Gangguan Dalam Mimpi

Semakin Rania mendalami soal kehidupan dan juga menekuni pekerjaan barunya, halangan dan rintangan juga silih berganti datang. Seperti saat ini ada gangguan di dalam mimpi yang membuat Rania begitu gelisah.

"Kenapa aku di sini?" Rania berjalan di atas batu kerikil yang tajam. Dia berada di atas tebing yang tinggi.

Terlihat dari kejauhan ada seorang wanita mengenakan kebaya hijau dengan Jarit cokelat dan selendang hijau muda sedang melambaikan tangan ke arah Rania seolah-olah meminta agar perempuan itu berjalan tetap lurus dan pada akhirnya terjatuh dari jurang. Ya, wanita mengerikan rambut menggunakan pakaian serba hijau itu sedang mempengaruhi pikiran Rania yang di dalam alam bawah sadar. Meski berada di dalam mimpi orang seperti Rania akan benar-benar meninggal kalau dibawa makhluk gaib.

Saat Rania terus melangkah setapak demi setapak meski merasakan kesakitan karena telapak kakinya menginjak kerikil-kerikil tajam itu, tiba-tiba sosok Bima muncul berdiri di atas batu karang. "Jangan maju! Berbalik! Balikkan tubuhmu dan jangan menengok ke belakang! Jalan terus dan jangan menengok ke belakang!"

Rania terkejut saat melihat sosok Bima yang tampan berdiri di atas batu karang yang besar seolah-olah mencegah Rania untuk melanjutkan perjalanan setapak demi setapak langkah kakinya. "Bima?"

"Ikuti kataku! Balikkan tubuhmu dan jalan maju! Jangan berbalik apapun yang terjadi!"

Rania langsung saja mengikuti apa yang Bima katakan. Dia membalikkan tubuh dan berjalan menuju arah yang berlawanan yaitu sebuah terowongan begitu gelap dengan sinar putih yang begitu cerah dari kejauhan terlihat begitu kecil. Rania mengikuti apa yang dikatakan oleh Bima meski merasa takut dan juga gelisah karena semua yang terjadi di dalam mimpi itu seolah-olah seperti sesuatu hal yang nyata terjadi menimpa dirinya. Rania berjalan menuju ke dalam terowongan yang begitu gelap hingga pada akhirnya dia sampai kepada ujung terowongan yang merupakan sinar terang.

Rania terbangun dari tidur dan merasa ketakutan. "Mimpi apa itu?!"

Rania terbangun saat berhasil keluar dari terowongan gelap dan mencapai sinar yang terang bersamaan dengan suara tangisan Aira. Dia melihat kejam dinding masih menunjukkan pukul tiga dini hari. Rania langsung menggendong putrinya yang menangis.

"Ada apa, Aira? Kenapa?"

Ternyata Aira buang air besar dan harus diganti popoknya. Rania merasa bersyukur bisa terbangun dari mimpi yang menakutkan dan terdengar seperti begitu absurd antara benar-benar terjadi atau itu hanya sebuah mimpi. Setelah selesai mengganti popok Aira, Bima muncul.

"Rania, berhati-hatilah. Itu bukan mimpi. Salah seorang yang tidak suka dengan kamu meminta makhluk yang dia puja untuk mengambil kamu. Rania, lebih baik jangan terlalu dekat dengan orang-orang baru yang ingin menjatuhkan kamu."

"Iya, Bima. Terima kasih. Berarti tadi bukan mimpi biasa?"

"Iya, itu bukan mimpi biasa. Itu kenyataan."

"Berarti ini gangguan di dalam mimpi? Ya, aku akan lebih hati-hati lagi."

Rania merasa takut juga dengan gangguan di dalam mimpi karena bagi orang yang memiliki kelebihan, akan kesulitan menghadapi gangguan dalam mimpi yang akan berdampak nyata pada kehidupan. Misal kalau Rania mengalami hal buruk di dalam mimpi atau meninggal atau dibawa ke alam lain maka itu akan berdampak pada dunia nyata. Bisa jadi Rania tidur tidak bangun-bangun atau koma atau justru meninggal.

Rania kembali melanjutkan tidurnya setelah Aira terlelap. Dia tidak lupa untuk kembali berdoa sebelum pagi nanti bangun dan memulai aktivitas. Tidak banyak aktivitas yang Rania lakukan. Sehari-hari dia berjualan online di media sosial, menulis, merawat Aira, dan membantu mamanya. Dia menghindari banyak interaksi dengan kakaknya agar tidak jadi masalah.

Hari ini, Rania akan mengajak keponakan dan juga Kakak serta mamanya untuk makan siang bersama di sebuah restoran karena gajian pertama. Begitu menyenangkan karena mereka berangkat menggunakan taksi online dan sampai di sana dengan penuh tawa kebahagiaan memesan makanan apa saja yang diinginkan sambil bermain bersama. Rania merasa kalau kebahagiaan itu bisa dirasakan meski dalam hal yang sederhana asal mereka semua akur harus satu dengan yang lain.

"Rania, terima kasih banyak sudah mau mengajak makan siap bersama di restoran seperti ini. Terima kasih juga mau mengajak kakakmu dan juga para keponakanmu meski terkadang kakakmu itu suka marah-marah." Ibunya Rania terlihat begitu senang melihat semua akur dan bahagia.

"Iya, Ma. Kalau aku punya banyak uang, aku akan lebih sering ajak Mama jalan-jalan, ya."

Rania merasa senang bisa membahagiakan keluarganya meski dengan cara yang sederhana. Mungkin orang lain hal seperti makan bersama adalah hal yang biasa saja tetapi bagi Rania itu sebuah hal yang begitu menyenangkan karena jarang mereka bisa makan bersama di luar dengan sajian yang berbeda dengan makanan sehari-hari.

Mereka pergi dari siang hingga sore hari. Pulang membungkus beberapa menu makanan untuk makan malam nanti karena memang masakan di sana enak dan sangat lezat. Rania merasa begitu senang akhirnya bisa mendapatkan gaji dan menghasilkan uang lebih.

"Meski aku mengalami kesulitan dan juga gangguan di dalam mimpi. Aku tidak akan menyerah sama sekali untuk tetap bekerja dan melanjutkan impian. Aku yakin kalau semua kerja kerasku saat ini dan segala penderitaan yang pernah aku alami pada akhirnya Tuhan akan mengganti dengan kebahagiaan demi kebahagiaan dan pada akhirnya aku akan melupakan segala kejadian buruk yang pernah menimpa hidupku. Aku harus bisa fokus terhadap masa depan dan melupakan apa yang terjadi di belakang," kata Rania di dalam hati sambil memikirkan apa yang mungkin terjadi di masa depan, tidak ada yang tahu.

Baru saja Rania mencoba untuk menyemangati diri sendiri dan berpikir positif, tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk. Rania membuka ponsel lawasnya itu dan mengetahui kalau pesan masuk dari nomor tidak dikenal yang ternyata Gavin. Sudah biasa Gavin berganti nomor telepon untuk bisa menghubungi Rania.

[Mii, aku kangen kamu. Kamu gimana kabarnya? Aku mau ke Semarang. Ayo kita ketemu.]

Membaca pesan dari nomor ponsel yang tidak diketahui tetapi memanggil nama Rania dengan sebutan yang selalu diucapkan oleh Gavin membuat Rania merasa sesak nafas. Rania benar-benar tidak mau bertemu dengan lelaki itu lagi dan tidak mau mempunyai hubungan apapun dengan orang yang sudah membuang dirinya begitu saja saat benar-benar kesusahan. Mengapa lelaki itu datang lagi setelah bulan demi bulan susah payah dilalui Rania dengan penuh tangis dan juga perjuangan? Sepertinya Gavin sudah menyelidiki di media sosial milik Rania dan mengetahui kalau perempuan itu mulai melanjutkan kehidupan dan mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Ya, Gavin sudah stalking lebih dahulu tentang kehidupan Rania sebelum pada akhirnya memutuskan untuk mengirimkan pesan. Gavin pikir Rania akan selalu bisa menerima dirinya kembali dan memaafkan bagaimanapun kesalahan yang pernah dibuat oleh Gavin. Namun saat ini Rania benar-benar sudah memantapkan hati untuk melanjutkan kehidupan dan tidak mau terjebak dengan orang yang sama dan permasalahan yang selalu terulang.

Terpopuler

Comments

Kucing Putih

Kucing Putih

kalo sudah sering di kecewakan lebih baik menjauh lah semangat Rania blok aja langsung si gavin

2022-12-28

2

Zika Bintang

Zika Bintang

kira kira siapa ya yg mau jadikan Rania tumbal🤔🤔🤔🤔

2022-12-26

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!