Phillip mendekat kearah Nadia dan bertanya kepadanya apakah Nadia sudah menyelesaikan hafalan nya. Nadia pun membalas bahwa dia sudah selesai menghafal semuanya.
"Apa kau yakin? Jika kau gagal dalam tes ini, kau tidak bisa belajar di sini." Ucap Phillip.
"Aku tahu, aku sudah selesai." Ucap Nadia.
"Jika kau sudah selesai, ayo kita mulai." Ucap Phillip.
Phillip lalu memanggil seorang pemuda dan mengatakan kepadanya untuk menyimpan semua obat-obatan itu. Laki-laki itu pun menyingkirkan semua obat itu dari hadapan Nadia.
"Baiklah! Ucapkan semua nama dari obat yang aku berikan kepadamu tanpa berpikir." Ucap Phillip.
"Baik." Balas Nadia.
Nadia pun mulai menyebut semua nama dari obat-obatan itu dalam satu kali lihat dan saat Nadia melihat kearah Phillip dia tampak begitu terkejut.
"Kau bisa menghafal semuanya." Ucap Phillip kepada Nadia.
Nadia pun tersenyum dan berterima kasih kepada Phillip.
Phillip mengatakan kepada Nadia bahwa dalam sejarah selama dia mengajar beberapa orang tentang obat-obatan, ini adalah pertama kalinya dia melihat seseorang menghapal nama obat-obatan kurang dari 5 menit. Jadi itulah yang membuat Phillip tampak terkejut.
"Terima kasih atas pujiannya." Ucap Nadia.
Karena Nadia yang bisa menghafal semua nama obat-obatan itu, Phillip pun mengatakan kepadanya bahwa Nadia sudah lulus dalam tes itu. Nadia pun kembali berterima kasih kepada nya.
Phillip kemudian memanggil pemuda itu dan mengatakan kepadanya untuk menunjukkan apa tugas pertama yang harus dilakukan oleh Nadia.
"Aku begitu terkejut melihat seorang manusia yang mampu menghafal nama obat-obatan itu kurang dari 5 menit." Ucap pemuda itu dengan hati yang sebenarnya tampak sakit hati karena rasa iri pada Nadia itu.
"Terimakasih." Ucap Nadia.
Nadia sebenarnya tahu bahwa pemuda itu tidak bermaksud baik kepadanya dan bahkan pemuda itu dengan jelas wajahnya tampak tidak menyukai Nadia. Tapi Nadia harus tetap tersenyum.
"Kau hanyalah gadis bodoh." Ucap pemuda itu.
"Tolong, aku ingin kau berhenti mengganggu aku. Aku, mengikuti tes yang semua orang lakukan dan aku lulus. Kenapa kau malah iri kepada ku?" Ucap Nadia.
"Siapa yang mengatakan bahwa aku iri kepada mu?" Ucap pemuda itu lagi.
Namun Nadia memilih untuk tidak menjawab pertanyaan pemuda itu. Pemuda itu lantas membawa Nadia ke sebuah tempat yang dipenuhi dengan banyak buku dan buku itu tampak sangat berserakan di lantai. Nadia pun tahu bahwa Phillip ingin dirinya untuk menyusun semua buku-buku itu. Dan hal itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama bagi Nadia.
"Ini adalah tempatnya, dan kau tahu apa yang harus kau lakukan." Ucap pemuda itu lalu pergi.
Nadia tampak marah kepada pemuda itu dan dia sangat ingin meninju pemuda itu sekarang juga.
Dan sekarang yang dibutuhkan Nadia adalah mulai mengerjakan semua buku itu. Tapi dia bingung dimana harus memulainya karena dia merasa sangat begitu lelah.
Perlahan Nadia mulai mengatur buku itu satu persatu dan menaruh nya di atas rak. Ada sebuah buku yang berdiri dan tampak di sampulnya tertulis 'penyembuhan'. Nadia pun berpikir apa maksud dari tulisan penyembuhan di buku itu. Nadia langsung mengambil buku itu dan menaruh nya di dalam tasnya yang dia bawa dari istana. Nadia memasukkannya ke dalam tasnya, jadi dia berpikir bahwa dia bisa membawanya pulang untuk dibaca di kamarnya nanti.
Butuh beberapa jam bagi Nadia untuk akhirnya bisa menyelesaikan tugasnya untuk merapikan buku itu di atas rak. Nadia lalu pergi untuk menemui Phillip dan mengatakan kepadanya bahwa dia sudah selesai dengan tugasnya.
"Aku sudah selesai." Ucap Nadia.
"Itu sangat bagus, sekarang berikan aku buku yang kau ambil itu." Ucap Phillip.
Nadia mematung, dia tampak bingung bagaimana Phillip bisa tahu bahwa dia mengambil sebuah buku dari dalam ruangan itu. Nadia mengatakan bahwa dia ingin membaca buku itu dan akan mengembalikan nya nanti setelah dia selesai.
"Nadia, apakah kau tahu buku apa yang kau ambil itu? Sekarang kau berada di dunia vampir dan bukan di dunia manusia. Kau seharusnya berhati-hati dengan apa yang kau pilih dan ambil begitu saja." Ucap Phillip.
Nadia pun meminta maaf dan mengatakan bahwa dia hanya tertarik pada buku itu karena judulnya yang membuatnya menjadi begitu penasaran untuk membaca buku itu.
Phillip lantas mengatakan kepada Nadia bahwa buku yang dipegang Nadia itu adalah sebuah buku yang sangat berharga dan Sang Ratu lah yang menaruh nya di ruangan itu.
Nadia tampak terkejut karena yang pastinya dia tahu dengan benar bahwa Sang Ratu yang disebutkan oleh Phillip adalah Mama dari Kevin.
"Iya, aku tahu bahwa kau tidak mengenalnya karena kau belum bertemu dengannya." Ucap Phillip.
"Dimana Sang Ratu?" Tanya Nadia.
Phillip menjelaskan bahwa Sang Ratu adalah wanita yang penuh dengan kecepatan. Sang Ratu selama ini dikenal karena kesabaran nya dan Sang Ratu juga diketahui sangat membenci manusia.
Setelah mendengarkan ucapan Phillip, Nadia pun tampak bingung memikirkan jika memang Sang Ratu membenci manusia, lalu kenapa dia mengizinkan para gadis dari dunia manusia untuk menikah dengan putranya. Apalagi Kevin sendiri sebenarnya tampak tidak suka jika dia dipaksa untuk menikah.
Phillip yang mengetahui isi pikiran Nadia lantas berkata bahwa Sang Ratu ingin sebenarnya ingin menghabisi manusia. Jadi dia menemukan cara yang tepat untuk melakukannya, yaitu dengan menikahkan Kevin dengan gadis dari dunia manusia.
Phillip lalu juga menjelaskan kepada Nadia untuk tidak khawatir tentang hal itu karena jika Nadia bisa memiliki nilai yang sama dengan Kevin, maka Nadia bisa bertemu dengan Sang Ratu nantinya. Phillip juga mengatakan bahwa Sang Ratu mungkin saja tidak suka saat pertama kali bertemu dengan dia. Tapi Sang Ratu sebenarnya adalah sosok wanita yang sangat baik yang sangat perduli dengan klan vampir mereka.
"Lalu kenapa dia menaruh buku itu disana, jika buku itu sangat penting?" Tanya Nadia lagi.
Phillip kembali menjelaskan kepada Nadia bahwa tidak ada seorangpun yang bisa mengambil buku itu. Buku itu hanya mengizinkan pemiliknya untuk bisa mengambilnya.
"Melihat kau mengambil buku itu dengan begitu mudah, aku rasa buku itu sudah kehilangan kekuatannya." Ucap Phillip.
Nadia lantas melihat kearah buku itu. Nadia pun kembali berkata bahwa dia masih ingin membaca buku itu dan ingin mengembalikan nya secepat mungkin setelah ia selesai. Namun Phillip tidak mengizinkan nya dan meminta Nadia untuk mengembalikan buku itu.
Phillip lantas mengambil buku itu dengan paksa dari tangan Nadia.
"Kau bisa pulang sekarang. Kau sudah selesai untuk hari ini." Ucap Phillip.
"Baiklah, aku pergi." Ucap Nadia lalu melihat kearah Amanda dan mengajak Amanda untuk pulang.
Setelah itu, Nadia pun masuk ke dalam kereta kuda yang sudah menunggu dirinya.
Setelah Nadia pergi, beberapa saat kemudian giliran Kevin yang datang menemui Phillip di kliniknya.
"Apa yang kau lakukan disini? Nadia sudah pergi." Ucap Phillip setelah melihat kedatangan Kevin.
"Aku tahu, apakah aku tidak bisa datang untuk menemui mu?" Balas Kevin.
"Kevin aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu." Ucap Phillip yang dengan begitu cepat mengalihkan pembicaraan mereka.
Phillip lalu mengambil buku itu dan memperlihatkannya kepada Kevin. Melihat buku itu, Kevin langsung tampak begitu terkejut.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments