"Apa yang kau lakukan?" Ucap Nadia tampak takut saat Kevin semakin mendekat ke arahnya.
"Memangnya apa yang kau pikirkan?" Tanya Kevin.
"Tidak ada." Balas Nadia canggung.
Nadia bernafas dengan begitu berat saat tangan Kevin berada di pinggangnya. Kevin menggunakan tangannya mengusap bibir Nadia. Dia terus menatap Nadia dengan tatapan yang membuat jantung Nadia berdebar kencang.
'Apa sebenarnya yang akan dia lakukan padaku? Apakah dia kan mencium ku?' pikir Nadia dalam hati.
Wajah Kevin semakin mendekat ke wajah Nadia. Seolah angin pun tidak bisa melewati celah diantara mereka berdua.
"Aku berpikir untuk menyentuh bibirmu yang indah ini." Ucap Kevin dengan senyuman nakalnya.
"Eh, eh, hentikan itu." Ucap Nadia yang mulai gugup.
"Apakah aku harus berhenti?" Ucap Kevin yang kembali menyeringai.
Bibir Kevin semakin mendekat kearah bibir Nadia. Nadia semakin berpikir bahwa Kevin benar-benar akan menciumnya. Tapi ternyata tidak, Kevin malah menyingkirkan tangannya dari pinggang Nadia. Nadia pun akhirnya bisa bernafas dengan lega.
"Lihat wajahmu itu." Ucap Kevin tertawa dengan keras.
Wajah Nadia memang terasa memanas dan bahkan pipinya tampak merona. Dia belum pernah berada dengan posisi sedekat itu dengan pria manapun sebelum Kevin.
"Dasar kau pria mesum." Ucap Nadia yang tampak sangat kesal.
"Siapa yang mesum?" Ucap Kevin masih tertawa.
"Tentu saja dirimu." Balas Nadia mencebik kesal.
Kevin lalu melangkah mundur dan duduk di sebuah sofa yang ada di ruang tamu.
"Ngomong-ngomong, kemari lah dan duduk." Ucap Kevin menepuk sofa disampingnya itu.
"Baiklah." Balas Nadia.
Nadia lantas berjalan mendekat ke arah Kevin dan mengambil posisi duduk di samping Kevin.
"Jadi Nadia, ceritakan kepadaku bagaimana kehidupanmu di dunia manusia." Tanya Kevin.
"Semuanya baik." Balas Nadia singkat.
"Dunia manusia dipenuhi dengan kebohongan dan rumor yang bermacam-macam. Aku berani bertaruh, pasti dalam dunia manusia ada rumor tentang diriku." Ucap Kevin.
"Iya kau benar." Balas Nadia.
"Rumor seperti apa itu?" Tanya Kevin lagi.
"Ada sebuah rumor yang mengatakan bahwa kau membunuh para istrimu yang lainnya sebelum diriku dan kau adalah orang yang jahat." Ujar Nadia.
"Aku mengerti." Balas Kevin.
Selama ini, Kevin memang tahu benar bagaimana image dirinya dalam dunia manusia. Tapi dia sedikitpun tidak mau menggubris hal itu. Kevin hanya bisa tersenyum saat Nadia mengatakan rumor tentang dirinya yang tersebar di dunia manusia.
"Jadi Nadia, saat pertama kau datang kemari, apakah kau tidak takut?" Tanya Kevin penasaran.
"Hmmmm... sebenarnya aku sedikit takut saat aku pertama kali datang kemari. Tapi saat waktu terus berlalu, aku sudah tidak takut lagi." Balas Nadia.
Nadia kembali mengingat momen pertama kali dia memasuki dunia vampir. Saat itu dia memang begitu ketakutan, bahkan dia sampai kesulitan untuk tidur. Terus membayangkan setiap harinya adalah menjadi hari terakhirnya untuk hidup. Tapi lambat laun, setelah hari-hari berlalu, apalagi dia yang selalu ditemani Amanda membuatnya sudah mulai terbiasa berada di istana milik pangeran vampir.
Meski sebenarnya cukup membosankan bagi Nadia karena tidak ada kegiatan yang bisa dia lakukan selama satu bulan dia menunggu kedatangan Sang Pangeran Vampir untuk menemuinya.
"Oh ya, ngomong-ngomong kenapa kau tidak datang kemari saat aku pertama kali masuk ke dalam istana ini. Kau malah pulang kemari setelah satu bulan aku berada disini." Ucap Nadia.
Dia memang begitu penasaran dengan apa alasan yang membuat sampai Kevin tidak kunjung muncul selama satu bulan sejak hari pernikahan mereka.
"Aku berada di sebuah tempat yang tidak diketahui." Balas Kevin.
"Hmmm.... aku mengerti." Balas Nadia.
"Kenapa kau begitu jujur padaku? Tidak kah kau takut dengan apa yang kau katakan. Aku mungkin bisa saja akan marah dan membunuhmu." Ucap Kevin yang begitu penasaran akan sosok Nadia.
"Tentu saja tidak. Kenapa aku harus takut? Kau adalah orang yang baik. Kau tidak akan membunuh seseorang tanpa suatu alasan." Ucap Nadia mantap.
"Apa yang membuatmu berpikir bahwa aku adalah orang yang baik?" Tanya Kevin lagi.
