Kevin semakin mendekat kearah wajah Nadia.
'Apakah dia mau mencium aku atau dia mau menghisap darahku?' pikir Nadia semakin takut.
Saat Kevin semakin mendekat kearah Nadia, Kevin malah berbaring di atas tempat tidur.
"Aku belum tidur setidaknya selama satu bulan. Tetaplah seperti ini jangan pergi kemanapun." Ucap Kevin.
"Baiklah." Balas Nadia.
Nadia tadinya begitu ketakutan. Dia berpikir bahwa Kevin hendak menciumnya.
'Tunggu dulu, apakah dia baru saja mengatakan bahwa dia tidak tidur selama satu bulan? Manusia seperti apa yang tidak tidur. Tapi dia bahkan bukan manusia. Dia adalah vampir. Jadi aku selalu percaya bahwa vampir tidak tidur setiap hari.' pikir Nadia.
Nadia menatap wajah Kevin. Dia pun berpikir apakah Kevin memang vampir yang disebut sebagai pembunuh istrinya itu. Bagi Nadia, Kevin terlihat begitu polos. Nadia mulai memegang bulu mata Kevin yang tampak begitu lentik.
Kevin memang memiliki wajah yang begitu tampan. Nadia kemudian menyadari bahwa Kevin tidak berbaring dengan baik. Nadia berpikir bahwa Kevin akan menyakiti lehernya sendiri karena tertidur dengan posisi seperti itu.
"Kevin bangunlah. Perbaiki posisi tidurmu. Kau harus tidur dengan benar, jika tidak kau akan menyakiti lehermu sendiri." Ucap Nadia.
Tapi Kevin tidak menjawab apapun. Nadia pun memutuskan untuk tidak mengganggu Kevin atau membangunkan nya. Mereka berdua tetap dengan posisi seperti itu untuk waktu yang berjam-jam. Nadia bahkan tidak menyadari kapan dia mulai tertidur. Dan saat dia terbangun, dia tidak mendapati keberadaan Kevin disampingnya. Namun Nadia menyadari bahwa ada sebuah selimut yang menutupi tubuhnya.
"Nadia, anda sudah bangun." Ucap Amanda yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar.
"Iya Amanda. Apa yang kau lakukan disini, dimana pangeran?" Tanya Nadia.
"Pangeran berada di balkon bersama dengan teman-temannya." Jawab Amanda.
"Teman-temannya?" Ucap Nadia tampak bingung.
"Iya." Balas Amanda.
"Baiklah, aku akan melihatnya."
Nadia berpikir apakah teman-teman Kevin adalah vampir juga sama seperti dirinya. Nadia lantas pergi ke area balkon. Tiba disana, dia melihat semua teman-teman Kevin. Mereka tampak tengah mengobrol, makan dan tertawa bersama. Ada beberapa beberapa di antara mereka, ada 3 perempuan dan tiga laki-laki.
"Kevin, kenapa kau tidak memperkenalkan dia kepada kami?" Ucap Damian kepada Kevin.
"Dia sedang tidur." Balas Kevin.
"Tidur? Dia adalah orang pertama yang menunggu dirimu tanpa membunuh dirinya sendiri." Ucap Jim.
Mereka semua lantas tertawa, Nadia pun memutuskan untuk pergi.
"Bukankah itu dia?" Ujar salah seorang teman Kevin yang bernama Melody berkata kepada Kevin saat melihat Nadia beranjak pergi.
Kevin lantas berdiri dan langsung berjalan mendekat kearah Nadia.
"Kenapa kau berdiri di sini?" Tanya Kevin.
"Mmm.... Tidak ada, aku hanya mau masuk ke dalam." Balas Nadia.
"Kemari lah, aku akan memperkenalkan mu kepada teman-teman ku." Ucap Kevin.
"Tidak, aku malu." Balas Nadia
"Kenapa kau harus malu?"
Kevin langsung memegangi tangan Nadia dan menariknya bersama dengannya untuk mendekat menuju teman-temannya.
"Hai." Ucap teman-teman Kevin secara bersama-sama.
"Hai!" Balas Nadia canggung.
"Oh ya Tuhan, kau sangat cantik." Ucap Edrick.
"Terima kasih." Balas Nadia tersipu.
"Siapa namamu?" Ucap Sophia.
"Namaku Nadia."
"Wow, kau punya nama yang sangat bagus." Ucap Sophia.
"Terima kasih."
"Ayo duduklah." Ucap Jill kepada Nadia.
"Terima kasih." Balas Nadia lagi.
Nadia lalu duduk. Dia merasa tidak nyaman karena semua orang tengah menatap dirinya. Nadia hanya bisa menunduk, dia benar-benar merasa canggung dikelilingi oleh para vampir yang berjumlah tujuh orang itu.
"Apakah kau orang yang pemalu?" Ucap Edrick.
"Aku tidak tahu bagaimana caranya berbicara dengan orang baru." Balas Nadia.
"Oh aku mengerti."
Melody bangun dari duduknya dan mendekat ke arah Nadia. Dia kemudian memegang tangan Nadia dan menarik Nadia untuk berdiri.
"Kalian para lelaki tetaplah disini dan nikmati minuman kalian. Sementara kami para gadis akan mengobrol." Ucap Melody.
"Kalian mau kemana?" Tanya Jim.
"Kau tidak perlu tahu." Balas Melody.
Para gadis itu membawa Nadia bersama mereka. Nadia hanya mengikuti mereka dan tidak tahu ke mana mereka akan membawa dirinya pergi. Ternyata para gadis itu membawa Nadia pergi ke ruang tamu.
"Nadia, apakah kau tahu, kau adalah orang pertama yang menunggu Kevin dan tidak meninggal." Ucap Sophia.
"Apa yang kau bicarakan?" Tanya Nadia bingung.
"Apa yang Sophia maksud adalah, kau orang yang pertama yang menikah dengan Kevin dan masih hidup sampai sekarang." Ucap Melody.
"Apakah Kevin membunuh mereka?" Tanya Nadia.
"Dari mana kau mendengar hal seperti itu?" Tanya Melody.
"Rumor itu sudah menyebar di dunia manusia yang mengatakan bahwa Kevin membunuh semua istrinya." Jawab Nadia.
"Itu semua hanya kebohongan belaka. Kevin tidak pernah melihat salah satu istrinya itu. Kau adalah orang pertama yang pernah dilihat Kevin sebagai istrinya." Ujar Jill.
"Jika bukan Kevin yang membunuh para wanita itu, lalu siapa?" Tanya Nadia bingung.
"Jika kau mengatakannya secara manusia, kau bisa mengatakan bahwa mereka melakukan bunuh diri." Ucap Sophia santai.
Nadia tampak terkejut. Dia tidak habis pikir kenapa para wanita yang menjadi istri Kevin itu malah membunuh diri mereka sendiri.
"Kenapa mereka harus melakukan bunuh diri?" Tanya Nadia yang tampak semakin bingung.
"Bagaimana aku bisa tahu, mungkin mereka takut bahwa kami akan membunuh mereka karena hanya mereka manusia yang ada di sini." Ucap Melody.
"Oh ya, jangan sebut mereka sebagai istri. Di dunia manusia mereka memang sudah menikah. Tapi di dunia vampir, mereka belum menikah." Ucap Jill.
"Jadi sekarang aku belum menikah?" Tanya Nadia lagi.
"Iya, kau belum menikah secara vampir. Jika kau mau menikah dengan cara vampir, akan ada beberapa tes yang harus kau ikuti untuk membuktikan bahwa kau bisa menjadi putri terbaik." Timpal Sophia.
"Itulah kenapa saat pertama kali kau datang kemari tidak ada yang memanggilmu putri, karena kau belum menikah dengan cara vampir." Ucap Jill.
Nadia menghela napas lega. Dia begitu senang karena dia memang belum dianggap menikah secara vampir.
"Apakah kalian para gadis sudah selesai berbicara?" Tanya Demian yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka.
"Iya, kami sudah selesai." Balas Melody.
"Kevin, kami harus pergi. Kita akan bertemu dengan mu nanti." Ucap para teman Kevin.
"Nadia sangat menyenangkan mengobrol denganmu. Aku harap kita bisa mengobrol lain kali." Ucap Melody dan yang lainnya.
"Baiklah, selamat tinggal." Balas Nadia.
Semua teman Kevin pergi dan sekarang tinggal Nadia dan Kevin saja. keduanya saling menatap dan diam untuk beberapa saat. Nadia berpikir, apa yang akan mereka bicarakan sekarang.
"Aku akan masuk ke dalam kamar." Ucap Kevin yang akhirnya memecah kebisuan diantara mereka.
"Hei, kenapa kita tidak duduk disini dan berbicara sedikit." Balas Nadia canggung.
Nadia ingin mengambil kesempatan dan bertanya kepada Kevin tentang kenapa para gadis yang menjadi istrinya itu melakukan bunuh diri.
Tapi, Kevin malah tersenyum menatap Nadia. Kevin lantas beranjak semakin mendekat ke arah Nadia, dan hal itu membuat Nadia menjadi takut.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Na
😍
2023-01-10
1