Memulai usaha

"Apa yang sebenarnya terjadi Arya?. Kenapa kau menghajar orang-orang itu?. Apakah mereka ada berbuat salah dengan enam orang tersebut?" Tanya pak Satya sesaat setelah Arya datang menghampirinya.

"Ceritanya panjang pak Satya!. Jika saya ceritakan tentu acara bapak akan terganggu." Jawab Arya berterus terang. dan merasa tidak enak hati.

"Oh tidak masalah!. Acara itu bisa ditunda, karena yang hadir hanya kita kita saja!"

"Bapak sengaja tidak mengundang orang lain, untuk merayakan ulang tahun bapak kali ini. karena bapak hanya ingin merayakannya dengan keluarga saja."

"Jadi kami masih punya waktu untuk mendengarkan cerita mu." Jawab pak Satya berterus terang.

"Sebenarnya begini pak!" Ujar Arya memulai ceritanya.

"Enam orang yang bapak lihat itu adalah anak buah ku. Mereka saya suruh untuk mencari sebuah tempat, guna didirikan usaha."

"Kebetulan tempat yang mereka temukan itu cukup bagus, dan sewanya pun tidak terlalu mahal."

"Tapi tidak disangka, datang puluhan orang menghampiri mereka, dan langsung mengintimidasi agar mereka memberikan uang keamanan."

"Sebagai ketua kelompok, tentu saja saya tidak terima."

"Baru saja ingin membuka usaha, sudah dipalak seperti itu!"

"Tentu saja kami membela hak kami. Maka terjadilah hal yang seperti itu." Jawab Arya apa adanya.

Kemudian menyambung lagi perkataannya." Namun maaf jika tindakan saya tadi membuat kalian tidak senang."

"Terus terang saja kami bukan preman. Kami anak muda yang ingin berusaha sendiri, tanpa harus menyusahkan orang lain."

"Niatku hanya untuk menolong mereka, karena sebelum saya rekrut, mereka berenam itu adalah preman yang bekerja pada seorang anak orang kaya dari provinsi sebelah."

"Tapi karena satu kesalahan, mereka berlima akhirnya dipecat, dan sekarang menjadi pengangguran."

"Walau sebelumnya mereka pernah bersinggungan denganku, tapi akhirnya mereka ingin menjadi pengikut ku."

"Sebagai orang yang dianggap ketuanya, tentu saja saya harus bertanggung jawab."

"Maka saya mencarikan pekerjaan untuk mereka, supaya mereka menjadi baik dan berguna untuk orang lain."

"Yaitu dengan membuka usaha kecil-kecilan yang ada di depan itu."

"Mudah-mudahan apa yang saya lakukan ini bisa bermanfaat buat mereka, juga buat saya."

"Demikian penjelasannya pak Satya. dan mohon maaf jika ini membuat kalian merasa terganggu?" Ucap Arya menjelaskan apa adanya. sampai membuat pak Satya, Amanda dan Seruni menjadi kagum. walau dikatakannya dalam hati.

"Benar-benar luar biasa!. Baru kali ini bapak melihat ada seorang anak muda yang mempunyai visi dan misi yang bagus untuk memulai hidupnya!"

"Padahal kau masih anak sekolahan?. palingan usianya baru 17 sampai 18 tahunan. Tapi pola pikir mu sudah seperti orang dewasa."

"Bapak salut padamu nak Arya!"

"Di kemudian hari, orang yang mendapatkan mu, pasti orang yang sangat beruntung. Karena kau mempunyai visi untuk maju!" Respon pak Satya merasa senang. dan terang-terangan memuji apa yang dilakukan oleh Arya itu.

"Ah biasa saja pak Satya!. Kebetulan saya juga baru belajar hidup setelah apa yang terjadi pada saya?"

"Namun memulai usaha itu ternyata tidak mudah. Karena ada saja orang orang yang ingin menggagalkannya, termasuk 26 orang itu."

"Tapi untungnya mereka sudah saya kalahkan. Dan kebetulan juga saya mempunyai sedikit kepandaian, yang bisa digunakan untuk menundukkan mereka."

"Maka jadinya ya seperti itu!" Jawab Arya terkesan merendah. Tapi itu membuat pak Satya bertambah kagum, sekaligus senang.