"Aku belum mengenalmu cukup lama. Tapi apa yang aku lihat dalam beberapa jam, aku bisa mengatakan bahwa kau adalah orang yang baik." Ucap Nadia tersenyum.
"Kau sangat berbeda dari semua gadis yang pernah aku temui sebelumnya." Ucap Kevin menatap Nadia dengan begitu serius.
"Bagaimana bisa?" Tanya Nadia.
"Karena status yang aku miliki, mereka akan mencoba untuk melakukan apapun untuk membuat aku bahagia dan mereka bahkan akan mencoba untuk menggoda aku. Tapi kau sama sekali tidak seperti mereka, kau begitu berbeda." Ujar Kevin tampak serius.
"Eeeuuuhh... Kenapa aku harus menggoda mu?" Ucap Nadia tersenyum. "Oh ya, ini sudah mulai malam. Aku mau tidur." Lanjut Nadia.
Nadia lalu berdiri, dia bergegas menuju kamarnya. Masuk ke dalam kamar mandi, menggosok gigi nya dan juga mandi. Saat dia kembali setelah mandi dia tidak menyangka bahwa dia akan melihat Kevin ada di sana, di dalam kamar.
"Apa yang kau lakukan disini?" Ucap Nadia begitu terkejut.
"Kenapa aku tidak boleh ada disini? Kita kan pasangan yang sudah menikah." Ucap Kevin.
"Menikah? Tolong katakan suatu hal yang serius padaku Kevin. Teman-teman mu mengatakan kepadaku bahwa kita belum sepenuhnya menikah." Ucap Nadia.
"Wah, para gadis itu, mereka ternyata bisa bicara juga." Ucap Kevin bicara pada dirinya sendiri dengan suara yang pelan. "Hmmmm.... iya kalau benar, kita memang belum menikah dengan cara vampir. Tapi secara dunia manusia kita kan sudah menikah." Lanjut Kevin.
Memikirkan hal itu apa yang dikatakan Kevin bagi Nadia memang benar. Nadia dan Kevin memang sudah menikah dalam dunia manusia tapi mereka belum menikah dalam dunia vampir. Nadia pun kemudian berpikir apakah dia akan tidur di tempat yang sama dengan pria yang disebutnya mesum itu.
'Oh ya Tuhan, aku lelah memikirkan semuanya.' pikir Nadia.
"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Kevin yang melihat Nadia tampak bengong.
"Kau tidak perlu tahu." Jawab Nadia ketus.
"Apakah kau mau terus berdiri di situ? Apakah kau tidak mau berbaring? Bukankah kau yang mengatakan bahwa kau sudah mengantuk?" Ucap Kevin.
Nadia kemudian beranjak mendekat ke arah tempat tidur dan menaruh sebuah bantal ditengah-tengah tempat tidur untuk memisahkan mereka berdua.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Kevin.
"Tidak kah kau bisa melihat apa yang aku lakukan? Aku menaruh sebuah bantal disini untuk memisahkan kita berdua. Jadi artinya kau tidak boleh menyentuh bagian ini yang merupakan area milikku. Begitupun juga dengan aku yang tidak boleh menyentuh bagian area milikmu." Ujar Nadia menjelaskan semuanya pada Kevin.
Kevin hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat kelakuan wanita yang ada dihadapannya itu.
"Nadia, apa yang kau lakukan tidak bisa menghalangi aku. Aku bisa menyentuh mu dengan mudah kalau aku mau." Ucap Kevin menyeringai.
"Apakah itu menyakitkan bagimu, jika kau tidak membuat aku marah?" Tanya Nadia.
"Apakah kau mencoba untuk menarik perhatian ku?" Tanya Kevin balik.
"Perhatian? Tolong berhentilah berkata seperti itu, aku tidak mau menarik perhatian mu. Aku hanya mau melindungi diriku sendiri." Balas Nadia ketus.
"Melindungi dirimu sendiri? Bisakah benda ini melindungi mu?" Ucap Kevin memegang bantal itu.
"Kau...!!!!" Ucap Nadia yang mulai marah. "Aku tidak perlu bicara panjang lebar denganmu. Semua yang aku inginkan adalah, kau tidak boleh melewati batas ini atau..."
"Atau apa?" Tanya Kevin.
"Aku tidak tahu." Balas Nadia.
Setelah itu Nadia pun berbaring. Tapi dia tidak bisa tidur bahkan setelah dia menaruh bantal itu di tengah-tengah, dia tetap bisa merasakan suhu tubuh Kevin. Nadia pun melihat kearah Kevin.
"Kevin...!!!" Ucap Nadia.
'Apakah dia tidur? Bagaimana dia bisa tidur dengan begitu mudah, saat aku bahkan tidak bisa tidur.' pikir Nadia.
Nadia akhirnya mengingat bahwa dia belum menulis surat yang seharusnya dia tulis untuk diberikan kepada Mamanya untuk dibaca.
"Bagaimana aku bisa melupakan hal itu? Ini semua karena dirinya." Ucap Nadia yang menatap Kevin.
Nadia lalu memutar matanya malas dan dia memutuskan untuk menulis surat untuk sang Mama besok. Dan pada akhirnya, Nadia pun bisa tertidur dengan pulas.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
wati
cerita nya cukup menarik
2023-01-17
0