Arya diserang

Sepintas jika dilihat, Arya itu bakalan mati, karena orang yang mengepungnya itu cukup banyak.

Ada Jodi, gobang,Komang.Romi,Tobi juga yang lain. Mereka berjumlah 37orang, yang dipimpin oleh seorang praktisi tenaga dalam, sekaligus pendekar yang mumpuni pada saat itu.

Tapi Joni tidak ikut, karena dia harus menunggu Teddy yang terbaring lemah di kamarnya.

Ayah Teddy, Brata Adijaya, menyuruh Joni untuk tetap berada di samping anaknya. Selain untuk melayani kebutuhan Teddy, dia juga harus memastikan keselamatannya.

Pokoknya Joni itu adalah perisai hidup jika terjadi apa apa terhadap Teddy.

Namun selain Joni, Teddy juga dikawal oleh tiga orang lainnya.Mereka adalah kelompok petarung, yang sengaja disewa oleh Brata untuk menjaga anaknya saat dia tidak ada.

Dia tidak mau melaporkan perbuatan Arya pada pihak berwajib, karena Brata mempunyai rencana sendiri terhadapnya.

Selain itu, kondisi Teddy sudah mulai membaik, berkat ahli terapi yang terus menerus mengobatinya.

Maka setelah memastikan kondisi anaknya tidak apa apa, Brata Adijaya, ayah Teddy tersebut, memerintahkan pada anak buahnya untuk mendatangi rumah Arya, guna membuat perhitungan,dan hasilnya seperti saat ini.

Sebanyak 37 orang petarung mengepung Arya yang hanya sendiri, dan bersiap untuk mengeroyoknya.

"Sekarang kau bisa apa Arya?Kau hanya sendiri,sedangkan kami ramai.Sekuat apapun kau melawan,hasilnya akan kalah juga!" Ucap Jodi penuh ejekan.

"Benarkah? Kalau begitu kenapa tidak kalian lakukan? Kenapa malah berdiri seperti patung,dan memandang ke arahku seperti orang kagum?" Respon Arya malah balik mengejutkan.

"Oh baik! Kalau begitu bersiaplah! Jemput ajal mu yang sebentar lagi akan da..."

Wus!

Bugh!

"Argh!" Keluh tertahan Jodi, saat secara tiba-tiba perutnya ditinjau oleh Arya cukup kuat, hingga membuat tubuhnya terjengkang ke belakang.

"Kurang ajar!Beraninya kau membokong ku saat aku belum si.."

Plak!

Bugh!

Bam!

"Jodi! Bertahanlah!Kami akan memberikan pertolongan!"Ucap beberapa orang teman temannya spontan.

Tapi terlambat.Tubuh Jodi telah menjadi bulan bulanan Arya.dan sekarang tubuhnya sedang disiksa tanpa teman temannya sempat untuk membantu.

Gerakan Arya yang super cepat itu, tidak bisa mereka antisipasi, hingga membuat tubuh Jodi yang masih sakit itu terpelanting ke sana kemari, akibat dipukul, ditendang dan dibanting oleh Arya.

Teman-teman Jodi hanya bisa melihat saja tanpa sempat membantu. Mereka dibuat terpana oleh gerakan Arya.Padahal selama ini mereka juga seorang petarung, yang mempunyai gerakan sama.

Tapi saat ini, mereka hanya jadi penonton. Baru setelah ketuanya berteriak, mereka jadi tersadar, dan langsung menyerang Arya dari segala sisi

Namun sudah terlambat. Tubuh Jodi sudah tidak bergerak lagi. Mati atau hidupnya tidak ada seorangpun yang tahu.

Sontak saja teman temannya menjadi marah, karena setelah diperiksa tubuh Jodi seperti sudah tidak bernyawa.Maka mereka menganggap bahwa Jodi sudah mati.

Yang paling marah adalah Gobang,karena Jodi itu teman sekampungnya, yaitu saat mereka berdua memutuskan untuk keluar mencari kerja, tapi malah bertemu dengan Teddy, dan direkrut menjadi pengawalnya.

Saat melihat tubuh Jodi tidak bernyawa, emosinya langsung memuncak, dan tanpa pikir panjang lagi, langsung menyerang Arya.

Namun Arya sekarang bukanlah Arya yang dulu.Serangan Gobang yang dia nilai cepat itu bagi Arya seperti langkah kaki seribu. Maka dengan mudahnya pukulan serta tendangan yang dilancarkan oleh Gobang dihalau serta di tangkis oleh Arya.

Bahkan tubuh Gobang sendiri yang menjadi korban.Pukulan Arya yang cepat dan terarah itu,telah mengenai dadanya, hingga membuatnya terjengkang,dan tidak sadarkan diri.

Tidak sampai di situ saja, walaupun Gobang sudah pingsan, Arya tetap maju untuk menyiksa nya.Namun saat kakinya hampir menyentuh kepala Gobang,datang 4 orang dari arah depan dan belakang,dan langsung menghalangi niat Arya untuk semakin mencelakai Gobang.

Menyadari serangannya dihalangi, maka Arya menjadi marah, dan langsung menyerang ke empat orang itu hanya dalam sekali gerakan.

Bugh!

Plak!

Bugh!

Bugh!

Bruk!

Keempatnya jatuh terjengkang, dengan tubuh penuh luka, pipi lebam, dada sesak dan tangan keseleo.

Serangan yang dilancarkan oleh Arya barusan benar benar telah membuat tubuh mereka tidak berdaya.Pemandangan itu tentu saja membuat yang ada menjadi ragu untuk menyerangnya.

Tapi karena di situ ada bos mereka,maka mau tidak mau mereka harus maju juga. Tapi akhirnya beberapa orang yang mencoba mendekati Arya juga menjadi korban.

Kini tinggal 18 orang yang masih tersisa, karena mereka belum mau maju pun belum gilirannya.Mereka hanya ikut mengepung Arya,termasuk di antara mereka adalah Romansa,ketuanya.

"Majulah kalian semua! Aku sedang tidak punya waktu, karena masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan"

"Kebetulan suasana hatiku sedang tidak baik.Rasanya ingin mencabik-cabik tubuh kalian, dan akan aku buat seperti kerupuk!" Tantang Arya sangat mengejutkan.

"Jangan belagu kau anak muda!Kau belum tau aku siapa?Orang yang kau kalahkan itu orang lemah,sedangkan aku tidak! Hanya dalam sekali pukul kau akan mati!" Respon Romansa tidak senang.

"Benarkah? Kalau begitu kenapa bukan kau sendiri yang maju?Kenapa malah menyuruh anak buahmu?" Respon Arya meremehkan.

"Aku melakukan itu agar aku tahu seberapa besar kekuatan mu.Setelah beberapa babak,baru aku tahu bahwa kekuatanmu cuma segitu!"

"Hanya mengandalkan gerakan cepat dan pukulan yang tidak begitu kuat,kau merobohkan lawan-lawan mu! Tapi jika itu aku!Jangan harap kau akan bisa menyentuh tubuhku!"Jawab Romansa terkesan meremehkan.

"Jadi setelah kau tahu cuma segitu kekuatanku, apakah kau merasa takut?" Respon Arya tidak terduga.

"Takut?Apakah kau kira aku ini anak kecil?Tidak sama sekali!"

"Aku belum maju karena aku ingin tahu, apakah kau masih bisa menghadapi mereka atau tidak?"

"Kalau hanya mereka kau kalah, berarti kau bukan orang kuat." Jawab Romansa mencari alasan.

"Alah!Bilang sajalah kau ingin menguras tenagaku.berpura-pura ingin memantau ku pula"

"Kemari lah!Biar aku buat tubuh ceking mu itu patah, dan aku buat fillet untuk makanan ayam!" Reaksi Arya penuh kejutan.

"Kurang ajar!Beraninya kau menghina ku!"

"Anak anak! cepat serang bersama sama dan patahkan tubuh bocah itu, dan cincang menjadi potongan potongan kecil!.Aku yang bertanggung jawab kalau ada apa apa dengannya!" Respon Romansa tidak senang.

"Ah terlalu banyak omong kau?"

"Hiaaaaaaa!"

Bam!

Bugh!

Plak!

"Hugh!" Keluh tertahan lawan saat tubuhnya terkena pukulan, tendangan serta tamparan dari Arya.Lalu disusul lagi dengan pukulan-pukulan lainnya.

Des!

Krack!

Bugh!

Bam!

Sekejap saja tubuh-tubuh itu berterbangan, dan terkapar di tanah. Banyak yang mulutnya berdarah, dadanya sesak dan tangannya patah.

Romansa yang melihat itu mau tidak mau bergidik ngeri juga. Dia saja belum tentu mampu melakukan itu jika dikeroyok dengan orang yang berjumlah banyak. Selama ini dia hanya mampu menghadapi empat orang, sementara Arya mampu menghadapi lebih dari 30-an orang, dan tidak pernah sekalipun terkena pukulan.

"Siapa kau sebenarnya?. Kenapa kau kuat sekali?"

"Maukah kau bergabung dan menjadi anak buahku? dan kita melanglang buana untuk mengalahkan siapa saja yang berusaha menghalangi niat kita.Aku yakin setelah kita bergabung, maka organisasiku akan semakin kuat"

"Mengenai permusuhan kita ini aku anggap tidak pernah ada,karena kita belum pernah berselisih paham sebelumnya"

"Oleh karena itu,mari kita bentuk hidup baru dan memulainya bersama sama" Ucap Romansa mencoba membujuk Arya dengan kata-kata manisnya.

"Kau menginginkan ku untuk menjadi anak buahmu? Jangan mimpi!"

"Kau pikir kau siapa ha?Kau tidak pantas untuk menjadi siapa-siapa ku! tapi pantasnya menjadi anjingku!" Jawab Arya cukup menyakitkan.

"Huh! Dikasih hati malah minta jantung!"

"Jangan salahkan aku jika wajahmu yang tampan itu akan rusak!" Respon Romansa tak kalah gertak.

"Hah!"

"Hiaaaaaat!"

Plak!

Bugh!

Des!

Krack!

"Aaaaaaarrrhhkk!" Teriak Romansa kuat-kuat, saat pergelangan tangannya patah, akibat bertabrakan dengan tangan Arya.

Dia mengira bahwa pukulannya itu kuat, maka berani menghadang pukulan Arya. Tapi ternyata perkiraannya itu salah. Tangannya sendiri yang malah patah, dan tulangnya menyembul keluar.

Bugh!

Krack!

"Khiaaaaaaaa!" Pekik Romansa kuat kuat. karena Arya tidak membiarkan kesempatan itu lewat. Maka dengan gerakan cepat dia memukul kembali tangan Romansa yang sedang kesakitan itu. Kemudian mematahkan kembali pergelangan tangannya yang lain.

Sontak saja jeritan kesakitan terdengar lantang, hingga membuat anak buahnya yang masih tersisa menjadi ketakutan, dan tidak berani untuk maju, serta tidak memperdulikan bosnya lagi.

Mereka memutuskan untuk melarikan diri, karena jika mereka tetap bertahan, maka mereka juga akan menjadi korban.

Tapi belum juga mereka beranjak pergi, Arya sudah berkelebat duluan, dengan memukul dada, perut, leher tengkuk dan kepala mereka, yang akhirnya semuanya pun jatuh pingsan.

Sementara Romansa masih berguling-guling di tanah, karena dua persendian tangannya patah.Tapi tak lama kemudian karena tidak tahan, dia pun tak sadarkan diri.

Arya yang melihat itu mendengus kesal. Kemudian berkata."Huh dasar sampah!Mengandalkan jumlah banyak tapi kekuatan nol!"

