"Oh ho Jodi?. Tidak sangka ya bisa ketemu kalian di sini?"
"Mana Joni?. Tumben dia tidak ikut?"
"Apakah dia sakit atau sudah mati?" Tanya orang yang baru datang itu cukup mengintimidasi.
Kemudian tanpa menunggu lawan bicaranya menjawab. Dia berkata kembali. "Buat apa kalian ada di sini?. Mau buka usaha ya?"
"Eits tunggu dulu!. ini wilayah kekuasaan ku!. Siapapun yang ingin membuka usaha harus ada izin dari ku, termasuk kamu!"
"Tapi jika kau tidak mau, ya jangan membuka usaha di sini!" Ucap Dirga atau yang bernama lengkap Alam Dirga bernada ancaman.
"Siapa juga yang mau membuka usaha di sini?. Aku hanya ditugaskan oleh seseorang untuk mencari tempat untuk dia membuka usaha."
"Jika kau ingin membuat kesepakatan ya dengan dia saja, jangan dengan kami!" Jawab Jodi cukup berani.
"Oh orang suruhan ya?. Tapi siapa, di mana orangnya?" Respon Dirga tidak senang.
"Di sini!. Aku orangnya!" Jawab seseorang yang tiba tiba datang itu.
"Kau?. Apa tidak salah bocah?"
"Masih kecil tapi sudah berani membuka usaha?"
"Apakah kau tidak tahu bahwa tempat ini adalah milikku?. Jadi siapa saja yang ingin membuka usaha di sini harus ada izin dari ku, dan membayar uang keamanan pada ku."
"Tapi jika keberatan ya pergi saja!, agar tidak mendapat masalah!" Respon Dirga terkesan meremehkan Arya.
"Benarkah?. Bisa tunjukkan surat-suratnya, kalau tempat ini milikmu?" Jawab Arya menantang Dirga.
"Apa katamu?. surat surat?"
"Dengar ya bocah kecil!. Untuk menguasai tempat ini tidak perlu surat surat. yang diperlukan hanya kekuatan!. Beres lah tu!" Jawab Dirga kembali meremehkan Arya.
"Oh kekuatan ya?. Tapi kekuatan yang macam mana?. Kekuatan tangan, kekuatan ucapan atau kekuatan gertakan saja?"
"Kalau itu aku punya." Jawab Arya mengagetkan Dirga.
"Hahahaha!. Jangan bercanda kau bocah!. Kau belum tahu siapa aku?"
"Di kota ini akulah yang paling berkuasa!. Tidak satupun kelompok yang berani melawanku, kecuali Alex dan kelompoknya itu!"
"Tapi mereka sudah aku kalahkan hanya dengan sekali tamparan. dan sejak
saat itu dia tidak berani lagi mencari masalah dengan ku!" Jawab Alam Dirga sudah mulai merasa geram.
"Oh Kebetulan sekali!. Kalau Alex itulah yang kau maksudkan, maka saat ini dia sudah menjadi anak buahku. Begitu juga dengan orang-orang ini."
"Jadi otomatis kelompok Jodi juga kelompok Alex sudah aku satukan, dan sekarang sudah menjadi kelompok Serigala." Reaksi Arya apa adanya.
"Kelompok Serigala?. Kenapa tidak kelompok anjing saja?" Respon Dirga merasa geli.
"Oh ternyata itu mau mu ya?. Maka jangan salahkan aku jika kelompok lemah sepertimu akan aku jadikan kelompok anjing, yang tugasnya untuk menggonggong setiap orang yang lewat." Respon Arya sangat mengejutkan.
"Badjingan!. Kau pikir kau siapa hah?. Berani beraninya melawan kelompok Naga ku?"
"Untuk kau tahu ya bocah!. Aku sudah malang melintang di kota ini selama kurang lebih 12 tahun."
"Selama ini belum pernah ada orang yang berani memprovokasi ku kecuali kamu!"
"Jadi aku merasa tertantang. Sebenarnya kau mempunyai kekuatan atau tidak?, hingga berani menantang ku." Reaksi Dirga marah karena merasa tertantang.
Kemudian mengalihkan perhatiannya pada pemilik tempat tersebut, lalu berkata. "Hei tua bangka bau tanah!. Cepat pergi dari sini kalau kau ingin selamat!"
"Hari ini kebetulan ada anjing yang ingin minta digebuki. Jadi dipersilakan untuk kau pergi agar tidak turut menjadi korban." Ujar Alam pada Arya juga pada pemilik tempat itu dengan nada yang sangat tidak sopan.
"Nak Alam!. Tolong beri kesempatan kepada bapak untuk bernegosiasi dengan pemuda ini."
"Setelah tercapai kesepakatan baru bapak akan pergi." Jawab pemilik tempat itu memohon pengertian.
Bugh!
"Hugh!" Keluh orang tua tersebut kesakitan.
Kejadian itu sangat cepat terjadinya, hingga Arya tidak sempat untuk mencegahnya, karena posisi orang tua tersebut cukup jauh. jadi terpaksa menerima tendangan yang cukup kuat barusan.
"Apa yang kau lakukan Dirga?. Memalukan!"
"Orang tua seperti ini pun kau serang!"
"Kalau kau ingin berkelahi, ayo aku ladeni!. biar kau tau kekuatan yang sebenarnya?" Respon Arya sangat tidak senang.
"Bacot lu!. Sini kalau kau ingin merasakan tamparan ku!" Jawab Dirga geram. Kemudian meluru ke arah Arya dengan tendangan terbaiknya.
Tapi Arya sudah mengantisipasi gerakan tersebut. Tendangan yang dianggap cepat oleh Dirga, buat Arya sangat lambat sekali, karena dia bisa melihat kemana arah serangan tersebut.
Jadi dengan mudahnya tendangan itu dihindari nya, bahkan kaki yang digunakan untuk menendang tadi dibuat pincang, hanya dengan sekali tepukan.
Paha kanan bagian luar Dirga dipukul oleh Arya cukup kuat, hingga membuat arahnya melenceng, dan membuat paha yang dipukul tadi menjadi kesakitan.
Tubuh Dirga terjatuh ke tanah, dan mengaduh kesakitan di atasnya. Tidak bisa berdiri lagi.
Anak buah Dirga yang melihat itu jadi terpana. Mereka tidak menyangka kalau pemimpinnya bisa dibuat keok hanya dalam sekali pukulan, bahkan oleh anak kecil pula.
Namun keterpanaan mereka tidak berlangsung lama. Wakil pemimpin yang selalu mewakili Dirga saat ketuanya tidak ada, segera memerintahkan pada bawahannya untuk mengepung Arya.
Tapi belum juga niat itu terlaksana, tubuh tubuh mereka sudah bertumbangan. Arya yang sudah menguasai langkah kilat bertindak cepat, dengan menyerang kaki-kaki mereka agar bertumbangan di tanah, dan ternyata apa yang dia rencanakan itu jadi kenyataan.
Dua puluh lima orang termasuk wakil ketuanya dibuat tidak berdaya oleh Arya, tanpa sempat untuk melawan. Jodi yang melihat itu terpana tidak percaya. Baru hari ini dia melihat pemimpinnya beraksi seperti itu.
Saat menghadapi mereka dulu. Arya belum sekuat itu. Tapi malam ini kekuatannya sungguh sangat luar biasa.
"Bagaimana Dirga, apakah pertarungan ini bisa kita lanjutkan?" Tanya Arya tiba tiba. sesaat setelah selesai merobohkan seluruh anak buah lawannya itu.
Tapi orang yang bernama Dirga itu tidak langsung menjawab pertanyaan Arya. Dia malah sibuk melihat puluhan anak buahnya yang terkapar di tanah, sama seperti dirinya.
Sungguh dia tidak menyangka kalau harus kalah ditangan orang yang tadi diremehkannya. Padahal jumlah mereka cukup banyak. Tapi kenapa bisa kalah di tangan seorang bocah?
Padahal selama ini mereka sangat ditakuti karena kekuatannya.Tapi malam ini mereka dibuat sangat terhina, malah ditangan seorang bocah lagi.
Jika ini di dengar oleh kelompok lainnya, apalagi oleh kelompok saingannya dari kota sebelah, tentu mereka akan ditertawakan.
Tapi itulah kenyataannya. Belum apa apa mereka sudah dibuat keok, tanpa diberi kesempatan untuk melawan.
Mau melanjutkan pertarungan terasa tidak mungkin, karena entah bagaimana kaki-kaki mereka tidak bisa digerakkan. Mungkin Arya sudah mengunci otot-otot mereka agar tidak bisa berdiri. Sehingga membuat mereka tidak berdaya.
Saat tak berdaya seperti itulah terdengar Arya berkata."Bagaimana Jodi?. Apakah kau sudah yakin dengan cara ku menangani mereka?"
"Atau ingin aku tunjukkan lagi bagaimana mereka akan aku buat meminta ampun, dan merangkak seperti anjing?" Ujarnya meminta penjelasan.
"Kami sudah sangat yakin bos!, dan sejak dari awal kami tidak meragukan kemampuan bos!"
"Bos memang the best!" Jawab Jodi berterus terang. dengan memuji aksi bosnya barusan
"Lalu bagaimana denganmu Dirga?. Apakah kau ingin melanjutkan pertarungan ini?"
"Kalau masih, bangunlah!. jangan berbaring saja di situ!"
"Tanah yang kau duduki itu kotor. Tidak baik untuk tempat tidur." Tanya Arya pada lawannya.
"Siapa kau sebenarnya?. Kenapa masih kecil tapi kekuatannya sangat luar biasa?"
"Selama ini aku tidak pernah kalah Tapi hari ini bisa kau buat tidak berdaya. Bahkan hanya dengan memukul pahaku, tapi sudah membuatku terjatuh."
"Kekuatan macam apa yang kau miliki, sampai bisa sekuat itu?" Jawab Dirga malah balik bertanya, karena terlalu tidak menduga.
"Kalau masalah itu kau tidak perlu heran. Aku sudah terbiasa memecahkan batu dengan tangan kosong, karena pekerjaan ku adalah pemecah batu."
"Batu saja bisa pecah apalagi sekedar paha?"
"Jadi kalau kau merasa belum cukup aku hajar, biar aku tambah lagi rasa sakitnya."
"Kemari kan kaki mu, supaya mudah buat ku menambah rasa sakitnya." Jawab Arya berkelakar.
"Tidak, tidak, tidak!. sudah cukup!. Aku mengaku kalah!"
"Tolong jangan pukul lagi kaki ku. Kami menyerah!" Reaksi Dirga sungguh tidak terduga.
"Kalau begitu berarti?" Ucap Arya sengaja memancing reaksi dari lawan bicaranya lagi.
"Kami akan ikut denganmu, dan menjadi pengawalmu kemana saja kau pergi." Jawab Dirga berterus terang.
"Maksudmu menjadi pengikut ku, gitu?" Respon Arya pura-pura belum paham.
"Bukan hanya pengikutmu, kami juga akan menjadi pelayanmu!" Jawab Dirga tidak ragu-ragu lagi.
"Humm, cukup menarik!. Bagaimana kalau kalian aku jadikan tukang sapu jalanan saja?, atau tukang bersih bersih tempat ini, biar aku yakin bahwa kalian benar benar ingin menjadi abdi ku?" Ucap Arya sangat tidak terduga
"Apapun yang bos perintahkan akan kami lakukan, termasuk kalau Bos menginginkan kami menyapu jalanan!" Jawab Dirga patuh dan tidak berusaha untuk melawan.
"Bagus!. Itu baru jantan namanya!"
"Mau mengakui kekalahan tanpa harus ngotot tetap melawan."
"Aku senang mendengarnya."
"Jadi mulai hari ini, kalian resmi menjadi pengikutku! dan tidak boleh lagi bertindak kejam jika tidak aku perintahkan!"
"Sekarang bantu Jodi untuk membersihkan tempat ini, karena aku melihat kondisinya sangat berantakan."
"Dalam satu jam, aku ingin tempat ini sudah bersih!. Jika masih ada yang kotor, maka bersiaplah untuk aku hukum!" Respon Arya cukup senang.
Kemudian mendekati mereka dan mengobati kaki anak buah barunya yang terluka.
Dalam sekejap saja. kaki yang semula sakit kini sudah tidak terasa lagi. Saat mengobati itu, Arya menggunakan air kehidupan yang dia simpan di dalam cincin usangnya. Tapi tidak ada seorangpun yang tahu tentang itu.
Benda hidup apapun yang disentuh olehnya, dan diniatkan untuk sembuh, maka saat itu juga akan sembuh dan tidak terasa sakit lagi.
Menyadari kaki mereka sudah tidak sakit lagi, serempak 26 orang itu berlutut di tanah, dan berikrar setia pada Arya. Dan Arya menerimanya dengan suka cita.
Apa yang dilakukan oleh Arya, termasuk apa yang terjadi pada kelompok itu, telah menjadi perhatian beberapa orang dari seberang sana.
Kebetulan saat itu mereka sedang bersiap-siap untuk pergi ke lobby hotel, guna menyambut kedatangan Arya.
Tapi saat salah seorang dari mereka memandang ke arah bawah, mereka seperti mengenal orang yang sedang berkelahi itu, dan yang sedang dihadapi oleh banyak orang.
Kemudian salah seorang dari mereka berkata."Papa lihat!. Bukankah itu Arya?"
"Tapi apa yang dia lakukan?. Kenapa dia memukuli orang-orang itu?"
"Apakah Arya itu preman?" Ujarnya penasaran.
"Hus!. Kalau belum tahu permasalahannya, jangan menuduh nya yang bukan-bukan!"
"Siapa tahu hanya kebetulan saja, karena dia ingin menyelamatkan orang lain."
"Karena papa sempat lihat, ada 6 orang yang sejak dari tadi mereka intimidasi. Lalu tak lama kemudian datang Arya, dan langsung menolong mereka.
"Papa rasa Arya itu adalah pemimpin enam orang itu."
"Tapi tunggu dulu!. Sepertinya ada satu orang yang sudah cukup tua, tapi apa yang dia lakukan di sana?"
"Baik papa telepon dia saja, untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi?" Jawab orang yang dipanggil papa tersebut mendapatkan ide.
Namun belum juga sempat menelepon, anaknya yang bernama Amanda sudah menelepon Arya duluan. Tapi teleponnya tidak diangkat, karena mungkin saat itu Arya sedang sibuk menangani orang-orang tersebut.
"Cepat telepon lagi!, karena papa lihat perkelahian mereka sudah usai!" Perintah pak Satya, pemilik hotel mewah bintang 5 itu memberi perintah.
"Lalu tak lama kemudian anaknya yang bernama Amanda menekan sekali lagi nomor yang diberikan oleh Arya padanya.
"Halo Amanda!. Maaf kalau aku sedikit terlambat. Aku sedang ada urusan."
"Tapi sebentar lagi aku datang.Jadu tolong sampaikan salam ku pada ayahmu."
"Katakan padanya aku ada sedikit urusan, dan belum bisa datang sekarang." Ucap Arya cukup panjang, padahal Amanda belum juga bertanya kenapa Arya bisa terlambat.
Lagian sopir yang disuruh untuk menjemput Arya sudah pergi ke rumahnya. Tapi di tengah jalan dia disuruh kembali, karena Satya sudah melihat Arya berada di depan hotelnya. dan saat itu sedang menghajar sekelompok orang, yang mencoba mengganggu enam orang tersebut.
"Huh sedikit urusan ya?. Bukankah saat ini kau sedang..?"
"Sst!. Jangan terus terang begitu!. Katakan saja bahwa kita sedang menunggunya."
"Jangan bilang kalau kita dari tadi memperhatikan nya. Ayo cepat kita turun dan hampiri Arya!"
"Halo Amanda?. Apakah kau masih ada di sana?" Ujar Arya lagi penasaran.
"Ya aku masih ada, dan sedang menunggumu!. Jadi cepatlah datang. Ayah ku sudah tidak sabar ingin memulai acaranya!" Jawab Amanda acuh tak acuh, dan terkesan marah kepada Arya.
"Aku tahu kalian sudah melihatku dari tadi, karena sepintas aku melihat bayangan kalian dari balik kaca itu."
"Tapi apa yang terjadi akan aku jelaskan. Namun mohon beri kesempatan kepadaku untuk menyelesaikan urusan di tempat ini." Ucap Arya sangat mengejutkan.
"Tak dijelaskan pun tidak apa-apa. Kami sudah melihat sejak dari awal kau datang!" Jawab Amanda apa adanya.
"Kalau begitu ya sudah!. Aku tutup teleponnya dulu ya?, karena masih ada sedikit urusan yang harus aku selesaikan." Respon Arya merasa senang, tapi sekaligus tidak enak hati
"Sekarang tempat ini aku serahkan kepada kalian. Kerjakan seperti apa yang aku inginkan!"
"Tapi jangan coba-coba untuk mencari kesempatan."
"Aku tidak pergi kemana mana. tapi ke hotel bintang 5 itu."
"Dari atas sana aku bisa mengawasi kalian."
"Jika kedapatan bahwa kalian tidak serius saat bekerja, maka aku akan menghukum orang tersebut!" Ucap Arya cukup tegas, lalu meninggalkan tempat itu untuk menyebrang jalan, dan mendatangi hotel bintang 5 tersebut, guna memenuhi undangan pak Satya.
Tapi sebelum dia pergi, Arya membayar uang sewa tempat tersebut terlebih dahulu, walau baru dibayar untuk tiga bulan, tapi pemiliknya sudah merasa lega. karena ada orang yang mau menyewa tempat itu, padahal sudah tidak digunakan cukup lama.
Namun keputusan Arya tersebut, jelas saja membuat pak Romi merasa senang. Mengenai kekurangannya, terserah arya mau membayarnya kapan. Yang penting tempat itu difungsikan, dan tidak kotor lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Ayo...
2023-01-19
3
Wati_esha
Satya Permana ternyata sudah melihat aksi Arya di seberang jalan, dari hotelnya.
2023-01-19
1
Wati_esha
Alam Dirga bertekuk lutut juga pada Arya. Tapi kasihan Romi yang sudah merasakan tendangan maut Dirga.
2023-01-19
1