Tiga bulan kemudian ....
Saat ini Aira sudah berusia tiga bulan. Rania sudah berjualan barang-barang secara online dan makanan delivery juga. Bima mengamati hidup Rania.
"Sudah waktunya aku menampakkan diri kepada Rania. Dia sudah cukup kuat sekarang untuk bisa melihat dan juga berbicara denganku." Bima sudah tidak sabar untuk bisa berbicara langsung dengan keturunan dari junjungannya di masa lalu.
"Ma, aku sudah pulang. Tadi antar pesanan. Ini uangnya." Rania memberikan uang hasil keliling mengantarkan pesanan makanan ke ibunya. Sedangkan uang kosmetik untuk dirinya simpan dengan untung tak seberapa.
"Ini buat kamu. Uangnya lima puluh delapan ribu. Kamu dapat sepuluh ribu, ya." Ibunya Rania menyodorkan uang sepuluh ribu.
"Nggak usah, Ma. Buat Mama aja. Soalnya aku udah ada uang dari jualan kosmetik. Sedikit demi sedikit bisa menyimpan uang buat beli kebutuhan Aira."
Rania sebenarnya tidak mau menyusahkan ibunya yang sudah menjadi janda. Kakaknya juga selalu saja cerewet mengaggap Rania menyusahkan.
Rania langsung mencuci tangan dan ke kamar untuk menggendong Aira. "Bersyukur ya, Tuhan. Aira anak yang pintar dan nggak nangis saat ditinggal kerja, ya. Maafin Mami masih ninggal-ninggal Aira, ya."
Rania merasa sedih karena belum bisa memberikan yang terbaik untuk putrinya. Tak disangka, Bima tiba-tiba muncul di sudut ruangan kamar. Bima belum menampakkan wujud. Hanya bersuara dan bisa di dengar oleh Rania.
"Rania ... aku akan membantu kamu untuk menggapai kehidupan yang lebih baik. Apakah kamu mau mendapatkan bantuan ku?" Suara Bima membuat Rania terkejut.
"Se-setan!" Rania hendak keluar kamar, tiba-tiba pintu tertutup dan seperti terkunci, tidak bisa dibuka.
"Aku bukan setan, Rania. Mulai saat ini, aku akan menjadi penjaga mu. Aku akan menjagamu dan membantumu untuk hidup lebih layak." Bima masih mencoba meyakinkan Rania agar tidak takut padanya. Saat ini belum saatnya Bima menampakkan wujud pada Rania.
"Aku tahu lelaki itu tidak pantas untuk bersama dengan perempuan baik sepertimu. Lelaki itu tidak pantas menjadi ayah dari Aira. Aku akan membantumu dan memberikan jalan agar masa depanmu lebih baik."
Perkataan Bima seolah membius Rania dan benar-benar membuat Rania tidak lagi takut. Tangannya yang memegang handel pintu pun berhenti berusaha membuka pintu kamar. Tangan Rania yang satunya masih menggendong Aira yang tidak menangis sama sekali. Seolah-olah Aira merasa tenang karena suara Bima, entahlah.
"Be-benarkah kamu bukan setan? Benarkah kamu itu penjagaku? Benarkah kamu akan membantuku?" Rania bergumam bertanya kepada suara itu.
"Iya. Aku penjagamu dan akan membantumu. Namaku Bima."
Hari itu merupakan pertemuan pertama bagi Rania dengan Bima meski belum bisa menatap secara langsung, hanya suara saja. Pertemuan pertama yang mengubah segalanya. Hidup Rania yang menyedihkan dan masih terpuruk karena mengingat kepergian Gavin yang tanpa kata apapun, meninggalkan semua tanggung jawab dan juga kata-kata indah yang tidak ditepati. Rania yang masih mencintai Gavin jelas saja masih merasa tertatih untuk melupakan.
...****************...
Malam harinya ....
Rania sedang memeriksa ponsel satu-satunya yang dia miliki hasil kerja keras di Jakarta. Dia mencari peluang kerja yang bisa dikerjakan secara online. Saat membuka aplikasi, Bima pun membisikan pada Rania.
"Apa kamu mau mencoba menulis kisahku? Aku janji akan membawa keuntungan dari kisahku untuk kamu."
"Hah? Caranya gimana?"
"Buka aplikasi dan download aplikasi menulis online yang kamu yakini bisa mendapatkan tempat nyaman di sana. Aku akan bantu kamu menggapai yang saat ini tidak bisa kamu raih."
"Hah? Menulis? Gimana aku bisa nulis? Aku aja nilai bahasa Indonesia jelek pas sekolah. Ah, nggak mungkin bisa."
"Coba dulu, oke? Buka playst*re dan pilih satu aplikasi menulis yang pas di hatimu. Aku akan bantu setelahnya."
Rania mendengarkan perkataan Bima dan malam itu dia mencoba mendownload aplikasi Noveltoon. Malam itu, perubahan hidup Rania dimulai karena bantuan Bima. Mungkin terdengar tidak masuk akal, tetapi inilah yang bisa Bima lakukan demi kebahagiaan Rania.
...****************...
Hari demi hari berlalu. Rania melakukan apa yang Bima minta saat malam hari mendengarkan cerita dari Bima dan menulisnya di aplikasi tersebut. Rania tidak menyangka kalau tulisannya yang masih kacau balau karena belum pernah ikut latihan itu mendapatkan pembaca cukup banyak. Meski terseok-seok dan tertatih, Rania tetap menulis sambil belajar via online segala pembelajaran menulis yang gratis.
Harusnya berbicara dengan makhluk gaib yang belum pernah dilihat sama sekali wujud aslinya membuat Rania merasa takut, tetapi perempuan itu sama sekali tidak merasa takut karena mengetahui kalau Bima merupakan makhluk gaib yang baik dan benar-benar ingin membantu dirinya atas dasar kebaikan. Herannya dalam waktu empat bulan, tulisan yang Rania tayangkan mulai mendapatkan hasil. Tentunya hal itu membuat Rania begitu senang karena bulan depan dia bisa mendapatkan gaji pertama dari menulis online.
"Puji syukur, ya, Tuhan. Akhirnya aku bisa mendapatkan gaji yang benar-benar layak untuk putriku dan juga membantu mamaku."
Rania menggendong Aira yang sudah mulai belajar miring dan tengkurap. "Sayang, nanti kalau gajian pertama Mamii akan membelikan pakaian baru untuk kamu. Selama ini kamu selalu mengenakan pakaian bekas, Mamii minta maaf, ya, Sayang."
Rania merasa bersalah belum bisa memberikan yang terbaik kepada sang buah hati yang merupakan anak pertama dan satu-satunya bagi kehidupan Rania saat ini. Bahkan saat Gavin meninggalkan begitu saja tanpa ada kabar dan juga tidak pernah mengirimkan uang lagi, Rania tetap saja menyayangi Aira dengan tulus dan amat dalam. Hal itu yang membuat Bima semakin jatuh iba dan ingin memberikan segala yang terbaik untuk Rania dan Aira.
"Ma, sabar, ya. Bulan depan aku mulai ada gaji dari kerjaan online. Mama mau apa? Nanti Rania belikan."
"Mama sudah seneng kalau kamu bisa kerja dan kerjaannya semoga lancar."
Ibunya Rania selalu merasa bersalah dahulu pernah meminta Rania menggugurkan kandungan karena khawatir dengan masa depan. Ternyata Rania lebih kuat dari yang diduga. Bisa bertahan di masa tersulit sekalipun. Rania sudah mengikhlaskan motornya dijual untuk melunasi hutang-hutangnya. Benar-benar semua dimulai dari nol untuk Rania bersama dengan Aira.
Rania padahal merasa bingung, kenapa justru makhluk gaib yang dikirimkan Tuhan membantunya? Apakah bisa makhluk gaib berbuat baik dan tidak menyesatkan? Rania terkadang merasa bingung dengan hal itu. Apakah benar Bima merupakan makhluk gaib yang baik?
"Kamu masih ragu denganku?" Bima bisa mengetahui apa yang ada di dalam hati maupun pikiran Rania sehingga langsung bertanya.
"Bagaimana aku tahu kamu baik atau menyesatkan? Sedangkan selama ini aku belum pernah melihat wujudmu." Rania berbicara dengan Bima tanpa bisa didengar orang lain karena komunikasi itu lewat batin.
"Kamu siap melihat wujud asliku? Kalau iya, aku akan menunjukkan kepadamu. Kamu siap?" Bima bertanya lebih dahulu karena takut dan khawatir kalau Rania akan ketakutan.
Rania terdiam sesaat untuk berpikir. Tentu saja wujud seperti apa itu Bima belum ada di dalam bayangan Rania.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Pena dua jempol
/Facepalm//Determined/ bima bima ... tau tauan novel online dia
2024-10-21
0
Ianstiawan Cimoet
akhirnya up juga
2022-12-20
1
Kucing Putih
semangat akak ❤️❤️❤️
2022-12-20
1