Mencoba bertahan

Sepulangnya Arya dari sekolah, tubuhnya jadi lebam-lebam,tangannya terkilir, kakinya patah dan mulutnya berdarah darah.

Teddy yang berhati jahat itu, menyuruh orang orangnya untuk memberi pelajaran pada Arya,karena dia sudah berani membongkar rahasianya pada Meggia.

Saat dihajar itu, Arya tidak bisa berbuat apa-apa. Selain dia baru sembuh dari sakit. dia juga tidak bisa membela diri, karena dia tidak menguasai ilmu bela diri.

Jangankan bela diri, mempertahankan posisinya saja dia tidak bisa. Jadi saat anak buah Teddy datang, dia hanya terpaku diam, dan saat dihajar oleh mereka, Arya hanya melindungi wajahnya saja. Tapi tanpa terduga, salah seorang dari mereka menarik tangan Arya, lalu menghentakkan nya kuat kuat, hingga membuat tangannya terkilir.

Bukan hanya itu saja yang dilakukan oleh mereka. Arya juga mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi. Mulutnya ditonjok berkali-kali,perutnya apalagi. Baru setelah dia pingsan, orang-orang yang menghajarnya itu pergi, dan meninggalkan Arya begitu saja.

Kebetulan tempat Arya dihajar itu, merupakan tanah kosong, yang memang sejak awal tidak jelas siapa pemiliknya. Kebetulan pula rumah Arya tidak begitu jauh dari tanah kosong tersebut,tapi kondisi rumahnya sangat memprihatinkan.

Sudah banyak atapnya yang bocor, dan dinding kayu serta buluhnya yang berlubang lubang.

Namun apa boleh buat. Arya tetap menempatinya juga, karena itulah satu-satunya rumah yang dia miliki.

Begitu dia siuman, Arya cepat cepat bangun dan bergegas pergi dari tempat itu walau dengan langkah pincang.Tapi baru saja sampai didepan pintu, Arya pun ambruk, dan menimpa pintu yang tidak dikunci itu. Tetangganya tidak ada yang melihat, karena jarak rumah mereka cukup jauh. Jadi sekitar satu setengah jam Arya pingsan. tidak ada seorangpun yang menolong. Setelah itu baru dia siuman.

"Uh kepalaku. Rasanya sakit sekali,mulut ku juga."keluh Arya sambil menahan sakit.

"Apa sebenarnya salah ku? Rasanya aku tidak pernah menganggu orang. tapi kenapa selalu dirundung,bahkan oleh orang yang sama"

"Mau sampai kapan aku terus begini? apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus belajar ilmu kanuragan, atau mempelajari ilmu sihir, agar mereka yang menghajar ku bisa aku hajar balik?" Guman Arya pada diri sendiri.Kemudian merangkak

masuk ke dalam rumah dan beristirahat di sana.

"Ayah, ibu! Andai kalian masih hidup, tentu aku tidak sesakit ini.Sebenarnya kalian ada dimana? Kenapa tidak ada kabarnya sama sekali?"

"Apakah kalian sudah benar benar meninggal? Kalaupun itu benar, dimana kubur kalian?" keluh Arya sambil menangis sesenggukan. Tak lama kemudian ia tertidur pulas, dan tidak tau apa apa lagi.

Enam jam kemudian Arya terbangun dari tidurnya, dan mendapati bahwa hari sudah menjelang malam.

Tapi yang anehnya. Semua luka ia derita sudah sembuh, dan tidak ada lagi bekasnya.

"Apa yang terjadi?. Dimana luka luka ku itu?" Pekik Arya penasaran.

"Eh tunggu dulu! Sore tadi tangan ku masih terkilir, dan kaki ku juga patah. Tapi sekarang sudah sembuh. Siapa yang mengobatinya?" Ucapnya lagi semakin penasaran.

Tapi pertanyaannya tentu saja tidak terjawab, karena di rumah itu, dia hanya tinggal sendiri, dan tidak ada orang lain lagi.

Menyadari itu, Arya menyudahi keheranannya, dan bangun dari tempat tidur, serta mencari makanan apa saja yang ada.

"Ah malang sekali, tidak ada makanan walaupun hanya sebutir nasi. Lalu apa yang harus aku makan?" Ucapnya pelan.

Lalu mengalihkan pandangannya ke seluruh ruangan,tapi tetap tidak menemukan apa-apa. Jangankan nasi, roti kering saja tidak ada.

"Jika begini terus aku akan mati kelaparan. Nasip ku benar benar malang" Rutuknya kesal.

"Ah! dari pada mengeluh dan kesal terus terusan, lebih baik aku ke belakang, dan mencari singkong atau ubi jalar, yang kemungkinan besar tumbuh di sana."Tekad Arya di kuat kuatkan.

Kemudian di nekat nekat kan maju menerobos semak belukar, yang di sekitar situ diperkirakan ada ubi jalar atau singkong nya.

Kebetulan malam itu bulan sedang bersinar terang,jadi kondisi tanah kosong itu terlihat cukup jelas.

Namun saat Arya sedang sibuk mencari makanan, datang beberapa orang berpakaian hitam, dan langsung menuju rumah Arya.

Salah seorang dari mereka berkata. "Perhatikan bocah itu! Awasi apa yang sedang ia lakukan,jangan sampai dia melihat aksi kita. Jadi cepat lakukan tugas kalian!"

"Siram seluruh dinding bagian depan dan belakang dengan bensin itu,dan bakar setelah kita jauh"

"Eh tapi tunggu dulu! Bukankah pagi tadi dia tidak bisa berjalan. tapi kenapa tiba tiba segar seperti itu? sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya seseorang pada lima orang temannya keheranan.

"Mana kami tau bos. Mungkin dia hanya pura pura saja" Respon teman nya memberi jawaban.

"Tidak mungkin! Kaki yang sudah patah itu bisa sembuh seketika, apalagi tangannya itu?"

"Dia pasti tukang sihir. Kalau tidak mana mungkin lukanya yang sangat parah itu bisa sembuh seketika?" Bantah ketuanya tidak percaya.

"Ah masa bodoh lah. Cepat pergi dan siram tali itu dengan bensin juga,mumpung dia sedang tidak ada kita bakar rumahnya" Respon ketua tersebut tergesa gesa.

Lalu tanpa sengaja menjatuhkan handphone nya, dan langsung masuk ke dalam celah batu yang memang banyak di sana.

Tak lama sesudah itu, mereka berenam pun kabur, dengan tidak lupa menyulut tali yang sudah dibasahi dengan bensin menggunakan pemantik api.

Beberapa detik kemudian,kobaran api pun membara, dan membumbung tinggi di angkasa. Sekejap saja api sudah membakar sebagian atap juga dindingnya.

Atap yang terbuat dari daun rumbia sangatlah mudah terbakar, ditambah kondisinya yang sudah kering. Maka pertolongan sebesar apapun tidak akan bisa mengatasinya.

Arya yang sedang sibuk mencabut batang singkong itu pun melongo tak percaya. Baru saja dia pergi, tapi rumahnya sudah terbakar.

"Ah sialan! Siapa yang telah membakar rumahku? apa yang dicarinya?" Teriak Arya geram.

Kemudian bergegas lari, tanpa memperdulikan ubi jalar dan singkongnya lagi, dia menerobos jalan yang tadi dia lalui. dan tak lama kemudian dia pun sampai.

Namun sayang, rumah yang terbuat dari kayu dan bambu itu sudah ludes terbakar, karena seluruh bangunannya disiram dengan bensin, hingga api menjalar dengan cepat.

Arya yang melihat itu menjadi terduduk diam. Dia tidak berani mendekati kobaran api yang masih membara tersebut.

Baru setelah apinya padam, Arya berusaha mendekati puing bekas rumah yang baranya masih ada.

Dia berusaha mencari benda apa saja yang masih tersisa. Tapi yang namanya terbakar. tidak ada satupun harta miliknya yang masih utuh.

Seluruh pakaiannya ludes terbakar. Perabotan yang tidak seberapa pun juga habis,yang tinggal hanya piring kaca yang bentuknya juga sudah tidak beraturan lagi. Retak dan pecah sana sini.

Beruntung benda benda berharga seperti surat surat penting dia titipkan di rumah sahabatnya, termasuk surat tanda tamat belajar dari SD dan SMP. Jadi untuk sementara surat surat itu masih tetap aman di sana.

Kini Arya tidak tau lagi apa yang harus ia lakukan,ditambah lagi perutnya yang semakin keroncongan, makanan tidak ada apalagi simpati dari orang orang.

Mereka hanya melihat saja dari jauh, tanpa berusaha menolong. Padahal itu bukan sampah tapi rumah,namun mereka tetap tidak memperdulikannya. Sungguh keterlaluan mereka.

Mentang mentang Arya miskin, lalu mereka tidak memperdulikannya. Entah apa yang mereka pikirkan? Padahal selama ini Arya tidak pernah membuat masalah dengan mereka.

Bahkan dia selalu menolong orang-orang tersebut jika mereka membutuhkan bantuan. Arya di lokasi itu terkenal ringan tangan, dan suka membantu siapa saja yang meminta bantuannya.

Tapi saat dia mengalami musibah, tidak ada seorangpun yang mau membantu, apalagi mengucapkan ucapan prihatin padanya.

Sungguh keterlaluan mereka!

"Ah masa bodoh! Toh rumahnya pun sudah tua,buruk lagi,jadi wajar kalau terbakar. mau diapakan lagi?" Ucap beberapa orang yang sempat melihat kobaran api yang cukup besar itu tanpa berperasaan.

Maka dengan kondisi yang tidak menentu, Arya meratapi nasib nya yang buruk tersebut. Mau menangis pun tiada guna.Yang bisa ia lakukan saat ini hanya termangu diam. Tapi tangannya terus menerus menekan perutnya yang kelaparan.

"Mumpung bara api masih ada, lebih baik aku ambil ubi jalar dan singkong itu untuk aku bakar. Hitung hitung untuk mengganjal perut ku yang keroncongan." Ucap Arya pada diri sendiri.

Kemudian kembali lagi ke tempat semula, dan mengambil benda-benda yang dia dapatkan tadi. Tak lama kemudian. beberapa buah ubi serta singkong sudah Arya letakkan di atas bara api, tinggal menunggu matang saja.

"Setelah ini apa yang harus aku lakukan? lalu dimana aku akan tidur?Tidak mungkin tidur disini.ditambah kondisinya yang masih berantakan"

"Lebih baik aku berteduh di bawah pohon itu saja, atau ah! bukankah masih ada gudang?walaupun kondisinya kurang bagus, tapi masih bisa digunakan untuk tempat berteduh" Pekik Arya kegirangan, sambil mengunyah ubi bakar yang ada di tangannya tersebut.

***

Sementara itu ditempat lain. Orang yang menyuruh untuk membakar rumah Arya sedang tertawa kegirangan. Dia puas karena sudah bisa membalas dendam pada Arya, walaupun harus membunuhnya, tetap akan ia lakukan, yang penting hatinya puas.

Namun karena otaknya masih dibutuhkan, Teddy masih belum mau menghabisi Arya. Buatnya Arya itu seperti sapi perahan. Kapan mau diambil susunya baru di kenang.

"Untuk sementara aku biarkan ia hidup dulu. Nanti setelah aku tamat, baru dipikirkan mau dibuat apa si Arya itu?"

"Untuk saat ini, biarkan dia bersenang senang dulu. Mumpung masih ada kesempatan, maka aku akan menangguhkannya"

"Tunggulah kau Arya! Gara gara kau! nilai pelajaran ku jadi anjlok. Tugas tugas dari guru lain tidak bisa aku serahkan, karena kau tidak ada"

"Kalau kau datang nanti, aku akan membuat perhitungan dengan mu!" Ucap Teddy geram. kemudian meninju dinding tanda kesal.

Beep! beep!

"Meggia! kenapa malam malam begini dia meneleponku?ada apa ya?" Reaksi Teddy penasaran.

Kemudian menekan tombol terima di layar hp-nya. Tak lama kemudian dia pun berkata. "Halo sayang? ada apa malam malam begini menelepon ku, apakah kau belum tidur?" Ucap Teddy setelah mengangkat telepon dari Meggia itu pura-pura bertanya.

"Kau sudah gila ya ted? Kenapa kau menyuruh anak buah mu untuk membakar rumah Arya?Apakah kau tidak berpikir, kalau sekarang dia tidak punya apa apa?"

"Apakah kau juga berpikir kalau buku bukunya semuanya bisa habis, akibat kebakaran itu?Dimana otak mu sih?" Reaksi Meggia terdengar kasar.

"Kau tenang saja sayang! justru dengan membakar rumahnya, Arya bisa kita tekan?Dengan cara itu kita bisa membuatnya menjadi orang suruhan kita!"

"Dengan cara itu pula kita bisa mempermalukan serta merendahkan Arya dimana pun dia berada." Jawab Teddy tidak berperasaan.

