Memborong banyak barang

"Aku hanya ingin hidup tenang dan menjalani hidup secara wajar."

"Tapi belum apa apa sudah mendapatkan kesialan!"

"Baru saja mau berusaha dan mengharapkan yang terbaik. Eh datang pula pengacau yang ingin menggagalkannya."

"Gara gara gadis jutek yang menganggap diri serba sempurna. Waktu ku untuk menjual batu batu ini jadi molor."

"Mudah mudahan tempat itu masih buka, dan orangnya masih mau membeli emas emas ku ini?" Guman Arya lirih.

Berjalan sambil memikirkan itu, sampai ia tidak sadar kalau di depannya ada mobil yang ingin melintas, hingga kantung kain yang dipegangnya terlepas karena saking kagetnya, dan Arya pun jatuh terduduk di tanah.

"Ah ada orang yang menabrak mobil kita pa?. Cepat papa periksa. Takutnya dia kenapa napa?" Teriak seorang gadis cantik dari dalam mobil mewah itu mengingatkan orang tuanya.

"Ya kau benar!. Papa juga melihatnya. Cepat bangunkan ibu mu,agar dia tahu apa yang terjadi pada kita?" Jawab pengendara mobil mewah itu bereaksi cepat.

Kemudian turun dari mobilnya dan menghampiri Arya. "Kamu tidak ada apa anak muda?" Ujarnya bertanya. sambil memeriksa kondisi Arya.

"Saya tidak apa apa pak, cuma kaget saja!" Jawab Arya apa adanya.

"Oh syukurlah kalau begitu!. Takutnya kamu kenapa-napa?".

"Tapi kalau boleh tau, kenapa kau berjalan sambil melamun?. Apakah ada sesuatu yang sedang kau pikirkan?" Tanya Satya Permana, pemilik mobil mewah itu ingin tahu. dan menunggu jawaban dari Arya.

Tapi Arya tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut. Dia malah sibuk mencari kantong kain yang tadi dibawanya. Dia khawatir kalau benda berharga itu hilang saat dia terjatuh tadi.

Sikap Arya yang seperti itu, tentu saja membuat Permana atau pak Satya tersebut merasa keheranan. Kemudian ikut mencari apa yang sedang dicari oleh Arya.

Tiba tiba matanya melihat ke arah kantong kain berwarna coklat muda, yang tergeletak di balik vas bunga yang ada di tepi jalan itu. Kemudian mengambilnya, dan diberikan pada Arya.

"Apakah benda ini yang sedang kau cari anak muda?" Tanya Satya pada Arya.

"Oh ya benar pak. terima kasih!" Jawab Arya senang.

Kemudian berniat mengambil kantong yang disodorkan ke arahnya itu untuk disimpan. Tapi belum juga terjangkau, kakinya terasa sakit, membuat langkahnya terhenti. hingga membuat kantong tersebut jatuh ke tanah, dan isinya terpental keluar.

Satya Permana , Seruni dan Amanda Khairani, anaknya itu, langsung mengarahkan pandangannya ke arah benda-benda tersebut. dan memastikan bahwa apa yang mereka lihat itu adalah emas.

Walau bentuknya tidak beraturan, tapi mereka tahu bahwa benda yang dibawa oleh Arya itu adalah benda berharga. dan itu tentu saja membuat mereka penasaran.

Menyadari bahwa benda yang dibawa oleh Arya itu adalah benda berharga, tentu saja membuat Permana dan keluarganya merasa heran. dalam hati mereka bertanya-tanya, dari mana Arya bisa mendapatkan benda berharga itu? Sedangkan penampilannya bukan termasuk orang kaya. Tapi nyatanya di dalam kantong yang sudah terlihat usang itu ada tersimpan emas, yang jika diperkirakan harganya mencapai puluhan juta.

Lalu tanpa basa-basi lagi, Satya Permana langsung berkata."

"Benda yang kau bawa ini adalah emas. Tentu kami ingin tahu dari mana kau mendapatkan benda-benda ini?" Tanya Satya penuh selidik.

"Oh itu warisan dari orang tuaku, yang kebetulan hari ini ingin aku jual, karena aku sedang membutuhkan uang."

"Jika kalian tidak percaya ya tidak apa-apa. Toh menjelaskan secara panjang lebar pun percuma!" Jawab Arya cukup mengagetkan.

"Bukan begitu maksud kami anak muda!. Kami cuma heran bagaimana benda berharga ini bisa ada di tangan mu?. maka kami bertanya seperti itu."

"Jika kau tidak senang, maafkan sikap kami yang berlebihan barusan." Respon Permana tidak enak hati, dan berusaha mencairkan suasana.

"Ah tidak masalah pak...?"

"Panggil saja pak Satya. Ini istriku Seruni, dan itu anakku Amanda Khairani."

"Kebetulan kami sedang bepergian untuk pergi ke provinsi lain, karena ingin mencari benda berharga seperti yang kau bawa itu."

"Saat kami melihatnya, tentu saja kami merasa senang sekaligus keheranan."

"Jadi sekali lagi mohon maafkan sikap kami yang berlebihan tadi!" Jawab pak Satya berterus terang.

"Oh Kebetulan sekali!. Saya juga ingin menjual emas-emas ini di kota. siapa tahu ada yang mau mengambilnya dengan harga tinggi."

"Mungkin pak Satya ingin membelinya?" Respon Arya senang dan tidak bisa ditutup-tutupi lagi.

"Kalau kau menjualnya maka bapak akan membeli nya!" Jawab Satya apa adanya.

"Iya!. Saya memang berniat ingin menjualnya, karena saya sangat membutuhkan uang saat ini."

"Jika bapak berminat, silakan taksir harganya?" Jawab Arya berterus terang dan apa adanya.

"Baik!. Bapak akan membelinya. Tapi sebelum itu bapak harus memeriksa berat semua emas-emas ini, agar tidak salah saat membayarnya." Sambut Satya senang.

Kemudian memeriksa emas yang masih ada di dalam kantong itu, juga yang ada di tangannya. Lalu menimang timang emas emas itu, seperti ingin mengetahui berat dari masing-masing emas tersebut.

Kemudian mengambil timbangan kecil yang memang diperuntukkan untuk menimbang emas dan batu-batu mulia lainnya. dan langsung memasukkan 5 batu mulia yang dimiliki oleh Arya ke dalam timbangan tersebut.

Ternyata berat total seluruhnya adalah 57.35 gram, dan mau dibayar oleh pak Satya seharga 48 juta lebih.

"Harga seluruhnya adalah 48.450.000 untuk 57 gram emas yang kau bawa ini. potong kotornya. Apakah kau bersedia menjualnya?" Ucap Satya pada Arya.

"Oh jelas mau pak Satya!. Kebetulan saya sedang membutuhkan uang untuk masuk sekolah di kota ini, dan untuk membeli kebutuhan lainnya."

"Jika bapak membayar dengan harga setinggi itu, maka saya sangat berterima kasih."

"Kenalkan saya Arya Kamandanu, orang kampung yang ingin mengadu nasib di kota ini." Respon Arya langsung memperkenalkan diri, dan tanpa sungkan-sungkan lagi.

Walaupun sejak dari tadi, seorang gadis cantik yang berdiri tidak jauh dari ibunya itu, terus mengawasi apa yang terjadi, dan memandang Arya dengan pandangan kagum. Namun Arya tidak peduli dan terus bertransaksi dengan pak Satya.

"Wah sebuah nama yang cukup bagus. jadi teringat dengan seseorang?" Respon pak Satya berterus terang, dan tak lama kemudian dia berkata kembali." Lalu bagaimana?. apakah barangnya bisa bapak terima sekarang?" Ujarnya penasaran.

"Oh tentu bisa pak!. Ini barangnya!" Respon Arya malu-malu. Kemudian buru-buru memberikan kantong tersebut kepada pak Satya.

"Tapi tolong sebutkan nomor rekening mu, agar bapak bisa mentransfernya ke sana." Ucap pak Satya berterus terang.

"Oh maaf pak!. Orang kampung seperti saya mana ada rekening di bank?"

"Boro boro membuka rekening, uang saja tidak punya?" Jawab Arya berterus terang, dan tidak malu-malu disampaikannya di depan lawan bicaranya.

