7. Diculik

Nadia dan para gadis lainnya akhirnya tiba di pusat keramaian. Ada banyak toko yang menjual berbagai macam kebutuhan disana. Nadia sendiri tidak pernah berpikir bahwa dunia vampir akan sama dengan dunia manusia yang juga memiliki tempat keramaian.

Nadia bahkan tidak menyangka bahwa para vampir ternyata juga berbelanja kebutuhan mereka, seperti pakaian dan makanan. Nadia pikir bahwa para vampir akan berbaur di dunia manusia saat membeli pakaian. Nadia bahkan juga berpikir bahwa para vampir tidak makan dan minum-minuman lainnya selain darah.

'Ternyata aku salah. Mungkin aku terlalu percaya dengan apa yang diperlihatkan oleh film-film dan juga buku-buku yang menceritakan tentang vampir.' pikir Nadia.

"Oh ya Tuhan, ayo lihat ke arah shopping mall di sana." Teriak Sophia. "Mereka punya banyak pakaian yang sangat cantik. Ayo cepat." Lanjut Sophia yang tampak penuh kegembiraan.

Mereka semua lantas berlari mengejar Sophia. Sementara itu, Nadia tengah melamun dan tidak melihat ke arah mereka. Nadia tengah fokus pada pikirannya sendiri dengan akhirnya bisa menyadari apa yang dimaksudkan para gadis itu dengan apa yang mereka katakan kepadanya tadi. Bahwa ternyata dirinya merupakan satu-satunya manusia di sana.

"Tunggu...." Teriak Nadia yang akhirnya menyadari bahwa mereka sudah berlari menjauh dan hilang dalam kerumunan orang lainnya.

'Ya Tuhan, di mana mereka? Kenapa aku tidak bisa melihat mereka?' pikir Nadia saat dia melihat kearah sekeliling.

"Sophia, Melody.... Kalian berdua seharusnya jangan terburu-buru." Ucap Jill.

"Apa yang terjadi?" Tanya Melody.

"Dimana Nadia?" Ucap Sophia yang akhirnya menyadari bahwa Nadia tidak ada bersama mereka lagi.

"Bukankah Nadia ada di sini bersama kita?" Ucap Melody lagi.

"Dia tidak ada disini." Ucap Jill menggelengkan kepalanya.

"Ini masalah yang sangat serius." Balas Sophia.

"Kita harus mencari dia sekarang juga." Ucap Jill.

Mereka semua lalu mulai berlari untuk mencari dimana Nadia berada.

Sementara itu di sisi lain ternyata Nadia sedang mendapat masalah dia tengah dikelilingi beberapa vampire pria yang mau mengganggu nya.

"Kau adalah manusia, aroma darah yang kau punya sangat enak." Ucap salah seorang vampir itu.

"Siapa kalian?" Ucap Nadia ketakutan.

Nadia berjalan mundur kebelakang dan menubruk tembok dengan punggungnya.

"Apakah dia bertanya kepada kita, tentang siapa kita ini?" Ucap salah seorang vampir lainnya.

"Akan sangat buruk jika kita hanya meminum darahnya. Dia gadis yang cantik, kenapa kita tidak melakukan sesuatu yang menyenangkan bersamanya." Ucap vampir lainnya.

"Kau benar." Balas vampir yang lainnya lagi.

Para vampir itu mulai mendorong Nadia dengan kasar. Mereka ingin menjamah tubuh Nadia. Hal itu semakin membuat Nadia menjadi begitu ketakutan.

Di tempat lain ketiga gadis lainnya tampak begitu panik mencari keberadaan Nadia. Mereka sudah mengelilingi area mall dan pusat keramaian lainnya, tapi tidak menemukan dimana Nadia berada.

"Ini tidak baik, aku harus menggunakan penglihatan ku untuk menemukan di mana keberadaan Nadia." Ucap Jill.

"Jangan lakukan itu. Hal itu akan membuat tubuhmu melemah." Ucap Sophia.

"Sophia, Nadia adalah gadis yang baik. Dia tidak bisa bertahan seperti ini. Jika aku bisa menolongnya, maka biarkan aku menolongnya." Ucap Jill lagi.

Jill kemudian menggunakan kemampuannya untuk melihat keberadaan Nadia dan setelah beberapa saat kemudian, dia melihat apa yang terjadi kepada Nadia. Setelah itu dia mulai melemah karena menggunakan kekuatannya itu.

"Cepat pergi! Nadia ada dalam masalah. Dia berada di kota X." Ucap Jill.

"Di sana adalah kota di mana aku berasal." Ucap Melody.

 

"Tolong jangan lakukan ini. Kumohon!" Ucap Nadia merengek saat salah satu vampir pria itu hendak menciumnya.

Nadia tidak tahu harus melakukan apapun untuk melawannya, karena ada beberapa vampir yang menyekap dirinya. Dia tidak punya kekuatan apapun untuk melakukannya dan tepat pada saat salah satu vampir itu hampir tinggal sedikit saja menciumnya, tiba-tiba Melody tiba.

Melody langsung menggunakan kekuatan yang dia punya dan membakar vampir yang hendak mencium Nadia itu hidup-hidup.

Para vampir pria lainnya yang melihat kejadian itu langsung berlari pergi. Nadia tampak sangat ketakutan, bahkan dia tidak bisa bergerak, seluruh tubuhnya gemetar.

'Apakah ini yang dinamakan dunia vampir yang menyeramkan?' pikir Nadia dalam hati.

Melody mendekat kearah Nadia yang tampak mematung dan tidak mengatakan apapun. Wajah Nadia tampak sangat pucat, disertai tubuhnya yang gemetar. Tampak tersirat rasa ketakutan yang begitu besar di wajahnya.

"Nadia apakah kau baik-baik saja?" Tanya Melody.

Nadia bahkan tidak dapat berbicara.

"Nadia, Melody... Apakah kalian baik-baik saja?" Teriak Sophia yang baru saja tiba di lokasi dimana Nadia disekap.

"Iya, aku baik-baik saja. Tapi Nadia tampak sangat ketakutan." Balas Melody.

Sophia lalu mendekat kearah Nadia.

"Nadia ayo bangun." Ucap Sophia.

Nadia akhirnya bisa berhasil untuk bangun, tapi dia tidak bisa berbicara. Melody dan Sophia tidak tahu apa yang mereka lakukan padanya. Tapi setelah itu mereka berdua langsung membawa Nadia pulang ke istana dengan melakukan teleportasi.

Setelah itu mereka semua akhirnya tiba di istana milik Kevin.

"Nadia, apakah kau baik-baik saja?" Tanya Melody lagi.

"Iya, aku baik-baik saja." Balas Nadia yang akhirnya kembali menemukan suaranya.

"Amanda berikan Nadia air untuk minum." Ucap Melody.

Amanda dengan cepat berlari ke arah dapur untuk mengambil air yang ingin dia berikan kepada Nadia.

Setelah itu Kevin dan para pria lainnya tiba.

"Apa yang terjadi?" Tanya Kevin yang melihat kekacauan yang terjadi pada Nadia.

"Sebenarnya kami itu keluar dari istana hari ini bersama Nadia dan kami tidak terlalu memperhatikan dia dan kami kehilangan dia." Ujar Melody.

"Kehilangan dia! Bagaimana bisa?" Tanya Edrick.

Kevin tampak menatap kearah Nadia kemudian berjalan ke mendekat arah Nadia.

"Apakah kau baik-baik saja Nadia?" Tanya Kevin.

"Aku lelah. Aku mau masuk ke dalam kamar." Balas Nadia dengan suara yang pelan.

"Baiklah. Amanda bawa dia masuk ke dalam kamar." Titah Kevin.

Amanda memegang tangan Nadia dan membawa Nadia masuk kedalam kamarnya. Kevin kemudian beralih menatap kearah Melody dan bertanya padanya.

"Melody, katakan kepadaku. Apa yang sebenarnya sudah terjadi." Ucap Kevin.

"Nadia diculik. Para pelakunya.... Me... mereka mau melakukan hal buruk terhadap Nadia dan meminum darah Nadia. Tapi untungnya aku datang tepat waktu." Ucap Melody.

"Lalu bagaimana dengan Jill? Kenapa aku tidak melihatnya ada disini?" Tanya Kevin lagi.

"Dia tengah di berikan perawatan." Ucap Sophia..

"Dirawat? Apa maksudmu? Apakah dia terluka?" Tanya Kevin lagi.

"Dia menggunakan kekuatan untuk melihat keberadaan Nadia, agar kami bisa menemukan di mana keberadaan Nadia." Ujar Sophia.

Mendengar hal itu mata Kevin langsung memerah. Dia tampak begitu marah.

"Aku tidak akan pernah melepaskan orang itu." Ucap Kevin dan memutar cincinnya.

Bersambung....

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!