Kevin tiba-tiba merebahkan kepalanya di pangkuan Nadia.
"Aku sangat lelah." Ucap Kevin.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Nadia.
"Biarkan aku tertidur beberapa saat seperti ini." Balas Kevin.
"Baiklah." Ucap Nadia.
Tak butuh waktu lama, Kevin pun tertidur. Nadia terus memandangi wajah Kevin. Dia lalu menyentuh bulu mata Kevin yang lentik. Di mata Nadia, Kevin tampak begitu tampan. Diapun tanpa sadar mulai menyentuh bibir Kevin.
Nadia lantas bertanya kepada dirinya sendiri, apa yang sudah dia lakukan dan diapun menyadari bahwa kini dialah yang menjadi orang yang mesum karena sudah menyentuh Kevin. Tapi Nadia merasa begitu bahagia karena Kevin memberitahukan kepadanya bahwa dia akan bertemu dengan Sang Ratu, yang artinya dia akan bertemu dengan ibu mertuanya.
Kevin masih tertidur dan semakin Nadia melihat ke arahnya semakin keras jantung Nadia berdetak. Dia tidak tahu bahwa Kevin ternyata sudah bangun.
"Apakah aku terlihat begitu tampan sehingga kau terus menatap aku seperti itu?" Ucap Kevin.
Nadia tampak begitu terkejut dan dia langsung mendorong Kevin dari pangakuan nya.
"Kenapa kau melakukan hal seperti itu?" Ucap Kevin.
Nadia sangat kesal karena Kevin sebenarnya sudah bangun. Kevin seharusnya mengatakan kepadanya bahwa dia sudah bangun. Tapi Kevin mengatakan dia tidak mau jujur kepada Nadia karena dia sangat senang saat Nadia menatapnya.
Kevin lalu berdiri dan duduk di atas tempat tidur.
"Kenapa kau sangat suka tidur?" Tanya Nadia.
"Apakah aku seperti itu?" Balas Kevin balik bertanya.
"Iya kau sangat suka tidur di siang hari. Dan saat pertama kali aku bertemu denganmu, kau berkata bahwa kau belum pernah tidur selama satu bulan." Nadia menatap kearah Kevin. "Aku rasa kau itu berbohong. Memangnya kemana kau pergi selama satu bulan itu?" Tanya Nadia.
"Apakah kau mau mengintrogasi aku sekarang?" Tanya Kevin.
"Aku tidak mengintrogasi dirimu. Aku hanya menyadarinya sekarang, bahwa kau berbohong tentang tidak tidur selama sebulan itu." Balas Nadia.
Kevin pun menjelaskan bahwa dia memang tidak tidur selama sebulan. Dia sendiri tidak tahu kenapa sejak dia melihat Nadia, dia selalu merasa mengantuk dan saat dia berbaring bersama Nadia, dia merasa begitu tenang. Dan itulah perasaan yang dia punya.
Nadia mengejek dan tampak tidak percaya kepada Kevin.
Kevin pun mengatakan bahwa Nadia tidak perlu mempercayai dirinya dan kemudian dia berkata kepada Nadia bahwa dia hendak melakukan sesuatu. Nadia lalu bertanya ke mana Kevin selalu pergi. Tapi Kevin tidak menjawab apapun. Dia hanya berkata bahwa mereka akan bicara lagi nanti. Setelah itu Kevin pun pergi.
Nadia terus bertanya-tanya kemana sebenarnya Kevin selalu pergi. Nadia berpikir apakah Kevin punya wanita lain di luaran sana.
'Apa yang tengah kau pikirkan Nadia? Kau seharusnya berhenti memikirkan apapun tentang Kevin.' Ucap Nadia dalam hati.
Nadia lalu pergi ke ruang tamu. Ada sebuah pintu yang tampak terbuka dengan lebar yang melewati jalanan menuju ke arah dapur. Tapi Nadia tidak melihat siapapun disana. Nadia hendak pergi kearah dimana cahaya itu terlihat. Tapi dia mendapati dirinya sendiri tidak bisa bergerak dan ada seorang wanita misterius yang tampak berdiri di sampingnya.
"Siapa kau?" Tanya Nadia pada wanita itu.
"Jangan pergi ke ruangan itu." Ucap wanita itu.
Wanita itu tampak sangat familiar bagi Nadia. Diapun akhirnya mengingat bahwa wanita itu adalah wanita yang selalu muncul dalam mimpinya. Nadia kemudian bertanya-tanya, apa yang wanita itu lakukan disini dengannya dan berpikir bahwa dirinya tengah bermimpi.
"Kenapa aku tidak boleh pergi ke ruangan itu?" Tanya Nadia.
"Lakukan seperti apa yang aku katakan dan berhentilah bertanya kepada ku." Balas wanita itu.
"Siapa sebenarnya dirimu? Apakah kau bukan seseorang yang ada di dalam mimpiku?" Tanya Nadia lagi.
"Jika kau pergi kedalam ruangan itu kau akan mati." Ucap wanita itu.
"Kau akan mati." Ucapnya.
Nadia tampak begitu terkejut.
"Jadi kembalilah dan jangan pergi ke ruangan itu." Ucap wanita itu lagi.
Nadia menjadi marah karena dia tidak mau orang lain mengatakan kepadanya apa yang harus dia lakukan.
"Kevin!" Ucap wanita itu lagi.
Mendengar nama Kevin disebut, Nadia lantas melihat kearah wanita itu.
"Apakah kau mengenal Kevin?" Tanya Nadia.
"Iya, kau melihat apa yang terjadi dengan dirinya yang kehilangan kontrol akan dirinya itu. Dan hal itu akan sama seperti di saat bulan purnama."
"Aku tahu itu." Balas Nadia.
Wanita itu lalu mengatakan kepada Nadia bahwa dia bisa membantu Kevin. Namun Nadia tampak bingung dan bertanya bagaimana dia bisa membantu Kevin. Wanita itu menyarankan kepada Nadia bahwa Nadia bisa membiarkan Kevin untuk menghisap darah nya.
Nadia tampak semakin terkejut dan berteriak pada wanita itu.
"Apakah kau ingin aku mati?" Ucap Nadia.
"Semua yang aku katakan kepadamu selama ini, apakah aku pernah membuat hidupmu dalam bahaya?" Ucap wanita itu.
"Ituu... Aku adalah manusia, menghisap darah dari tubuh manusia bukankah akan membuat hidup mereka dalam bahaya?" Ucap Nadia lagi.
"Itu tidak akan berbahaya bagimu, karena kau bukan manusia." Ucap wanita itu.
Nadia kembali terkejut dengan apa yang dikatakan wanita itu. Dia pun berpikir bahwa wanita itu berbicara omong kosong.
Wanita itu lantas mengatakan bahwa Nadia adalah anak yang diadopsi. Dan bertanya kepada Nadia apakah dia mengingat masa kecilnya.
"Aku tidak mengingat apapun." Ucap Nadia.
"Apakah kau tidak penasaran tentang siapa dirimu, tentang siapa ibu kandung mu?" Ucap wanita itu.
Nadia lalu mengatakan bahwa dia tidak ingin mengetahui semua hal itu karena yang dia tahu bahwa ibu kandungnya sudah menelantarkan dirinya. Jadi dia tidak mau mengetahui apapun tentang ibu kandungnya.
Wanita itu pun menyerah dan dia berkata kepada Nadia untuk membiarkan Nadia masuk kedalam kamarnya. Tapi di sana ada sebuah jebakan di pintu yang ditujukan kepada dirinya.
"Siapa yang menaruh jebakan itu untuk ku?" Tanya Nadia.
"Seseorang yang sangat membenci dirimu karena mengambil Kevin dari orang itu." Balas wanita itu.
"Siapa dia?" Tanya Nadia penasaran.
"Aku tidak tahu." Balas wanita itu.
"Apa mungkin itu adalah Viola?" Ucap Nadia.
Wanita itu kemudian kembali menjelaskan bahwa Viola memang terlibat dalam hal itu dan ada lebih dari satu orang yang menginginkan kematian Nadia. Wanita itu pun mengatakan kepada Nadia bahwa orang-orang yang ingin melihat Nadia mati adalah Viola dan Lionel.
"Siapa Lionel?" Tanya Nadia penasaran.
"Dia adalah pria yang sangat dipercaya oleh Kevin." Ucap wanita itu.
"Apakah Kevin yang mengirim pria itu untuk menjebak aku?" Tanya Nadia.
Nadia benar-benar bingung dengan apa yang tengah terjadi saat ini. Wanita misterius yang ada dihadapannya muncul secara tiba-tiba dihadapannya dan mengatakan hal yang tidak masuk akal baginya.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments