Becik Ketitik Olo Ketoro

Rania menelan ludah dan merasa berdebar-debar. Entah karena akan melihat bagaimana wujud Bima yang selama ini membantu dan membimbing kehidupan Rania yang terpuruk, atau karena sudah merasa ikatan batin lebih dari sekedar ingin mengetahui sosoknya?

"Apa kamu sudah siap melihatku, Rania?" Bima kembali bertanya kepada Rania agar memastikan perempuan itu memang siap untuk melihat wujud asli Bima.

"Ya." Rania memberanikan diri untuk melihat seperti apa wujud asli Bima yang selama ini sudah membantu dirinya.

Beberapa bulan berlalu begitu saja dan Rania ingin melihat seperti apa Bima. Meski ada rasa takut di dalam hati tetap saja Rania memberanikan diri.

Bima pun mengabulkan keinginan Rania yang memang penasaran dengan wujud aslinya. Bima muncul perlahan-lahan dengan wujud aslinya yang tinggi besar, berwarna merah bata dengan mata merah menyala seperti api. Dua tanduk di dahinya membuat Bima terlihat begitu menyeramkan seperti sosok Hellboy di serial televisi.

"I-ini .... kamu, Bima?" Rania merasa tubuhnya gemetar melihat sosok setinggi dua meter lebih berada di hadapannya.

"Iya, Rania. Ini aku. Kamu takut?"

"Tidak. Aku tidak takut. Kamu sudah pernah mendeskripsikan wujudmu saat pertemuan pertama dengan Ningsih. Aku sudah bisa membayangkan hal ini sebelumnya, meski tetap saja aku gemetar." Rania memang sudah mengetahui gambaran seperti apa Bima sebelumnya karena cerita yang diberikan oleh Bima mengenai pertemuan dengan Ningsih sudah ditulis Rania di ponselnya.

"Baiklah, aku akan mengubah wujudku agar kamu tidak takut lagi." Bima tersenyum dan seketika wujudnya yang tinggi besar itu pun berubah menjadi sosok seseorang seperti blasteran orang luar negeri.

"Bima?"

"Ya, ini wujudku saat bersama dengan Ningsih. Kamu tidak takut, kan?"

Rania merasa jantungnya berdebar begitu kencang. Merasa kalau sesuatu yang tidak disangka membuatnya saat ini begitu malu dan khawatir kalau jatuh cinta pada iblis baik hati itu. Mungkinkah manusia dengan iblis bersama? Hanya akan ada luka karena Bima dan Ningsih saja tidak bisa bersatu.

Setelah hari itu, Bima selalu menunjukkan wujudnya ketika berbicara dengan Rania. Dalam keluarga Rania tidak ada satu orang pun yang bisa melihat Bima karena memang Bima hanya bisa dilihat dan didengar oleh Rania sesuai dengan perjanjian dengan leluhur sebelumnya. Bima merasa senang karena Rania sudah tidak takut lagi ketika melihat dirinya datang.

...****************...

Gavin merasa gusar dengan segala permasalahan yang silih berganti datang di kantornya. Akibat dari kesenangan sesaat membuat Gavin saat ini mendapatkan masalah besar di kantor dengan terbukti korupsi sebesar tujuh puluh juta rupiah.

"Pak Gavin, Anda sudah tidak bisa mengelak lagi dari semua kenyataan yang ada karena semua data sudah di screening dan hasilnya sudah muncul. Anda terbukti melakukan penggelapan dana sebesar tujuh puluh juta rupiah. Jika dalam waktu dua minggu Anda tidak bisa mengembalikan uang tersebut, maka Anda akan dibawa ke jalur hukum!" tegas atasan Gavin yang merasa heran selama ini mempekerjakan orang tidak jujur.

"Duh, jangan, Pak. Saya mohon jangan ke jalur hukum."

"Kalau begitu, ganti dana yang sudah Anda ambil!!" Bosnya Gavin merasa tidak bisa lagi bersabar dan menggebrak meja sehingga mengakibatkan suara yang membuat para karyawan lain langsung tertuju pandangannya ke arah mereka.

Tentu saja hal itu membuat Gavin semakin malu. Tingkah busuknya lama kelamaan terbongkar. Bukan hanya satu hal busuk yang terbongkar tetapi tentang kejadian Rania yang hamil dan ditinggal begitu saja sudah menjadi rumor di kantor itu. Gavin merasa semakin tidak nyaman bekerja dan juga terbebani dengan segala pembicaraan orang-orang mengenai sikap buruknya selama ini yang suka berganti perempuan dan hanya mempermainkan perasaan saja tanpa memikirkan efek masa depan. Bahkan korupsi yang dilakukan Gavin disangkut pautkan dengan kegemarannya bermain perempuan.

