2. Menjadi Pengantin Pengganti

Setelah beberapa saat berjalan, Nadia dan Sang Mama akhirnya tiba di rumah. Becca tampak berdiri di luar rumah menunggu kedatangan mereka berdua.

"Becca...." Ucap Nadia.

"Nadia, aku minta maaf dengan apa yang aku katakan tadi. Aku tidak bermaksud untuk mengatakan hal itu." Ucap Becca tertunduk.

"Sudahlah tidak apa-apa. Aku memaafkan mu." Balas Nadia.

Mereka berdua lalu berpelukan satu sama lain.

"Ini sangat bagus! Seperti inilah kalian seharusnya. Mama sangat bahagia karena kalian berdua sudah melupakan masa lalu di antara kalian berdua. Sekarang ayo kita masuk, kalian berdua tidak mau kedinginan bukan." Ucap Sang Mama dengan bahagia.

Mereka semua lalu masuk ke dalam rumah dan menghangatkan tubuh mereka.

Sang Mama kemudian bergegas menuju dapur untuk memasak makanan untuk makan malam. Jadi Nadia yang merasa begitu penasaran dengan apa yang Becca maksud dengan keputusan besar yang akan diambil Sang Mama, lantas bertanya pada Becca.

"Becca, apa maksudmu dengan Mama yang harus membuat keputusan besar. Keputusan apa itu?" Tanya Nadia begitu penasaran.

"Sebenarnya mereka memilih ku untuk menjadi pengantin pangeran vampir." Balas Becca dengan wajah lesu.

"Apa?" Ucap Nadia tampak terkejut.

"Jadi aku menyarankan Mama untuk memilihmu menjadi pengantin vampir itu. Tapi sekarang aku sudah tidak takut lagi. Jika ini adalah takdirku untuk dibunuh, jadi biarkan saja." Ucap Becca dengan senyuman getir di wajahnya.

'Kenapa pangeran vampir itu datang dan menyebabkan keributan di keluarga kami? Kenapa? Aku tidak mengerti semuanya.' Ucap Nadia dalam hati.

Nadia melihat kearah wajah Becca untuk melihat ekspresi saudarinya itu. Becca terlihat tidak bahagia. Mereka lalu makan malam dan mengobrol sebentar, kemudian mereka tertidur.

Di dalam kamar, Nadia tengah bermimpi.

"Nadia, ambillah posisi saudara mu untuk pernikahan itu. Pernikahan itu akan membuatmu bahagia." Ucap seorang wanita misterius.

"Siapa kau?" Tanya Nadia.

"Kau tidak perlu tahu siapa aku." Balas wanita misterius itu.

Wanita misterius itu hendak pergi meninggalkan Nadia

"Jangan pergi." Teriak Nadia.

Wanita misterius itu pergi dan kemudian Nadia terbangun dari mimpi nya. Setelah itu, hal yang diingat Nadia adalah, dia selalu mempunyai mimpi seperti itu. Mimpi yang sama dimana wanita misterius itu terus datang dalam mimpinya. Nadia tidak mengenal siapa wanita itu.

'Kenapa aku harus mengambil posisi Becca? Apa yang harus aku lakukan?' Tanya Nadia dalam hati.

Hari berikutnya....

Nadia dan yang lainnya tengah berada di meja makan. Sang Mama tengah menyiapkan makanan untuk mereka dan Becca masih dengan wajahnya yang muram. Nadia tengah memikirkan tentang mimpi yang dia alami.

'Kenapa wanita itu mau aku menggantikan posisi Becca? Aku tidak mengerti tentang mimpi itu sama sekali.' pikir Nadia.

"Nadia, apa yang tengah kau pikirkan? Ini adalah meja makan dimana tempat kita untuk makan dan bersantai. Bukan tempat untuk memikirkan sesuatu." Ucap Sang Mama.

"Aku minta maaf Ma." Balas Nadia.

"Dan kau Becca. Kenapa wajahmu itu selalu saja cemberut? Ayolah bersemangat dan hapus ekspresi wajahmu yang tampak cemberut itu." Ucap Sang Mama lagi.

"Ma, bagaimana aku bisa menghapus semua ini dari wajahku dengan diriku yang mengetahui bahwa aku akan mati sebentar lagi." Balas Becca.

Sang Mama menatap ke arah bawah dan mencoba yang terbaik untuk terlihat bahagia.

"Ayo kita makan dengan bahagia sekarang. Kita akan memikirkan semua itu nanti." Ucap Sang Mama.

Mereka semua lalu melupakan tentang masalah mereka. Setelah mereka selesai makan, mereka pun duduk di ruang tamu.

"Ma, apa yang harus kita lakukan sekarang? Apakah aku akan mati?" Ucap Becca dengan matanya yang berair.

"Kau tidak akan mati. Mama tidak akan membiarkan mu mati. Jika Mama harus berkelahi melawan pangeran vampir yang jahat itu, maka Mama akan lakukan, oke." Ucap Sang Mama.

"Mama...!" Ucap Becca lalu memeluk Sang Mama dan menangis keras.

'Mereka menjagaku dan memberikan aku tempat tinggal. Kenapa aku membiarkan mereka memikirkan masalah ini berlarut-larut dan wanita misterius itu berkata bahwa, aku harus menggantikan tempat Becca. Lalu kenapa tidak aku lakukan saja?' Ucap Nadia dalam hati.

