14. Perubahan Kevin

"Nadia berhati-hatilah." Ucap Kevin.

Setelah itu Kevin langsung meninggalkan kamar itu. Kevin berjalan keluar dari dalam kamar menuju area ruang tamu dan dia pun bergumam.

"Jika aku tidak meninggalkan kamar itu, aku bisa saja menghisap darah nya sampai kering. Tidak akan butuh waktu yang lama untuk diriku menghisap darah nya sampai habis. Kenapa tenggorokanku terasa begitu kering? Aku harus memanggil teman-temanku dan mengatakan kepada mereka tentang hal ini. Mungkin mereka akan mempunyai solusi untuk ku." Ucap Kevin.

Sementara itu di dalam kamar, Nadia merasa sangat marah. Dia tidak merasa bahwa dirinya ingin menggoda Kevin. Dia hanya mengatakan kepada Kevin bahwa pijatan yang diberikan Kevin kepadanya terasa sangat nyaman dan membuatnya menjadi rileks.

Nadia benar-benar tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiran Kevin.

Setelah itu tampak sosok Amanda masuk ke dalam kamar.

"Nadia, apakah kau baik-baik saja?" Tanya Amanda.

"Aku sangat baik." Balas Nadia.

"Sebentar lagi akan terjadi bulan purnama." Ucap Amanda.

"Memangnya kenapa jika terjadi bulan purnama?" Tanya Nadia bingung.

"Itu artinya pangeran tidak akan ada disini dalam waktu 1 bulan." Balas Amanda.

"Satu bulan, kenapa?" Tanya Nadia bingung.

"Aku tidak tahu." Balas Amanda lagi. "Ngomong-ngomong aku hanya ingin mengatakan kepadamu tentang hal itu. Apakah kau mau aku mengambilkan air untuk kau minum?" Tanya Amanda.

"Baiklah terima kasih." Balas Nadia.

Amanda hanya mengangguk kemudian pergi dari kamar itu. Nadia berpikir apa yang memangnya akan terjadi jika bulan purnama datang. Apa hubungannya antara bulan purnama dengan Kevin yang tidak akan kembali ke istana. Ada banyak pertanyaan yang ada dipikiran Nadia dan dia butuh jawaban dari semua pertanyaan itu.

Dibandingkan harus duduk di dalam kamar, Nadia memilih untuk pergi bertanya langsung kepada Kevin untuk mengatakan kepadanya apa pengaruh dari bulan purnama itu kepada dirinya.

Nadia sudah memikirkan hal itu dan akan melakukannya. Dia ingin pergi untuk bertemu dengan Kevin. Jadi dia pun meninggalkan kamarnya dan mulai berjalan keluar untuk mencari di mana keberadaan Kevin.

Nadia pun bertanya-tanya dimana Kevin berada karena Kevin baru saja keluar dari dalam kamar, namun dia tidak menemukan keberadaan Kevin dimana pun.

Nadia justru bertemu dengan Amanda yang hendak berjalan masuk kedalam kamarnya lagi.

"Aku baru saja ingin membawakan air untukmu kedalam kamar." Ucap Amanda.

"Tidak perlu, aku akan meminumnya disini." Balas Nadia.

Nadia lantas dengan cepat meminum air yang diberikan oleh Amanda kepadanya. Setelah air yang ada di dalam gelas itu habis, Nadia pun memberikan gelas itu kepada Amanda lagi.

"Apa kau tahu dimana Kevin berada?" Tanya Nadia.

Amanda hanya menggeleng.

"Aku tidak tahu. Kenapa kau mencari Pangeran?" Ucap Amanda balik bertanya.

"Aku hanya ingin menanyakan beberapa pertanyaan padanya." Balas Nadia.

"Baiklah, aku harus melakukan sesuatu." Ucap Amanda.

"Baik kau boleh pergi." Ucap Nadia.

Nadia kembali berkeliling istana untuk mencari keberadaan dimana Kevin. Dia terus bertanya-tanya sebenarnya dimana Kevin karena dia tidak bisa melihat Kevin bahkan orang-orang lainnya yang ada di istana.

Nadia tidak melihat pelayan mana pun kecuali Amanda dan hal itu terasa sangat aneh bagi dirinya. Karena merasa begitu sepi dan aneh Nadia pun berpikir untuk kembali ke kamarnya. Namun dia melihat ada sebuah ruangan dengan pintu yang terbuka lebar.

Nadia bertanya-tanya ruangan apa itu karena dia belum pernah melihat ruangan itu sebelumnya. Nadia pun memutuskan untuk pergi dan mengintip ke dalam ruangan itu. Namun saat dia mengintip ke dalam, dia melihat sesuatu yang tidak bisa dipercayai oleh matanya.

Nadia menatap Kevin yang tampak tengah kesakitan. Nadia pun langsung berlari dengan cepat ke arah Kevin.

"Kevin! Ucap Nadia yang hendak berjalan semakin mendekat ke arah Kevin.

"Jangan kemari." Teriak Kevin.

Nadia pun langsung berhenti dengan cepat.

Nadia merasa bahwa Kevin tampak begitu aneh, namun juga kasihan kepadanya karena terlihat begitu kesakitan.

"Kevin." Ucap Nadia lagi.

"Pergi dari sini." Ucap Kevin berteriak.

"Kevin." Ucap Nadia lagi berusaha memanggil Kevin.

"Kenapa pintu itu terbuka? Jangan sampai Nadia masuk ke dalam ruangan itu, dia akan mati." Ucap seorang wanita.

Saat wanita itu hendak masuk ke dalam ruangan yang pintunya terbuka itu, seorang pria menghentikan dirinya.

"Lionel, kenapa kau menghentikan aku." Tanya wanita itu.

"Biarkan dia sendiri di dalam sana. Jika dia mati, maka biarkan dia mati. Ini bukan salah siapapun." Ucap Lionel.

"Nadia adalah gadis yang baik. Dia tidak pantas untuk mati." Balas wanita itu.

'Aku harus memberitahukan kepada teman-teman Pangeran. Aku harus memberitahukan mereka dengan cepat. Aku tahu jika aku berkelahi dengan Lionel, aku tidak akan menang dan dia akan mengalahkan aku jika aku melakukannya.' pikir wanita itu dalam hati.

Wanita itu pun pergi. Dia lalu memberitahu teman-teman Kevin. Namun Lionel mengetahui hal itu. Lionel pun menjadi marah.

"Kau tidak memberikan aku pilihan lain." Ucap Lionel yang langsung menghabisi wanita itu. "Kau harus mati untuk kehidupan Pangeran."

Sementara itu di dalam ruangan itu, Nadia tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan Kevin kepadanya agar dia menjauh darinya dan dia malah melanjutkan langkahnya untuk semakin mendekat kepada Kevin.

"Nadia jangan mendekat kepadaku." Ucap Kevin.

"Apa yang terjadi pada mu?" Tanya Nadia.

Nadia menyentuh kulit Kevin. Tubuh Kevin terasa begitu sangat dingin, matanya tampak sangat merah. Dan hal itu membuat Nadia ketakutan. Ini adalah pertama kalinya Nadia melihat suatu hal yang seperti ini. Kevin lalu tiba-tiba memegang tangan Nadia dan langsung menjatuhkan Nadia ke lantai.

"Kevin, hentikan." Ucap Nadia dengan tubuhnya yang gemetaran karena takut.

Saat Kevin semakin mendekat kearah Nadia, tiba-tiba semua teman Kevin masuk ke dalam ruangan itu.

"Kevin lepaskan Nadia." Ucap teman-teman Kevin.

Bersambung....

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!