11. Menggoda Nadia

Semua orang menatap kearah Viola dan bertanya kepadanya tentang apa yang sebenarnya telah terjadi antara dirinya dan Nadia.

"Tidak terjadi apa-apa diantara kami. Ayo kita makan." Ucap Viola tidak mau bicara panjang lebar.

Hal itu membuat Kevin menjadi tampak begitu kesal. Dia tahu benar bahwa telah terjadi sesuatu antara Nadia dan Viola. Itulah alasan kenapa Nadia bisa bersikap seperti saat ini. Kevin lalu menatap Viola dengan tajam.

"Viola, aku tidak akan mengulang apa yang aku katakan lagi. Apa yang sebenarnya sudah terjadi diantara kalian berdua?" Ucap Kevin yang tampak sangat marah.

"Baiklah, jika itu yang membuatmu bahagia aku akan mengatakan yang sejujurnya padamu. Kau tidak ada di sini, jadi aku bertanya kepadanya dimana kau berada. Dia berkata dia tidak tahu dimana kau berada. Dia itu bertingkah seperti dia tidak perduli, jadi aku pun marah kepadanya." Ucap Viola dengan menundukkan kepalanya.

"Pergi dan minta maaf padanya." Titah Kevin kepada Viola.

"Kevin, kenapa aku harus meminta maaf kepadanya saat aku tidak melakukan kesalahan apapun. Dia lah yang seharusnya meminta maaf kepada aku, bukan aku." Ucap Viola seraya melipat tangannya di dada dan membelakangi Kevin.

"Viola, kau selalu seperti ini. Kau selalu membuat orang lain marah. Baiklah, makan saja masakan mu sendiri." Ucap Kevin lalu berjalan ke arah kamar dengan wajah yang tampak begitu marah.

"Kevin....!" Teriak Viola.

Tapi Kevin tidak mau berbalik sedikitpun menatap kearah nya. Hal itu membuat Viola semakin marah.

"Baiklah, jangan makan. Aku tidak akan menghiraukan mu." Teriak Viola lagi.

Teman-teman Kevin lalu memandang Viola dengan tatapan yang kesal karena ulah Viola yang sudah membuat kerusuhan antara Nadia dan juga Kevin. Viola sendiri tampak tidak peduli karena dia merasa bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan apapun.

Dia merasa semakin marah pada Nadia karena dia sudah membuat Kevin marah padanya dan bahkan sampai tidak menghiraukan panggilan darinya.

Viola pun lantas menyadari bahwa para sahabat Kevin tengah menatapnya dengan raut wajah yang tampak kesal.

"Apakah aku melakukan suatu kesalahan? Aku hanya bertanya kepadanya dimana Kevin berada dan dia mengatakan kepadaku bahwa dia tidak tahu. Wanita licik itu benar-benar tidak mempunyai sopan santun." Ucap Viola dengan kesal.

Semua teman Kevin yang menatap kearah Viola hanya bisa menggelengkan kepala mereka karena tidak habis pikir kenapa Viola bisa bersikap begitu kekanakan seperti saat ini.

"Kau mengenal Kevin lebih dari siapapun. Kau tahu bahwa Kevin tidak suka bersikap terbuka kepada orang-orang. Mereka berdua baru saja bertemu. Apa yang membuatmu berpikir bahwa Kevin akan terbuka kepada Nadia?" Ucap Sophia.

"Ya seharusnya dia harus mencoba melakukan yang terbaik. Tidakkah kau berpikir seperti itu?" Balas Viola.

"Untuk hal itu aku tidak tahu. Mereka berdua adalah orang asing yang dibawa bersama dengan ikatan pernikahan yang mereka tidak inginkan. Apakah kau berharap bahwa Nadia akan peduli kepada Kevin?" Ucap Sophia lagi.

Kali ini Viola tampak terdiam. Dia tidak tahu harus mengatakan apa lagi kepada teman-teman Kevin.

Kevin memang tertutup dengan orang-orang tentang dirinya. Apalagi dengan orang yang baru masuk dalam hidupnya. Dan sebenarnya Viola tahu benar akan hal itu, namun dia memang hanya kesal pada Nadia karena sudah menjadi istri Kevin.