"Tapi dimana dia akan tinggal? apakah dikolong jembatan?" Protes Meggia tidak terima.

"Hellow!Kenapa kau malah bersimpati pada si Arya itu? apakah kau sudah mulai jatuh cinta?" Respon Teddy tidak terduga.

"Ih apaan sih? amit amit!. Aku cuma berpikir dimana malam ini dia mau tidur, kalau rumahnya sudah terbakar? Apakah harus tidur di rumah mu?" Reaksi Meggia merasa jijik.

"Enak saja!. Biarkan ia tidur di gubuk yang memang sengaja tidak dibakar,biar dia tau bagaimana susah nya hidup"

"Kalau ia sudah tidak tahan. pasti akan mendatangi kita dan memohon belas kasihan"

"Nah!, disaat itulah kita akan memainkan peran!.Kita bisa menyuruhnya untuk mengemis, atau melakukan tugas tugas yang memalukan,bukankah itu rencana yang keren?" Jawab Teddy semakin gila gilaan.

"Ah terserah kau sajalah!,yang penting orang orang tidak tau bahwa itu hasil dari perbuatan anak buah mu! Jika ketahuan, mungkin hidup mu tidak akan tenang! "Respon Meggia memberi peringatan.

"Kau tenang saja sayang! anak buah ku kerjanya rapi,tidak ada bukti kalau mereka yang melakukannya." Jawab Teddy mencoba menenangkan.

Tapi ternyata dia berbicara sendiri, Karena Meggia sudah memutuskan sambungan teleponnya, sesaat setelah memberi peringatan itu.

"Huh dasar perempuan jhalang!" Reaksi Teddy tidak senang.

"Awas kau ya!. Setelah aku mendapatkan mu, kau akan aku campakkan!"

Kau pikir aku benar benar mencintai mu.Jangan harap. Aku hanya ingin mendapatkan tubuh mu, setelah itu akan aku buang" Guman Teddy penuh dendam.

Kemudian memutuskan untuk tidur. Tapi belum juga dia rebahan. Masuk sebuah panggilan dari salah seorang anak buahnya dengan berkata. "Gawat bos! Joni menjatuhkan handphonenya di lokasi kebakaran! tapi dia dia tidak sengaja. Lalu apa yang harus kami lakukan bos?" Tanya anak buahnya meminta saran.

"Dasar orang orang bodoh! Bisa-bisanya kehilangan handphone disaat lagi kerja?"

"Kalau Arya menemukan handphone itu. Pasti kita akan celaka.Jadi cepat kesana, cari handphone itu. Aku tidak mau terlibat!" Jawab Teddy tidak senang.

"Tapi kalau kami kesana, apa alasannya bos, tentu Arya akan curiga?" Protes anak buahnya tidak tenang.

"Aku tidak mau tau! Gunakan kepandaian kalian dengan berpura pura meminta maaf atas kejadian siang tadi, dan tulus memberikan perhatian"

"Saat sampai itu, kalian pura pura terkejut. karena melihat rumah Arya yang sudah terbakar"

"Nah disaat itulah kalian pura pura memeriksa kondisi rumah yang sudah terbakar itu,sambil mencari keberadaan handphone tersebut"

"Kalau handphone itu masih aktif, berarti Arya belum menemukannya, dan untuk sementara posisi kalian masih aman.Jadi cepat lakukan. Aku tidak mau mendengar ada kegagalan!"

"Kalau kalian tidak bisa menemukan handphone itu, maka aku akan menghukum kalian!" Jawab Teddy dengan suara lantang.

Terpopuler

Comments

forza 💫✨🎗️🪙👑

forza 💫✨🎗️🪙👑

makin goblok mcnya

2024-02-23

0

RADEN HASTAGUNA DENTA PARAWANGSA DENTA

RADEN HASTAGUNA DENTA PARAWANGSA DENTA

Ah kasian banget lau Arya dibully terus dan di hina sementara sebutir nasipun tdk ada...parah....😢😢😢😤😤

2023-02-27

4

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Ayo....

2023-01-19

1

lihat semua
Episodes
1 Memainkan perasaan
2 Mencoba bertahan
3 Mulai terkuak kebenaran
4 Tidak amanah
5 Arya hilang
6 Mendapat keajaiban
7 Membuat perhitungan
8 Minuman neraka
9 Arya diserang
10 Salah paham
11 Menyewa Rumah
12 Menjadi pengikut
13 Hari pertama di rumah itu
14 Tak sudi jadi teman
15 Memborong banyak barang
16 Baik kalau ada maunya
17 Arya difitnah dan dapat masalah
18 Menyewa tempat usaha
19 Memulai usaha
20 Memasuki ruang rahasia
21 Mendapatkan pusaka
22 Sah menjadi milik Arya
23 Memulai debutnya di sekolah
24 Tampil mengagumkan
25 Arya memecahkan rekor
26 Niat akan dicurangi
27 Masalah datang di saat yang salah
28 Senjata makan tuan
29 Curiga
30 Pengkhianatan
31 Belum juga takluk
32 Jodi menjadi kuat
33 Master diatas master
34 Berterus terang
35 Kebaikan Arya
36 Deal harganya
37 Cobaan lagi
38 Teknik Sembilan Matahari
39 Terus dapat cobaan
40 Masih beralasan
41 Tanggung jawab besar
42 Engkau masih anak sekolah
43 Halangi mereka!
44 Perusahaan baru
45 Ingin berubah jadi baik.
46 Badung dan kawan kawan
47 Perselisihan sengit
48 Juara umum
49 Arya jadi viral
50 Sihir pemikat jiwa
51 Sihir penyegel jantung
52 Enggan mengakui
53 Aura guna guna
54 Mulai suka
55 Teknik energi jarum api
56 Pergi mengambil api bumi
57 Api tujuh warna
58 Arya direndahkan
59 Dominasi Arya
60 Bersekongkol
61 Kegilaan Dave tua
62 Tamu agung direndahkan
63 Terkejut semua
64 Untung besar
65 Penguasa aliansi bisnis dunia
66 Kianshi bumi bentuk perubahan
67 Hotel Mandala
68 Terbongkar status Arya
69 Kepalang tanggung tahu
70 Arya di Dunia Naga
71 Ingin dijadikan tumbal
72 Pengikut baru lagi
73 Di paksa
74 Murid super kaya
75 Mengambil daun tulang naga
76 Dendam turunan
77 Menaklukkan preman
78 Jarum Pelumpuh Sukma
79 Ratu pemangsa
80 Akhirnya dimaafkan
81 Sukses besar
82 Sehat itu mahal
83 Sup Jamur Dewa
84 Bisnis ya bisnis
85 Wisata ke laut
86 Keberuntungan Arya
87 Tangkapan besar lagi
88 Pengalaman berharga.
89 Kanaya dalam bahaya
90 Kanaya di dunia jiwa
91 Akan ada serangan
92 Pangeran iblis
93 Penyerangan pertama
94 Amanda diculik
95 Semut juga punya kekuatan
96 Pembicaraan setelah bencana
97 Arya terluka
98 Memotivasi
99 Segel penangkap jiwa
100 Plakat perintah
101 Serangan dadakan
102 Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103 Mempermainkan lawan
104 Cuek saat menghadapi tantangan
105 Cabut paku
106 Berani meremehkan
107 Diperas
108 Aliansi pembunuh bayaran
109 Rencana menghancurkan
110 Terkendala
111 Imigran di pulau perbatasan
112 Musuh baru muka lama
113 Berencana membeli pulau Angsa
114 Dianggap remeh
115 Mau tahu dia
116 Perdebatan sengit
117 Diragukan kebenarannya.
118 Kesadaran spiritual
119 Kemajuan yang sangat menggembirakan
120 Kemunculan yang tiba tiba
121 Mencari gara gara
122 Ditopang Naga
123 Terkuak suatu kebeneran
124 Wejangan Wangsa
125 Kejadian tidak terduga
126 Arya menghilang
127 Gerbang kemarahan naga
128 Arya kewalahan
129 Bertemu Sang Legenda
130 Mendapatkan penjelasan
131 Linglung awalnya
132 Pulau impian
133 Hampir saja
134 Arya tidak berdaya
135 Sihir neraka
136 Bunglon Matsuya
137 Bukan lawan seimbang
138 Mulai terkuak kebenaran
139 Leviathan dan para penguasa
140 Takdir Arya
141 Menjadi orang biasa
142 Pembantaian
143 Pembantaian jilid dua
144 Dasar Sampah
145 Pembersihan
146 Juragan Loba
147 Tengkulak darah
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Memainkan perasaan
2
Mencoba bertahan
3
Mulai terkuak kebenaran
4
Tidak amanah
5
Arya hilang
6
Mendapat keajaiban
7
Membuat perhitungan
8
Minuman neraka
9
Arya diserang
10
Salah paham
11
Menyewa Rumah
12
Menjadi pengikut
13
Hari pertama di rumah itu
14
Tak sudi jadi teman
15
Memborong banyak barang
16
Baik kalau ada maunya
17
Arya difitnah dan dapat masalah
18
Menyewa tempat usaha
19
Memulai usaha
20
Memasuki ruang rahasia
21
Mendapatkan pusaka
22
Sah menjadi milik Arya
23
Memulai debutnya di sekolah
24
Tampil mengagumkan
25
Arya memecahkan rekor
26
Niat akan dicurangi
27
Masalah datang di saat yang salah
28
Senjata makan tuan
29
Curiga
30
Pengkhianatan
31
Belum juga takluk
32
Jodi menjadi kuat
33
Master diatas master
34
Berterus terang
35
Kebaikan Arya
36
Deal harganya
37
Cobaan lagi
38
Teknik Sembilan Matahari
39
Terus dapat cobaan
40
Masih beralasan
41
Tanggung jawab besar
42
Engkau masih anak sekolah
43
Halangi mereka!
44
Perusahaan baru
45
Ingin berubah jadi baik.
46
Badung dan kawan kawan
47
Perselisihan sengit
48
Juara umum
49
Arya jadi viral
50
Sihir pemikat jiwa
51
Sihir penyegel jantung
52
Enggan mengakui
53
Aura guna guna
54
Mulai suka
55
Teknik energi jarum api
56
Pergi mengambil api bumi
57
Api tujuh warna
58
Arya direndahkan
59
Dominasi Arya
60
Bersekongkol
61
Kegilaan Dave tua
62
Tamu agung direndahkan
63
Terkejut semua
64
Untung besar
65
Penguasa aliansi bisnis dunia
66
Kianshi bumi bentuk perubahan
67
Hotel Mandala
68
Terbongkar status Arya
69
Kepalang tanggung tahu
70
Arya di Dunia Naga
71
Ingin dijadikan tumbal
72
Pengikut baru lagi
73
Di paksa
74
Murid super kaya
75
Mengambil daun tulang naga
76
Dendam turunan
77
Menaklukkan preman
78
Jarum Pelumpuh Sukma
79
Ratu pemangsa
80
Akhirnya dimaafkan
81
Sukses besar
82
Sehat itu mahal
83
Sup Jamur Dewa
84
Bisnis ya bisnis
85
Wisata ke laut
86
Keberuntungan Arya
87
Tangkapan besar lagi
88
Pengalaman berharga.
89
Kanaya dalam bahaya
90
Kanaya di dunia jiwa
91
Akan ada serangan
92
Pangeran iblis
93
Penyerangan pertama
94
Amanda diculik
95
Semut juga punya kekuatan
96
Pembicaraan setelah bencana
97
Arya terluka
98
Memotivasi
99
Segel penangkap jiwa
100
Plakat perintah
101
Serangan dadakan
102
Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103
Mempermainkan lawan
104
Cuek saat menghadapi tantangan
105
Cabut paku
106
Berani meremehkan
107
Diperas
108
Aliansi pembunuh bayaran
109
Rencana menghancurkan
110
Terkendala
111
Imigran di pulau perbatasan
112
Musuh baru muka lama
113
Berencana membeli pulau Angsa
114
Dianggap remeh
115
Mau tahu dia
116
Perdebatan sengit
117
Diragukan kebenarannya.
118
Kesadaran spiritual
119
Kemajuan yang sangat menggembirakan
120
Kemunculan yang tiba tiba
121
Mencari gara gara
122
Ditopang Naga
123
Terkuak suatu kebeneran
124
Wejangan Wangsa
125
Kejadian tidak terduga
126
Arya menghilang
127
Gerbang kemarahan naga
128
Arya kewalahan
129
Bertemu Sang Legenda
130
Mendapatkan penjelasan
131
Linglung awalnya
132
Pulau impian
133
Hampir saja
134
Arya tidak berdaya
135
Sihir neraka
136
Bunglon Matsuya
137
Bukan lawan seimbang
138
Mulai terkuak kebenaran
139
Leviathan dan para penguasa
140
Takdir Arya
141
Menjadi orang biasa
142
Pembantaian
143
Pembantaian jilid dua
144
Dasar Sampah
145
Pembersihan
146
Juragan Loba
147
Tengkulak darah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!