Menyewa tempat usaha

"Oh ho Jodi?. Tidak sangka ya bisa ketemu kalian di sini?"

"Mana Joni?. Tumben dia tidak ikut?"

"Apakah dia sakit atau sudah mati?" Tanya orang yang baru datang itu cukup mengintimidasi.

Kemudian tanpa menunggu lawan bicaranya menjawab. Dia berkata kembali. "Buat apa kalian ada di sini?. Mau buka usaha ya?"

"Eits tunggu dulu!. ini wilayah kekuasaan ku!. Siapapun yang ingin membuka usaha harus ada izin dari ku, termasuk kamu!"

"Tapi jika kau tidak mau, ya jangan membuka usaha di sini!" Ucap Dirga atau yang bernama lengkap Alam Dirga bernada ancaman.

"Siapa juga yang mau membuka usaha di sini?. Aku hanya ditugaskan oleh seseorang untuk mencari tempat untuk dia membuka usaha."

"Jika kau ingin membuat kesepakatan ya dengan dia saja, jangan dengan kami!" Jawab Jodi cukup berani.

"Oh orang suruhan ya?. Tapi siapa, di mana orangnya?" Respon Dirga tidak senang.

"Di sini!. Aku orangnya!" Jawab seseorang yang tiba tiba datang itu.

"Kau?. Apa tidak salah bocah?"

"Masih kecil tapi sudah berani membuka usaha?"

"Apakah kau tidak tahu bahwa tempat ini adalah milikku?. Jadi siapa saja yang ingin membuka usaha di sini harus ada izin dari ku, dan membayar uang keamanan pada ku."

"Tapi jika keberatan ya pergi saja!, agar tidak mendapat masalah!" Respon Dirga terkesan meremehkan Arya.

"Benarkah?. Bisa tunjukkan surat-suratnya, kalau tempat ini milikmu?" Jawab Arya menantang Dirga.

"Apa katamu?. surat surat?"

"Dengar ya bocah kecil!. Untuk menguasai tempat ini tidak perlu surat surat. yang diperlukan hanya kekuatan!. Beres lah tu!" Jawab Dirga kembali meremehkan Arya.

"Oh kekuatan ya?. Tapi kekuatan yang macam mana?. Kekuatan tangan, kekuatan ucapan atau kekuatan gertakan saja?"

"Kalau itu aku punya." Jawab Arya mengagetkan Dirga.

"Hahahaha!. Jangan bercanda kau bocah!. Kau belum tahu siapa aku?"

"Di kota ini akulah yang paling berkuasa!. Tidak satupun kelompok yang berani melawanku, kecuali Alex dan kelompoknya itu!"

"Tapi mereka sudah aku kalahkan hanya dengan sekali tamparan. dan sejak

saat itu dia tidak berani lagi mencari masalah dengan ku!" Jawab Alam Dirga sudah mulai merasa geram.

"Oh Kebetulan sekali!. Kalau Alex itulah yang kau maksudkan, maka saat ini dia sudah menjadi anak buahku. Begitu juga dengan orang-orang ini."

"Jadi otomatis kelompok Jodi juga kelompok Alex sudah aku satukan, dan sekarang sudah menjadi kelompok Serigala." Reaksi Arya apa adanya.

"Kelompok Serigala?. Kenapa tidak kelompok anjing saja?" Respon Dirga merasa geli.

"Oh ternyata itu mau mu ya?. Maka jangan salahkan aku jika kelompok lemah sepertimu akan aku jadikan kelompok anjing, yang tugasnya untuk menggonggong setiap orang yang lewat." Respon Arya sangat mengejutkan.

"Badjingan!. Kau pikir kau siapa hah?. Berani beraninya melawan kelompok Naga ku?"

"Untuk kau tahu ya bocah!. Aku sudah malang melintang di kota ini selama kurang lebih 12 tahun."

"Selama ini belum pernah ada orang yang berani memprovokasi ku kecuali kamu!"

"Jadi aku merasa tertantang. Sebenarnya kau mempunyai kekuatan atau tidak?, hingga berani menantang ku." Reaksi Dirga marah karena merasa tertantang.

