Teror Gaib Pramayu

Pramayu merupakan perempuan yang berprofesi sebagai penyanyi dangdut dan menemani para lelaki hidung belaang bernyanyi serta bersenang-senang. Selain itu, Pramayu memiliki beberapa usaha yang sudah berjalan, mengikuti arisan dan investasi dengan nominal besar. Segala kemudahan hidup dia dapat dengan menjual kesenangan sesaat. Berbeda jauh dengan hidup Rania.

Pagi itu, Pramayu yang sedang hamil muda usia empat minggu sedang pergi ke salah satu tempat usahanya. Sebuah tempat usaha menjual makanan dan bingkisan. Pramayu sampai di sana dan mengomentari banyak hal.

"Loh, lu gimana, sih? Kenapa begini? Duh, kalau begini ntar penjualan bisa merosot!"

"Maaf, Bu. Iya, biar dirapikan lagi."

"Jangan nunggu lu dimarahi baru berubah, bego!!" Pramayu merasa uring-uringan karena hormon kehamilan dan juga sikap Gavin yang masih tidak jelas antara mau menikahinya atau tidak.

Saat itu Bima sudah berada di sana dan tersenyum menatap perempuan hina yang mengobral tubuh demi dapat pundi-pundi uang. Perempuan itu juga yang menghasut Gavin agar mencampakkan Rania. Mengerikan, hanya karena Pramayu sudah janda dua kali, dia tidak mau punya beban tidak menikah. Sehingga memilih menyingkirkan Rania lebih dahulu. Benar saja setelah itu, Pramayu hamil.

"Buatin kopi! Gue mau ke ruangan dulu." Pramayu berlalu pergi menuju ke ruangannya dan duduk di atas sofa single yang empuk.

Perempuan berpakaian minim itu segera mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Gavin. Seperti biasa, Gavin berhasil membuat para perempuan yang bersama dengannya jadi bucin akut. Entah mantra apa yang Gavin punya sehingga membuat para perempuan itu menjadi terjebak dalam kehidupannya yang begitu suram dan penuh dengan kepalsuan.

"Hallo?" Suara serak dari ponsel membuat Pramayu senang.

"Gavin! Kenapa baru angkat telpon dariku? Gimana yang aku bilang kemarin? Ayolah, kita harus bertemu untuk membahas hal penting seperti ini."

"Gue nggak ada waktu. Gue lagi ada masalah dikerjaan. Gue pusing."

"Ada masalah apa? Siapa tahu aku bisa bantu."

"Gue dituduh korupsi dan disuruh ganti duit. Pusing! Gimana mau nikahin lu kalau masalah gini aja gue nggak bisa yang urus."

"Korupsi? Kok, bisa? Suruh ganti berapa?"

"Tujuh ...."

"Tujuh juta? Biar aku ganti asal kamu nikahi aku."

"Tujuh puluh juta!"

"Hah?!"

Pramayu merasa syok mendengar jumlah nominal yang diucapkan oleh Gavin begitu banyak padahal dia juga membutuhkan modal untuk pernikahan yang diidam-idamkannya. Tidak mungkin sudah dua kali menjadi janda, kini Pramayu akan memiliki anak tanpa suami. Dia begitu takut dengan cibiran dan juga perkataan orang-orang di sekitarnya karena pekerjaannya pun dikatakan tidak halal.

"Nggak ada, kan? Udah, lu jangan hubungi dulu karena gue lagi mikir gimana caranya balikin duit itu."

Gavin merasa frustasi memikirkan semua itu dan langsung mematikan panggilan telepon dari ponselnya sambil mengacak-acak rambutnya. Gavin memang sudah berada di kantornya tetapi rasa cemas dan juga was-was terus menghantui daerah permasalahan yang bergulir itu tidak mungkin terbendung kalau tidak ada penyelesaian. Dia jadi ingat dengan Rania, apa ini karma?

Pramayu merasa kesal dan tidak habis pikir mengapa saat ini dirinya yang merupakan perempuan mandiri dan bisa mendapatkan uang dengan cara cepat dan mudah bisa terjebak dalam hubungan bersama Gavin. Apalagi saat ini Pramayu hamil. Mungkin karena sering ikeh-ikeh kemochi dengan Gavin membuat Pramayu jadi berbadan dua.

"Duh, gimana ini?"

"Ayu .... Ayu ...." Bima memerintahkan semua makhluk gaib di bangunan itu untuk mengganggu Pramayu. Benar saja, kuntilanak langsung mengganggunya.

"Hah? Suara siapa itu?" Pramayu menengok ke kanan dan ke kiri, tidak ada siapa-siapa.

"Hiii hiii hiii hiii .... mencariku?" Suara tawa khas Mbak Kun itu menggema di ruangan bersamaan dengan sosok yang muncul dari belakang sofa dan tiba-tiba berada di samping Pramayu.

Kaget? Ya, iyalah! Pramayu berteriak sekeras mungkin, tetapi tenggorokan terasa tercekat dan suaranya tidak bisa keluar. Wujud Mbak Kun dengan rambut acak-acakan berada di depan menutupi wajah, gaun putih yang kotor terkena tanah, dan bau khas wangi melati membuat Pramayu makin ketakutan.

"Hiii hiii hiii .... Kamu takut? Kamu tidak bisa gerak? Bagaimana kalau lihat wajahku?" Mbak Kun semakin menjadi-jadi membuat Pramayu makin ketakutan dan hampir pingsan.

Saat Mbak Kun hampir menyibakkan rambutnya, suara ketukan pintu membuat penampakan itu langsung menghilang. Pramayu kembali bisa menggerakkan tubuh dan langsung berdiri dari sofanya.

"Misi, Bu. Ini kopinya."

"Kopi? Ba-barusan ada Kunti."

"Kunti apa, Bu?"

"Kuntilanak, lah. Mosok kuntibapak!!"

"Ibu yakin ada penampakan?"

"Iya, beneran! Serem pula. Lu di sini dulu aja. Biar yang lain yang jualan. Takut gue." Pramayu meminta salah satu pegawainya untuk menemani terlebih dahulu karena takut.

"Ya, Bu."

"Dasar penakut. Suka serobot pasangan orang, tapi masih saja penakut. Mau kuambil janinmu, huh?" Suara Mbak Kun itu pun kembali terdengar.

Pramayu yang ketakutan pun pingsan begitu saja. Hanya dia yang bisa mendengar suara dari gangguan makhluk gaib dan juga melihat wujud dari Mbak Kun. Jelas saja hal itu menakutkan.

"Lah, Bu... Bu, kok, pingsan. Aduh, gimana ini?"

Kuntilanak itu pun tertawa melengking dan kemudian menghilang setelah mengetahui Pramayu pingsan begitu saja. Bima memang memerintahkan makhluk gaib yang berada di sekitar kehidupan perempuan itu sehari-hari untuk mengganggu mulai hari ini. Semua deritaan yang dirasakan oleh Rania akan dirasakan oleh perempuan itu bahkan jauh lebih menyakitkan.

Jahat? Memang iblis itu jahat. Balas dendam? Biarlah hanya Bima yang tahu kalau semua ini bentuk belas dendam kepada Gavin dan Pramayu atas apa yang mereka lakukan kepada Rania. Bima tidak pernah memberitahu Rania akan hal itu dan berharap Rania juga tidak tahu kalau itu perbuatan Bima.

Gavin yang masih berada di kantor mencoba menghubungi kedua adik laki-lakinya untuk menceritakan permasalahan yang saat ini sedang menimpa dirinya. Meski anak pertama tetapi kehidupan Gavin terlalu dimanja oleh kedua orang tuanya yang juga memiliki kelakuan busuk sehingga kedua adik Gavin mau tidak mau selalu membantu dan ikut menutupi segala perbuatan buruknya agar tidak mencemarkan nama baik keluarga.

Bahkan soal Rania pun sudah diketahui oleh keluarga besar Gavin. Namun mereka diam saja dan menganggap kalau kejadian yang menimpa pada Rania sama sekali tidak ada dan belum pernah terjadi pada kehidupan Gavin hanya demi menyelamatkan nama baik keluarga mereka yang sebenarnya orang-orang sudah mengetahui keluarga mereka itu sangat busuk. Mereka tega mengorbankan kehidupan orang lain demi menutupi segala kebobrokan kehidupan rumah tangga yang amburadul.

"Dek, bisa bantu soal kerjaan? Butuh bantuan ini, ada urusan penting. Kalau nggak, bisa di penjara." Gavin tanpa malu menelepon dan meminta bantuan pada adiknya.

Terpopuler

Comments

Pena dua jempol

Pena dua jempol

LC kalau jaman sekarang mah ya namanya 🤣🤣🤣

2024-10-21

1

Kucing Putih

Kucing Putih

hiiyyyaaaa good job kkak kalo bisa blas nya lebih parah wkwkwkww

2022-12-28

1

Elmaz

Elmaz

semangat bima buat gavin sadar....💪💪

2022-12-22

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!