"Jadi bagaimana?. Apakah nak Arya mau uang kontan? Tanya Satya memecahkan kebuntuan suasana.

"Ya tentu saja pak Satya! karena setelah ini saya ingin ke kota, dan ingin membeli semua kebutuhan saya di sana!" Jawab Arya apa adanya.

"Baiklah kalau begitu!. Silakan ikut kami ke bank terdekat. karena bapak ingin mencairkan sejumlah uang di sana." Respon Satya merasa tidak enak hati.

"Oh boleh pak!. Silakan!" Jawab Arya senang, kemudian memasuki mobil mewah untuk yang pertama kalinya, karena pintu mobil mewah tersebut sudah dibukakan oleh pak Satya untuknya.

Tak lama kemudian mereka sudah berada di dalam bank. dan setelah transaksi berhasil, pak Satya langsung memberikan uang tersebut kepada Arya. Lalu memberikan kartu namanya, juga kantung yang tadi digunakan untuk menyimpan emas-emas itu, agar suatu saat nanti bisa Arya gunakan lagi.

Tak lama kemudian mereka pamitan kepada Arya dan meneruskan perjalanannya.

"Siapa sebenarnya orang orang itu?. Kenapa sifatnya dermawan sekali?"

"Jika itu orang lain, aku yakin harga emas tersebut tidak setinggi itu."

"Tapi pak Satya membayarnya dengan harga pasar, dan tidak mau menguranginya kecuali berat kotornya."

"Benar-benar luar biasa!" Batin Arya dalam hati. kemudian tanpa sengaja memperhatikan kartu nama yang diberikan oleh pak Satya tadi

Di kartu itu dia mendapati, bahwa orang baik tersebut bernama lengkap Satya Permana, pengusaha batu-batu mulia yang mempunyai perusahaan bernama Permana Jewelry, tinggal di ibukota dan mempunyai beberapa perusahaan di kota tersebut.

Setelah membaca isi kartu itu, Arya bergegas meninggalkan bank tersebut, dan menuju ke arah pasar yang menjual segala macam kebutuhan sehari-hari.

"Bisa berikan kartu identitasnya pak?"Tanya seorang petugas dialer penjualan motor kepada Arya dengan ekspresi cukup sopan.

"Oh tentu saja!. Ini dia!" Jawab Arya cepat. Kemudian menyerahkan benda yang diinginkan oleh petugas dialer tersebut secara terburu-buru.

"Baik, silakan tunggu sebentar ya pak. Surat-surat motor ini akan segera kami proses." Respon petugas tersebut cukup sopan, hingga membuat Arya merasa senang.

Satu jam kemudian. surat surat yang dibutuhkan pun sudah selesai dikerjakan, dan langsung diberikan kepada Arya sambil mengucapkan terima kasih.

Arya menerimanya dengan sukacita, sekaligus merasa senang tidak terkira, karena untuk pertama kalinya selama dia hidup, baru mempunyai motor sendiri, walau itu hanya berupa motor matik. tapi sudah cukup baginya untuk bepergian.

"Alhamdulillah!. Berkat emas-emas itu, sekarang aku sudah mempunyai motor sendiri."

"Jadi ke mana-mana aku tidak perlu repot lagi untuk menyewa ojek atau taksi."

"Mumpung sudah ada motor, hari ini juga aku harus membuat SIM, agar tidak dikategorikan sebagai pelanggar aturan saat berkendara!" Batin Arya dalam hati.

Kemudian mengendarai motornya ke mana saja ia ingin pergi, sambil mencari di mana kantor polisi tempat untuk membuat SIM tersebut. dan akhirnya tempat itu ditemukan oleh Arya.

Satu setengah jam kemudian. Urusan Arya di tempat itu sudah selesai. dan ia dinyatakan lulus, serta berhak mendapatkan SIM. sebagai perlengkapan untuk berkendara di jalan raya.

Dua setengah jam kemudian. Urusan Arya di kota itu juga sudah selesai dilakukan. Arya banyak membeli barang-barang besar seperti kulkas, kursi, meja makan, tempat tidur dan lain-lain.dan itu semua diangkutnya menggunakan mobil carteran.

"Wah ngeborong banyak nak Arya?"

