Teror Kuntilanak

Tepat saat usia kandungan Rania masuk tujuh bulan ....

“Mii, kerjaanku baru susah. Pii kembalikan Mamii ke Semarang dulu, ya,” kata Gavin dengan santai tanpa memikirkan perasaan Rania.

“Pii, tahu sendiri kalau Mama dan Kakak serta Adikku nggak bolehin aku pulang karena kondisi seperti ini,” ucap Rania yang memang takut kalau dikembalikan ke Semarang dalam kondisi sudah tidak memiliki uang atau pekerjaan.

“Tenang, Sayang. Pii akan sewakan tempat tinggal di sana. Uang juga akan selalu Pii kirim. Nanti dua Minggu sekali Pii ke sana. Ya? Please .... Di sana biaya hidup lebih terjangkau. Lagi pula sudah hampir persiapan kelahiran. Jadi nanti biar dekat sama Mama. Mii mau, kan?” bujuk rayu Gavin yang selalu manis di awal akhirnya berhasil.

Rania percaya janji manisnya dan mau dipindahkan ke Semarang. Waktu itu Gavin yang akan menyopir mobil untuk pindahan dari Jakarta ke Semarang karena beberapa barang perlu dibawa pulang ke Semarang. Lagi-lagi Rania percaya kalau Gavin akan menepati perkataannya.

“Baguslah kalau mau pindah Semarang. Mau nggak mau, keluarga lu harus mau ngrawat lu! Dasar cewek nyusahin! Udah gue suruh gugurin aja ogah, jadi ya rasain sendiri!” batin Gavin sambil tersenyum menatap Rania yang segera membereskan semua barang-barang untuk dibawa ke Semarang. Lelaki yang tak punya hati, tidak memikirkan perasaan Rania yang begitu mencintainya dan percaya padanya.

...****************...

Sebuah rumah kecil yang agak terpencil menjadi tempat tinggal Rania saat ini. Gavin meninggalkan Rania di rumah yang berjarak sekitar tiga puluh menit dari rumah mamanya Rania. Saat ini Gavin sudah kembali ke Jakarta karena mengendarai mobil sendirian. Jadi Rania tinggal di rumah itu sendiri.

"Aku akan baik-baik saja. Aku harus bisa bertahan," kata Rania meyakinkan diri sendiri. Gavin hanya memberikan uang lima puluh ribu dengan alasan akan mentransfer uang lagi saat besok sudah sampai di Jakarta. Rania pun percaya saja dengan perkataan itu.

Malam harinya, sesuatu yang tidak diduga terjadi. Malam pertama menempati rumah itu, Rania yang sudah lama tidak bisa melihat makhluk gaib justru kembali diganggu. Antara mimpi dan kenyataan, kondisi Rania yang hamil besar membuat perempuan itu merasa sesak dengan posisi terlentang. Tiba-tiba ada sosok nenek-nenek mengerikan dengan wajah pucat, rambut putih menjuntai di lantai, pakaian seperti daster putih lusuh, kuku hitam panjang sekitar dua puluh sentimeter berdiri menatap tubuh Rania yang kaku tak bisa bergerak.

“Serahkan bayi dalam kandunganmu daripada menyusahkan hidupmu,” kata makhluk nenek tua mengerikan sambil tangannya mengarah ke kandungan Rania. Kuku hitam panjang itu seakan hendak menerkam perut Rania.

Takut? Sangat! Rania gemetar dan tubuhnya susah untuk bergerak. Nenek menyeramkan itu masih di sana dan berusaha untuk mengambil bayi dalam kandungan Rania hingga akhirnya Rania bisa menolak. “Dalam nama Tuhan Yesus! TIDAK BOLEH!”

Rania yang sudah jarang beribadah, tetap berusaha menjaga diri dengan doa. Dia merasa berdosa dan dijauhi banyak orang, tetapi doa kepada Sang Pencipta tidak akan dia lupa.

Seketika makhluk mengerikan itu menghilang dan Rania langsung bisa menggerakkan tubuhnya lagi. Rania langsung duduk dan terengah-engah karena kejadian mengerikan tadi antara mimpi dan kenyataan. Rania langsung berdoa meski ketakutan sendirian di rumah yang Gavin sudah bayar untuk empat bulan ke depan.

Itu kali pertama Rania mendapatkan gangguan gaib di sana. Ternyata kemampuan Rania melihat makhluk tak kasat mata kembali terusik dan menjadi setelah kejadian itu. Gavin seperti biasa tidak percaya dan tidak peduli saat Rania menceritakan hal itu. Apalagi Rania sedang hamil besar, makhluk seperti itu memang suka dengan ibu hamil yang sendirian.

...****************...

Malam kedua saat Rania tidur, mimpi aneh pun terjadi. Rania bermimpi menuruni anak tangga yang begitu banyak dan seolah tidak ada habisnya. Setelah sampai bawah, perut Rania yang besar itu tiba-tiba kempes. Lalu ada nenek mengerikan yang kemarin malam datang, saat ini ada di hadapannya. Rania tahu kalau dia dan bayinya sedang diincar makhluk jahat. Rania pun berdoa dan mampu mengusir makhluk itu hingga dirinya terbangun dari mimpi. Kembali Rania terengah-engah dan keringat dingin mengucur pada pelipis dan juga tubuhnya.

Keesokan paginya, Rania cerita kepada kakaknya dan Gavin. Namun kedua orang itu seakan mengabaikan dan tidak percaya bahkan tidak peduli dengan kondisi Rania yang mulai ketakutan padahal tinggal sendirian di rumah terpencil itu. Rania sering menangis dan berdoa pada Tuhan untuk bisa menghadapi semua itu. Apalagi saat ini Gavin mulai sulit dihubungi.

Rania menelepon, “Pii ... Kamu janji tidak akan cuek padaku. Kenapa sekarang susah dihubungi? Uangku juga hampir habis, aku belum beli susu ibu hamil dan tidak punya makanan di sini.”

Gavin menjawab dengan kesal, “Gue udah bilang sibuk, kan? Mii, please ... Jangan macam anak kecil gini apa-apa merengek! Ntar gue isi saldo buat pesan makanan online, ya? Udah ... Gue kerja dulu.”

Telepon itu berakhir begitu saja dan bahasa Gavin sudah mulai ‘Gue-Lu’ yang berarti tidak sehangat dulu. Rania makin cemas dengan nasib bayi dalam kandungannya. Bagaimana dia akan bertahan kalau Gavin lari dari tanggung jawab sedangkan keluarga Rania tidak mampu dan tidak mau mengurusi Rania? Hal yang makin tak pasti itu membuat Rania makin sedih.

“Tuhan, aku harus bagaimana? Kalau Gavin pergi, bagaimana hidupku dan bayi ini?” Rania kembali dalam kesedihan dan isak tangis sambil mengusap perutnya yang sudah besar.

...****************...

Hari berikutnya ... Hal buruk kembali terjadi. Kali ini makhluk itu menyerupai Gavin datang tiba-tiba setelah petang. Tidak ada suara ketukan pintu, Gavin jadi-jadian sudah masuk ke rumah kecil tersebut. “Mii ....” lirih lelaki jadi-jadian itu.

“Pii? Kenapa tiba-tiba sampai sini?” Rania bingung malam itu kenapa Gavin datang tanpa memberitahu terlebih dahulu.

“Iya, ini Pii bawa makanan. Makan dahulu. Belum makan, kan?” Gavin jadi-jadian menyerahkan kotak putih berisi makanan yang lezat. Sepertinya beli di nasi Padang karena ada rendang daging yang baunya sedap menggoda.

“Duduk dulu, Pii. Tahu aja kalau belum makan. Terima kasih, ya.”

Rania sama sekali belum mencurigai hal itu dan justru segera menyantap makanan yang dibawa oleh Gavin. Setelah selesai makan, Rania bergegas ke dapur kecil untuk menyeduh dua gelas teh hangat. Setelah membawa ke ruangan depan, Rania baru menyadari ada beberapa hal yang aneh dengan Gavin yang saat ini duduk di kasur kamar, tidak di ruang depan.

“Oh iya, mobil Pii mana, ya?” batin Rania yang bergegas menengok ke depan rumah. Tidak ada mobil terparkir di sana. Bahkan yang aneh, tidak ada sepatu atau sandal milik Gavin di luar sana.

Seketika bulu kuduk Rania meremang, seakan sudah merasakan hal ganjil itu adalah sebuah pertanda buruk. Saat Rania masuk dan mencari di mana Gavin ternyata tidak ada. Padahal rumah kontrakan itu tidak memiliki pintu keluar lainnya selain pintu depan. Lalu Rania menengok ke arah kotak kardus berisi nasi tadi yang sudah dimakan olehnya, kotak kardus itu berubah menjadi daun pisang.

Rania pun terkejut dan merasa mual dalam waktu yang sama. Saat membalikkan tubuhnya, betapa terkejutnya Rania melihat sosok kuntilanak dengan rambut hitam acak-acakan yang menjuntai sampai lantai sedangkan tubuh terbalut daster putih kotor dengan tanah itu tidak menampakkan kakinya di lantai. Tinggi makhluk itu pun lebih tinggi dari Rania. Rania terkejut dan berteriak sekeras mungkin. Seketika pandangan Rania pun kabur, dia pingsan di sana tanpa ada yang tahu dan tanpa mengunci pintu depan.

Terpopuler

Comments

Kucing Putih

Kucing Putih

kak rens Gavin kalo kita santet mati nggk kak

2022-12-01

1

Fitri wardhana

Fitri wardhana

hadeuh laki kaya gitu kok di pelihara.....

2022-11-10

0

netizen maha benar

netizen maha benar

panggilanya kok kyk gk enak bgt ya..mi...pi.....

2022-11-04

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!