Arya hilang

Tiga hari kemudian. waktu hukuman buat Arya sudah selesai dijalani. Seharusnya dia pergi ke sekolah hari ini. Tapi gara gara seluruh pakaiannya terbakar, maka dia tidak bisa pergi ke sekolah lagi.

Satu-satunya pakaian yang masih tersisa adalah pakaian sekolah itu. Tapi sayangnya sudah robek di sana-sini, Begitu juga dengan celananya.

Setiap hari itulah pakaian yang dikenakan oleh Arya, karena penduduk kampung tersebut tidak mau membantu, walau hanya sekedar memberikan pakaian bekasnya saja.

Akibat Arya tidak hadir ke sekolah, membuat guru fisika sekaligus wali kelasnya yang selama ini tidak menyukai Arya menjadi tidak senang. Lalu dengan intonasi tinggi dia bertanya kepada murid muridnya."Ke mana teman kalian yang satu lagi? Kenapa dia tidak datang? Apakah dia sudah berani melawanku?" Tanya pak Arjun jelas saja tidak senang.

"Kami tidak tahu pak,karena jarak rumah kami dengan rumahnya cukup jauh,pun tidak ada keperluan untuk pergi ke sana" Jawab salah seorang muridnya berterus terang.

"Lalu siapa di antara kalian yang tahu rumah Arya?" Tanya pak Arjun lagi.

"Masalah itu pun kami tidak tahu pak, karena Arya itu orangnya tertutup, jadi kami merasa kurang dekat"

"Ditambah lagi Arya tuh suka menyendiri. kerjanya hanya membaca buku, tapi tidak pandai pandai juga.Otaknya tetap saja tumpul.justru yang malah pandai adalah aku" Jawab Teddy membanggakan diri sendiri.

"Betul apa yang dikatakan oleh teddy itu pak,kami jarang sekali berbincang dengan Arya, karena seperti yang dikatakan oleh Teddy, dia itu tidak suka berkawan. Dia lebih suka menyendiri dengan buku-buku usang nya itu"

"Jadi lama-kelamaan kami jadi malas meladeninya. Mending berkawan dengan yang satu frekuensi dengan kami," Sambung murid yang satunya saling menguatkan.

"Hum, ini aneh! Orang seramai ini tidak ada satupun yang tahu di mana rumah Arya? Apa kerja kalian selama ini? Apakah kalian ini bukan makhluk sosial?" Respon pak Arjun keheranan.

"Itulah masalahnya pak. Kami ini makhluk sosial, suka berkawan, dan suka pergi serta suka berkelompok.Sedangkan Arya itu lain. Dia suka menyendiri, dan seperti mempunyai dunia nya sendiri"

"Jadi terus terang saja kami katakan, orang seperti Arya itu harus kami singkirkan, dan tidak mempunyai tempat dalam pergaulan di sekolah ini"

"Satu-satunya kawan yang dia miliki adalah Fiona. Siswa kelas 11 tapi beda jurusan"

"Kami lihat dia selalu ngobrol dengan Arya, itu pun pada waktu-waktu tertentu"

"Kalau dalam waktu istirahat Arya entah pergi ke mana. Tapi menurut teman-teman yang lain, katanya Arya di waktu-waktu itu pergi ke belakang sekolah, dan duduk menyendiri di sana" Jawab Tara mengarang cerita.

"Baiklah kalau begitu. Lanjutkan tugas kalian, karena bapak akan pergi ke kelas Fiona, dan menanyakan perihal Arya padanya." Respon pak Arjun cepat sambil memikirkan sesuatu.

Tak lama kemudian dia sudah berada di depan kelas Fiona. yang kebetulan gurunya sedang tidak masuk karena sakit.

Jadi dengan mudahnya dia menemui Fiona untuk dimintai keterangan." Saya memang dekat dengan Arya itu pak.tapi kalau masalah rumah saya tidak tahu.Mungkin salah seorang dari mereka ada yang mengetahuinya?" Ucap Fiona sesaat setelah dia ditanya di mana rumah Arya tersebut dengan terus terang.

"Ternyata begitu. Bapak kira kau mengetahuinya? Silakan lanjutkan pelajaran mu. Bapak akan kembali ke kelas" Respon pak Arjun dengan ekspresi kecewa.

