" Nadia jangan takut."
Jill pergi mendekat ke arah Kevin. Dia langsung membuka pakaiannya ke samping. Kevin lalu dengan cepat melepaskan tangan Nadia dan dia pergi ke arah Jill dan langsung menghisap darah di tubuh Jill. Nadia tampak begitu terkejut melihat adegan yang ada di depan matanya itu. Dia bahkan tidak bisa melakukan apapun karena rasa terkejutnya, bahkan untuk bergerak saja dia tak mampu.
"Nadia, kemari lah." Ucap Melody.
Melody ingin mengajak Nadia keluar. Nadia pun mendekat ke arah Melody dan dia memegang tangan Melody untuk keluar. Sementara itu, Kevin tampak masih menghisap darah milik Jill.
Tak lama setelah itu, diapun tidak sadarkan diri.
"Kevin!!!" Ucap Jim.
"Edrick, cepat panggil Phillip untuk memeriksa kondisi Kevin." Ucap Demian yang juga ada di dalam ruangan itu.
"Baik." Balas Edrick.
Mereka semua lalu membawa Kevin masuk kedalam kamarnya. Tak lama setelah itu mereka juga membawa Phillip yang langsung masuk ke dalam kamar itu.
"Apa yang terjadi?" Tanya Phillip.
"Aku tidak tahu. Ini bahkan belum bulan purnama. Lalu kenapa dia bisa bereaksi seperti ini?" Ucap demian.
Phillip tampak tengah menatap kearah Kevin dan dia tidak mengatakan apapun.
"Phillip, kenapa kau tidak mengatakan apapun?" Tanya Jim.
"Kita harus menunggu sampai Kevin bangun dan kita akan bertanya kepadanya nanti, apa yang menyebabkan dia bisa bereaksi seperti ini." Ucap Phillip.
Sementara itu Nadia tampak termenung, Melody dan Sophia tengah menemani dirinya.
"Nadia apakah kau baik-baik saja?" Tanya Melody.
"Nadia apa yang sebenarnya sudah terjadi setelah kami pergi?" Tanya Sophia juga.
"Dia bilang bahwa dia ingin memijat punggung ku." Ujar Nadia.
Sophia dan Melody tampak saling memandang. Mereka tidak habis pikir kenapa Kevin bisa sampai memijat punggung Nadia.
"Apa Kevin benar melakukannya?" Tanya Melody tampak tidak percaya.
"Iya, jadi Kevin mulai memijat punggungku dan saat dia memijat punggung ku dia mulai bertanya kepadaku beberapa pertanyaan." Ujar Nadia.
Nadia pun mulai menjelaskan semua yang terjadi di dalam kamar antara dirinya dan Kevin saat Kevin tengah memijat punggungnya.
"Apakah dia bertingkah aneh setelah dia melepaskan tanganmu?" Tanya Melody lagi.
"Tidak, dia tidak aneh sama sekali. Dia malah baik-baik saja." Balas Nadia.
Melody dan Sophia kembali saling menatap dan mereka semakin begitu heran. Jika Kevin baik-baik saja setelah itu, lalu apa yang sebenarnya menjadi penyebab sampai Kevin bisa seperti itu.
Tiba-tiba Phillip datang mendekat kearah Nadia dan kedua gadis lainnya.
"Nadia." Ucap Phillip. "Bisakah kau pergi mengambilkan air untuk Kevin di dapur."
Nadia pun mengangguk. Dia lantas pergi ke arah dapur.
Setelah Nadia pergi, Phillip dan kedua gadis lainnya mulai berbicara tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"Aku pikir apa yang terjadi dengan Kevin ada hubungannya dengan Nadia. Aku hanya menebak saja." Ucap Phillip.
"Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?" Tanya Melody.
"Aku tidak tahu, aku hanya merasa seperti itu dan ayo kita diskusikan itu nanti setelah Kevin bangun dan kau Jill, kau harus dirawat." Ucap Phillip kepada Jill.
Jill memang langsung menyusul ke arah Nadia dan kedua temannya yang lain saat Kevin dibawa ke kamarnya.
Sementara itu Nadia tengah berada di dapur menyiapkan air untuk Kevin. Nadia mulai merasa pusing dan kepalanya terasa begitu sakit, tepat saat itu Amanda masuk ke dalam dapur.
"Nadia, apakah kau baik-baik saja? Tidak ada yang terjadi padamu bukan?" Tanya Amanda.
"Aku baik-baik saja." Balas Nadia.
"Aku senang aku bisa menelpon teman-teman pangeran setelah seorang pelayan memberitahuku. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika aku sampai terlambat._ Ucap Amanda.
"Kau yang menghubungi mereka semua?" Tanya Nadia.
"Iya." Balas Amanda.
Amanda lalu menceritakan semuanya pada Nadia. Dimulai saat dia hendak menemui Nadia, tapi dia melihat seorang pelayan lainnya yang tampak tengah berbicara dengan Lionel. Amanda mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Dan pada saat pelayan itu pergi, Amanda langsung mendekatinya dan pelayan itu mengatakan semuanya kepada Amanda. Tak lama setelah itu Lionel datang mengejar pelayan itu, dan Amanda pun bersembunyi. Di depan mata Amanda, Lionel menghabisi pelayan itu dengan kejam.
Namun pada kenyataannya Nadia tidak bisa mendengarkan apapun yang diucapkan oleh Amanda, karena dia merasa begitu pusing dan dia pun langsung terjatuh tidak sadarkan diri.
"Nadia.... Nadia...." Ucap Amanda.
Semua orang yang mendengar suara teriakan Amanda yang memanggil nama Nadia lantas bertanya-tanya, apa yang telah terjadi. Melody pun langsung berlari ke arah dapur untuk mengecek apa yang sudah terjadi. Namun dia melihat Nadia yang tergeletak di lantai dan dia pun bertanya kepada Amanda sebenarnya apa yang terjadi kepada Nadia. Tapi Amanda sendiri tidak tahu apa yang membuat Nadia sampai tidak sadarkan diri seperti itu.
Melody lalu meminta Amanda untuk memanggil Phillip. Dan tak lama kemudian, Phillip datang dan mulai memeriksa kondisi Nadia.
"Apakah dia baik-baik saja?" Tanya Melody.
Phillip lalu mengecek nadi Nadia.
'Apa yang sebenarnya terjadi? Dia ini masih hidup, tapi kenapa nadi nya tampak seperti orang yang sudah mati. Siapa dia sebenarnya?' pikir Phillip dalam hati.
Melody dan Amanda tampak begitu khawatir dengan kondisi Nadia apalagi Phillip sendiri tidak mengatakan sepatah katapun.
"Apakah Nadia baik-baik saja?" Tanya Amanda dengan wajah yang khawatir.
"Iya, jangan khawatir. Dia hanya lelah dan itulah kenapa dia sampai tidak sadarkan diri." Ucap Phillip.
Di sisi lain Kevin yang terbaring di kamar, sudah sadarkan diri. Dia pun mencari keberadaan Nadia ke ruang tamu. Namun dia hanya bertemu dengan Sopihia dan Sophia pun mengatakan kepadanya bahwa Nadia ada di dapur.
Dengan cepat Kevin bergegas pergi ke dapur dan mendapati Nadia yang masih berbaring di lantai dan tengah di periksa oleh Phillip.
"Apakah dia baik-baik saja?" Tanya Kevin.
"Kevin, kau sudah sadar." Ucap Edrick yang sudah ada bersama dengan Nadia dan yang lainnya. "Kau harus beristirahat." Lanjut Edrick.
"Jill, aku minta maaf dan terima kasih untuk bantuan mu." Ucap Kevin yang melihat bahwa Jill juga ada disana.
"Kevin, kau adalah teman baikku. Tentu saja aku akan menolong mu kapanpun kau dalam masalah." Balas Jill.
"Terimakasih. Oh ya Phillip, apakah dia baik-baik saja?" Tanya Kevin lagi yang menatap kearah Nadia.
"Iya, ada banyak hal yang terjadi hari ini. Jadi dia sangat kelelahan dan itulah kenapa dia sampai tak sadarkan diri." Balas Phillip.
Semua orang lalu membawa Nadia ke ruang tamu dan mulai mengobrol dan bertanya kepada Kevin, apa sebenarnya yang menyebabkan dia sampai bereaksi seperti itu. Bahkan saat itu belum bulan purnama. Namun Kevin sendiri tidak tahu apa penyebabnya.
Melody pun mengatakan kepada semua orang bahwa wanita tua pernah mengatakan bahwa hanya ada dua penyebab yang bisa membuat vampire menjadi tidak bisa mengendalikan dirinya. Yang pertama adalah bulan purnama, dan hal itu sudah pasti diketahui oleh semua vampir. Dan yang kedua alasannya adalah saat vampir menemukan cinta sejatinya.
"Nadia adalah orang terakhir yang kau lihat sebelum kau bereaksi seperti itu. Apakah bisa jadi Nadia adalah pasanganmu yang sesungguhnya?" Ucap Melody.
"Tidak mungkin, pasangan vampir itu bukanlah seorang manusia. Jika bukan vampir, bisa jadi iblis atau makhluk supranatural lainnya." Ucap Kevin yang tampak tidak percaya dengan apa yang dikatakan Melody.
Semua orang pun setuju dengan ucapan Kevin, karena mereka meyakini bahwa Nadia itu adalah manusia. Jadi tidak mungkin Nadia adalah pasangan yang ditakdirkan untuk Kevin.
Sementara itu Phillip tampak terus berpikir tentang semua kemungkinan yang bisa saja terjadi antara Kevin dan Nadia, mengingat saat dia mengecek Nadia memeriksa Nadia, dia merasakan bahwa Nadia seperti bukanlah manusia.
"Bagaimana jika aku mengatakan bahwa Nadia bukanlah manusia? Bisakah kau mempercayai aku?" Ucap Phillip.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments