
Aku suka gadis ini. Pikir Harimau Hitam itu.
Tapi kenapa?!
Apa karena kecantikannya yang unik? Sempit sekali pikiranku kalau menilai wanita hanya dari kecantikan fisiknya! Tapi seperti ada sesuatu yang berbeda dalam diri gadis ini…
Sesuatu yang menyatukan kami berdua, tapi aku tidak tahu apa itu.
Lalu Kaisar pun menghela napas karena bingung. Sekaligus gemas dengan wajah Adinda yang polos.
"Kai," gumam Adinda.
Kaisar mengerutkan keningnya. Ia mencondongkan tubuhnya, melihat apakah Adinda terbangun atau mengigau.
Ternyata gadis itu masih tidur.
"Kai," gumam Adinda lagi.
Epic sekali memimpikan diriku. Mudah-mudahan yang bagus-bagus. Pikir Kaisar.
Lalu dengan sebelah cakarnya ia angkat selimut yang tersingkap sampai menutupi dada Adinda.
"Kai, apakah aku sudah gila karena suka padamu?"
Kaisar diam.
Ia menajamkan pendengarannya.
"Kamu harimau dan aku manusia. Sepertinya aku punya fetish aneh," gumam Adinda lagi.
Astaga gadis ini…batin Kaisar bergejolak. "Masa dia jatuh cinta sama harimau?! Kelainan jiwakah dia?!" gumam Kaisar.
"Tapi aku merasa kamu bukan Harimau, tapi sosok laki-laki," sambung Adinda.
Dan gadis itu kembali meringkuk, lalu mendengkur.
"Hoo…" desis Kaisar.
Kembali ia bingung harus bereaksi seperti apa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Tyaga
smart girl...cocok nih sama Valent
2023-02-05
1
mbak i
pantas wangi adinda sama
2022-12-12
0
🥑⃟вуυηgαяι
hooooo speechless akuuuuu.. intinya suka aja😂
2022-12-08
0