"Nggak nyangka, ternyata kamu orang kaya juga ya? Reaksi bu Rosma seakan tidak percaya.

"Ah biasa saja bu Rosma!. Barang-barang murah juga!" Jawab Arya merendah. dan tentu saja tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya.

"Tapi barang-barang itu termasuk mahal lho!. Kulkasnya saja merk terbaru, apalagi sofanya itu?"

"Di rumahku saja tidak ada benda yang semacam itu nak Arya. Tapi kau punya. Luar biasa!"

"Kalau boleh tahu, dari mana uang untuk membeli semua itu nak Arya?" Ucap Rosma serba ingin tau.

"Oh kalau masalah itu tidak bisa saya ceritakan bu Rosma, itu masalah pribadi."

"Yang jelas saya tidak mencurinya." Jawab Arya merasa tidak enak hati, karena ada orang yang menanyakan perihal uang tersebut secara berani, dan tidak segan-segan lagi.

"Baiklah kalau begitu nak Arya. Silakan!"

"Kebetulan ibu juga ingin menutup warung, karena ada sedikit keperluan di kampung sebelah." Reaksi Rosma beralasan. Padahal sebenarnya dia sakit hati, karena Arya yang baru pindah itu sudah mempunyai barang-barang seperti yang ia inginkan.

Sedangkan dia berdagang barang kelontong saja belum bisa memilikinya. Tapi Arya langsung membelinya dalam jumlah banyak. dan itu membuatnya iri.

Jadi untuk menutupi kekecewaannya serta irinya tersebut, dia beralasan ingin menutup warung, karena ingin ngerumpi dengan tetangga sebelah atau pada orang lain yang satu frekuensi dengannya.

"Ah ada juga ya perempuan yang seperti itu?. Mau tau saja urusan orang lain, sampai hal pribadi pun dia tanyakan!"

"Nampaknya aku harus berhati-hati dengan ibu itu. siapa tahu dia sedang memata-matai ku?. Heran aku?" Guman Arya pada diri sendiri.

Kemudian memasuki rumahnya, untuk mengatur barang-barang yang barusan dibelinya.

"Ah akhirnya selesai juga!"

"Ternyata capek ya menjadi pengurus rumah tangga?. Baru begini tapi capeknya sudah sangat terasa. Bagaimana orang ibu rumah tangga ya?"

"Belanja, memasak, mencuci, mengurus rumah, mengurus keluarga, anak dan lain sebagainya. Aku yakin itu pasti sangat melelahkan."

"Nanti jika aku berkeluarga, Aku tidak mau istriku terlalu capek, dan aku harus mencari asisten untuk membantunya mengurus rumah." Ucap Arya pada diri sendiri. Kemudian tersenyum malu-malu.

Terpopuler

Comments

Maman

Maman

Bgus cerita nya tpi dari nada crta nya yang kita baca kaya lemes juga labay gtu...gak ada tasa semngat nya...author tolong buat crta nya yng di buat semngat gtu klo bisa...😍😍💪💪😂😂🙏🙏

2023-05-02

2

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Terus....

2023-01-19

4

Wati_esha

Wati_esha

Wajah Arya Kamandanu mengingatkan Satya Permana ada seseorang yang dikenalnya. Siapakah dia, ayahnya Arya?

2023-01-19

2

lihat semua
Episodes
1 Memainkan perasaan
2 Mencoba bertahan
3 Mulai terkuak kebenaran
4 Tidak amanah
5 Arya hilang
6 Mendapat keajaiban
7 Membuat perhitungan
8 Minuman neraka
9 Arya diserang
10 Salah paham
11 Menyewa Rumah
12 Menjadi pengikut
13 Hari pertama di rumah itu
14 Tak sudi jadi teman
15 Memborong banyak barang
16 Baik kalau ada maunya
17 Arya difitnah dan dapat masalah
18 Menyewa tempat usaha
19 Memulai usaha
20 Memasuki ruang rahasia
21 Mendapatkan pusaka
22 Sah menjadi milik Arya
23 Memulai debutnya di sekolah
24 Tampil mengagumkan
25 Arya memecahkan rekor
26 Niat akan dicurangi
27 Masalah datang di saat yang salah
28 Senjata makan tuan
29 Curiga
30 Pengkhianatan
31 Belum juga takluk
32 Jodi menjadi kuat
33 Master diatas master
34 Berterus terang
35 Kebaikan Arya
36 Deal harganya
37 Cobaan lagi
38 Teknik Sembilan Matahari
39 Terus dapat cobaan
40 Masih beralasan
41 Tanggung jawab besar
42 Engkau masih anak sekolah
43 Halangi mereka!
44 Perusahaan baru
45 Ingin berubah jadi baik.
46 Badung dan kawan kawan
47 Perselisihan sengit
48 Juara umum
49 Arya jadi viral
50 Sihir pemikat jiwa
51 Sihir penyegel jantung
52 Enggan mengakui
53 Aura guna guna
54 Mulai suka
55 Teknik energi jarum api
56 Pergi mengambil api bumi
57 Api tujuh warna
58 Arya direndahkan
59 Dominasi Arya
60 Bersekongkol
61 Kegilaan Dave tua
62 Tamu agung direndahkan
63 Terkejut semua
64 Untung besar
65 Penguasa aliansi bisnis dunia
66 Kianshi bumi bentuk perubahan
67 Hotel Mandala
68 Terbongkar status Arya
69 Kepalang tanggung tahu
70 Arya di Dunia Naga
71 Ingin dijadikan tumbal
72 Pengikut baru lagi
73 Di paksa
74 Murid super kaya
75 Mengambil daun tulang naga
76 Dendam turunan
77 Menaklukkan preman
78 Jarum Pelumpuh Sukma
79 Ratu pemangsa
80 Akhirnya dimaafkan
81 Sukses besar
82 Sehat itu mahal
83 Sup Jamur Dewa
84 Bisnis ya bisnis
85 Wisata ke laut
86 Keberuntungan Arya
87 Tangkapan besar lagi
88 Pengalaman berharga.
89 Kanaya dalam bahaya
90 Kanaya di dunia jiwa
91 Akan ada serangan
92 Pangeran iblis
93 Penyerangan pertama
94 Amanda diculik
95 Semut juga punya kekuatan
96 Pembicaraan setelah bencana
97 Arya terluka
98 Memotivasi
99 Segel penangkap jiwa
100 Plakat perintah
101 Serangan dadakan
102 Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103 Mempermainkan lawan
104 Cuek saat menghadapi tantangan
105 Cabut paku
106 Berani meremehkan
107 Diperas
108 Aliansi pembunuh bayaran
109 Rencana menghancurkan
110 Terkendala
111 Imigran di pulau perbatasan
112 Musuh baru muka lama
113 Berencana membeli pulau Angsa
114 Dianggap remeh
115 Mau tahu dia
116 Perdebatan sengit
117 Diragukan kebenarannya.
118 Kesadaran spiritual
119 Kemajuan yang sangat menggembirakan
120 Kemunculan yang tiba tiba
121 Mencari gara gara
122 Ditopang Naga
123 Terkuak suatu kebeneran
124 Wejangan Wangsa
125 Kejadian tidak terduga
126 Arya menghilang
127 Gerbang kemarahan naga
128 Arya kewalahan
129 Bertemu Sang Legenda
130 Mendapatkan penjelasan
131 Linglung awalnya
132 Pulau impian
133 Hampir saja
134 Arya tidak berdaya
135 Sihir neraka
136 Bunglon Matsuya
137 Bukan lawan seimbang
138 Mulai terkuak kebenaran
139 Leviathan dan para penguasa
140 Takdir Arya
141 Menjadi orang biasa
142 Pembantaian
143 Pembantaian jilid dua
144 Dasar Sampah
145 Pembersihan
146 Juragan Loba
147 Tengkulak darah
