Bima tidak menyangka kalau ada dalam garis keturunan Raden Sosro ada yang mengalami kesulitan hidup dan terjebak dalam toxic relationship. Padahal Bima sudah berjanji pada Raden Sosro kalau akan menjaga semua keturunannya apalagi keturunan istimewa yang aman mewarisi beberapa ilmu dari Raden Sosro. Bima tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada Rania apalagi dengan adanya Gavin yang bisa saja kembali pada Rania setelah Aira dilahirkan. Bima tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Tanpa Bima ketahui, di rumah sakit bersalin itu ada sosok kuntilanak yang mengintai karena mengetahui aura kesedihan dalam diri Rania. Sosok kuntilanak itu ingin menggoyahkan iman Rania agar mau menyerahkan bayinya. Kuntilanak merupakan makhluk gaib yang sering iseng pada ibu hamil dan melahirkan. Apalagi jika ibu hamil itu sering bersedih dan sendirian, pasti menjadi celah untuk diganggu.
Siang harinya, adiknya Rania datang untuk menengok. Namun bayi mungil belum juga dibawa ke ruangan Rania dengan alasan sedang diperiksa dan juga perawatan setelah kelahiran lebih dahulu. “Kak, mana bayinya?” tanya Shella pada Rania.
“Belum dibawa ke sini. Masih di ruangan para bayi.”
“Lihat ke sana sama Mama,” ajak ibunya Rania untuk pergi ke ruangan para bayi.
Shella pun mengikuti ibunya keluar dari kamar rawat inap dan pergi ke ruangan para bayi. Rania mulai merasakan kesakitan karena efek obat bius sudah habis. Beberapa kali rasa merinding pun membuat Rania menengok ke arah sudut ruangan yang memang cukup aneh terasa. Rania tidak mau berpikir negatif karena tahu hanya ibunya yang menemani di rumah sakit. Takut kalau ada sesuatu yang aneh terjadi lagi berkaitan dengan hal gaib.
Setelah Shella melihat bayi kakaknya dari kaca ruangan bersama ibunya, mereka pun kembali ke ruangan Rania. “Ma, berarti Kakak sudah nggak sama Gavin lagi? Kok, nggak ke sini itu orang?” tanya Shella yang sebelumnya tidak mau tahu soal apa yang terjadi terhadap kakaknya.
“Jangan bahas nama orang itu lagi. Kasihan Kakakmu itu sudah dibohongi. Semoga saja nanti setelah ini bisa dapat pasangan yang baik.” Ibunya Rania hanya bisa berharap seperti itu untuk anaknya yang sudah dibohongi oleh Gavin.
“Iya, Ma.” Shella merasa iba dengan keadaan kakaknya yang selama ini membantu keuangan keluarga.
Shella menemani di ruangan rawat inap sedangkan ibunya Rania izin pulang dahulu untuk mengambil pakaian ganti dan juga membersihkan pakaian kotor serta mengubur ari-ari cucunya. Dalam hati perempuan paruh baya itu sedih melihat nasib Rania yang salah jatuh cinta pada lelaki jahat. Shella menemani Rania terlebih dahulu selama ibunya pulang. Shella merasa bersalah sudah menjauh saat Rania hamil dan berada di luar kota. Rania mengobrol sedikit hal dengan adiknya karena masih merasa lelah. Rania memilih banyak istirahat karena rasa sakit habis operasi masih terasa. Rania tertidur ditemani Shella duduk di samping tempat tidurnya.
Sore harinya menjelang magrib, ibunya Rania sudah kembali ke rumah sakit dan bayi Aira baru saja dibawa ke ruangan. Rania berusaha meraih bayinya dan memberikan asi eksklusif meski tubuh masih kesakitan. “Aira Kusuma ... Nama bayi ini Aira Kusuma.”
Rania sudah mantap memberikan nama untuk bayinya. Shella dan ibunya merasa senang melihat bayi Aira lahir sehat tanpa kekurangan suatu apa pun. Semua merasa bahagia dan bersyukur, lalu Shella pun berpamitan pulang naik ojek karena sudah menjelang malam. Setelah makan malam selesai, Rania pun menyusui bayinya kembali dan beristirahat. Rania masih belum bisa banyak bergerak bahkan untuk duduk pun belum bisa. Jadi banyak hal dibantu oleh ibunya.
“Sudah tidur dulu, ini bayimu juga tidur. Nanti capek kalau tidak tidur sekarang,” kata ibunya Rania.
“Iya, Ma. Aku mau tidur dulu.”
Rania pun terlelap. Tertidur di malam pertama menginap di rumah sakit bersalin. Tak tahu kalau ada makhluk gaib yang mengintai. Apalagi aura kesedihan dan rasa kecewa Rania menyeruak sehingga menarik perhatian para makhluk gaib di sekitar rumah sakit masalah tersebut. Satu makhluk gaib yang sudah menanti waktu yang tepat untuk menampakkan diri pun mendekat ke arah Rania. Wujud hantu perempuan dengan rambut panjang terlihat acak-acakan dan mengenakan pakaian putih lusuh dengan bekas tanah di mana-mana mendekat ke ranjang tempat Rania berbaring istirahat setelah jam delapan malam dan Aira sudah terlelap. Jelas saja kehadiran makhluk gaib itu membuat bayi yang barusan lahir pagi tadi langsung menangis ketakutan.
Suara tangisan Aira membuat Rania langsung terbangun dan terkejut melihat makhluk gaib yang mendekati ranjang. “Ya ampun, apa itu? Ma ... Mama ....” Rania mencoba membangunkan ibunya yang tertidur di kursi samping ranjangnya, tetapi sama sekali tidak bereaksi karena terlalu lelah beberapa hari ini.
Melihat makhluk gaib perempuan untuk membuat tubuh Rania gemetar ketakutan. Dalam hati Rania langsung berdoa dan meminta pertolongan kepada Sang Pencipta untuk melindungi Rania dan juga bayi Khaira yang menangis ketakutan di dalam box bayi. Rania sama sekali tidak bisa menolong karena tubuhnya belum bisa digerakkan dengan baik akibat pengaruh operasi sesar tadi pagi.
Makhluk itu pun mulai tertawa dengan suara khas yang melengking, Rania makin gugup dan saat bisa mengucapkan doa dengan lantang makhluk itu pun mundur dan menghilang. Rania menghela nafas dan menenangkan diri karena terbebas dari rasa ketakutan. Hanya saja dia masih kecil karena tubuhnya belum bisa sepenuhnya dan berharap bayi Aira mau tertidur lagi.
Bima tidak tinggal diam dengan hal yang terjadi dan langsung mengejar makhluk gaib yang suka iseng kepada manusia itu. “Hei! Jangan mengganggu dan mendekati wanita itu dan bayinya lagi! Kalau masih nekat, akan aku musnahkan kau!” Bima menggertak dengan serius karena tidak mau Rania serta bayi Aira mendapatkan permasalahan karena makhluk gaib.
“Hihihihi ... Sejak kapan makhluk seperti iblis macam kamu memperhatikan manusia? Oh ... Apakah kamu ini memiliki perasaan kepada manusia itu?”
Bima tidak menjawab sama sekali pertanyaan menjebak dari kuntilanak itu dan menegaskan kalau berani kembali mengganggu maka artinya mau dimusnahkan. Kuntilanak itu pun tertawa lalu menghilang menembus dinding. Bima geram karena makhluk itu memang suka mengganggu manusia terlebih ibu hamil dan melahirkan atau lelaki yang tampan baginya. Bima heran saja kenapa manusia dan makhluk gaib suka mengganggu Rania.
“Awas saja kalau ada yang berani mengganggu Rania dan Aira! Aku tidak akan membiarkan!”
Bima sudah terlalu jauh melangkah dengan perasaan yang ada padahal di dunia gaib, Bima memiliki atasan. Atasan Bima sudah memberitahu kalau tidak boleh mengikat perasaan dengan manusia lagi. Kejadian di masa lalu sangat buruk dan tidak boleh terjadi lagi. Namun di sisi lain, Bima sudah berjanji pada Raden Sosro yang dahulu menjadi majikan Bima di dunia manusia untuk menjaga anak cucu cicit agar hidup sejahtera apalagi bagi yang sudah diberi tanda seperti Rania.
Bima merupakan sosok iblis bertubuh besar setinggi dua meter dengan dua tanduk di dahi, tetapi bisa mengubah diri menjadi sosok lelaki blasteran Indonesia-Belanda yang tampan. Ya, blasteran seperti Raden Sosro yang merupakan keturunan Indonesia-Belanda juga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Elmaz
semangat rens....💪💪💪 apalg klo up nya banyak 😁😁😁
2022-11-10
3