Nadia masuk ke dalam kamar mandi dan merasa begitu malu saat menyadari bahwa dia ternyata membalas ciuman Kevin.
"Kenapa aku menciumnya? Tapi itu rasanya menyenangkan." Ucap Kevin saat Nadia sudah masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah beberapa saat kemudian, Nadia keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan aktivitas mandinya dan kemudian dia menggunakan gaun malam nya.
Dia lantas melihat ke arah Kevin yang sudah tertidur. Nadia tidak percaya bahwa Kevin bisa tidur dengan begitu mudahnya, sementara dirinya terus memikirkan tentang ciuman yang terjadi antara mereka berdua.
Nadia pun memutuskan untuk tidur lebih awal. Jadi dia akan bisa pergi ke tempat di mana Kevin membawanya waktu itu.
Nadia pun mencoba untuk tidur, meski sebenarnya sangat sulit baginya untuk bisa tidur karena dia terus memikirkan tentang apa yang baru saja terjadi antara dirinya dan Kevin.
Keesokan paginya, Nadia bangun dan Kevin masih tertidur. Kevin tampak tertidur dengan nyenyak. Nadia pikir Kevin pasti sangat lelah setelah apa yang terjadi kepadanya kemarin. Bulu mata Kevin yang sangat lentik membuat Nadia ingin melihat semakin mendekat kearah Kevin dan menyadari bahwa Kevin begitu tampan.
Tiba-tiba....
"Apa yang kau lakukan? Apakah kau terpesona dengan ketampanan ku?" Ucap Kevin.
Nadia tampak begitu terkejut...
"Apa yang kau bicarakan?" Ucap Nadia.
Kevin langsung terbangun dan merapikan pakaiannya.
"Aku harus pergi ke suatu tempat." Ucap Kevin.
"Kau mau pergi kemana?" Tanya Nadia.
Kevin tidak membalas ucapan Nadia, tapi dia malah balik bertanya kepadanya.
"Kau harus pergi ke klinik bukan?" Ucap Kevin.
"Iya." Balas Nadia singkat.
Kevin lalu mendekat kearah Nadia. Dia lantas memberikan sebuah kalung kepada Nadia dan memasangnya di leher Nadia.
"Apa ini?" Tanya Nadia bingung.
"Jangan lepaskan kalung ini dari lehermu, tidak peduli apapun yang terjadi. Apa kau mengerti?" Ucap Kevin.
"Memangnya kenapa?" Tanya Nadia lagi
"Jangan bertanya terlalu banyak." Balas Kevin.
Kevin lalu pergi setelah mengatakan kepada Nadia bahwa akan ada kereta kuda yang membawa Nadia pergi ke klinik dan Kevin juga akan meminta Amanda untuk mengikuti Nadia pergi ke klinik itu.
Nadia hanya bisa tersenyum melihat Kevin yang bertingkah seperti itu dan dia mengatakan kepada Kevin bahwa Kevin terlihat seperti seorang suami yang begitu perhatian pada istrinya.
Kevin hanya tidak mau hal yang terjadi kepada Nadia saat dia pergi bersama teman-temannya itu akan terulang lagi. Itulah kenapa dia bersikap seperti itu kepada Nadia hari ini.
"Aku pergi!!!" Ucap Kevin.
"Apakah kau tidak akan makan lebih dulu?" Tanya Nadia.
"Aku akan makan saat aku kembali nanti." b
Balas Kevin.
Setelah Kevin pergi, Nadia bertanya kepada dirinya sendiri, kenapa dia bisa sampai merasa bahagia karena perhatian yang Kevin berikan kepadanya.
Sementara itu Kevin langsung menemui Amanda, mengatakan kepadanya untuk menemani Nadia pergi ke klinik untuk belajar bersama Phillip.
Setelah beberapa saat Nadia pun mulai bersiap-siap untuk pergi, kemudian Amanda masuk kedalam kamarnya.
"Nadia, pangeran berkata bahwa aku harus mengikuti dirimu." Ucap Amanda.
"Aku tahu, dia sudah mengatakan nya kepadaku." Balas Nadia.
Amanda lalu hendak mempersiapkan sebuah gaun yang indah untuk dikenakan Nadia. Tapi Nadia berkata bahwa dia hanya menginginkan sebuah gaun yang simpel untuk dikenakan.
"Aku tidak akan pergi untuk bergaya. Aku pergi untuk belajar." Ujar Nadia saat Amanda bertanya kepadanya kenapa dia memilih gaun yang terlihat sederhana.