"Baik terima kasih pak" Jawab Fiona sopan. Kemudian meminta izin untuk masuk ke dalam kelasnya kembali.

"Ke mana sebenarnya bocah itu?. Kenapa tidak seorangpun yang tahu di mana rumahnya?"

"Apakah dia mengira bahwa hukumannya itu belum selesai? Lalu kepada siapa aku harus bertanya? apakah kepada dewan guru atau tata usaha?"

"Ah tata usaha! Kenapa aku melupakannya?Bukankah di kantor tata usaha itu ada data seluruh siswa?"

"Kenapa aku malah panik dan bertanya sana-sini padahal informasi di sana pasti ada?" Guman pak Arjun merasa geli sendiri.

"Siswa yang bernama Arya ya pak?" tanya seorang pegawai tata usaha sesaat setelah diminta untuk mencari informasi tentang Arya itu padanya.

"Ya benar. Jadi tolong cari informasi tentangnya, karena hari ini seharusnya dia masuk,tapi kenyataannya tidak ada." Jawab pak Arjun membenarkan.

"Menurut data yang diberikan dua setengah tahun yang lalu. Arya tinggal di kampung Megat Jambe, Sebelah utara desa Rona, kecamatan Tanjung Sabung. Kabupaten Teluk Meranti.Tapi mengenai alamat jalannya kami tidak tahu pak Arjun, dan itupun kalau ia masih disana" Jawab pegawai tata usaha tersebut berterus terang.

"Megat Jambe, di mana itu?. Kenapa aku belum pernah mendengarnya?. Apakah itu jauh?" Respon pak Arjun kaget bukan main.

Diam sesaat seperti mengingat-ingat, namun tidak ketemu juga. Tapi tak lama kemudian dia berkata kembali. "Kalau kecamatan Tanjung Sabung aku tau. Tapi belum pernah pergi ke sana?" Respon pak Arjun apa adanya.

"Kampung itu terletak cukup jauh dari pusat kecamatannya pak. Penduduknya juga tidak ramai. Tapi akses jalan ke sana sudah tersedia"

"Walau saya belum pernah ke sana, tapi saya tau kalau penduduk kampung tersebut masih menganut kepercayaan tinggi akan adanya takhayul, mahluk gaib, siluman dan sebagainya"

"Jadi saya sarankan, agar pak Arjun jangan pergi ke sana. bahaya!" Ucap pegawai tata usaha itu mengingatkan.

"Siapa juga yang mau pergi ke sana?Mendengar namanya saja sudah membuat bulu kuduk ku merinding, apalagi kalau pergi ke sana. Ih amit amit" Respon pak Arjun tidak terduga.

"Tapi terima kasih karena sudah membantu ku." Ujarnya lagi, kemudian pergi tanpa menoleh lagi.

"Ada apa pak Arjun menemui mu?apakah ada informasi yang ingin ia tanyakan?" tanya seseorang yang tiba tiba masuk itu ingin tau.

"Oh pak kepala sekolah,saya kira siapa?"

"Ceritanya begini pak. Pak Arjun barusan menanyakan tentang muridnya yang bernama Arya. Karena menurut aturan, hari ini seharusnya dia sudah masuk, setelah selesai menjalani skorsing yang bapak berikan tempo hari"

"Tapi sampai hari ini dia tidak muncul di sekolah,hingga membuat pak Arjun jadi penasaran." Jawab pegawai tata usaha tersebut berterus terang.

"Ternyata begitu. Aku kira ada apa sampai membuat wajahnya merah seperti itu. Ternyata menyangkut tentang Arya?" Respon pak Rama menjadi lega.Kemudian pergi tanpa permisi lagi.

Sebenarnya apa yang terjadi pada Arya, hingga membuatnya jadi perhatian wali kelasnya? Apakah dia sengaja tidak hadir karena malas atau ada masalah lain?

Ternyata ceritanya begini.Lima jam setelah hape tersebut di temukan. Joni yang saat itu dibuat sakit hati karena ulah Arya, mengajak anak buahnya untuk mendatanginya guna membuat perhitungan.

Bersamaan dengan kedatangan mereka. Tanu yang waktu itu sempat meminta uang tebusan pada Joni, juga sampai di lokasi rumah Arya yang sudah terbakar itu.

Pada awalnya situasi sempat tegang, tapi karena mengingat bahwa kekuatan Tanu tidak biasa, maka Joni yang menjadi ketua rombongan, sekaligus ketua dari lima orang pengawal itu langsung menyapa Tanu dengan ramahnya.

"Saudara Tanu. Bagaimana kau bisa ada di sini?Apakah kau kenal dengan Arya?" Ucapnya penasaran.

"Bukan kenal lagi tapi sangat kenal, karena aku juga penduduk kampung ini!"

"Sedangkan kalian mau apa? apakah kalian ingin membuat perhitungan?" Jawab Tanu malah balik bertanya.

"Ya tentu saja.Karena gara-gara dia, kami harus lari dari tugas,dan itu membuat kami sakit hati.Oleh karena itu hari ini kami akan membuat perhitungan dengannya." Jawab Joni berterus terang.

"Kalau begitu kebetulan sekali. Aku juga ingin membuat perhitungan dengannya, karena aku juga dendam padanya." Sambut Tanu dengan ekspresi geram

"Kenapa begitu?Bisakah kau beritahu aku?" Respon Joni penasaran.

"Gara gara dia, aku terpaksa melukai tanganku, karena aku mengatakan, bahwa hape milikmu itu dirampok oleh seseorang"

"Untuk meyakinkan pamanku, maka aku terpaksa harus berbohong dan, melukai tangan ku sendiri"

"Semua itu membuatku dendam, dan ingin membuat perhitungan dengannya juga" Jawab Tanu kembali berterus terang.

"Wah Kebetulan sekali,berarti tujuan kita sama?Jadi tunggu apa lagi?Ayo kita datangi gubuknya itu, dan menyeretnya keluar!" Reaksi Joni senang.

Kemudian bersama-sama mendatangi gubuk Arya, yang kebetulan penghuninya sedang ada di dalamnya.

Bam!

"Keluar kau Arya! Kalau tidak gubuk mu ini akan kami bakar!" Teriak Joni cukup lantang.

"Ada apa? Kenapa kau mendatangi kediaman ku?" Respon Arya tentu saja terkejut.

Bugh!

"Hugh!" Keluh Arya kesakitan.

"Dasar badjingan! Gara gara kau kami harus mengasingkan diri ke tempat lain!"

"Jika sedari awal kami tau bahwa kau yang telah mencuri handphone ku, maka tangan mu itu sudah aku remuk kan!" Jawab Joni emosi.

Kemudian menendang perut Arya sekali lagi, dan membiarkan anak buahnya melanjutkan tugasnya.

"Sisakan nyawanya untuk ku, karena aku juga ingin membuat perhitungan dengan Arya!" Ucap Tanu mengagetkan mereka.

"Baik! Sekarang kami serahkan bocah ini pada mu.Terserah kau mau berbuat apa?Dihabisi juga boleh, agar mulutnya tidak membuka rahasia" Jawab Jodi senang.

Kemudian meminta pada teman temannya untuk mengakhiri aksinya tersebut.

"Sekarang nyawamu milik ku Arya. Gara gara kau tangan ku terluka" Ucap Tanu membuka kata.

"Bang Tanu? Apa salah ku pada mu?Kenapa ikut ikutan memusuhi ku. Bukankah kita selama ini tidak ada masalah?" Respon Arya keheranan.

"Kau mau tau kenapa Arya?dengar baik baik ya!"

"Orang yang kau panggil pak Danu itu adalah paman ku!Dia yang kau minta untuk menyimpan handphone milik si Joni ini. telah meminta pada ku untuk membawanya ke kota"

"Untuk kau tahu bahwa aku bukan kacung mu. maka aku menjual handphone itu kepada pemiliknya"

"Sekarang kau bisa melihat bahwa handphone yang kau curi itu sudah ada pada Joni.Jadi bukti keterlibatan mereka sudah tidak bisa kau dapatkan lagi."

"Tapi gara gara itu aku terpaksa harus melukai tanganku sendiri.Oleh karena itu hari ini aku harus membalas dendam pada mu!" Ucap Tanu mengagetkan Arya.

"Namun walaupun demikian, kita ini orang sekampung bang.Kalau kau melukaiku, nanti pamanmu bakalan tahu" Reaksi Arya mengingatkan.

"Ah masa bodoh! Orang tua polos seperti itu mudah untuk aku bohongi"

"Hanya melihat tanganku yang terluka, dia langsung percaya bahwa hape itu memang dirampok, tapi sebenarnya aku jual pada pemiliknya.Jadi sekarang bersiaplah!,aku akan mengantarkan nyawamu pergi untuk selamanya!" Jawab Tanu menjengkelkan.

Kemudian menyiksa tubuh Arya dengan brutalnya, hingga membuat Arya pingsan. Tak cukup sampai disitu. Arya yang sudah pingsan itu pun terus disiksa oleh Tanu. Setelah puas baru dia tinggalkan.

"Gawat! Arya mati! Apa yang harus kita lakukan?Apakah akan meninggalkan jasadnya di sini atau menguburkannya di tanah lapang itu?" Ucap Jodi kebingungan.

"Kenapa harus repot-repot? Di sudut bagian kiri tanah terlantar itu, ada sumur warga yang sudah tidak dipakai.Biasanya warga sekali sekala menggunakannya untuk mandi"

"Tapi sejak terjadi sesuatu pada salah seorang warga, mereka akhirnya meninggalkan sumur itu, dan beralih kepada sumur yang lain.Jadi ke tempat itulah kita akan membuang jasad Arya, agar tidak ditemukan oleh penduduk sini" jawab Tanu memberi petunjuk pada mereka.

"Kalau begitu tunggu apa lagi?Cepat bawa jasad Arya dan masukan ke dalam sumur itu!" Reaksi Joni memberi arahan.

"Siap ketua!" Jawab anak buahnya patuh. Kemudian mengangkat tubuh Arya beramai ramai, dan dibuangnya ke dalam sumur.Kebetulan saat itu terjadi ada seseorang yang tanpa sengaja melihat aksi mereka, dan..

Jebur!

Tubuh Arya tenggelam dan tidak muncul lagi, karena mereka menimpa tubuh itu dengan batu.

"Beres? Ayo cepat pergi dari sini, dan melaporkan kejadian ini pada bos kita!" Ucap Joni senang

"Bagaimana dengan ku? apakah bos mu itu sudah tau keberadaan ku?" Tanya Tanu mengingatkan.

"Ah benar hampir aku lupa. Bos Teddy mengundang mu untuk bergabung, dan menjadi pengawalnya juga"

"Jika kau tidak keberatan. Mari ikut kami dan menemui bos Teddy itu." Reaksi Joni malu malu.

"Kalau begitu ayo! Tunggu apa lagi?" Jawab Tanu senang.Kemudian mengikuti langkah Joni untuk menuju ke kendaraannya.

Tak lama kemudian mereka pun sudah tidak ada lagi di tempat itu, dan meninggalkan tubuh Arya yang mereka buang ke dalam sumur begitu saja.

Seseorang yang mengintip aksi mereka juga tidak perduli dengan nasip Arya.Dia juga ikut ikutan pergi meninggalkan tempat itu, tanpa memikirkan akibatnya.

