Tiga hari kemudian. waktu hukuman buat Arya sudah selesai dijalani. Seharusnya dia pergi ke sekolah hari ini. Tapi gara gara seluruh pakaiannya terbakar, maka dia tidak bisa pergi ke sekolah lagi.
Satu-satunya pakaian yang masih tersisa adalah pakaian sekolah itu. Tapi sayangnya sudah robek di sana-sini, Begitu juga dengan celananya.
Setiap hari itulah pakaian yang dikenakan oleh Arya, karena penduduk kampung tersebut tidak mau membantu, walau hanya sekedar memberikan pakaian bekasnya saja.
Akibat Arya tidak hadir ke sekolah, membuat guru fisika sekaligus wali kelasnya yang selama ini tidak menyukai Arya menjadi tidak senang. Lalu dengan intonasi tinggi dia bertanya kepada murid muridnya."Ke mana teman kalian yang satu lagi? Kenapa dia tidak datang? Apakah dia sudah berani melawanku?" Tanya pak Arjun jelas saja tidak senang.
"Kami tidak tahu pak,karena jarak rumah kami dengan rumahnya cukup jauh,pun tidak ada keperluan untuk pergi ke sana" Jawab salah seorang muridnya berterus terang.
"Lalu siapa di antara kalian yang tahu rumah Arya?" Tanya pak Arjun lagi.
"Masalah itu pun kami tidak tahu pak, karena Arya itu orangnya tertutup, jadi kami merasa kurang dekat"
"Ditambah lagi Arya tuh suka menyendiri. kerjanya hanya membaca buku, tapi tidak pandai pandai juga.Otaknya tetap saja tumpul.justru yang malah pandai adalah aku" Jawab Teddy membanggakan diri sendiri.
"Betul apa yang dikatakan oleh teddy itu pak,kami jarang sekali berbincang dengan Arya, karena seperti yang dikatakan oleh Teddy, dia itu tidak suka berkawan. Dia lebih suka menyendiri dengan buku-buku usang nya itu"
"Jadi lama-kelamaan kami jadi malas meladeninya. Mending berkawan dengan yang satu frekuensi dengan kami," Sambung murid yang satunya saling menguatkan.
"Hum, ini aneh! Orang seramai ini tidak ada satupun yang tahu di mana rumah Arya? Apa kerja kalian selama ini? Apakah kalian ini bukan makhluk sosial?" Respon pak Arjun keheranan.
"Itulah masalahnya pak. Kami ini makhluk sosial, suka berkawan, dan suka pergi serta suka berkelompok.Sedangkan Arya itu lain. Dia suka menyendiri, dan seperti mempunyai dunia nya sendiri"
"Jadi terus terang saja kami katakan, orang seperti Arya itu harus kami singkirkan, dan tidak mempunyai tempat dalam pergaulan di sekolah ini"
"Satu-satunya kawan yang dia miliki adalah Fiona. Siswa kelas 11 tapi beda jurusan"
"Kami lihat dia selalu ngobrol dengan Arya, itu pun pada waktu-waktu tertentu"
"Kalau dalam waktu istirahat Arya entah pergi ke mana. Tapi menurut teman-teman yang lain, katanya Arya di waktu-waktu itu pergi ke belakang sekolah, dan duduk menyendiri di sana" Jawab Tara mengarang cerita.
"Baiklah kalau begitu. Lanjutkan tugas kalian, karena bapak akan pergi ke kelas Fiona, dan menanyakan perihal Arya padanya." Respon pak Arjun cepat sambil memikirkan sesuatu.
Tak lama kemudian dia sudah berada di depan kelas Fiona. yang kebetulan gurunya sedang tidak masuk karena sakit.
Jadi dengan mudahnya dia menemui Fiona untuk dimintai keterangan." Saya memang dekat dengan Arya itu pak.tapi kalau masalah rumah saya tidak tahu.Mungkin salah seorang dari mereka ada yang mengetahuinya?" Ucap Fiona sesaat setelah dia ditanya di mana rumah Arya tersebut dengan terus terang.
"Ternyata begitu. Bapak kira kau mengetahuinya? Silakan lanjutkan pelajaran mu. Bapak akan kembali ke kelas" Respon pak Arjun dengan ekspresi kecewa.
"Baik terima kasih pak" Jawab Fiona sopan. Kemudian meminta izin untuk masuk ke dalam kelasnya kembali.
"Ke mana sebenarnya bocah itu?. Kenapa tidak seorangpun yang tahu di mana rumahnya?"
"Apakah dia mengira bahwa hukumannya itu belum selesai? Lalu kepada siapa aku harus bertanya? apakah kepada dewan guru atau tata usaha?"
"Ah tata usaha! Kenapa aku melupakannya?Bukankah di kantor tata usaha itu ada data seluruh siswa?"
"Kenapa aku malah panik dan bertanya sana-sini padahal informasi di sana pasti ada?" Guman pak Arjun merasa geli sendiri.
"Siswa yang bernama Arya ya pak?" tanya seorang pegawai tata usaha sesaat setelah diminta untuk mencari informasi tentang Arya itu padanya.
"Ya benar. Jadi tolong cari informasi tentangnya, karena hari ini seharusnya dia masuk,tapi kenyataannya tidak ada." Jawab pak Arjun membenarkan.
"Menurut data yang diberikan dua setengah tahun yang lalu. Arya tinggal di kampung Megat Jambe, Sebelah utara desa Rona, kecamatan Tanjung Sabung. Kabupaten Teluk Meranti.Tapi mengenai alamat jalannya kami tidak tahu pak Arjun, dan itupun kalau ia masih disana" Jawab pegawai tata usaha tersebut berterus terang.
"Megat Jambe, di mana itu?. Kenapa aku belum pernah mendengarnya?. Apakah itu jauh?" Respon pak Arjun kaget bukan main.
Diam sesaat seperti mengingat-ingat, namun tidak ketemu juga. Tapi tak lama kemudian dia berkata kembali. "Kalau kecamatan Tanjung Sabung aku tau. Tapi belum pernah pergi ke sana?" Respon pak Arjun apa adanya.
"Kampung itu terletak cukup jauh dari pusat kecamatannya pak. Penduduknya juga tidak ramai. Tapi akses jalan ke sana sudah tersedia"
"Walau saya belum pernah ke sana, tapi saya tau kalau penduduk kampung tersebut masih menganut kepercayaan tinggi akan adanya takhayul, mahluk gaib, siluman dan sebagainya"
"Jadi saya sarankan, agar pak Arjun jangan pergi ke sana. bahaya!" Ucap pegawai tata usaha itu mengingatkan.
"Siapa juga yang mau pergi ke sana?Mendengar namanya saja sudah membuat bulu kuduk ku merinding, apalagi kalau pergi ke sana. Ih amit amit" Respon pak Arjun tidak terduga.
"Tapi terima kasih karena sudah membantu ku." Ujarnya lagi, kemudian pergi tanpa menoleh lagi.
"Ada apa pak Arjun menemui mu?apakah ada informasi yang ingin ia tanyakan?" tanya seseorang yang tiba tiba masuk itu ingin tau.
"Oh pak kepala sekolah,saya kira siapa?"
"Ceritanya begini pak. Pak Arjun barusan menanyakan tentang muridnya yang bernama Arya. Karena menurut aturan, hari ini seharusnya dia sudah masuk, setelah selesai menjalani skorsing yang bapak berikan tempo hari"
"Tapi sampai hari ini dia tidak muncul di sekolah,hingga membuat pak Arjun jadi penasaran." Jawab pegawai tata usaha tersebut berterus terang.
"Ternyata begitu. Aku kira ada apa sampai membuat wajahnya merah seperti itu. Ternyata menyangkut tentang Arya?" Respon pak Rama menjadi lega.Kemudian pergi tanpa permisi lagi.
Sebenarnya apa yang terjadi pada Arya, hingga membuatnya jadi perhatian wali kelasnya? Apakah dia sengaja tidak hadir karena malas atau ada masalah lain?