Kemudian mengalihkan perhatiannya pada pemilik tempat tersebut, lalu berkata. "Hei tua bangka bau tanah!. Cepat pergi dari sini kalau kau ingin selamat!"

"Hari ini kebetulan ada anjing yang ingin minta digebuki. Jadi dipersilakan untuk kau pergi agar tidak turut menjadi korban." Ujar Alam pada Arya juga pada pemilik tempat itu dengan nada yang sangat tidak sopan.

"Nak Alam!. Tolong beri kesempatan kepada bapak untuk bernegosiasi dengan pemuda ini."

"Setelah tercapai kesepakatan baru bapak akan pergi." Jawab pemilik tempat itu memohon pengertian.

Bugh!

"Hugh!" Keluh orang tua tersebut kesakitan.

Kejadian itu sangat cepat terjadinya, hingga Arya tidak sempat untuk mencegahnya, karena posisi orang tua tersebut cukup jauh. jadi terpaksa menerima tendangan yang cukup kuat barusan.

"Apa yang kau lakukan Dirga?. Memalukan!"

"Orang tua seperti ini pun kau serang!"

"Kalau kau ingin berkelahi, ayo aku ladeni!. biar kau tau kekuatan yang sebenarnya?" Respon Arya sangat tidak senang.

"Bacot lu!. Sini kalau kau ingin merasakan tamparan ku!" Jawab Dirga geram. Kemudian meluru ke arah Arya dengan tendangan terbaiknya.

Tapi Arya sudah mengantisipasi gerakan tersebut. Tendangan yang dianggap cepat oleh Dirga, buat Arya sangat lambat sekali, karena dia bisa melihat kemana arah serangan tersebut.

Jadi dengan mudahnya tendangan itu dihindari nya, bahkan kaki yang digunakan untuk menendang tadi dibuat pincang, hanya dengan sekali tepukan.

Paha kanan bagian luar Dirga dipukul oleh Arya cukup kuat, hingga membuat arahnya melenceng, dan membuat paha yang dipukul tadi menjadi kesakitan.

Tubuh Dirga terjatuh ke tanah, dan mengaduh kesakitan di atasnya. Tidak bisa berdiri lagi.

Anak buah Dirga yang melihat itu jadi terpana. Mereka tidak menyangka kalau pemimpinnya bisa dibuat keok hanya dalam sekali pukulan, bahkan oleh anak kecil pula.

Namun keterpanaan mereka tidak berlangsung lama. Wakil pemimpin yang selalu mewakili Dirga saat ketuanya tidak ada, segera memerintahkan pada bawahannya untuk mengepung Arya.

Tapi belum juga niat itu terlaksana, tubuh tubuh mereka sudah bertumbangan. Arya yang sudah menguasai langkah kilat bertindak cepat, dengan menyerang kaki-kaki mereka agar bertumbangan di tanah, dan ternyata apa yang dia rencanakan itu jadi kenyataan.

Dua puluh lima orang termasuk wakil ketuanya dibuat tidak berdaya oleh Arya, tanpa sempat untuk melawan. Jodi yang melihat itu terpana tidak percaya. Baru hari ini dia melihat pemimpinnya beraksi seperti itu.

Saat menghadapi mereka dulu. Arya belum sekuat itu. Tapi malam ini kekuatannya sungguh sangat luar biasa.

"Bagaimana Dirga, apakah pertarungan ini bisa kita lanjutkan?" Tanya Arya tiba tiba. sesaat setelah selesai merobohkan seluruh anak buah lawannya itu.

Tapi orang yang bernama Dirga itu tidak langsung menjawab pertanyaan Arya. Dia malah sibuk melihat puluhan anak buahnya yang terkapar di tanah, sama seperti dirinya.

Sungguh dia tidak menyangka kalau harus kalah ditangan orang yang tadi diremehkannya. Padahal jumlah mereka cukup banyak. Tapi kenapa bisa kalah di tangan seorang bocah?

Padahal selama ini mereka sangat ditakuti karena kekuatannya.Tapi malam ini mereka dibuat sangat terhina, malah ditangan seorang bocah lagi.

Jika ini di dengar oleh kelompok lainnya, apalagi oleh kelompok saingannya dari kota sebelah, tentu mereka akan ditertawakan.

Tapi itulah kenyataannya. Belum apa apa mereka sudah dibuat keok, tanpa diberi kesempatan untuk melawan.

Mau melanjutkan pertarungan terasa tidak mungkin, karena entah bagaimana kaki-kaki mereka tidak bisa digerakkan. Mungkin Arya sudah mengunci otot-otot mereka agar tidak bisa berdiri. Sehingga membuat mereka tidak berdaya.

Saat tak berdaya seperti itulah terdengar Arya berkata."Bagaimana Jodi?. Apakah kau sudah yakin dengan cara ku menangani mereka?"

"Atau ingin aku tunjukkan lagi bagaimana mereka akan aku buat meminta ampun, dan merangkak seperti anjing?" Ujarnya meminta penjelasan.

"Kami sudah sangat yakin bos!, dan sejak dari awal kami tidak meragukan kemampuan bos!"

"Bos memang the best!" Jawab Jodi berterus terang. dengan memuji aksi bosnya barusan

"Lalu bagaimana denganmu Dirga?. Apakah kau ingin melanjutkan pertarungan ini?"

"Kalau masih, bangunlah!. jangan berbaring saja di situ!"

"Tanah yang kau duduki itu kotor. Tidak baik untuk tempat tidur." Tanya Arya pada lawannya.

"Siapa kau sebenarnya?. Kenapa masih kecil tapi kekuatannya sangat luar biasa?"

"Selama ini aku tidak pernah kalah Tapi hari ini bisa kau buat tidak berdaya. Bahkan hanya dengan memukul pahaku, tapi sudah membuatku terjatuh."

"Kekuatan macam apa yang kau miliki, sampai bisa sekuat itu?" Jawab Dirga malah balik bertanya, karena terlalu tidak menduga.

"Kalau masalah itu kau tidak perlu heran. Aku sudah terbiasa memecahkan batu dengan tangan kosong, karena pekerjaan ku adalah pemecah batu."

"Batu saja bisa pecah apalagi sekedar paha?"

"Jadi kalau kau merasa belum cukup aku hajar, biar aku tambah lagi rasa sakitnya."

"Kemari kan kaki mu, supaya mudah buat ku menambah rasa sakitnya." Jawab Arya berkelakar.

"Tidak, tidak, tidak!. sudah cukup!. Aku mengaku kalah!"

"Tolong jangan pukul lagi kaki ku. Kami menyerah!" Reaksi Dirga sungguh tidak terduga.

"Kalau begitu berarti?" Ucap Arya sengaja memancing reaksi dari lawan bicaranya lagi.

"Kami akan ikut denganmu, dan menjadi pengawalmu kemana saja kau pergi." Jawab Dirga berterus terang.

"Maksudmu menjadi pengikut ku, gitu?" Respon Arya pura-pura belum paham.

"Bukan hanya pengikutmu, kami juga akan menjadi pelayanmu!" Jawab Dirga tidak ragu-ragu lagi.

"Humm, cukup menarik!. Bagaimana kalau kalian aku jadikan tukang sapu jalanan saja?, atau tukang bersih bersih tempat ini, biar aku yakin bahwa kalian benar benar ingin menjadi abdi ku?" Ucap Arya sangat tidak terduga

"Apapun yang bos perintahkan akan kami lakukan, termasuk kalau Bos menginginkan kami menyapu jalanan!" Jawab Dirga patuh dan tidak berusaha untuk melawan.

"Bagus!. Itu baru jantan namanya!"

"Mau mengakui kekalahan tanpa harus ngotot tetap melawan."

"Aku senang mendengarnya."

"Jadi mulai hari ini, kalian resmi menjadi pengikutku! dan tidak boleh lagi bertindak kejam jika tidak aku perintahkan!"

"Sekarang bantu Jodi untuk membersihkan tempat ini, karena aku melihat kondisinya sangat berantakan."

"Dalam satu jam, aku ingin tempat ini sudah bersih!. Jika masih ada yang kotor, maka bersiaplah untuk aku hukum!" Respon Arya cukup senang.

Kemudian mendekati mereka dan mengobati kaki anak buah barunya yang terluka.

Dalam sekejap saja. kaki yang semula sakit kini sudah tidak terasa lagi. Saat mengobati itu, Arya menggunakan air kehidupan yang dia simpan di dalam cincin usangnya. Tapi tidak ada seorangpun yang tahu tentang itu.

Benda hidup apapun yang disentuh olehnya, dan diniatkan untuk sembuh, maka saat itu juga akan sembuh dan tidak terasa sakit lagi.

Menyadari kaki mereka sudah tidak sakit lagi, serempak 26 orang itu berlutut di tanah, dan berikrar setia pada Arya. Dan Arya menerimanya dengan suka cita.

Apa yang dilakukan oleh Arya, termasuk apa yang terjadi pada kelompok itu, telah menjadi perhatian beberapa orang dari seberang sana.

Kebetulan saat itu mereka sedang bersiap-siap untuk pergi ke lobby hotel, guna menyambut kedatangan Arya.

Tapi saat salah seorang dari mereka memandang ke arah bawah, mereka seperti mengenal orang yang sedang berkelahi itu, dan yang sedang dihadapi oleh banyak orang.

Kemudian salah seorang dari mereka berkata."Papa lihat!. Bukankah itu Arya?"

"Tapi apa yang dia lakukan?. Kenapa dia memukuli orang-orang itu?"

"Apakah Arya itu preman?" Ujarnya penasaran.

"Hus!. Kalau belum tahu permasalahannya, jangan menuduh nya yang bukan-bukan!"

"Siapa tahu hanya kebetulan saja, karena dia ingin menyelamatkan orang lain."

"Karena papa sempat lihat, ada 6 orang yang sejak dari tadi mereka intimidasi. Lalu tak lama kemudian datang Arya, dan langsung menolong mereka.

"Papa rasa Arya itu adalah pemimpin enam orang itu."

"Tapi tunggu dulu!. Sepertinya ada satu orang yang sudah cukup tua, tapi apa yang dia lakukan di sana?"

"Baik papa telepon dia saja, untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi?" Jawab orang yang dipanggil papa tersebut mendapatkan ide.

Namun belum juga sempat menelepon, anaknya yang bernama Amanda sudah menelepon Arya duluan. Tapi teleponnya tidak diangkat, karena mungkin saat itu Arya sedang sibuk menangani orang-orang tersebut.

"Cepat telepon lagi!, karena papa lihat perkelahian mereka sudah usai!" Perintah pak Satya, pemilik hotel mewah bintang 5 itu memberi perintah.

"Lalu tak lama kemudian anaknya yang bernama Amanda menekan sekali lagi nomor yang diberikan oleh Arya padanya.

"Halo Amanda!. Maaf kalau aku sedikit terlambat. Aku sedang ada urusan."

"Tapi sebentar lagi aku datang.Jadu tolong sampaikan salam ku pada ayahmu."

"Katakan padanya aku ada sedikit urusan, dan belum bisa datang sekarang." Ucap Arya cukup panjang, padahal Amanda belum juga bertanya kenapa Arya bisa terlambat.

Lagian sopir yang disuruh untuk menjemput Arya sudah pergi ke rumahnya. Tapi di tengah jalan dia disuruh kembali, karena Satya sudah melihat Arya berada di depan hotelnya. dan saat itu sedang menghajar sekelompok orang, yang mencoba mengganggu enam orang tersebut.

"Huh sedikit urusan ya?. Bukankah saat ini kau sedang..?"

"Sst!. Jangan terus terang begitu!. Katakan saja bahwa kita sedang menunggunya."

"Jangan bilang kalau kita dari tadi memperhatikan nya. Ayo cepat kita turun dan hampiri Arya!"