Terpopuler

Comments

forza 💫✨🎗️🪙👑

forza 💫✨🎗️🪙👑

author goblok anjing

2024-02-23

0

pauzi aja

pauzi aja

pengarang goblok..muter2 aja

2023-07-30

0

Pier Euy

Pier Euy

yg nulis anak babi

2023-06-28

0

lihat semua
Episodes
1 Memainkan perasaan
2 Mencoba bertahan
3 Mulai terkuak kebenaran
4 Tidak amanah
5 Arya hilang
6 Mendapat keajaiban
7 Membuat perhitungan
8 Minuman neraka
9 Arya diserang
10 Salah paham
11 Menyewa Rumah
12 Menjadi pengikut
13 Hari pertama di rumah itu
14 Tak sudi jadi teman
15 Memborong banyak barang
16 Baik kalau ada maunya
17 Arya difitnah dan dapat masalah
18 Menyewa tempat usaha
19 Memulai usaha
20 Memasuki ruang rahasia
21 Mendapatkan pusaka
22 Sah menjadi milik Arya
23 Memulai debutnya di sekolah
24 Tampil mengagumkan
25 Arya memecahkan rekor
26 Niat akan dicurangi
27 Masalah datang di saat yang salah
28 Senjata makan tuan
29 Curiga
30 Pengkhianatan
31 Belum juga takluk
32 Jodi menjadi kuat
33 Master diatas master
34 Berterus terang
35 Kebaikan Arya
36 Deal harganya
37 Cobaan lagi
38 Teknik Sembilan Matahari
39 Terus dapat cobaan
40 Masih beralasan
41 Tanggung jawab besar
42 Engkau masih anak sekolah
43 Halangi mereka!
44 Perusahaan baru
45 Ingin berubah jadi baik.
46 Badung dan kawan kawan
47 Perselisihan sengit
48 Juara umum
49 Arya jadi viral
50 Sihir pemikat jiwa
51 Sihir penyegel jantung
52 Enggan mengakui
53 Aura guna guna
54 Mulai suka
55 Teknik energi jarum api
56 Pergi mengambil api bumi
57 Api tujuh warna
58 Arya direndahkan
59 Dominasi Arya
60 Bersekongkol
61 Kegilaan Dave tua
62 Tamu agung direndahkan
63 Terkejut semua
64 Untung besar
65 Penguasa aliansi bisnis dunia
66 Kianshi bumi bentuk perubahan
67 Hotel Mandala
68 Terbongkar status Arya
69 Kepalang tanggung tahu
70 Arya di Dunia Naga
71 Ingin dijadikan tumbal
72 Pengikut baru lagi
73 Di paksa
74 Murid super kaya
75 Mengambil daun tulang naga
76 Dendam turunan
77 Menaklukkan preman
78 Jarum Pelumpuh Sukma
79 Ratu pemangsa
80 Akhirnya dimaafkan
81 Sukses besar
82 Sehat itu mahal
83 Sup Jamur Dewa
84 Bisnis ya bisnis
85 Wisata ke laut
86 Keberuntungan Arya
87 Tangkapan besar lagi
88 Pengalaman berharga.
89 Kanaya dalam bahaya
90 Kanaya di dunia jiwa
91 Akan ada serangan
92 Pangeran iblis
93 Penyerangan pertama
94 Amanda diculik
95 Semut juga punya kekuatan
96 Pembicaraan setelah bencana
97 Arya terluka
98 Memotivasi
99 Segel penangkap jiwa
100 Plakat perintah
101 Serangan dadakan
102 Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103 Mempermainkan lawan
104 Cuek saat menghadapi tantangan
105 Cabut paku
106 Berani meremehkan
107 Diperas
108 Aliansi pembunuh bayaran
109 Rencana menghancurkan
110 Terkendala
111 Imigran di pulau perbatasan
112 Musuh baru muka lama
113 Berencana membeli pulau Angsa
114 Dianggap remeh
115 Mau tahu dia
116 Perdebatan sengit
117 Diragukan kebenarannya.
118 Kesadaran spiritual
119 Kemajuan yang sangat menggembirakan
120 Kemunculan yang tiba tiba
121 Mencari gara gara
122 Ditopang Naga
123 Terkuak suatu kebeneran
124 Wejangan Wangsa
125 Kejadian tidak terduga
126 Arya menghilang
127 Gerbang kemarahan naga
128 Arya kewalahan
129 Bertemu Sang Legenda
130 Mendapatkan penjelasan
131 Linglung awalnya
132 Pulau impian
133 Hampir saja
134 Arya tidak berdaya
135 Sihir neraka
136 Bunglon Matsuya
137 Bukan lawan seimbang
138 Mulai terkuak kebenaran
139 Leviathan dan para penguasa
140 Takdir Arya
141 Menjadi orang biasa
142 Pembantaian
143 Pembantaian jilid dua
144 Dasar Sampah
145 Pembersihan
146 Juragan Loba
147 Tengkulak darah
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Memainkan perasaan
2
Mencoba bertahan
3
Mulai terkuak kebenaran
4
Tidak amanah
5
Arya hilang
6
Mendapat keajaiban
7
Membuat perhitungan
8
Minuman neraka
9
Arya diserang
10
Salah paham
11
Menyewa Rumah
12
Menjadi pengikut
13
Hari pertama di rumah itu
14
Tak sudi jadi teman
15
Memborong banyak barang
16
Baik kalau ada maunya
17
Arya difitnah dan dapat masalah
18
Menyewa tempat usaha
19
Memulai usaha
20
Memasuki ruang rahasia
21
Mendapatkan pusaka
22
Sah menjadi milik Arya
23
Memulai debutnya di sekolah
24
Tampil mengagumkan
25
Arya memecahkan rekor
26
Niat akan dicurangi
27
Masalah datang di saat yang salah
28
Senjata makan tuan
29
Curiga
30
Pengkhianatan
31
Belum juga takluk
32
Jodi menjadi kuat
33
Master diatas master
34
Berterus terang
35
Kebaikan Arya
36
Deal harganya
37
Cobaan lagi
38
Teknik Sembilan Matahari
39
Terus dapat cobaan
40
Masih beralasan
41
Tanggung jawab besar
42
Engkau masih anak sekolah
43
Halangi mereka!
44
Perusahaan baru
45
Ingin berubah jadi baik.
46
Badung dan kawan kawan
47
Perselisihan sengit
48
Juara umum
49
Arya jadi viral
50
Sihir pemikat jiwa
51
Sihir penyegel jantung
52
Enggan mengakui
53
Aura guna guna
54
Mulai suka
55
Teknik energi jarum api
56
Pergi mengambil api bumi
57
Api tujuh warna
58
Arya direndahkan
59
Dominasi Arya
60
Bersekongkol
61
Kegilaan Dave tua
62
Tamu agung direndahkan
63
Terkejut semua
64
Untung besar
65
Penguasa aliansi bisnis dunia
66
Kianshi bumi bentuk perubahan
67
Hotel Mandala
68
Terbongkar status Arya
69
Kepalang tanggung tahu
70
Arya di Dunia Naga
71
Ingin dijadikan tumbal
72
Pengikut baru lagi
73
Di paksa
74
Murid super kaya
75
Mengambil daun tulang naga
76
Dendam turunan
77
Menaklukkan preman
78
Jarum Pelumpuh Sukma
79
Ratu pemangsa
80
Akhirnya dimaafkan
81
Sukses besar
82
Sehat itu mahal
83
Sup Jamur Dewa
84
Bisnis ya bisnis
85
Wisata ke laut
86
Keberuntungan Arya
87
Tangkapan besar lagi
88
Pengalaman berharga.
89
Kanaya dalam bahaya
90
Kanaya di dunia jiwa
91
Akan ada serangan
92
Pangeran iblis
93
Penyerangan pertama
94
Amanda diculik
95
Semut juga punya kekuatan
96
Pembicaraan setelah bencana
97
Arya terluka
98
Memotivasi
99
Segel penangkap jiwa
100
Plakat perintah
101
Serangan dadakan
102
Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103
Mempermainkan lawan
104
Cuek saat menghadapi tantangan
105
Cabut paku
106
Berani meremehkan
107
Diperas
108
Aliansi pembunuh bayaran
109
Rencana menghancurkan
110
Terkendala
111
Imigran di pulau perbatasan
112
Musuh baru muka lama
113
Berencana membeli pulau Angsa
114
Dianggap remeh
115
Mau tahu dia
116
Perdebatan sengit
117
Diragukan kebenarannya.
118
Kesadaran spiritual
119
Kemajuan yang sangat menggembirakan
120
Kemunculan yang tiba tiba
121
Mencari gara gara
122
Ditopang Naga
123
Terkuak suatu kebeneran
124
Wejangan Wangsa
125
Kejadian tidak terduga
126
Arya menghilang
127
Gerbang kemarahan naga
128
Arya kewalahan
129
Bertemu Sang Legenda
130
Mendapatkan penjelasan
131
Linglung awalnya
132
Pulau impian
133
Hampir saja
134
Arya tidak berdaya
135
Sihir neraka
136
Bunglon Matsuya
137
Bukan lawan seimbang
138
Mulai terkuak kebenaran
139
Leviathan dan para penguasa
140
Takdir Arya
141
Menjadi orang biasa
142
Pembantaian
143
Pembantaian jilid dua
144
Dasar Sampah
145
Pembersihan
146
Juragan Loba
147
Tengkulak darah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!