Tak lama kemudian Arya berkata kembali. karena pak Satya tidak kunjung bersuara. "Karena sekarang mereka semua sudah menjadi pengikut ku, dan bahkan bakalan membantuku membuka usaha tersebut, walau nantinya sebagai tenaga pengamanan dan sebagai alat promosi saja. tapi sebagai ketuanya, saya harus bertanggung jawab, melatih dan mengarahkan agar mereka benar-benar menjadi orang baik, dan mempromosikan usaha baru, agar orang orang datang ke tempat usahaku nanti." Ucap Arya lagi terkesan merendah. Tapi jawaban barusan tentu saja membuat pak Satya menjadi semakin senang.

"Wah luar biasa!. bapak benar-benar kagum padaku nak Arya!"

"Kalau begitu mari kita bersulang. untuk merayakan keberhasilan mu!" Ucap pak Satya berterus terang. Kemudian mengambil gelas minuman yang ada di atas meja, dan mengangkatnya tinggi tinggi, serta dibenturkan ke gelas Arya.

Satu jam kemudian. Acara makan-makan dalam rangka merayakan ulang tahun pak Satya sudah pun selesai dilakukan. Kini saatnya untuk Arya kembali ke tempat usaha barunya itu, di bawah pandangan kagum dari tiga orang baik tersebut, apalagi Amanda.

Dalam dia memandang itu, hatinya membatin dan bertalu talu. "Jika suatu saat nanti aku berjodoh dengan Arya, maka aku tidak akan menolak lamarannya."

"Karena dia cinta pertamaku, dan aku tidak ingin kecewa!" Reaksinya malu-malu. Kemudian tiba tiba pipinya bersemu merah.

"Ayo ada apa pipimu memerah Begitu?. Suka sama Arya ya?" Respon Satya menggoda anak gadisnya.

"Ah papa ni!. Siapa juga yang suka?. Orang cuma kagum saja!" Jawab Amanda malu-malu. Tapi bibirnya tersenyum senang. Kemudian berlari ke kamarnya, untuk sekedar menyembunyikan rasa malunya.

"Lihatlah anak gadis mu itu ma!. Ternyata dia sudah mulai jatuh cinta?. Bagaimana menurutmu?" Tanya Satya pada istrinya.

"Ya mama setuju saja!. Lagi pula Arya itu anak baik. Mama yakin anak kita tidak akan di sia-siakan olehnya." Jawab Seruni apa adanya.

"Tapi dia bukan anak orang kaya ma?. Bagaimana dia akan menghidupi anak kita?" Respon Satya sekedar menguji tekad istrinya.

"Bukankah barusan papa memujinya?. Papa mengatakan bahwa Arya adalah anak muda yang mempunyai visi. tapi kenapa sekarang papa malah meragukannya?" Jawab Seruni malah balik bertanya, sekaligus mengingatkan suaminya

"Itulah masalahnya ma!. Walaupun papa suka dengan Arya, tapi papa masih butuh pembuktiannya."

"Yaitu siapa sebenarnya Arya itu?"

"Kalau dia bukan anak sahabat papa, maka kita harus pikir-pikir dulu. Tapi kalau dia anak sahabat papa, maka tidak ada keraguan lagi di hati kita!" Jawab Satya mengandung keraguan tentang Arya.

"Tapi sepertinya mama juga setuju dengan pendapat papa, jika anak kita berjodoh dengan Arya kan?"

"Kalau begitu mari kita doakan saja, semoga Amanda dan Arya berjodoh, dan Arya benar benar anak sahabat papa!" Ujarnya lagi.

"Tapi Apa kata dunia pa?. Sementara di ibukota sana, banyak anak-anak orang kaya yang menginginkan anak kita untuk menjadi istrinya."

"Apalagi teman-teman papa itu. Rata-rata mereka mempunyai anak laki-laki, yang hidupnya cukup mapan, sukses lagi?"

"Mereka juga sudah punya usaha sendiri."

"Terhadap mereka, kenapa papa tidak tertarik?, malah tertarik kepada Arya yang sudah tahu miskin itu?" Ucap Seruni hanya sekedar menguji suaminya.

"Jangan salah ma!. Entah kenapa papa merasakan di tubuh Arya itu ada sesuatu yang sangat luar biasa!"

"Papa pernah merasakan hal seperti itu, saat tinggal bersama dengan ayahnya."

"Saat itu entah bagaimana papa yang sakit, tiba-tiba sembuh hanya disentuh dengan menggunakan tangannya saja."

"Waktu itu papa tidak bisa tidur karena banyak pikiran, hingga membuat kepala papa jadi sakit. Tapi saat tangan ayah Arya menyentuh kening papa, mendadak rasa pening itu hilang, dan berganti menjadi rasa nyaman. Lalu papa tertidur sampai pagi."

"Sejak saat itu papa bertekad, jika nanti berkeluarga dan mempunyai anak, maka papa akan menjodohkan anak kita pada anak sahabat papa itu."

"Namun sayangnya kami terpaksa harus berpisah."

"Papa pergi ke ibukota. sementara sahabat papa tetap tinggal di kota ini, tapi katanya pindah ke provinsi lain pula."

"Papa membuka usaha batu mulia. sementara dia juga membuka usaha yang sama."

"Tapi setelah sekian tahun, papa tidak pernah lagi mendengar beritanya, karena kami putus kontak setelah itu."

"Tapi?. Eh tunggu dulu!. Bukankah teman papa itu pengusaha batu mulia seperti papa?"

"Lalu di mana batu-batu itu termasuk perhiasannya?. Apakah sudah habis atau disimpannya di suatu tempat?"

"Wah ini cukup menarik!. Papa harus menyelidikinya! Siapa tahu teman papa itu menyimpan batu-batu mulianya di satu tempat, Siapa tahu cuma Arya sendiri yang bisa membukanya." Jawab Satya malah menjelaskan panjang lebar, dan itu membuat istrinya jadi penasaran.

"Kalau begitu saat ada waktu luang, kita temui Arya, dan kita tanyakan tentang itu. Bagaimana menurut papa?" Respon istrinya mendadak tertarik dengan cerita suaminya.

"Jangan terburu-buru dulu!. Kalau kita langsung menanyakan inti permasalahannya, tentu Arya akan curiga, dari mana kita tahu tentang batu-batu itu, karena papa lihat Arya itu orangnya teliti juga slow, tapi tindakannya nyata."

"Tapi dari semua itu, papa yakin bahwa 5 batu mulia yang dijual kepada kita, dia dapatkan dari ayahnya?"

"Kalau begitu berarti dia mempunyai banyak lagi harta-harta seperti itu?"

"Jika kita membelinya maka uang Arya akan semakin banyak, dan bisa digunakan untuk modal usaha?. Mantap!" Respon Satya benar-benar senang. Kemudian mengajak istrinya untuk masuk ke kamarnya guna beristirahat.

***

Satu minggu kemudian. Arya dan teman-temannya sudah memulai usahanya dalam bidang kuliner. Mereka memutuskan untuk menamai tempat itu dengan nama Rumah Makan Rakyat, atau RMR, yang mengkhususkan diri pada makanan rumahan, buat para pekerja pabrik maupun perkantoran. juga bisa untuk siswa dan mahasiswa. Bahkan ibu ibu rumah tangga juga bisa.

Berkat nama yang cukup unik itu, juga lokasinya yang mudah dijangkau, membuat antusias warga sekitar sangat luar biasa.

Hari pertama saja saat Rumah Makan tersebut dibuka, berduyun duyun lah orang datang, hanya sekedar untuk mencicipi menu yang tersedia. Ada yang makan di tempat, dan ada yang untuk dibawa pulang, terutama para pekerja juga mahasiswa. Orang kantoran juga ada.

Melihat itu Arya dan anak buahnya menjadi senang. Sampai harus memasak tiga kali, karena menu yang terhidang cepat habis. disebabkan mereka menjualnya sampai malam.

"Luar biasa bos!. Hari pertama dibuka, peminatnya membludak. sampai kita harus memasak menunya tiga kali."

"Kalau begini terus, alamat kita akan banyak mendapat untung." Ucap Jodi merasa senang.

"Aku juga tidak menyangka, rumah makan yang kita buka banyak peminatnya."

"Aku kira hanya satu dua atau tiga orang yang datang. Tapi ternyata berjumlah ratusan."

"Jika begini terus, aku yakin dalam satu minggu ke depan. kita sudah dapat mengembalikan modal, plus membayar uang sewa tambahan untuk tempat ini." Respon Arya juga senang.

"Oh ya!. Berapa uang yang kita dapat sebelum sebelum dipotong modal?" ucap Arya tiba tiba.

"Menurut yang saya dengar, dan setelah dihitung bersama sama, jumlah seluruhnya sebanyak 27 juta. 693 ribu rupiah, potong modal sebesar 5,5 juta."

"Jadi untung bersih sebesar 22.193.000 juta rupiah." Jawab Jodi mewakili bendahara.

"Luar biasa!. Hari pertama saja sudah mendapatkan untung sebanyak itu?. Bagaimana kalau satu minggu,satu bulan, bahkan satu tahun?. Mungkin hasilnya akan lebih banyak?" Respon Arya merasa takjub.

"Lalu apa yang harus kita lakukan ke depannya bos?. Apakah menunya itu-itu saja?" Tanya Gobang datang bertanya.

"Itulah yang sedang aku pikirkan!. Kalau menunya itu-itu saja, pasti orang akan bosan. Tapi kalau menunya berubah-ubah, maka semakin membuat orang penasaran."

"Oleh karena itu kita harus rajin mencari inovasi, dan belajar dari internet dan media sosial lainnya. Siapa tahu melalui itu, ada menu yang belum pernah ditampilkan."

"Mita hubungi orang tersebut dan membeli hak ciptanya. Kemudian kita kembangkan di rumah makan kita."

"Siapa tahu dengan langkah tersebut, usaha kita akan semakin maju, dan untung yang kita peroleh akan semakin banyak." Jawab Arya menjelaskan apa adanya.

"Mantap bos!. Kami semua pasti mendukung apa yang direncanakan oleh bos, dan kami akan selalu mengerjakan apa yang bos perintahkan!" Respon Alam mewakili teman-temannya.

"Oh ternyata kau Alam?. Kemana saja dari tadi?. Kenapa tidak terlihat?" Reaksi Arya penasaran.

"Maaf bos kalau tadi pergi tanpa izin!"

"Ada seseorang yang ingin menemui ku, katanya dari ibukota provinsi?"

"Dia menginginkan agar saya datang seorang diri. Jadi saya penuhi permintaannya."

"Setelah sampai, ternyata mereka berjumlah banyak, yang diketuai oleh seorang laki-laki berperawakan besar."

"Dia mengaku bernama Tanujaya, Teddy serta Joni. yang katanya bos juga kenal.".

"Dia ingin menemui bos secara langsung, tapi karena kondisi di sini ramai, maka niatnya tidak jadi dilaksanakan."

"Oleh karena itu mereka menitipkan pesan pada salah seorang pelanggan kita, dan mengatakan agar saya menemui mereka seorang diri."

"Jika aku melanggar ketentuan, maka adikku yang sedang bersekolah di SMA Tunas Bangsa akan mereka culik dan aniaya."

"Oleh karena itu tanpa memberitahu bos, saya pergi seorang diri untuk menemui mereka."

"Untuk kesalahan itu, mohon bos memaafkan saya?"Jawab Dirga apa adanya.

"Lagi-lagi Teddy!. Tanu dan Joni!. Tidak ada kapok-kapoknya mereka?"

"Mau sampai kapan kalian seperti itu?" Reaksi Arya tidak senang, sekaligus merasa bosan

"Lalu apa yang mereka katakan padamu saat kau bertemu mereka?" Tanya Arya ingin tau.

Terpopuler

Comments

Raffael Beniqno

Raffael Beniqno

trusss

2023-04-01

1

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Gaskeun....

2023-01-19

2

Wati_esha

Wati_esha

Rumah Makan Rakyat, nama yang unik berhasil mengundang penikmat kuliner di sekitarnya.

2023-01-19

1

lihat semua
Episodes
1 Memainkan perasaan
2 Mencoba bertahan
3 Mulai terkuak kebenaran
4 Tidak amanah
5 Arya hilang
6 Mendapat keajaiban
7 Membuat perhitungan
8 Minuman neraka
9 Arya diserang
10 Salah paham
11 Menyewa Rumah
12 Menjadi pengikut
13 Hari pertama di rumah itu
14 Tak sudi jadi teman
15 Memborong banyak barang
16 Baik kalau ada maunya
17 Arya difitnah dan dapat masalah
18 Menyewa tempat usaha
19 Memulai usaha
20 Memasuki ruang rahasia
21 Mendapatkan pusaka
22 Sah menjadi milik Arya
23 Memulai debutnya di sekolah
24 Tampil mengagumkan
25 Arya memecahkan rekor
26 Niat akan dicurangi
27 Masalah datang di saat yang salah
28 Senjata makan tuan
29 Curiga
30 Pengkhianatan
31 Belum juga takluk
32 Jodi menjadi kuat
33 Master diatas master
34 Berterus terang
35 Kebaikan Arya
36 Deal harganya
37 Cobaan lagi
38 Teknik Sembilan Matahari
39 Terus dapat cobaan
40 Masih beralasan
41 Tanggung jawab besar
42 Engkau masih anak sekolah
43 Halangi mereka!
44 Perusahaan baru
45 Ingin berubah jadi baik.
46 Badung dan kawan kawan
47 Perselisihan sengit
48 Juara umum
49 Arya jadi viral
50 Sihir pemikat jiwa
51 Sihir penyegel jantung
52 Enggan mengakui
53 Aura guna guna
54 Mulai suka
55 Teknik energi jarum api
56 Pergi mengambil api bumi
57 Api tujuh warna
58 Arya direndahkan
59 Dominasi Arya
60 Bersekongkol
61 Kegilaan Dave tua
62 Tamu agung direndahkan
63 Terkejut semua
64 Untung besar
65 Penguasa aliansi bisnis dunia
66 Kianshi bumi bentuk perubahan
67 Hotel Mandala
68 Terbongkar status Arya
69 Kepalang tanggung tahu
70 Arya di Dunia Naga
71 Ingin dijadikan tumbal
72 Pengikut baru lagi
73 Di paksa
74 Murid super kaya
75 Mengambil daun tulang naga
76 Dendam turunan
77 Menaklukkan preman
78 Jarum Pelumpuh Sukma
79 Ratu pemangsa
80 Akhirnya dimaafkan
81 Sukses besar
82 Sehat itu mahal
83 Sup Jamur Dewa
84 Bisnis ya bisnis
85 Wisata ke laut
86 Keberuntungan Arya
87 Tangkapan besar lagi
88 Pengalaman berharga.
89 Kanaya dalam bahaya
90 Kanaya di dunia jiwa
91 Akan ada serangan
92 Pangeran iblis
93 Penyerangan pertama
94 Amanda diculik
95 Semut juga punya kekuatan
96 Pembicaraan setelah bencana
97 Arya terluka
98 Memotivasi
99 Segel penangkap jiwa
100 Plakat perintah
101 Serangan dadakan
102 Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103 Mempermainkan lawan
104 Cuek saat menghadapi tantangan
105 Cabut paku
106 Berani meremehkan
107 Diperas
108 Aliansi pembunuh bayaran
109 Rencana menghancurkan
110 Terkendala
111 Imigran di pulau perbatasan
112 Musuh baru muka lama
113 Berencana membeli pulau Angsa
114 Dianggap remeh
115 Mau tahu dia
116 Perdebatan sengit
117 Diragukan kebenarannya.
118 Kesadaran spiritual
119 Kemajuan yang sangat menggembirakan
120 Kemunculan yang tiba tiba
121 Mencari gara gara
122 Ditopang Naga
123 Terkuak suatu kebeneran
124 Wejangan Wangsa
125 Kejadian tidak terduga
126 Arya menghilang
127 Gerbang kemarahan naga
128 Arya kewalahan
129 Bertemu Sang Legenda
130 Mendapatkan penjelasan
131 Linglung awalnya
132 Pulau impian
133 Hampir saja
134 Arya tidak berdaya
135 Sihir neraka
136 Bunglon Matsuya
137 Bukan lawan seimbang
138 Mulai terkuak kebenaran
139 Leviathan dan para penguasa
140 Takdir Arya
141 Menjadi orang biasa
142 Pembantaian
143 Pembantaian jilid dua
144 Dasar Sampah
145 Pembersihan
146 Juragan Loba
147 Tengkulak darah
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Memainkan perasaan
2
Mencoba bertahan
3
Mulai terkuak kebenaran
4
Tidak amanah
5
Arya hilang
6
Mendapat keajaiban
7
Membuat perhitungan
8
Minuman neraka
9
Arya diserang
10
Salah paham
11
Menyewa Rumah
12
Menjadi pengikut
13
Hari pertama di rumah itu
14
Tak sudi jadi teman
15
Memborong banyak barang
16
Baik kalau ada maunya
17
Arya difitnah dan dapat masalah
18
Menyewa tempat usaha
19
Memulai usaha
20
Memasuki ruang rahasia
21
Mendapatkan pusaka
22
Sah menjadi milik Arya
23
Memulai debutnya di sekolah
24
Tampil mengagumkan
25
Arya memecahkan rekor
26
Niat akan dicurangi
27
Masalah datang di saat yang salah
28
Senjata makan tuan
29
Curiga
30
Pengkhianatan
31
Belum juga takluk
32
Jodi menjadi kuat
33
Master diatas master
34
Berterus terang
35
Kebaikan Arya
36
Deal harganya
37
Cobaan lagi
38
Teknik Sembilan Matahari
39
Terus dapat cobaan
40
Masih beralasan
41
Tanggung jawab besar
42
Engkau masih anak sekolah
43
Halangi mereka!
44
Perusahaan baru
45
Ingin berubah jadi baik.
46
Badung dan kawan kawan
47
Perselisihan sengit
48
Juara umum
49
Arya jadi viral
50
Sihir pemikat jiwa
51
Sihir penyegel jantung
52
Enggan mengakui
53
Aura guna guna
54
Mulai suka
55
Teknik energi jarum api
56
Pergi mengambil api bumi
57
Api tujuh warna
58
Arya direndahkan
59
Dominasi Arya
60
Bersekongkol
61
Kegilaan Dave tua
62
Tamu agung direndahkan
63
Terkejut semua
64
Untung besar
65
Penguasa aliansi bisnis dunia
66
Kianshi bumi bentuk perubahan
67
Hotel Mandala
68
Terbongkar status Arya
69
Kepalang tanggung tahu
70
Arya di Dunia Naga
71
Ingin dijadikan tumbal
72
Pengikut baru lagi
73
Di paksa
74
Murid super kaya
75
Mengambil daun tulang naga
76
Dendam turunan
77
Menaklukkan preman
78
Jarum Pelumpuh Sukma
79
Ratu pemangsa
80
Akhirnya dimaafkan
81
Sukses besar
82
Sehat itu mahal
83
Sup Jamur Dewa
84
Bisnis ya bisnis
85
Wisata ke laut
86
Keberuntungan Arya
87
Tangkapan besar lagi
88
Pengalaman berharga.
89
Kanaya dalam bahaya
90
Kanaya di dunia jiwa
91
Akan ada serangan
92
Pangeran iblis
93
Penyerangan pertama
94
Amanda diculik
95
Semut juga punya kekuatan
96
Pembicaraan setelah bencana
97
Arya terluka
98
Memotivasi
99
Segel penangkap jiwa
100
Plakat perintah
101
Serangan dadakan
102
Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103
Mempermainkan lawan
104
Cuek saat menghadapi tantangan
105
Cabut paku
106
Berani meremehkan
107
Diperas
108
Aliansi pembunuh bayaran
109
Rencana menghancurkan
110
Terkendala
111
Imigran di pulau perbatasan
112
Musuh baru muka lama
113
Berencana membeli pulau Angsa
114
Dianggap remeh
115
Mau tahu dia
116
Perdebatan sengit
117
Diragukan kebenarannya.
118
Kesadaran spiritual
119
Kemajuan yang sangat menggembirakan
120
Kemunculan yang tiba tiba
121
Mencari gara gara
122
Ditopang Naga
123
Terkuak suatu kebeneran
124
Wejangan Wangsa
125
Kejadian tidak terduga
126
Arya menghilang
127
Gerbang kemarahan naga
128
Arya kewalahan
129
Bertemu Sang Legenda
130
Mendapatkan penjelasan
131
Linglung awalnya
132
Pulau impian
133
Hampir saja
134
Arya tidak berdaya
135
Sihir neraka
136
Bunglon Matsuya
137
Bukan lawan seimbang
138
Mulai terkuak kebenaran
139
Leviathan dan para penguasa
140
Takdir Arya
141
Menjadi orang biasa
142
Pembantaian
143
Pembantaian jilid dua
144
Dasar Sampah
145
Pembersihan
146
Juragan Loba
147
Tengkulak darah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!