Kevin dan pria itu mulai tampak mengobrol. Keduanya tampak begitu akrab hal itu semakin membuat Nadia berTanya sebenarnya siapa pria itu.
"Bagaimana pekerjaanmu?" Tanya Kevin.
"Semuanya baik dan siapa dia?" Tanya pria itu saat melihat kearah Nadia.
"Dia adalah gadis yang aku nikahi." Ucap Kevin seraya memegang tangan Nadia.
Pria yang ada di hadapan Kevin itu lantas menatap Nadia dari kepala sampai ke kakinya.
"Tapi dia tidak punya tanda sebagai seorang putri." Ucap pria itu lagi.
"Apa yang aku maksud adalah, aku menikah dengannya secara dunia manusia." Ujar Kevin.
"Oh aku mengerti." Balas pria itu lantas tersenyum pada Nadia.
Pria itu lantas menyapa Nadia dan Nadia pun memBalas dengan menganggukkan kepalanya.
"Aku membawa dia kemari untuk belajar tentang pengobatan denganmu." Ucap Kevin.
Apa yang dikatakan Kevin membuat Nadia tampak terkejut. Karena mereka berdua memang belum pernah sama sekali membicarakan hal itu sebelumnya. Jadi Nadia merasa semua ini terlalu terburu-buru dan dia sendiri sebenarnya masih ragu dan takut jika berada di sekeliling vampir lainnya kecuali Kevin dan teman-temannya.
Nadia lantas melihat kearah Kevin dan menarik pakaiannya perlahan.
"Ada apa?" Tanya Kevin yang menatap kearah Nadia.
"Aku ingin bicara berdua denganmu." Ucap Nadia.
"Baiklah." Balas Kevin.
"Kalian berdua bisa bicara." Ucap pria itu.
Setelah itu Nadia menarik Kevin untuk berjalan menjauh bersamanya ke arah ruangan lainnya. Nadia pun langsung protes kepada Kevin atas tindakan yang dilakukannya karena tidak mengatakan kepadanya bahwa lebih dulu bahwa dia ingin dirinya mempelajari tentang obat-obatan.
"Nadia, sebelum kita menikah, aku sudah mengecek dirimu dan kehidupan saudari mu sebelum ini. Aku dengar bahwa kau ingin belajar tentang pengobatan dalam ilmu medis. Tapi orang tuamu tidak punya cukup uang untuk membuatmu belajar di bidang kesehatan, jadi inilah kenapa aku memutuskan nya." Ucap Kevin.
Selama ini Nadia memang sangat ingin untuk melanjutkan pendidikannya di bidang kesehatan, namun karena kehidupan keluarganya yang jauh dari kata mapan, membuatnya harus mengubur mimpinya itu dan hanya bisa membantu kehidupan Mamanya sehari-hari setelah kematian Papanya.
Namun Nadia tidak suka saat Kevin memutuskan sesuatu untuknya karena dia ingin memutuskan sesuatu untuk dirinya sendiri.
"Baiklah, jika kau tidak mau. Kalau begitu ayo kita pulang aku tidak mau memaksamu." Ucap Kevin yang menarik tangan Nadia.
Wajah Kevin tampak sangat marah, sebenarnya dia hanya ingin membantu Nadia agar tidak bosan saat berada di dalam istana karena tidak memiliki kegiatan apapun yang bisa dia lakukan.
Nadia pun akhirnya setuju dan mengatakan bahwa apa yang dilakukan Kevin adalah untuk kebaikannya. Kevin pun tampak tersenyum karena senang atas keputusan Nadia yang mau mendengarkan dirinya.
Mereka lalu kembali masuk ke dalam ruangan itu dan bertemu dengan pria yang ditemui Kevin sebelumnya.
"Apa kalian sudah selesai bicara?" Tanya pria itu.
"Iya " Balas Kevin.
Kevin lalu kembali mengatakan bahwa dia ingin Nadia untuk belajar bersama pria itu.
"Dia tidak bisa mempelajari tentang ilmu medis seperti itu saja, tapi dia butuh beberapa tes untuknya agar bisa menjadi murid ku." Ucap pria itu.
"Baiklah, aku akan menyerahkan semuanya di tanganmu." Ucap Kevin.
"Kapan dia bisa datang untuk belajar?" Tanya pria itu lagi.
Kevin lantas menatap kearah Nadia, seolah menanti jawaban Nadia atas pertanyaan pria itu.
"Terserah, kapan saja. Aku juga tidak punya jadwal apapun." Balas Nadia.
Pria itu lantas mengatakan bahwa Nadia bisa datang seminggu penuh kecuali hari jumat, dia bisa mengambil hari libur hari itu.
"Bagaimana menurutmu?" Tanya pria itu pada Nadia.
Nadia hanya bisa setuju akan apa yang dikatakan pria itu. Lalu pria itu kembali bertanya kepada Nadia tentang siapa namanya.
"Namaku Nadia." Balas Nadia.
"Senang bertemu denganmu, namaku adalah Phillip.
Nadia dan pria itu lantas berjabat tangan. Pria itu tampak sangat baik dimata Nadia.
Setelah itu Kevin dan Nadia kembali ke istana dalam sekejap mata karena Kevin membawa Nadia pergi dengan melakukan teleportasi. Pada awalnya saat pertama kali melakukan teleportasi, Nadia merasa sedikit bingung namun saat ini dia sudah mulai terbiasa melakukannya.
Saat mereka berdua masuk ke dalam istana, ada seorang gadis yang ada di ruang tamu dia langsung berlari kearah Kevin dan memeluk Kevin dengan erat.
" Kevin aku merindukanmu Ucap wanita itu.
Nadia melirik kearah wanita itu dan berpikir sebenarnya siapa wanita itu karena dia tampak begitu akrab dengan Kevin bahkan memanggil nama Kevin dan bukannya pangeran.
"Kau, berhentilah melakukan hal ini." Ucap Kevin melepaskan tangan wanita itu dari tubuhnya.
Nadia lantas memutuskan untuk menyapa wanita itu, tapi wanita itu hanya melihat ke arahnya dan tidak merespon sapaan dari dirinya. Wanita itu hanya menatap Nadia dari ujung kepala sampai ke kakinya seolah dia tengah memindai Nadia.
"Siapa dia?" Tanya wanita itu. "Dia adalah manusia! Jangan katakan kepadaku bahwa dia adalah wanita yang kau nikahi secara dunia manusia." Ucap wanita itu lagi.
"Iya memang dialah orangnya. Biarkan aku memperkenalkan kalian berdua. Nadia perkenalkan dia Viola. Dan kau Viola, Viola dia adalah Nadia." Ucap Kevin memperkenalkan kedua wanita yang saling berhadapan itu.
Nadia dan Viola pun saling menyapa satu sama lain. Awalnya Nadia berpikir bahwa Viola akan menolak sapaannya, ternyata tidak sama sekali. Viola pun membalas sapaannya lagi.
"Jadi, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Kevin kembali menatap kearah viola.
"Aku disini untuk mengunjungi dirimu. Aku sangat merindukanmu." Balas Viola.
"Kevin bisakah aku tinggal disini, 4 hari saja?"
"Viola, jika aku tidak membiarkan dirimu untuk tinggal disini kau tidak akan membiarkan aku beristirahat." Balas Kevin.
Viola pun akhirnya tertawa setelah mendengarkan ucapan Kevin.
"Kau memang paling mengerti aku." Ucap Viola.
Kevin dan Viola kemudian mengobrol. Nadia tampak senang karena Viola akan tinggal di sana. Jadi dia bisa mengobrol dengan orang baru dan juga berharap bahwa dia dan Viola bisa berteman dengan baik.
"Aku akan masuk ke kamar." Ucap Nadia kemudian berlalu pergi.
Nadia beranjak berjalan pergi ke kamarnya, meninggalkan mereka berdua karena dia berpikir bahwa mereka berdua pasti membutuhkan waktu untuk mengobrol berdua karena mereka terlihat tampak seperti sudah tidak bertemu selama bertahun-tahun.
Tiba di dalam kamar, Nadia langsung mandi dan setelah itu berbaring di atas tempat tidur dan dengan cepat dia pun tertidur dengan nyenyak karena dia begitu kelelahan hari ini. Ada begitu banyak peristiwa yang terjadi pada dirinya dimulai dengan dirinya yang diculik dan di penghujung hari Kevin yang membawanya pergi bertemu dengan pria yang bernama Philip dan akan menjadi gurunya dalam mempelajari ilmu medis.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments