Bantuan Tak Terlihat dari Bima

Rania memberanikan diri menghubungi Gavin, tetapi tidak ada balasan sama sekali. Rania hanya memiliki waktu dari sore hingga besok pagi untuk mencari biaya persalinan sebesar sepuluh juta atau setidaknya uang muka pendaftaran terlebih dahulu.

Bima Prawisnu merupakan iblis yang dahulu menjadi pengikut salah satu leluhur Rania melihat dari kejauhan dengan iba. “Betapa menderitanya kehidupanmu, Rania. Padahal leluhurmu bergelimang harta dan warisan, hanya saja semua itu tidak sampai kepadamu karena kelakuan pendahulu yang serakah. Aku akan membantumu,” kata Bima yang membuat sesuatu hal yang mustahil menjadi mungkin.

Sebelum menjadi pengangguran, Rania bekerja di sebuah perusahaan dan menjaga kantin. Pekerjaan itu memiliki jatah gajian dan juga bonus tengah tahun serta akhir tahun. Rania mengundurkan diri saat pertengahan tahun, heran saja tiba-tiba ada notifikasi sejumlah uang masuk ke dalam rekening. Jumlah uang sebesar tiga juta rupiah yang merupakan bonus akhir tahun. Harusnya Rania tidak mendapatkan uang itu, tetapi Bima menolong dengan membuat data komputer salah sehingga bagian keuangan mengirimkan bonus tersebut kepada Rania.

“Notifikasi uang transfer gaji masuk? Mana mungkin?! Hah??! Ini uang bonus akhir tahun kenapa bisa aku dapat? Tiga juta rupiah? Ya Tuhan, terima kasih banyak atas pertolongan-Mu. Uang ini cukup untuk pendaftaran operasi Secar besok demi anakku,” kata Rania sambil bersyukur dengan adanya keajaiban. Padahal semua itu di luar logika pemikiran Rania, tetapi Rania mencoba berpikir positif dan itu memang kiriman berkat dari Sang Pencipta untuk membantu proses persalinan besok.

Bima tersenyum menatap dari kejauhan. Setidaknya saat ini Rania sudah memiliki tiga juta dan tinggal menunggu selanjutnya. Bima sudah memiliki ide lain untuk memberikan bantuan yaitu kalung emas untuk Rania sebagai pengganti uang persalinan. Hal yang di luar logika mulai berdatangan di hidup Rania karena Bima membantu. Bima tidak tega melihat Rania menderita memperjuangkan bayi dalam kandungan, sedangkan Gavin justru asyik dengan jalan bayi yang baru. Sungguh memuakkan!

Di sisi lain, Gavin ternyata sedang karaoke bersama Pramayu. Pramayu mengenakan mini dress press body warna merah dengan memperlihatkan lekuk tubuh serta onderdil depan yang menyembul menantang dari dalam dress ketat. Gavin menyanyi dengan semangat dan merasa tergugah kelakiannya karena lenggak lenggok tubuh Pramayu. Pramayu merupakan janda yang usianya tidak jauh dari Gavin, tetapi wajah dan tubuhnya jauh lebih terawat dibandingkan Rania yang terlihat cuek dengan penampilan. Hal itu yang membuat Gavin saat ini mabuk kepayang dan melupakan Rania.

“Dah, nggak kuat gue ... Sayang, ayo balik kamar aja. Nggak tahan ....”

Gavin memeluk tubuh molek Pramayu dari belakang untuk mengajak kembali ke kamar hotel daripada bernyanyi di ruangan itu dan merasa tegang. Tentu saja Pramayu sama sekali tidak keberatan dengan hal itu. Memang perempuan penggoda itu sengaja membuat Gavin tidak lepas dari pesonanya agar mau menikah segera meski nikah siri saja.

“Iya, Sayang. Ayo kita balik ke hotel aja!”

Pramayu selalu berkata dengan manja untuk memikat Gavin. Dia mengira Gavin adalah orang kaya dan memiliki gaji yang banyak karena selalu royal. Padahal banyak hal busuk yang Gavin sembunyikan. Hal yang membuat Rania juga menderita dan tersiksa.

Keduanya meninggalkan ruangan karaoke sambil memeluk pinggang dan berjalan mesra. Mereka naik ke lantai lima tempat kamar hotel yang mereka sewa satu gedung dengan tempat karaoke tersebut. Gavin sudah tidak sabar menikmati tubuh Pramayu kembali. Menciumi wajah cantik hingga tubuh putih mulus bak artis papan atas itu hingga mabuk kepayang dalam balutan nafsu semata.

***

Malam harinya, Rania merasa tak tenang dan tak bisa memejamkan mata karena besok akan operasi Secar demi keselamatan bayi dalam kandungan. Berulang kali Rania mencoba mengirimkan pesan ke nomor Gavin dengan harapan ada balasan, tetapi sama sekali tidak ada balasan. Rania menangis membayangkan betapa kejamnya Gavin atas dirinya. Mengapa semua janji indah itu sirna begitu saja? Bahkan Rania hanya dibohongi untuk kembali ke Semarang agar Gavin bisa lepas tangan dari kehidupan Rania dan tidak memberikan uang lagi.

“Pii ... Kenapa kamu tega membohongi aku? Ternyata kamu rayu aku untuk pulang ke Semarang untuk bisa menyingkirkan aku. Kamu padahal tahu kondisi keluargaku di sini tidak baik-baik saja. Tega kamu ... tega dengan anak kita. Padahal kamu janji tidak akan meninggalkan aku sendirian.”

Isak tangis Rania membuat Bima tersayat-sayat bersedih. Mengapa iblis saja memiliki perasaan, sedangkan Gavin yang merupakan manusia sama sekali tidak memiliki perasaan bersalah atau iba? Bima tidak akan membiarkan hal ini berlarut-larut. Bima tak mau Rania terus menerus bersedih. Memang saat ini Bima belum bisa berkomunikasi dan menampakkan wujudnya karena Rania masih dalam kondisi hamil dan lemah. Bima tak mau membuat Rania sakit.

“Sabar, Rania. Setelah anak itu lahir, aku akan ubah kehidupanmu jauh lebih baik daripada sekarang. Aku juga akan buat Gavin menanggung segala akibat dari perbuatannya!”

Malam itu, Bima datang ke hotel tempat Gavin memadu cinta dengan Pramayu. Keduanya memang sering melepaskan hasrat di hotel sewaan atau di kontrakan tempat Pramayu tinggal. Manusia menjijikkan yang hanya ingat kepuasan biologis tanpa memikirkan ada hati yang terluka dan teraniaya.

Gavin sudah melepas seluruh pakaian di tubuhnya. Tak peduli lagi dengan tumpukan pesan dari Rania di ponsel dan memilih menonaktifkan handphone semalaman untuk bisa menikmati tubuh putih mulus milik Pramayu yang sering dipakai lelaki lain. Namanya juga penyanyi dangdut yang memiliki sambilan esek-esek, Pramayu wajib menjaga kecantikan dan juga bentuk tubuh.

Pramayu sudah tidak lagi mengenakan handuk putih yang tadi menutupi bagian tengah tubuhnya. Berjalan dengan berlenggak-lenggok, lalu naik ke ranjang king size tempat yang empuk untuk memadu kasih. Pramayu merangkak naik ke atas tubuh Gavin. Gavin mulai terbakar gelora asmara. Pramayu mengecup bibir Gavin dan mendapatkan balasan penuh hasrat. Setelah itu, Pramayu merangkak untuk berjongkok di atas wajah Gavin, lidah Gavin langsung menyapu milik Pramayu yang tersaji di hadapan.

Bima geram melihat itu dan merasa jijik dengan kelakuan manusia. Bagaimana bisa Gavin bercinta dengan perempuan berganti-ganti padahal sudah menyengsarakan hidup Rania? Gavin bukan lelaki yang baik. Sudah menikah dan memiliki dua anak, tetapi tidak puas dan suka berburu perempuan. Entah perempuan yang lugu, polos, atau yang sudah berpengalaman seperti Pramayu, asal terpikat perkataan Gavin langsung terjerat.

Bima sengaja membuat barang Gavin tidak bisa berdiri. Selama seminggu ini, Gavin tidak akan bisa tersenyum karena barangnya akan lemas dan tidak bisa berdiri meski hasrat membuncah. Bima seolah mengutuk kelakuan lelaki busuk itu!

“Kau tidak akan bisa menggunakan barangmu meski keinginan sudah ada di ubun-ubun! Ini hukuman atas sikapmu mengabaikan Rania! Rania sudah salah menyerahkan semua pada lelaki berengsek sepertimu!” Bima langsung menghilang setelah membuat sesuatu yang tak disadari Gavin dan Pramayu.

Terpopuler

Comments

Ann139

Ann139

mau bilang pahlawan tapi jurig... kumaha atuh bimaaa ayoo beraksi 👊👊

2023-05-22

0

RAMBE NAJOGI

RAMBE NAJOGI

Bimanya Ningsi kah???,..
au au sjni² ufy cium dulu🤣🤣🤣

2023-01-07

0

Nefertari Atika

Nefertari Atika

Bima kamu udah move on iya dari Ningsih😂😂 mikirin Rania terus.

2022-12-26

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!