"Namun jika aku tiba-tiba tidak menjadi kuat,aku pasti sudah menjadi arwah sekarang, dan tidak ada yang peduli lagi padaku"

"Beruntung aku sudah berubah dan menjadi kuat. Dengan kekuatanku ini pula aku mengalahkan mereka."

"Namun aku masih penasaran.Sebenarnya dari mana kekuatanku ini?Apakah kudapatkan saat aku berada di tempat itu?"

"Ah masa bodoh!yang penting sekarang aku sudah menjadi kuat, dan aku bisa melangkah tanpa harus takut di bully lagi!"

"Tapi ada beberapa orang, yang secepatnya aku harus buat perhitungan"

"Tunggulah kau Teddy!.Ternyata peringatanku tidak kau hiraukan.Selain kau, aku tahu bahwa yang memobilisasi orang-orang ini adalah ayahmu!"

"Suatu saat nanti aku akan membuat perhitungan dengannya. Tunggu saja!" Ucap Arya dengan ekspresi emosi.

Kemudian mengedarkan pandangannya pada semua orang, yang saat ini sedang tergeletak di tanah. Tapi tak lama kemudian, ada beberapa orang yang sudah mulai siuman. Namun mereka langsung pura-pura pingsan lagi, karena melihat Arya masih ada di situ, karena takut akan dipukul kembali.

Walaupun Arya tahu mereka telah siuman, tapi dia membiarkannya saja, karena dia sendiri sedang bingung.

"Apa yang harus aku lakukan?Mau kemana aku setelah ini?Tempat tinggalku sudah tidak ada,yang ada hanya puing-puing bekas kebakaran"

"Tak mungkin aku akan mendirikan bangunan lagi di sini, sementara persiapan belum ada"

"Apakah aku harus ke kota dan membeli rumah di sana?"

"Tapi bagaimana dengan tempat ini? Apakah aku akan tinggalkan begitu saja?" Batin Arya dalam hati.

"Ayah, ibu! Maafkan Arya, karena untuk sementara akan pergi dari rumah kita."

"Nanti setelah Arya sukses, Arya akan kembali lagi dan membangun peradaban tinggi di tempat ini" Ucapnya pada diri sendiri. Lalu memutuskan untuk pergi

Terpopuler

Comments

spooky836

spooky836

jadi novek sampah macam ni pun noveltoon boleh rilis ke. . dasar anak haram.

2025-03-28

0

Yuliana Mahmudin

Yuliana Mahmudin

semua cerita yg ada di novel fiksi semua jd gk usah di ambil hati ok mari kita baca dgn baik dan nikmati cerita nya krn pembuat cerita ini udah susah payah masa kita tdk menghargai sih

2024-07-21

1

Zainal Tyre

Zainal Tyre

jagoan songong

2023-09-21

0

lihat semua
Episodes
1 Memainkan perasaan
2 Mencoba bertahan
3 Mulai terkuak kebenaran
4 Tidak amanah
5 Arya hilang
6 Mendapat keajaiban
7 Membuat perhitungan
8 Minuman neraka
9 Arya diserang
10 Salah paham
11 Menyewa Rumah
12 Menjadi pengikut
13 Hari pertama di rumah itu
14 Tak sudi jadi teman
15 Memborong banyak barang
16 Baik kalau ada maunya
17 Arya difitnah dan dapat masalah
18 Menyewa tempat usaha
19 Memulai usaha
20 Memasuki ruang rahasia
21 Mendapatkan pusaka
22 Sah menjadi milik Arya
23 Memulai debutnya di sekolah
24 Tampil mengagumkan
25 Arya memecahkan rekor
26 Niat akan dicurangi
27 Masalah datang di saat yang salah
28 Senjata makan tuan
29 Curiga
30 Pengkhianatan
31 Belum juga takluk
32 Jodi menjadi kuat
33 Master diatas master
34 Berterus terang
35 Kebaikan Arya
36 Deal harganya
37 Cobaan lagi
38 Teknik Sembilan Matahari
39 Terus dapat cobaan
40 Masih beralasan
41 Tanggung jawab besar
42 Engkau masih anak sekolah
43 Halangi mereka!
44 Perusahaan baru
45 Ingin berubah jadi baik.
46 Badung dan kawan kawan
47 Perselisihan sengit
48 Juara umum
49 Arya jadi viral
50 Sihir pemikat jiwa
51 Sihir penyegel jantung
52 Enggan mengakui
53 Aura guna guna
54 Mulai suka
55 Teknik energi jarum api
56 Pergi mengambil api bumi
57 Api tujuh warna
58 Arya direndahkan
59 Dominasi Arya
60 Bersekongkol
61 Kegilaan Dave tua
62 Tamu agung direndahkan
63 Terkejut semua
64 Untung besar
65 Penguasa aliansi bisnis dunia
66 Kianshi bumi bentuk perubahan
67 Hotel Mandala
68 Terbongkar status Arya
69 Kepalang tanggung tahu
70 Arya di Dunia Naga
71 Ingin dijadikan tumbal
72 Pengikut baru lagi
73 Di paksa
74 Murid super kaya
75 Mengambil daun tulang naga
76 Dendam turunan
77 Menaklukkan preman
78 Jarum Pelumpuh Sukma
79 Ratu pemangsa
80 Akhirnya dimaafkan
81 Sukses besar
82 Sehat itu mahal
83 Sup Jamur Dewa
84 Bisnis ya bisnis
85 Wisata ke laut
86 Keberuntungan Arya
87 Tangkapan besar lagi
88 Pengalaman berharga.
89 Kanaya dalam bahaya
90 Kanaya di dunia jiwa
91 Akan ada serangan
92 Pangeran iblis
93 Penyerangan pertama
94 Amanda diculik
95 Semut juga punya kekuatan
96 Pembicaraan setelah bencana
97 Arya terluka
98 Memotivasi
99 Segel penangkap jiwa
100 Plakat perintah
101 Serangan dadakan
102 Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103 Mempermainkan lawan
104 Cuek saat menghadapi tantangan
105 Cabut paku
106 Berani meremehkan
107 Diperas
108 Aliansi pembunuh bayaran
109 Rencana menghancurkan
110 Terkendala
111 Imigran di pulau perbatasan
112 Musuh baru muka lama
113 Berencana membeli pulau Angsa
114 Dianggap remeh
115 Mau tahu dia
116 Perdebatan sengit
117 Diragukan kebenarannya.
118 Kesadaran spiritual
119 Kemajuan yang sangat menggembirakan
120 Kemunculan yang tiba tiba
121 Mencari gara gara
122 Ditopang Naga
123 Terkuak suatu kebeneran
124 Wejangan Wangsa
125 Kejadian tidak terduga
126 Arya menghilang
127 Gerbang kemarahan naga
128 Arya kewalahan
129 Bertemu Sang Legenda
130 Mendapatkan penjelasan
131 Linglung awalnya
132 Pulau impian
133 Hampir saja
134 Arya tidak berdaya
135 Sihir neraka
136 Bunglon Matsuya
137 Bukan lawan seimbang
138 Mulai terkuak kebenaran
139 Leviathan dan para penguasa
140 Takdir Arya
141 Menjadi orang biasa
142 Pembantaian
143 Pembantaian jilid dua
144 Dasar Sampah
145 Pembersihan
146 Juragan Loba
147 Tengkulak darah
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Memainkan perasaan
2
Mencoba bertahan
3
Mulai terkuak kebenaran
4
Tidak amanah
5
Arya hilang
6
Mendapat keajaiban
7
Membuat perhitungan
8
Minuman neraka
9
Arya diserang
10
Salah paham
11
Menyewa Rumah
12
Menjadi pengikut
13
Hari pertama di rumah itu
14
Tak sudi jadi teman
15
Memborong banyak barang
16
Baik kalau ada maunya
17
Arya difitnah dan dapat masalah
18
Menyewa tempat usaha
19
Memulai usaha
20
Memasuki ruang rahasia
21
Mendapatkan pusaka
22
Sah menjadi milik Arya
23
Memulai debutnya di sekolah
24
Tampil mengagumkan
25
Arya memecahkan rekor
26
Niat akan dicurangi
27
Masalah datang di saat yang salah
28
Senjata makan tuan
29
Curiga
30
Pengkhianatan
31
Belum juga takluk
32
Jodi menjadi kuat
33
Master diatas master
34
Berterus terang
35
Kebaikan Arya
36
Deal harganya
37
Cobaan lagi
38
Teknik Sembilan Matahari
39
Terus dapat cobaan
40
Masih beralasan
41
Tanggung jawab besar
42
Engkau masih anak sekolah
43
Halangi mereka!
44
Perusahaan baru
45
Ingin berubah jadi baik.
46
Badung dan kawan kawan
47
Perselisihan sengit
48
Juara umum
49
Arya jadi viral
50
Sihir pemikat jiwa
51
Sihir penyegel jantung
52
Enggan mengakui
53
Aura guna guna
54
Mulai suka
55
Teknik energi jarum api
56
Pergi mengambil api bumi
57
Api tujuh warna
58
Arya direndahkan
59
Dominasi Arya
60
Bersekongkol
61
Kegilaan Dave tua
62
Tamu agung direndahkan
63
Terkejut semua
64
Untung besar
65
Penguasa aliansi bisnis dunia
66
Kianshi bumi bentuk perubahan
67
Hotel Mandala
68
Terbongkar status Arya
69
Kepalang tanggung tahu
70
Arya di Dunia Naga
71
Ingin dijadikan tumbal
72
Pengikut baru lagi
73
Di paksa
74
Murid super kaya
75
Mengambil daun tulang naga
76
Dendam turunan
77
Menaklukkan preman
78
Jarum Pelumpuh Sukma
79
Ratu pemangsa
80
Akhirnya dimaafkan
81
Sukses besar
82
Sehat itu mahal
83
Sup Jamur Dewa
84
Bisnis ya bisnis
85
Wisata ke laut
86
Keberuntungan Arya
87
Tangkapan besar lagi
88
Pengalaman berharga.
89
Kanaya dalam bahaya
90
Kanaya di dunia jiwa
91
Akan ada serangan
92
Pangeran iblis
93
Penyerangan pertama
94
Amanda diculik
95
Semut juga punya kekuatan
96
Pembicaraan setelah bencana
97
Arya terluka
98
Memotivasi
99
Segel penangkap jiwa
100
Plakat perintah
101
Serangan dadakan
102
Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103
Mempermainkan lawan
104
Cuek saat menghadapi tantangan
105
Cabut paku
106
Berani meremehkan
107
Diperas
108
Aliansi pembunuh bayaran
109
Rencana menghancurkan
110
Terkendala
111
Imigran di pulau perbatasan
112
Musuh baru muka lama
113
Berencana membeli pulau Angsa
114
Dianggap remeh
115
Mau tahu dia
116
Perdebatan sengit
117
Diragukan kebenarannya.
118
Kesadaran spiritual
119
Kemajuan yang sangat menggembirakan
120
Kemunculan yang tiba tiba
121
Mencari gara gara
122
Ditopang Naga
123
Terkuak suatu kebeneran
124
Wejangan Wangsa
125
Kejadian tidak terduga
126
Arya menghilang
127
Gerbang kemarahan naga
128
Arya kewalahan
129
Bertemu Sang Legenda
130
Mendapatkan penjelasan
131
Linglung awalnya
132
Pulau impian
133
Hampir saja
134
Arya tidak berdaya
135
Sihir neraka
136
Bunglon Matsuya
137
Bukan lawan seimbang
138
Mulai terkuak kebenaran
139
Leviathan dan para penguasa
140
Takdir Arya
141
Menjadi orang biasa
142
Pembantaian
143
Pembantaian jilid dua
144
Dasar Sampah
145
Pembersihan
146
Juragan Loba
147
Tengkulak darah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!