"Halo Amanda?. Apakah kau masih ada di sana?" Ujar Arya lagi penasaran.

"Ya aku masih ada, dan sedang menunggumu!. Jadi cepatlah datang. Ayah ku sudah tidak sabar ingin memulai acaranya!" Jawab Amanda acuh tak acuh, dan terkesan marah kepada Arya.

"Aku tahu kalian sudah melihatku dari tadi, karena sepintas aku melihat bayangan kalian dari balik kaca itu."

"Tapi apa yang terjadi akan aku jelaskan. Namun mohon beri kesempatan kepadaku untuk menyelesaikan urusan di tempat ini." Ucap Arya sangat mengejutkan.

"Tak dijelaskan pun tidak apa-apa. Kami sudah melihat sejak dari awal kau datang!" Jawab Amanda apa adanya.

"Kalau begitu ya sudah!. Aku tutup teleponnya dulu ya?, karena masih ada sedikit urusan yang harus aku selesaikan." Respon Arya merasa senang, tapi sekaligus tidak enak hati

"Sekarang tempat ini aku serahkan kepada kalian. Kerjakan seperti apa yang aku inginkan!"

"Tapi jangan coba-coba untuk mencari kesempatan."

"Aku tidak pergi kemana mana. tapi ke hotel bintang 5 itu."

"Dari atas sana aku bisa mengawasi kalian."

"Jika kedapatan bahwa kalian tidak serius saat bekerja, maka aku akan menghukum orang tersebut!" Ucap Arya cukup tegas, lalu meninggalkan tempat itu untuk menyebrang jalan, dan mendatangi hotel bintang 5 tersebut, guna memenuhi undangan pak Satya.

Tapi sebelum dia pergi, Arya membayar uang sewa tempat tersebut terlebih dahulu, walau baru dibayar untuk tiga bulan, tapi pemiliknya sudah merasa lega. karena ada orang yang mau menyewa tempat itu, padahal sudah tidak digunakan cukup lama.

Namun keputusan Arya tersebut, jelas saja membuat pak Romi merasa senang. Mengenai kekurangannya, terserah arya mau membayarnya kapan. Yang penting tempat itu difungsikan, dan tidak kotor lagi.

Terpopuler

Comments

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Ayo...

2023-01-19

3

Wati_esha

Wati_esha

Satya Permana ternyata sudah melihat aksi Arya di seberang jalan, dari hotelnya.

2023-01-19

1

Wati_esha

Wati_esha

Alam Dirga bertekuk lutut juga pada Arya. Tapi kasihan Romi yang sudah merasakan tendangan maut Dirga.