Ternyata ceritanya begini.Lima jam setelah hape tersebut di temukan. Joni yang saat itu dibuat sakit hati karena ulah Arya, mengajak anak buahnya untuk mendatanginya guna membuat perhitungan.
Bersamaan dengan kedatangan mereka. Tanu yang waktu itu sempat meminta uang tebusan pada Joni, juga sampai di lokasi rumah Arya yang sudah terbakar itu.
Pada awalnya situasi sempat tegang, tapi karena mengingat bahwa kekuatan Tanu tidak biasa, maka Joni yang menjadi ketua rombongan, sekaligus ketua dari lima orang pengawal itu langsung menyapa Tanu dengan ramahnya.
"Saudara Tanu. Bagaimana kau bisa ada di sini?Apakah kau kenal dengan Arya?" Ucapnya penasaran.
"Bukan kenal lagi tapi sangat kenal, karena aku juga penduduk kampung ini!"
"Sedangkan kalian mau apa? apakah kalian ingin membuat perhitungan?" Jawab Tanu malah balik bertanya.
"Ya tentu saja.Karena gara-gara dia, kami harus lari dari tugas,dan itu membuat kami sakit hati.Oleh karena itu hari ini kami akan membuat perhitungan dengannya." Jawab Joni berterus terang.
"Kalau begitu kebetulan sekali. Aku juga ingin membuat perhitungan dengannya, karena aku juga dendam padanya." Sambut Tanu dengan ekspresi geram
"Kenapa begitu?Bisakah kau beritahu aku?" Respon Joni penasaran.
"Gara gara dia, aku terpaksa melukai tanganku, karena aku mengatakan, bahwa hape milikmu itu dirampok oleh seseorang"
"Untuk meyakinkan pamanku, maka aku terpaksa harus berbohong dan, melukai tangan ku sendiri"
"Semua itu membuatku dendam, dan ingin membuat perhitungan dengannya juga" Jawab Tanu kembali berterus terang.
"Wah Kebetulan sekali,berarti tujuan kita sama?Jadi tunggu apa lagi?Ayo kita datangi gubuknya itu, dan menyeretnya keluar!" Reaksi Joni senang.
Kemudian bersama-sama mendatangi gubuk Arya, yang kebetulan penghuninya sedang ada di dalamnya.
Bam!
"Keluar kau Arya! Kalau tidak gubuk mu ini akan kami bakar!" Teriak Joni cukup lantang.
"Ada apa? Kenapa kau mendatangi kediaman ku?" Respon Arya tentu saja terkejut.
Bugh!
"Hugh!" Keluh Arya kesakitan.
"Dasar badjingan! Gara gara kau kami harus mengasingkan diri ke tempat lain!"
"Jika sedari awal kami tau bahwa kau yang telah mencuri handphone ku, maka tangan mu itu sudah aku remuk kan!" Jawab Joni emosi.
Kemudian menendang perut Arya sekali lagi, dan membiarkan anak buahnya melanjutkan tugasnya.
"Sisakan nyawanya untuk ku, karena aku juga ingin membuat perhitungan dengan Arya!" Ucap Tanu mengagetkan mereka.
"Baik! Sekarang kami serahkan bocah ini pada mu.Terserah kau mau berbuat apa?Dihabisi juga boleh, agar mulutnya tidak membuka rahasia" Jawab Jodi senang.
Kemudian meminta pada teman temannya untuk mengakhiri aksinya tersebut.
"Sekarang nyawamu milik ku Arya. Gara gara kau tangan ku terluka" Ucap Tanu membuka kata.
"Bang Tanu? Apa salah ku pada mu?Kenapa ikut ikutan memusuhi ku. Bukankah kita selama ini tidak ada masalah?" Respon Arya keheranan.
"Kau mau tau kenapa Arya?dengar baik baik ya!"
"Orang yang kau panggil pak Danu itu adalah paman ku!Dia yang kau minta untuk menyimpan handphone milik si Joni ini. telah meminta pada ku untuk membawanya ke kota"
"Untuk kau tahu bahwa aku bukan kacung mu. maka aku menjual handphone itu kepada pemiliknya"
"Sekarang kau bisa melihat bahwa handphone yang kau curi itu sudah ada pada Joni.Jadi bukti keterlibatan mereka sudah tidak bisa kau dapatkan lagi."
"Tapi gara gara itu aku terpaksa harus melukai tanganku sendiri.Oleh karena itu hari ini aku harus membalas dendam pada mu!" Ucap Tanu mengagetkan Arya.
"Namun walaupun demikian, kita ini orang sekampung bang.Kalau kau melukaiku, nanti pamanmu bakalan tahu" Reaksi Arya mengingatkan.
"Ah masa bodoh! Orang tua polos seperti itu mudah untuk aku bohongi"
"Hanya melihat tanganku yang terluka, dia langsung percaya bahwa hape itu memang dirampok, tapi sebenarnya aku jual pada pemiliknya.Jadi sekarang bersiaplah!,aku akan mengantarkan nyawamu pergi untuk selamanya!" Jawab Tanu menjengkelkan.
Kemudian menyiksa tubuh Arya dengan brutalnya, hingga membuat Arya pingsan. Tak cukup sampai disitu. Arya yang sudah pingsan itu pun terus disiksa oleh Tanu. Setelah puas baru dia tinggalkan.
"Gawat! Arya mati! Apa yang harus kita lakukan?Apakah akan meninggalkan jasadnya di sini atau menguburkannya di tanah lapang itu?" Ucap Jodi kebingungan.
"Kenapa harus repot-repot? Di sudut bagian kiri tanah terlantar itu, ada sumur warga yang sudah tidak dipakai.Biasanya warga sekali sekala menggunakannya untuk mandi"
"Tapi sejak terjadi sesuatu pada salah seorang warga, mereka akhirnya meninggalkan sumur itu, dan beralih kepada sumur yang lain.Jadi ke tempat itulah kita akan membuang jasad Arya, agar tidak ditemukan oleh penduduk sini" jawab Tanu memberi petunjuk pada mereka.
"Kalau begitu tunggu apa lagi?Cepat bawa jasad Arya dan masukan ke dalam sumur itu!" Reaksi Joni memberi arahan.
"Siap ketua!" Jawab anak buahnya patuh. Kemudian mengangkat tubuh Arya beramai ramai, dan dibuangnya ke dalam sumur.Kebetulan saat itu terjadi ada seseorang yang tanpa sengaja melihat aksi mereka, dan..
Jebur!
Tubuh Arya tenggelam dan tidak muncul lagi, karena mereka menimpa tubuh itu dengan batu.
"Beres? Ayo cepat pergi dari sini, dan melaporkan kejadian ini pada bos kita!" Ucap Joni senang
"Bagaimana dengan ku? apakah bos mu itu sudah tau keberadaan ku?" Tanya Tanu mengingatkan.
"Ah benar hampir aku lupa. Bos Teddy mengundang mu untuk bergabung, dan menjadi pengawalnya juga"
"Jika kau tidak keberatan. Mari ikut kami dan menemui bos Teddy itu." Reaksi Joni malu malu.
"Kalau begitu ayo! Tunggu apa lagi?" Jawab Tanu senang.Kemudian mengikuti langkah Joni untuk menuju ke kendaraannya.
Tak lama kemudian mereka pun sudah tidak ada lagi di tempat itu, dan meninggalkan tubuh Arya yang mereka buang ke dalam sumur begitu saja.
Seseorang yang mengintip aksi mereka juga tidak perduli dengan nasip Arya.Dia juga ikut ikutan pergi meninggalkan tempat itu, tanpa memikirkan akibatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
forza 💫✨🎗️🪙👑
author goblok anjing
2024-02-23
0
pauzi aja
pengarang goblok..muter2 aja
2023-07-30
0
Pier Euy
yg nulis anak babi
2023-06-28
0