"Sudah pantas dia begitu."

"Iya, gue, sih, ogah nolong. Dia maniak juga. Tahu, kan?"

"Iya, sudah banyak cewek yang dibuat hamil. Gilak itu orang!"

Bukannya membantu, satu demi satu teman-teman di dalam kantor mulai membincangkan sifat buruk Gavin dan tidak mau menolong sama sekali untuk meminjamkan uang. Mereka membicarakan hal buruk yang selama ini Gavin perbuat.

"Tahu karyawan muda yang kerja serabutan itu? Kerja di kantin atau cleaning servis, lupa gue. Kalau nggak salah namanya si Rania. Dia dihamili Gavin, eh, ditinggal. Dibalikin doang ke Semarang. Kejem bener, kan?"

"Iya, gue tahu. Kasihan, tuh, cewek dibohongi habis-habisan. Mana hidupnya susah, eh, ketemu buaya nggak modal macam Gavin. Gue aja ogah deket-deket Gavin. Gue tahu istrinya Gavin juga hampir sama parahnya."

"Nah, iya. Gue denger istrinya tahu kelakuan Gavin tapi bodo amat asal nggak cerai. Iya, kan?"

Bima berada di sana. Memandang nanar ke arah Gavin yang tertunduk malu karena kebusukannya terbongkar di kantor. Darimana uang sebanyak itu harus Gavin dapatkan dalam waktu singkat? Bima hanya berucap, "Becik Ketitik Olo Ketoro ...."

Artinya kebaikan akan dilihat dan keburukan akan terlihat.

Bima segera memberikan balasan kejam bertubi-tubi untuk hidup Gavin. Semua itu tanpa diketahui oleh Rania sebelumnya karena Bima tidak bisa tinggal diam melihat orang yang dilindungi dalam kesakitan hati. Meski Rania terlihat baik-baik saja, sebenarnya hari Rania terkoyak dan tidak bisa menahan segalanya sendiri. Hanya saja Rania berpura-pura kuat karena ada Aira.

"Aku tidak akan membiarkan hidupmu mudah, dasar begundal! Tahun ini juga, kau akan mati!"

Bima mengepalkan tangannya merasa ingin menonjok dan membunuh langsung Gavin, tetapi masih banyak hal busuk lainnya yang harus diungkapkan terlebih dahulu. Bima sudah mempunyai rencana yang matang untuk mempermalukan Gavin dan keluarganya. Serta agar semua orang di dunia tahu siapa Gavin sebenarnya. Tidak adil rasanya kalau Rania yang terus menerus hidup menderita.

"Sialan! Kenapa ada penyelidikan begini, sih?! Sudah gue ini pusing si Pramayu malah hamil. Gilak!! Lama-lama bisa meledak otak gue. Rania baru aja gue singkirin, eh, sekarang Pramayu!" Gavin terlihat frustasi dan mengacak-acak rambutnya. Pramayu mendesak agar Gavin menikahi segera.

Kondisi ekonomi Pramayu jauh lebih bagus dari Rania, sehingga Gavin bisa mempertimbangkan hal itu. Gavin akan menikahi Pramayu secara siri, meski agama mereka berbeda. Ada saja akal bulus Gavin untuk mendapatkan kemudahan hidup. Sekarang tinggal memikirkan bagaimana mengganti uang tujuh puluh juta rupiah dan juga menikah siri dengan Pramayu padahal Gavin beragama katolik. Tentu hal ini tidak akan mudah, tetapi Gavin sudah terbiasa menipu, bukan? Jadi masih ada banyak cara untuk membuat Pramayu diam dan bisa mendapatkan pengakuan nikah siri di masyarakat tanpa harus menikah asli.

"Aku akan buat kalian hancur!! Sebelum akhirnya karma buruk menimpamu!" Bima berjanji akan melenyapkan Gavin dan membuat Pramayu merasakan karma karena sudah membuat Rania menderita.

Terpopuler

Comments

Zika Bintang

Zika Bintang

rens sebenarnya orang mana sih
kok bisa bahasa Jawa

orang Jogja ya🤔🤔🤔🤔

2022-12-21

1

Fitri wardhana

Fitri wardhana

mungkinkan rania akan jatuh cinta seperti ningsih mencintai bima??aku tunggu kelanjutan ny thor🙏

2022-12-21

0

Kucing Putih

Kucing Putih

💪💪💪💪 jngan lama lama up nya kak nanti jamuran aku nunggu nya kan sayang kalo jamuran 😁😁😁

2022-12-21

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!