Di ruang tamu di istana milik Kevin semua teman Kevin, termasuk Sophia dan Melody yang pergi bersama Nadia ke mall tadi itu tampak khawatir akan kondisi Nadia. Sementara Kevin sendiri dia tampak begitu gusar dan juga marah. Dia benar-benar ingin menghajar orang yang sudah menyakiti Nadia dan juga Jill sahabatnya dengan tangannya sendiri.
Melody lalu mendekat kearah Kevin yang tengah duduk termenung di sofa ruang tamu.
"Kevin, tolong katakan kepada Nadia untuk memaafkan kami." Ucap Melody dengan menunduk.
Melody benar-benar merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Nadia. Dia dan juga Sophia merasa semua insiden yang terjadi adalah kesalahan dari mereka karena tidak mengawasi Nadia dengan baik.
"Jangan khawatir, aku akan mengatakannya kepada Nadia dan tolong sampaikan kepada Jill bahwa aku akan datang dan menemuinya nanti." Balas Kevin.
Melody pun mengangguk. Setelah itu dia, Sophia, dan ketiga teman laki-laki lainnya pun berpamitan untuk meninggalkan istana milik Kevin.
Dalam perjalanan pulang, mereka berlima tampak mengobrol tentang bagaimana reaksi Kevin atas kejadian itu.
"Aku merasa kasihan kepada para pria yang melakukan hal ini. Dengan melihat pada wajah Kevin, dia tampak begitu marah. Aku yakin dia akan menghabisi para lelaki itu dan semua keluarganya." Ucap Melody.
"Iya, kau benar." Balas Sophia dengan mengangguk.
"Sejujurnya aku tidak merasa kasihan kepada mereka." Ucap Demian yang membuat Melody dan Sophia melihat kearahnya.
"Aku yakin mereka pasti tahu bahwa Nadia berasal dari keluarga kerajaan. Bahkan jika dia belum menikah dengan cara vampire dengan Kevin, dia tetaplah dalam perlindungan keluarga kerajaan. Jadi mereka tahu semua itu, namun mereka memutuskan untuk tetap melakukan apa yang mereka ingin lakukan. Jadi terima saja konsekuensinya." Lanjut Demian lagi.
Mereka semua tampak mengangguk membenarkan apa yang diucapkan oleh Demian.
Sementara itu di dalam istana, Kevin beranjak dari posisi duduknya. Dia ingin menemui Nadia. Setelah itu dia tampak berjalan ke arah kamar dan dia bertemu dengan Amanda pelayan Nadia yang tampak keluar dari dalam kamar.
"Bagaimana keadaan nya?" Tanya Kevin.
"Dia sudah baik, dia hanya syok itu saja pangeran." Balas Amanda.
"Baiklah, aku akan menemuinya." Ucap Kevin lagi.
Kevin lalu masuk ke dalam kamar dengan perlahan dan dia mendapati Nadia yang tampak tengah berbaring di atas tempat tidur dengan menutup wajahnya menggunakan selimut.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Kevin.
"Apa yang kau lakukan disini? Aku mau sendirian." Balas Nadia.
Tanpa bicara Kevin langsung mengambil selimut yang menutupi wajah Nadia dan membuangnya jauh ke lantai.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau membuang selimut itu?" Teriak Nadia.
"Inilah dirimu yang sebenarnya." Ucap Kevin.
"Apa maksudmu dengan mengatakan seperti itu?" Tanya Nadia.
"Maksudku, kau adalah orang yang selalu marah setiap waktu kepada diriku." Ucap Kevin.
Nadia tidak bicara apapun, dia hanya menampilkan ekspresi wajahnya yang tampak cemberut. Hal itu lantas membuat Kevin tertawa terbahak-bahak.
"Kenapa kau tertawa?" Ucap Nadia lagi.
"Kau sangat menggemaskan." Balas Kevin yang kemudian mencubit pipi Nadia.
"Lepaskan aku! Berhentilah memperlakukan aku seperti anak kecil."
"Kau memang anak kecil." Ucap Kevin. "Sekarang, jika kau merasa baik-baik saja, ayo kita pergi." Ucap Kevin menarik tangan Nadia
"Kemana kita akan pergi?" Tanya Nadia.
"Kau akan tahu setelah kita tiba di sana nanti. Jadi berdirilah dan ganti pakaian mu, ayo kita pergi."
"Aku sangat takut untuk keluar. Siapa yang tahu, apa yang akan terjadi saat aku keluar."
"Nadia, kau sedang bersama pangeran dari kerajaan ini. Siapa yang akan berani untuk menyentuh mu saat kita pergi bersama." Ucap Kevin.
Tanpa bicara lagi Kevin pun keluar dari dalam kamar. Nadia pun berpikir bahwa apa yang dikatakan Kevin tidak salah sama sekali. Jadi dia pun memutuskan untuk pergi.
Kevin sendiri tengah duduk di ruang tamu, dia tampak menunggu seseorang untuk datang menemuinya. Tak lama kemudian ada seorang pria yang datang menemui dirinya dan membungkukkan tubuhnya di hadapan Kevin.
"Lionel." Ucap Kevin memanggil pria itu.
"Pangeran, anda memanggil saya?" Ucap Lionel.
"Aku mau kau menemukan semua orang yang menyakiti Nadia. Dan pada saat kau menemukan mereka, bunuh mereka dan juga seluruh keluarganya." Titah Kevin.
"Baiklah Pangeran, saya akan melakukan apa yang anda perintahkan."
Setelah itu pria bernama Lionel itu pun pergi.
Sementara itu di dalam kamar, Nadia tengah memilih pakaian yang ingin dia gunakan untuk pergi keluar istana bersama Kevin. Dia sama sekali tidak tahu kemana Kevin akan membawanya, jadi dia hanya menggunakan pakaian yang membuatnya merasa sangat nyaman.
Setelah selesai berganti pakaian, Nadia pun keluar dari dalam kamar untuk menemui Kevin di ruang tamu.
"Kevin aku sudah selesai. Ayo kita pergi." Ucap Nadia.
Kevin lantas memegang tangan Nadia dan mulai melakukan teleportasi. Nadia semakin merasa bingung kemana sebenarnya Kevin akan membawa dirinya.
Beberapa saat kemudian, mereka pun tiba.
Tempat itu sangat berbeda dengan tempat-tempat yang dikunjungi Nadia sebelumnya bersama para gadis itu. Bagi Nadia, semua yang dilihatnya di tempat itu seolah berada di dunia yang berbeda. Dia pun bertanya kepada Kevin dimana sebenarnya mereka berada saat ini.
"Kau punya mata yang sangat tajam. Kau bisa mengatakan perbedaan dalam satu kali saja. Beberapa orang bahkan tidak bisa mengatakan perbedaannya." Ucap Kevin.
Nadia menaikkan alisnya seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kevin padanya.
"Saat aku membawa teman-temanku kemari untuk pertama kalinya, mereka tidak bisa mengatakan perbedaannya. Mereka pikir ini adalah tempat yang sama. Bagaimana kau bisa mengetahui perbedaan nya?" Tanya Kevin penuh rasa penasaran.
"Aku tidak tahu. Jadi tempat apa ini?" Ucap Nadia balik bertanya.
Tapi Kevin tidak menjawab pertanyaan Nadia. Dia malah langsung mengajak Nadia masuk kedalam tempat itu.
"Ayo masuk, aku akan memperkenalkan mu kepada seseorang." Ucap Kevin.
Saat Kevin membawa Nadia masuk ke dalam ruangan itu, ada beberapa orang yang tampak tengah berbaring dengan wajah yang tampak pucat. Ada juga yang terluka, dan banyak lagi dengan kondisi yang lainnya. Nadia pun berpikir bahwa tempat itu adalah rumah sakit. Karena memang dalam ruangan itu ada banyak sekali orang-orang yang tampak berbaring dengan kondisi mereka yang tidak baik.
'Tapi jika ini rumah sakit, lalu kenapa dia membawaku kemari?' Tanya Nadia dalam hati.
Beberapa saat kemudian, seorang pria mendekat ke arah mereka berdua dan tersenyum kepada Kevin.
"Hei." Ucap Kevin.
"Kevin, lama tidak bertemu." Ucap pria itu membalas sapaan Kevin.
Mereka berdua lalu berjabat tangan dan mulai mengobrol.
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments