Kehangatan

Adinda bangun di sore hari dalam keadaan badannya sakit semua.

Lehernya terasa nyeri.

Yang ia lihat pertama adalah dokter keluarga beserta beberapa perawat sedang mengelilinginya.

Saat itu Adinda menyadari dia mengenakan penyangga leher. Dan sebelah tangannya digips.

Rupanya saat adegan pencekikan itu, lutut si penyusup menekan lengan Adinda yang kurus dan ringkih, sehingga ada sedikit terkilir.

Yang Adinda ingat terakhir adalah Kaisar.

Kaisar datang dan menyerang si penyusup.

Membabi-buta.

Onggokan daging penuh darah membentur dinding.

Lalu mata merah membara menatapnya dengan angkuh.

“Kai?” gumam Adinda. Saat itu dia masih dalam kondisi tidak sepenuhnya sadar.

“Miss Xavier,” gumam dokter, “kalau anda bisa dengar suara saya, coba ikuti jari saya,” dokter mencoba mengetes apakah Adinda dapat menerima rangsangan verbal. Lazim dilakukan saat pasien sadar dari pingsan atau koma.

Adinda menatap jemari Dokter dan mengikutinya.

“Bagus, berikutnya, coba sebutkan nama Anda,”

“Eum... Dinda...”

“Bagus, sekarang apa yang Anda rasakan di tubuh Anda? Apa saja yang bisa Anda gerakkan?”

“Hem...” Adinda mencoba menoleh, lalu mengerang. Nyeri luar biasa, “Sesak, dan perih,”

“Saya berikan paracetamol ya Miss, dan... sebenarnya Tuan Xavier menitipkan dosis morph-“

“Saya tidak ingin terkontaminasi narkotika,” potong Adinda cepat.

Sang dokter tersenyum setuju. Lalu mengangguk salut, “Anda wanita yang kuat, Miss,”

**

Kaisar berjalan perlahan menyusuri Kastil Velladurai.

Sambil mendengus mengejek, ia melayangkan mata merah menyalanya ke setiap bagian ruangan.

Manusia sangat aneh, kerjanya setengah-setengah! Gerutunya dalam hati.

Contohnya bangunan ini.

Disebut rumah tinggal rakyat biasa, tapi ruangannya terlalu luas.

Disebut markas, tapi perabotannya seperti di rumah, membuat orang tidak fokus bekerja dan lebih banyak bermalas-malasan di sofa empuk.

Disebut istana, terlalu kecil. Disebut kastil, terlalu sempit. Disebut kediaman, terlalu banyak aktifitas.

Jadi enaknya disebut apa rumah Adinda ini? Seperti rumah rakyat yang baru saja menemukan ratusan ton rempah dan tiba-tiba jadi kaya. Jadi gaya hidupnya berlebihan tapi sebenarnya tak mampu.

Terlalu banyak benda tidak berguna di sini.

Beberapa pengurus rumah tangga dengan seragam berwarna maroon tampak minggir saat Kaisar lewat. Dengan gemetar mereka spontan menundukkan kepalanya saat Harimau Hitam itu melewati mereka.

Kaisar hanya tawanan di sini, bagian dari keluarga ini pun tidak.

Bisa dibilang, keberadaannya di sini sebagai hewan peliharaan.

Tak patut rasanya kalau pelayan menundukkan kepalanya.

Tapi...

Aura Raja dalam sosoknya sangatlah kentara.

Walau pun ia dalam wujud seekor harimau.

Kenapa saat ini Kaisar memutuskan untuk menjelajahi Kastil?

Tak lain tak bukan, ia sedang mencoba menyelidiki dari mana si penyusup bisa masuk ke kamar Adinda.

Kalau dilihat, kamar Adinda berada tepat di bawah kantor para pengawal, dan berada di atas ruang mesin.

Itu berarti, keamanannya super ketat.

Kaisar juga ingin melihat seperti apa pekerjaan manusia selain berfoya-foya. Bagaimana orang biasa seperti Xavier Velladurai bisa memiliki segalanya.

Anak buahnya berjumlah sebanyak pengawal di istana Kaisar.

Padahal ia hanya seorang manusia biasa tanpa kekuatan magis.

Saat memasuki terase di basement, Kaisar melihat Valent dan beberapa anak buahnya sedang bermain kartu di sebuah meja bulat.

Asap dari cerutu dan wangi alkohol memenuhi ruangan berdinding kayu mahoni.

Sayup-sayup Kaisar bisa mendengar perbincangan mereka.

"Gara-gara satu gelandangan, selusin anak buahku ditembaki," gerutu Valent. "Dia anggap apa nyawa manusia,"

"Sudah saatnya kita protes, Xavier sombong sekali. Kalau beramai-ramai kita serang pasti dia akan mundur," Gallard melempar satu lembar uang pecahan dollar ke tengah meja.

"Dia pikir dirinya Tuhan, bisa menghukum sesukanya," Luis menghembuskan asap dari cerutunya ke atas, "Dia bahkan membeli Harimau dan dia bebaskan berjalan-jalan di dalam rumah. Pasti hewan itu mata-mata untuk kita,"

"Kalau kalian pikir kita pantas memberontak, silakan bilang padaku. Akan kuatur," desis Valent. "Aku memiliki akses tak terbatas atas aset Velladurai. Yang belum kumiliki tinggal Tahta, dan Adinda,"

Kaisar masuk ke ruangan dan duduk di depan Valent.

Semua anggota langsung berdiri dan kalang kabur. Mereka mengokang senjata mereka secepat kilat dan membidik Kaisar.

Wine tumpah, cerutu terbengkalai yang mulai membakar dollar di atas meja, dadu dan kartu yang jatuh berserakan.

Dan Valent... Yang tetap duduk di tempatnya, tetap melipat kakinya, dan membuang kartu di tangannya ke arah Kaisar.

"Apa?" tantangnya ke Kaisar.

Kaisar hanya duduk dan diam sambil menatap manusia berambut pirang dengan kulit penuh tattoo di depannya.

Harimau itu sadar kalau sejak awal Valent tidak berurusan dengannya. Yang harus mempertanggung-jawabkan keberadaannya di kastil ini adalah Xavier. Anak buah Xavier yang menangkapnya di hutan, anak buah Xavier juga yang menembakinya.

Valent bahkan tidak tahu sosok Kaisar akan datang dalam kehidupannya.

Dan Valent... Memang orang yang paling dipercaya menjaga harta Xavier.

Bedanya,

Dari awal Kaisar menunjukkan terang-terangan kalau ia membenci Xavier. Manusia harus tunduk di bawah kakinya. Walau harus mati, Kaisar tidak akan berlutut.

Tapi Valent, harus berpura-pura setia untuk kelangsungan hidupnya.

"Val, tembak saja bagaimana? Toh dia tak akan mengerti yang terjadi,"

"Perbincangan kita didengar olehnya barusan," desis Valent.

"Tapi dia bisa membunuh kita semua,"

"Ya, dia bisa. Dan dia kebal peluru,"

"Dia kebal peluru?!"

"Entahlah..." desis Valent sambil memicingkan mata menatap Kaisar, "Karena kalau dia rentan, dia tidak akan berani masuk sini,"

"Dia hanya harimau, Val,"

"Ohya? Hewan normal tidak akan mengamati CCTV dengan seksama, bahkan menelusuri kastil untuk menyelidiki celah," dengus Valent.

Kaisar menggeram. Lalu bibirnya membentuk senyuman.

Ia berjalan melewati Valent sambil melihat-lihat ruangan itu.

Terdengar Valent menghela napas karena lega saat pandangan Kaisar lepas darinya. Terus terang saja, ia tidak biasa diincar predator. Karena biasanya dia yang membidik, bukan dibidik.

Kaisar tampak duduk tegak di depan ruang senjata. Matanya bergerak menelisik koleksi senjata yang terpajang di banyak kabinet besi.

Harimau biasa, tidak akan melirik seintens itu. Biasanya kepala mereka akan mengikuti arah mata.

Namun Kaisar berbeda. Terlihat jelas kalau ia sedang menghapal mekanisme senjata manusia zaman sekarang.

Melihat tingkah Kaisar yang sudah tidak lagi membuatnya kaget, Valent melambaikan tangannya, memberi kode ke anak buahnya untuk menurunkan senjata.

"Val?" desis Luis ketakutan, enggan menurunkan larasnya karena merasa terancam.

"Kalau kuberi satu bukti, kau mau turunkan senjata?" desis Valent.

"Bukti... apa?" gagap Luis.

