Dia lalu kembali menatap ke arah Nadia dan menjulurkan lidahnya dengan tujuan menggoda Nadia. Hal itu membuat Nadia menjadi kesal dan ingin kembali memukuli Kevin, tapi dia berusaha untuk menahan dirinya mengingat bahwa ada teman Kevin yang akan masuk ke dalam kamar.
"Kevin, kau tahu bahwa tidak baik meninggalkan tamu mu dan malah masuk ke dalam kamar untuk menggoda dia." Ucap Jim.
"Dia tidak menggoda ku." Ucap Nadia.
"Jika kau berkata seperti itu." Balas Kevin yang kemudian kembali tertawa terbahak.
Kevin dan Jim lalu berjalan keluar dari dalam kamar namun saat tiba di pintu, Kevin berbalik dan kembali menjulur kan lidahnya ke arah Nadia. Hal itu malah semakin membuat Nadia menjadi kesal padanya.
Nadia hanya bisa melihat kedua pria itu meninggalkan kamar dan setelah keduanya sudah tidak terlihat lagi Nadia pun berpikir kenapa dirinya sampai berpikir bahwa Kevin menginginkan tubuhnya. Nadia merasa begitu malu dan dia pun menutup wajahnya dengan jemarinya.
"Kevin, ada apa dengan hidungmu? Itu tampak merah." Tanya Melody saat Kevin sudah berada di ruang tamu.
"Ah tidak apa-apa." Balas Kevin tersenyum.
Selang beberapa saat, Nadia pun tampak keluar dari dalam kamar dan dia berjalan turun dari lantai atas menuju ruang tamu dan di sana dia melihat Viola dan para gadis lainnya.
Nadia pun berjalan mendekat ke arah mereka semua dan dia mengatakan kepada mereka bahwa dia minta maaf karena sudah meninggalkan mereka semua begitu saja dan dia tidak bermaksud melakukan hal itu dengan sengaja.
"Ayolah Nadia, itu tidak apa-apa. Kau tidak perlu meminta maaf." Ucap Melodi.
Viola memandang sinis ke arah Nadia dan kembali memulai pertengkaran diantara mereka berdua.
"Apakah kau mencoba untuk membuatku menjadi orang yang tampak jahat?" Ucap Viola.
"Apa yang kau bicarakan? Aku tidak bicara padamu. Aku bicara dengan mereka." Ucap Nadia yang mulai terpancing emosi dan kesal lagi.
"Sudah cukup kalian berdua! Viola, cepat minta maaf kepada Nadia." Titah kevin.
"Tidak perlu meminta maaf karena itu hanya akan menjadi permintaan maaf yang tidak tulus." Ucap Nadia.
Ucapan Nadia semakin membuat Viola terbakar amarah. Dia benar-benar ingin mencakar wajah Nadia.
"Kenapa kau berusaha membuatku menjadi marah?" Ucap Viola yang benar-benar tampak begitu marah kepada Nadia.
"Kalian berdua harus berhenti sekarang juga." Ucap Kevin lagi.
Viola tampak sangat kesal karena Kevin seolah lebih membela Nadia dibandingkan dirinya. Dia pun lantas berdiri dari duduknya dan menatap kearah Kevin dengan tatapan mata yang penuh kekecewaan.
"Kevin, aku pergi sekarang karena kau sudah tidak perduli padaku lagi." Ucap viola tanpa penyesalan sama sekali.
"Viola, ada sesuatu yang perlu ka tahu. Kau harus berhenti berpikir tentang dirimu sendiri yang jauh lebih tinggi dari orang lain. Jadi hal itu bisa membuatmu menjadi teman yang baik." Ucap Kevin memberi nasehat kepada Viola.
"Kevin, kau mengajari aku. Kau tahu bahwa aku punya perasaan kepadamu sampai sekarang. Tapi kau malah memperlakukan aku seperti ini, aku pergi." Teriak Viola dan langsung membanting pintu dengan begitu kasar.
Semua orang terdiam dan saling menatap satu sama lain. Mereka tidak mengerti apa yang telah terjadi sebenarnya. Dan mereka tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
"Apa itu tadi?" Ucap Melody.
"Aku tidak tahu." Balas Jill.
Nadia pun akhirnya mengerti, itulah alasan kenapa sikap Viola begitu kasar kepadanya karena Viola mencintai Kevin. Namun Kevin memperlakukan dirinya seperti adiknya, dan tidak lebih dari itu.
"Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Melody.
"Aku tahu, apa yang harus kita lakukan." Balas Sophia.
"Apa itu?" Tanya Edrick.
"Nadia, ceritakan kepada kami cerita hidupmu di dunia manusia." Ucap Sophia.
Nadia mengatakan bahwa tidak ada yang spesial tentang hidupnya. Namun para sahabat Kevin mengatakan setiap kehidupan pasti menarik dan semua orang hanya perlu menemukan di mana letak bagian menariknya dalam hidup mereka itu.
Tapi Nadia tetap mengatakan bahwa cerita hidupnya sama sekali tidak menarik. Namun semua teman Kevin terus memaksa Nadia. Hingga akhirnya Nadia pun menyerah dan mulai menceritakan kisah hidupnya, meski ia merasa bahwa semua kisah hidupnya membosankan.
Nadia mulai mengisahkan tentang dirinya yang hidup bersama Mama dan saudara perempuannya. Kehidupan Nadia biasa-biasa saja layaknya hidup para manusia lainnya. Dimana kebanyakan waktu yang dihabiskan untuk bekerja.
Nadia memang sudah mulai bekerja sejak Sang Papa meninggal dunia. Apalagi dia yang memang tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena terkendala biaya hingga membuat Nadia lebih memilih bekerja untuk membantu keuangan Sang Mama di rumah.
Semua teman Kevin, tampak begitu serius mendengarkan cerita Nadia.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments