Kevin dan semua orang lainnya tampak tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Phillip.
"Tidak mungkin seperti itu." Ucap Kevin.
"Aku hanya bercanda bagaimana mungkin dia itu bukan manusia." Ucap Phillip seraya tersenyum.
Semua orang lantas bernafas lega sementara Kevin hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Jangan bercanda seperti itu." Ucap Kevin.
Setelah beberapa saat, Nadia pun terbangun. Jill membantu Nadia untuk bangun. Semua orang tampak khawatir dengan keadaan Nadia dan bertanya kepadanya apakah dia baik-baik saja karena dia tampak begitu kelelahan.
Nadia lantas melihat kearah Kevin. Mata Kevin dipenuhi dengan tatapan bersalah. Teman-teman Kevin menatap kearah Nadia, kemudian kembali melihat kearah Kevin.
"Kalau begitu, kami semua akan pamit sekarang." Ucap Phillip.
"Baiklah kalau begitu." Balas Kevin.
Phillip lantas menatap kearah Nadia dan berkata kepadanya.
"Nadia, jangan lupa untuk datang besok. Kau akan melakukan tes mu."
"Tentu, aku tidak akan melupakannya." Balas Nadia.
Teman-teman Kevin yang lainnya terlihat menatap Phillip dengan penuh tanya.
"Tes apa itu?" Tanya Melody penasaran.
"Wah, kalian tidak tahu ya!! Kevin membawa dia untuk belajar tentang pengobatan." Ujar Phillip.
Semua teman Kevin lantas menatap kearah Kevin. Mereka hendak bertanya tentang hal itu, namun Kevin langsung mendorong mereka, seolah meminta pada mereka untuk segera keluar dari dalam istananya.
"Kalian semua harus pergi sekarang." Ucap Kevin.
"Baiklah, kami akan pergi sekarang." Ucap semua teman Kevin.
Semua teman Kevin lantas pergi. Nadia yang masih duduk di sofa ruang tamu lantas mendekat kearah Kevin yang berdiri di pintu setelah mengantar teman-temannya keluar dari dalam istana.
Setelah berdiri di depan Kevin, Nadia langsung menaruh telapak tangannya di kening Kevin untuk mengetahui apakah Kevin demam atau tidak.
"Kevin, apakah kau baik-baik saja?" Tanya Nadia
"Aku baik." Balas Kevin yang menepis tangan Nadia dari keningnya. "Aku minta maaf." Ucap Kevin lagi seraya menunduk karena merasa begitu salah akan apa yang sudah dia lakukan kepada Nadia.
"Jangan minta maaf, ini bukan kesalahan mu." Balas Nadia.
Keduanya lantas terdiam. Namun tiba-tiba Kevin merasakan seluruh tubuhnya terasa panas dan dia tidak tahu kenapa hal itu bisa terjadi padanya.
"Panas sekali, bukan kah suasananya sangat panas." Ucap Kevin.
"Tidak, di sini sama sekali tidak panas." Balas Nadia.
Kevin benar-benar tidak tahu kenapa dia merasa begitu panas. Diapun meniup dirinya sendiri. Nadia lantas berpikir bahwa itu adalah efek dari rasa sakit yang tengah dirasakan oleh Kevin tadi.
Nadia kemudian meminta Kevin untuk membuka pakaiannya. Namun Kevin menatap kearah Nadia dengan bingung.
Kevin benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya ingin dilakukan Nadia terhadapnya. Nadia lalu mengajak Kevin untuk pergi ke kamar mereka. Setelah itu mereka berdua pun berjalan beriringan masuk ke dalam kamar mereka.
Saat tiba di kamar, Nadia kembali meminta Kevin untuk membuka pakaiannya. Kevin yang tampak heran lantas bertanya kepada Nadia, kenapa dia harus membuka pakaiannya.
"Kau bilang, bahwa kau merasa panas bukan? Aku akan menaruh air dingin di dalam ember dan menggunakan handuk untuk mengusap nya di tubuhmu." Ucap Nadia.
Kevin pun setuju, dan dia lantas membuka pakaiannya. Saat dia membuka pakaiannya, Nadia langsung membalikkan tubuhnya untuk tidak menatap kearah Kevin.
"Aku rasa aku juga harus membuka celana ku." Ucap Kevin mencoba menggoda Nadia.