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Memainkan perasaan
2
Mencoba bertahan
3
Mulai terkuak kebenaran
4
Tidak amanah
5
Arya hilang
6
Mendapat keajaiban
7
Membuat perhitungan
8
Minuman neraka
9
Arya diserang
10
Salah paham
11
Menyewa Rumah
12
Menjadi pengikut
13
Hari pertama di rumah itu
14
Tak sudi jadi teman
15
Memborong banyak barang
16
Baik kalau ada maunya
17
Arya difitnah dan dapat masalah
18
Menyewa tempat usaha
19
Memulai usaha
20
Memasuki ruang rahasia
21
Mendapatkan pusaka
22
Sah menjadi milik Arya
23
Memulai debutnya di sekolah
24
Tampil mengagumkan
25
Arya memecahkan rekor
26
Niat akan dicurangi
27
Masalah datang di saat yang salah
28
Senjata makan tuan
29
Curiga
30
Pengkhianatan
31
Belum juga takluk
32
Jodi menjadi kuat
33
Master diatas master
34
Berterus terang
35
Kebaikan Arya
36
Deal harganya
37
Cobaan lagi
38
Teknik Sembilan Matahari
39
Terus dapat cobaan
40
Masih beralasan
41
Tanggung jawab besar
42
Engkau masih anak sekolah
43
Halangi mereka!
44
Perusahaan baru
45
Ingin berubah jadi baik.
46
Badung dan kawan kawan
47
Perselisihan sengit
48
Juara umum
49
Arya jadi viral
50
Sihir pemikat jiwa
51
Sihir penyegel jantung
52
Enggan mengakui
53
Aura guna guna
54
Mulai suka
55
Teknik energi jarum api
56
Pergi mengambil api bumi
57
Api tujuh warna
58
Arya direndahkan
59
Dominasi Arya
60
Bersekongkol
61
Kegilaan Dave tua
62
Tamu agung direndahkan
63
Terkejut semua
64
Untung besar
65
Penguasa aliansi bisnis dunia
66
Kianshi bumi bentuk perubahan
67
Hotel Mandala
68
Terbongkar status Arya
69
Kepalang tanggung tahu
70
Arya di Dunia Naga
71
Ingin dijadikan tumbal
72
Pengikut baru lagi
73
Di paksa
74
Murid super kaya
75
Mengambil daun tulang naga
76
Dendam turunan
77
Menaklukkan preman
78
Jarum Pelumpuh Sukma
79
Ratu pemangsa
80
Akhirnya dimaafkan
81
Sukses besar
82
Sehat itu mahal
83
Sup Jamur Dewa
84
Bisnis ya bisnis
85
Wisata ke laut
86
Keberuntungan Arya
87
Tangkapan besar lagi
88
Pengalaman berharga.
89
Kanaya dalam bahaya
90
Kanaya di dunia jiwa
91
Akan ada serangan
92
Pangeran iblis
93
Penyerangan pertama
94
Amanda diculik
95
Semut juga punya kekuatan
96
Pembicaraan setelah bencana
97
Arya terluka
98
Memotivasi
99
Segel penangkap jiwa
100
Plakat perintah
101
Serangan dadakan
102
Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103
Mempermainkan lawan
104
Cuek saat menghadapi tantangan
105
Cabut paku
106
Berani meremehkan
107
Diperas
108
Aliansi pembunuh bayaran
109
Rencana menghancurkan
110
Terkendala
111
Imigran di pulau perbatasan
112
Musuh baru muka lama
113
Berencana membeli pulau Angsa
114
Dianggap remeh
115
Mau tahu dia
116
Perdebatan sengit
117
Diragukan kebenarannya.
118
Kesadaran spiritual
119
Kemajuan yang sangat menggembirakan
120
Kemunculan yang tiba tiba
121
Mencari gara gara
122
Ditopang Naga
123
Terkuak suatu kebeneran
124
Wejangan Wangsa
125
Kejadian tidak terduga
126
Arya menghilang
127
Gerbang kemarahan naga
128
Arya kewalahan
129
Bertemu Sang Legenda
130
Mendapatkan penjelasan
131
Linglung awalnya
132
Pulau impian
133
Hampir saja
134
Arya tidak berdaya
135
Sihir neraka
136
Bunglon Matsuya
137
Bukan lawan seimbang
138
Mulai terkuak kebenaran
139
Leviathan dan para penguasa
140
Takdir Arya
141
Menjadi orang biasa
142
Pembantaian
143
Pembantaian jilid dua
144
Dasar Sampah
145
Pembersihan
146
Juragan Loba
147
Tengkulak darah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!