"Hei, Kai," panggil Valent. Kaisar menoleh ke arahnya dengan perlahan, tapi tidak beranjak dari tempatnya. Betapa angkuhnya si harimau ini, pikir Valent kesal.

"Duduk di sebelahku, kusajikan Dom Perignon 1984," Valent mengangkat botol kaca dengan desain eksklusif.

Kaisar mendengus, lalu beranjak dan duduk di sebelah Valent.

"Kau dan aku saingan cinta. Sudah seharusnya kita saling mengenal..." Valent menarik meja ke depan Kai dan menuangkan cairan di dalam botol ke atas mangkuk. "Ditambah, kita sama-sama membenci orang yang sama,"

Dengan cakarnya, Kaisar menggeser rangkaian kartu yang masih tersisa di atas meja. Lalu membukanya.

Royal Flush.

Dan dengan tenang menjilat mangkuk berisi mirasnya.

**

Saat semua pergi dari kamarnya, Adinda menatap langit-langit kamar dan berpikir.

Apa yang baru saja terjadi?!

Ya, karena semua terjadi dengan sangat cepat. Padahal di satu detik ia sedang berendam, di detik lain ia sudah dicekik orang tak dikenal!

Dan...

Astaga! Tempat kejadiannya di kamar ini!

Samar-samar Adinda masih dapat mengingat kejadian tadi pagi. Walau pun semua tampak kabur karena dia dalam keadaan tercekik dan pusing, namun dengan jelas ia melihat Kaisar datang dan...

“Dia melempar orang itu ke...sana,” desis Adinda. Seketika kengerian melanda.

Kondisi kamarnya kini sudah bersih dari noda darah dan sudah tidak ada mayat.

Namun tetap saja tempat kejadiannya adalah di kamar ini!

Dengan tangannya yang masih berfungsi, Adinda menggengam selimut. Ia menyesal menyuruh semua orang keluar dari kamar ini. Tahu begitu ia minta salah satu menemaninya!

Lalu Gadis itu pun mencari ponselnya, ia berniat menelpon salah seorang pelayan atau paling tidak, Valent yang datang ke kamar dan menemaninya.

Tapi...

Ponselnya tidak ketemu.

Entah ada di mana.

Saat itu, Pintu Kamar Adinda terbuka.

Hampir saja Adinda menghela naps lega.

Tapi berikutnya ia malah terpekik tertahan

Karena yang masuk ke dalam kamarnya, bukan manusia.

Melainkan sosok yang selalu ia waspadai.

Kaisar

Adinda tahu kalau Kaisar adalah penolongnya. Tapi di lain pihak. Harimau itu sangat berbahaya. Bisa saja ia salah menerkam Adinda saat itu.

Kaisar berjalan perlahan namun dengan langkah yang tegas. Arahnya terlihat pasti ke sebelah ranjang Adinda.

Dan Harimau Hitam raksasa itu pun naik ke atas ranjang Adinda.

Ia mendekati Adinda yang hanya bisa berbaring lemas.

Sambil duduk dan merebahkan kepalanya di ba ntal di samping Adinda, ia pun mulai mendengkur pelan.

Dari gerak-geriknya, terasa kalau ia sebenarnya sedang berusaha menemani Adinda yang terus menerus merasa ketakutan dan tidak aman.

Di lain pihak, Adinda yang saat ini dalam keadaan traumatis terhadap orang lain, malah merasa kehadiran Kaisar di sampingnya membuatnya aman.

Ia tadinya gemetaran,

Namun entah bagaimana, tubuh Kaisar terasa hangat.

Di matanya, Kaisar yang saat terakhir menolongnya meninggalkan kesan yang cukup dalam.

Alam bawah sadarnya mulai merespon dan mengerti bahwa di sekitar Kaisar, ia akan terhindar dari ancaman.

Adinda pun merapatkan dirinya di punggung Kaisar.

Terpopuler

Comments

another Aquarian

another Aquarian

dia terbiasa jalan di lantai berlian, jadi lihat kastil Xavier be like: apaan nieh!! 😂😂

2025-03-24

0

another Aquarian

another Aquarian

bestie gak tuhh

2025-03-25

0

Maya Ratnasari

Maya Ratnasari

biasanya kalo di Amerika mereka pakai nya tylenol, bukan paracetamol. Indonesia banget lu thor, hehhehee

2023-10-18

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!