Viola tidak bisa menerima fakta bahwa Kevin akhirnya bisa menerima seorang wanita yang menikah dengannya setelah kedua belas wanita yang dia nikahi sebelumnya bahkan belum pernah ditemuinya. Viola sakit hati membayangkan bahwa Kevin menghabiskan malam di kamar bahkan di tempat tidur yang sama dengan Nadia. Hingga dia pun mencari cara untuk membuat masalah dengan Nadia.

Sementara itu Nadia yang berada di dalam kamar, tidak peduli dengan apapun yang terjadi di luar sana setelah dia mendengar suara teriakan Kevin karena dirinya. Nadia merasa bahwa itu bukanlah urusannya.

Beberapa saat kemudian Kevin masuk ke dalam kamar.

"Hei, kau seharusnya mengetuk pintu saat masuk ke dalam." Ucap Nadia.

"Kenapa aku harus mengetuk pintu saat kita berdua tidur di kamar yang sama." Balas Kevin.

"Walaupun kita tidur di kamar yang sama, kau tetap harus mengetuk pintu. Kau tidak tahu apa yang tengah aku lakukan sebelum kau masuk kemari." Protes Nadia.

"Memangnya apa yang sedang kau lakukan?" Ucap Kevin yang berjalan mendekat kearah Nadia.

"Aku tengah..."

Nadia tidak melanjutkan ucapannya, dia malah beranjak mundur ke belakang karena Kevin yang semakin berjalan mendekat kearahnya.

"Hendak mengganti baju." Lanjut Nadia.

"Kenapa kau tidak mengganti pakaian mu dihadapanku?" Goda Kevin.

"Dasar kau pria mesum." Ucap Nadia.

Nadia lalu hampir meninju wajah Kevin. Hal itu membuat Kevin tampak terkejut dan bertanya kenapa Nadia sampai melakukan hal seperti itu padanya.

Nadia tidak suka dengan candaan Kevin yang memintanya untuk berganti pakaian dihadapannya. Hal itu lantas membuat Kevin tertawa dan malah membuat Nadia semakin kesal padanya dan mengancam akan memukul Kevin dengan serius.

Kevin pun langsung menutup hidungnya dengan tangannya untuk menghindari jika nantinya Nadia memang akan memukulinya.

"Kenapa kau harus menghindar?" Tanya Nadia yang sangat ingin memukuli Kevin.

"Tentu saja hidungku bisa sakit nantinya jika kau pukuli." Balas Kevin.

Mendengar ucapan Kevin, Nadia langsung meninju hidung Kevin untuk membuktikan sendiri. Nadia tidak pernah percaya bahwa pukulan yang dilakukan manusia seperti dirinya bisa menyakiti vampir yang selama ini dikenal memiliki kekuatan yang begitu hebat.

Namun, Kevin tampak kesakitan karena terus memegangi hidungnya. Bahkan dia tampak berteriak kesakitan setelah Nadia meninju hidungnya.

Nadia yang merasa bersalah, lantas mendekat ke arah Kevin dan meminta maaf padanya, dan mengatakan bahwa dia tidak bermaksud untuk melakukan hal itu kepada Kevin dan memaksa Kevin untuk memperlihatkan hidungnya yang terasa sakit itu.

"Jika kau merasa bersalah, maka berikan aku sesuatu." Ucap Kevin kepada Nadia.

"Apa itu?" Tanya Nadia bingung.

Nadia menatap Kevin yang tampak menyeringai. Hal itu membuat Nadia risih dan langsung melangkah mundur.

"Tidak akan pernah, tidak dengan tubuhku." Ucap Nadia seraya menaruh tangannya di dada untuk menutupi dadanya itu.

Kevin langsung memukul kepala Nadia pelan.

"Apa yang ada di dalam pikiranmu? Apa kau pikir aku akan menyentuh mu?" Ucap Kevin.

"Itu bukan salahku karena berpikir hal itu, karena kau adalah pria yang sangat mesum." Balas Nadia.

Mendengar hal itu Kevin pun tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tertawa terbahak-bahak. Sementara itu Nadia tampak semakin kesal karena Kevin menertawakan dirinya.

Tiba-tiba ada suara ketukan di pintu kamar mereka yang membuat Kevin menghentikan tawanya. Sementara Nadia langsung menatap kearah pintu bertanya-tanya siapa yang ada di luar sana.

"Siapa itu?" Tanya Kevin.

"Ini aku Jim."

"Masuklah." Ucap Kevin.

Bersambung....

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!