Amanda lalu melihat kearah leher Nadia. Dia pun berpikir bahwa pangeran sangat posesif kepada Nadia. Bahkan Nadia sendiri tidak tahu apa tujuan dari Kevin memberikan kalung itu untuknya.
"Hei Amanda, kenapa kau tersenyum?" Tanya Nadia.
"Tidak ada. Apakah pangeran yang memberikan kalung itu kepadamu?" Balas Amanda balik bertanya kepada Nadia.
"Oh iya. Tadi dia memberikan ini untuk ku." Balas Nadia tersenyum.
"Apakah kau tahu untuk apa kalung itu?" Tanya Amanda lagi.
"Aku tidak tahu, Kevin tidak memberitahukannya kepadaku." Balas Nadia.
Setelah itu Amanda pun menyiapkan gaun sederhana sesuai yang diinginkan Nadia untuk dia kenakan nanti. Dan beberapa menit kemudian, Nadia kembali dari dalam kamar mandi dan mulai mengenakan pakaiannya.
Amanda lalu menyisir rambut Nadia dan memberikan sebuah gaun yang sempurna bagi Nadia untuk pergi ke klinik. Nadia pun mengenakan gaun itu dan masuk ke dalam kereta kuda, sementara Amanda berada diluar kereta kuda itu.
Sepanjang perjalanan, Nadia hanya bisa memandang kiri kanan jalanan yang menyajikan pemandangan yang sangat berbeda dengan kehidupannya di dunia manusia.
Bagi Nadia, dunia vampir ini memang sangat menakjubkan dan indah. Namun dibalik keindahan itu semua, ada bahaya yang selalu mengintai terutama bagi manusia seperti dirinya. Setidaknya, itulah yang ada didalam pikiran Nadia.
Beberapa saat kemudian, mereka pun tiba di tempat tujuan mereka.
"Terimakasih." Ucap Nadia kepada kusir kereta kuda itu.
"Kami akan menjemput kalian saat kalian sudah selesai." Balas dua orang yang menjadi kusir kereta kuda itu.
Nadia lalu mengajak Amanda masuk kedalam klinik. Saat mereka masuk kedalam klinik, ada seorang pria yang mendekat dan menyapa mereka berdua.
Pria itu meminta Nadia mengikutinya karena Phillip sudah menunggunya. Nadia pun mengikuti pria itu. Setelah tiba di dalam ruangan, Nadia kemudian melihat Phillip yang tengah menatap kearah beberapa jenis obat yang berbeda.
"Saya sudah membawa dia kemari." Ucap pria yang membawa Nadia masuk itu.
"Kau boleh pergi." Ucap Phillip yang masih fokus melihat kearah obat-obatan itu.
Setelah itu Phillip pun berbalik dan melihat kearah Nadia. Dia pun bertanya kepada Nadia bagaimana malam yang dilewatinya. Nadia pun berterima kasih dan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja.
"Kevin mengirimkan seorang gadis untuk menemanimu." Ucap Philli yang melihat ke arah Amanda.
"Dia adalah....."
"Kau tidak perlu menjelaskan apapun." Ucap Phillip seraya melihat kearah Amanda kembali.
Phillip lalu meminta Amanda untuk berada di luar ruangan karena dia ingin memberikan sebuah tes kepada Nadia. Amanda kemudian melihat kearah Nadia, Nadia pun memintanya untuk berada di luar ruangan karena dia akan selesai secepat mungkin. Setelah itu, Amanda pun pergi.
"Ayo mulai! Kau harus mengingat semua obat-obatan ini dan kemudian aku akan menguji semuanya. Apakah kau bisa mengingat semua jenis obat ini." Ucap Phillip.
"Baiklah." Balas Nadia.
"Jika kau pikir bahwa kau sudah siap, kau boleh memanggil aku. Aku akan mulai menguji semua kemampuanmu."
Setelah mengatakan hal itu, Phillip lalu pergi meninggalkan ruangan itu dan mulai memeriksa para pasiennya. Nadia pun mulai menghafal untuk mengingat semua jenis obat-obatan itu. Dia melihat hanya satu kali dan setelah itu dia langsung mengingat semuanya dalam kepalanya.
Tak butuh waktu yang lama, Nadia pun memutuskan untuk memanggil Phillip untuk mulai menguji dirinya.
"Phillip aku sudah selesai." Ucap Nadia.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
caca
thank you up nya thor , sehat selalu ❤🥰
2022-11-09
1