"Ma, aku akan menggantikan tempat Becca." Ucap Nadia.

"Nadia, apa yang kau bicarakan?" Ucap Sang Mama.

"Kenapa tidak? Aku mau membalas budi atas segala yang Mama lakukan kepada ku, karena sudah menjagaku selama ini." Ucap Nadia.

"Nadia, kau tidak perlu menggunakan hidupmu untuk membalas semuanya."

"Ma, aku punya sebuah pertanyaan yang harus aku tanyakan. Berapa banyak orang yang sudah melihat pangeran vampir? Ini semua hanya ada dalam imajinasi kita Ma. Aku tidak membunuh diriku sendiri. Tidakkah Mama mengetahui aku lagi? Aku adalah wanita yang kuat." Ucap Nadia.

"Nadia, tapi masalah ini tidak sesimpel itu." Ucap Becca seraya mengusap air matanya.

"Nadia, tolong jangan lakukan ini." Ucap Sang Mama.

"Ma, aku berterima kasih kepada Mama sudah memberikan aku tempat tinggal selama ini." Ucap Nadia seraya membungkuk.

Nadia lalu meninggalkan ruang tamu.

"Nadia...!!" Teriak Sang Mama.

"Becca, apakah kau meminta Nadia tentang hal ini?"

"Ma, untuk apa aku harus melakukan ini? Aku merasa bahwa Nadia adalah saudara kandung ku sendiri." Ucap Becca.

Sang Mama kemudian pergi menyusul Nadia dan mengetuk pintu kamarnya.

"Nadia, buka pintunya. Ini Mama."

Nadia lalu membuka pintu. Mamanya lantas masuk dan langsung duduk.

"Nadia, aku ini Mamamu. Katakan semuanya kepada Mama. Apakah ada yang salah? Kenapa kau memutuskan untuk menggantikan posisi Becca? Apakah Becca mengatakan sesuatu kepadamu?" Tanya Sang Mama.

"Becca tidak mengatakan apapun kepadaku. Aku yang mengajukan diriku sendiri karena aku mau." Balas Nadia.

"Mama tidak percaya itu Nadia. Katakan kepada Mama. Apakah kau mempunyai masalah?" Tanya Sang Mama lagi.

"Ma, baiklah. Aku akan jujur kepada Mama. Aku mempunyai mimpi yang aneh semalam." Balas Nadia.

"Mimpi apa?" Tanya Sang Mama. "Apakah mimpi yang sama dengan mimpi yang selalu terjadi kepadamu selama ini?"

"Iya mimpi yang sama. Tapi ada sedikit perbedaan."

"Baiklah, katakan kepada Mama apa yang terjadi dalam mimpi itu?" Ucapkan Mama.

"Wanita misterius itu berkata bahwa aku harus menggantikan posisi Becca. Dia berkata itu akan membuat hidupku bahagia."

"Dia berkata seperti itu? Jadi apakah itu alasan kenapa kau memutuskan untuk menggantikan posisi Becca?" Tanya Sang Mama.

"Iya Ma, dimana hal itu membuatku menyadari bahwa pangeran vampir itu mungkin tidak sepenuhnya jahat. Itu semua mungkin hanya imajinasi kita saja." Ucap Nadia.

"Bagaimana mungkin itu hanya imajinasi kita saja? Dia sudah membunuh kedua belas istrinya yang terdahulu."

"Ma, kita tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, jadi kita tidak bisa menghakimi dia begitu saja. Ma, jangan khawatirkan aku, aku akan baik-baik saja." Ucap Nadia mencoba meyakinkan Sang Mama.

"Nadia, bahkan walaupun kau percaya akan hal itu, Mama tetap tidak bisa melepaskan mu."

"Ma, bagaimana kalau begini saja. Jika aku sampai disana dengan masih hidup, aku akan mengirimkan surat pada Mama untuk mengetahui bahwa aku baik-baik saja."

"Kau akan melakukan hal itu?" Tanya Sang Mama.

"Iya, aku berjanji pada Mama."

"Baiklah kalau begitu, jika kau berjanji padaku, Mama tidak punya pilihan lain selain membiarkanmu pergi. Mama keluar sekarang, kau harus beristirahat."

"Baiklah." Ucap Nadia.

Setelah Sang Mama pergi, Nadia menghela napas panjang. Dia bahkan tidak yakin apakah dia bisa mempercayai wanita misterius yang selalu muncul dalam mimpinya itu.

Siapa orang yang mau mempercayai seorang wanita yang mereka lihat di dalam mimpi?

Tapi disaat yang bersamaan, Nadia juga tidak mau melihat Becca mati di tangan pangeran vampir itu, apalagi Becca tampak begitu ketakutan.

"Aku tidak akan mati dengan mudah. Aku akan berusaha semampuku sampai nafas terakhirku." Ucap Nadia seraya berjalan keluar rumah untuk menghirup udara segar.

Nadia berjalan di sepanjang trotoar dan melihat bunga-bunga yang indah dan juga pepohonan di temani kelipnya bintang malam.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

bungaAaAaA

bungaAaAaA

lah, penawaran model apa kek begini

2022-12-29

0

Ghiie-nae

Ghiie-nae

salam dari Selingkuh menjadi jalan pintas

2022-11-03

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!