Nadia yang terkejut lantas langsung berbalik dan menghalangi Kevin untuk tidak membuka celananya.
"Apa yang aku maksud bukan itu, kau hanya perlu membuka pakaian mu bukan celana mu." Ucap Nadia.
"Aku tidak mau." Ucap Kevin yang berjalan semakin mendekat kearah Nadia.
Nadia menjadi bingung dan bertanya dalam hatinya, kenapa Kevin mulai bersikap seperti itu.
Kevin semakin mendekat kearah Nadia dan membuat Nadia melangkah mundur hingga membuatnya membentur tembok. Kevin mulai melihat kearah bibir Nadia. Nadia berpikir bahwa Kevin tidak akan menciumnya dan dia hanya berusaha untuk menggoda Nadia, hanya itulah yang dipikirkan oleh Nadia.
Namun secara tiba-tiba Kevin langsung menciumnya. Nadia tidak tahu apa yang sebenarnya tengah terjadi, karena dia sendiri malah balik mencium Kevin. Tangan Kevin melingkar di pinggang Nadia. Ciuman Kevin terasa begitu hangat di bibir Nadia dan itu adalah pertama kalinya bagi Nadia dicium oleh seorang pria.
Beberapa saat kemudian, Kevin melepaskan ciumannya di bibir Nadia. Sementara Nadia sendiri hanya berdiri karena begitu terkejut dengan apa yang baru saja terjadi diantara mereka berdua.
"Jangan bilang padaku bahwa ini adalah pertama kalinya bagi dirimu dicium oleh seorang pria." Ucap Kevin.
"Ti.... Tidak. Aku pernah berciuman dengan pria lain nya sebelum ini." Ucap Nadia yang tampak merona malu.
Kevin langsung tertawa terbahak-bahak karena tidak percaya dengan apa yang dikatakan Nadia. Mengingat tadi saat mereka berciuman, Nadia tampak begitu gugup dan juga sangat kaku. Hingga hal itulah yang membuat Kevin percaya bahwa ini adalah pertama kalinya Nadia berciuman dengan seorang laki-laki.
"Aku tidak percaya kepadamu." Ucap Kevin yang terus saja tertawa.
"Kau!" Ucap Nadia yang tampak marah.
"Bukankah kau seharusnya minta maaf kepada ku atas apa yang kau lakukan padaku. Kau mengatakan kepadaku bahwa kau tidak akan menyentuh aku. Tapi sekarang kau sudah melakukannya." Lanjut Nadia.
"Aku tidak mengatakan bahwa aku tidak mau mencium mu. Semua yang aku katakan adalah aku tidak mau memintamu lebih intim lagi."
Wajah Nadia tampak memerah. Dia semakin kesal pada sikap yang ditunjukkan oleh Kevin.
"Apa kau ingin aku tinju di wajahmu lah lagi?" Ancam Nadia.
Kevin malah mengalihkan pembicaraan mereka.
"Aku mau mandi." Ucap Kevin.
"Mandi?" Ucap Nadia yang tampak bingung karena dia merasa bahwa saat ini suasananya sangat begitu dingin tapi Kevin malah ingin mandi.
"Iya aku mau mandi. Apakah kau mau ikut mandi bersama ku?" Tanya Kevin yang semakin menggoda Nadia.
"Kau!!!" Teriak Nadia dengan wajah yang semakin memerah.
"Aku seharusnya pergi sekarang, sebelum kau semakin marah." Balas Kevin.
Kevin lalu pergi ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sementara itu, Nadia tampak termenung. Dia tidak menyangka kenapa dia bisa membalas ciuman Kevin. Dan sekarang dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, dia merasa begitu malu.
Nadia lantas berguling di atas tempat tidur hingga membuatnya sampai tidak tahu bahwa Kevin sudah keluar dari dalam kamar mandi.
"Apakah kau sudah selesai?" Tanya Nadia.
"Iya, aku sudah selesai sayangku." Balas Kevin pada Nadia.
Nadia tampak terkejut karena Kevin memanggilnya dengan sebutan sayangku.
"Siapa orang yang kau panggil sayangku?" Ucap Nadia yang bergegas berjalan menuju kamar mandi.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
caca
next kak next
2022-11-09
1