2023-01-19

1

lihat semua
Episodes
1 Memainkan perasaan
2 Mencoba bertahan
3 Mulai terkuak kebenaran
4 Tidak amanah
5 Arya hilang
6 Mendapat keajaiban
7 Membuat perhitungan
8 Minuman neraka
9 Arya diserang
10 Salah paham
11 Menyewa Rumah
12 Menjadi pengikut
13 Hari pertama di rumah itu
14 Tak sudi jadi teman
15 Memborong banyak barang
16 Baik kalau ada maunya
17 Arya difitnah dan dapat masalah
18 Menyewa tempat usaha
19 Memulai usaha
20 Memasuki ruang rahasia
21 Mendapatkan pusaka
22 Sah menjadi milik Arya
23 Memulai debutnya di sekolah
24 Tampil mengagumkan
25 Arya memecahkan rekor
26 Niat akan dicurangi
27 Masalah datang di saat yang salah
28 Senjata makan tuan
29 Curiga
30 Pengkhianatan
31 Belum juga takluk
32 Jodi menjadi kuat
33 Master diatas master
34 Berterus terang
35 Kebaikan Arya
36 Deal harganya
37 Cobaan lagi
38 Teknik Sembilan Matahari
39 Terus dapat cobaan
40 Masih beralasan
41 Tanggung jawab besar
42 Engkau masih anak sekolah
43 Halangi mereka!
44 Perusahaan baru
45 Ingin berubah jadi baik.
46 Badung dan kawan kawan
47 Perselisihan sengit
48 Juara umum
49 Arya jadi viral
50 Sihir pemikat jiwa
51 Sihir penyegel jantung
52 Enggan mengakui
53 Aura guna guna
54 Mulai suka
55 Teknik energi jarum api
56 Pergi mengambil api bumi
57 Api tujuh warna
58 Arya direndahkan
59 Dominasi Arya
60 Bersekongkol
61 Kegilaan Dave tua
62 Tamu agung direndahkan
63 Terkejut semua
64 Untung besar
65 Penguasa aliansi bisnis dunia
66 Kianshi bumi bentuk perubahan
67 Hotel Mandala
68 Terbongkar status Arya
69 Kepalang tanggung tahu
70 Arya di Dunia Naga
71 Ingin dijadikan tumbal
72 Pengikut baru lagi
73 Di paksa
74 Murid super kaya
75 Mengambil daun tulang naga
76 Dendam turunan
77 Menaklukkan preman
78 Jarum Pelumpuh Sukma
79 Ratu pemangsa
80 Akhirnya dimaafkan
81 Sukses besar
82 Sehat itu mahal
83 Sup Jamur Dewa
84 Bisnis ya bisnis
85 Wisata ke laut
86 Keberuntungan Arya
87 Tangkapan besar lagi
88 Pengalaman berharga.
89 Kanaya dalam bahaya
90 Kanaya di dunia jiwa
91 Akan ada serangan
92 Pangeran iblis
93 Penyerangan pertama
94 Amanda diculik
95 Semut juga punya kekuatan
96 Pembicaraan setelah bencana
97 Arya terluka
98 Memotivasi
99 Segel penangkap jiwa
100 Plakat perintah
101 Serangan dadakan
102 Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103 Mempermainkan lawan
104 Cuek saat menghadapi tantangan
105 Cabut paku
106 Berani meremehkan
107 Diperas
108 Aliansi pembunuh bayaran
109 Rencana menghancurkan
110 Terkendala
111 Imigran di pulau perbatasan
112 Musuh baru muka lama
113 Berencana membeli pulau Angsa
114 Dianggap remeh
115 Mau tahu dia
116 Perdebatan sengit
117 Diragukan kebenarannya.
118 Kesadaran spiritual
119 Kemajuan yang sangat menggembirakan
120 Kemunculan yang tiba tiba
121 Mencari gara gara
122 Ditopang Naga
123 Terkuak suatu kebeneran
124 Wejangan Wangsa
125 Kejadian tidak terduga
126 Arya menghilang
127 Gerbang kemarahan naga
128 Arya kewalahan
129 Bertemu Sang Legenda
130 Mendapatkan penjelasan
131 Linglung awalnya
132 Pulau impian
133 Hampir saja
134 Arya tidak berdaya
135 Sihir neraka
136 Bunglon Matsuya
137 Bukan lawan seimbang
138 Mulai terkuak kebenaran
139 Leviathan dan para penguasa
140 Takdir Arya
141 Menjadi orang biasa
142 Pembantaian
143 Pembantaian jilid dua
144 Dasar Sampah
145 Pembersihan
146 Juragan Loba
147 Tengkulak darah
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Memainkan perasaan
2
Mencoba bertahan
3
Mulai terkuak kebenaran
4
Tidak amanah
5
Arya hilang
6
Mendapat keajaiban
7
Membuat perhitungan
8
Minuman neraka
9
Arya diserang
10
Salah paham
11
Menyewa Rumah
12
Menjadi pengikut
13
Hari pertama di rumah itu
14
Tak sudi jadi teman
15
Memborong banyak barang
16
Baik kalau ada maunya
17
Arya difitnah dan dapat masalah
18
Menyewa tempat usaha
19
Memulai usaha
20
Memasuki ruang rahasia
21
Mendapatkan pusaka
22
Sah menjadi milik Arya
23
Memulai debutnya di sekolah
24
Tampil mengagumkan
25
Arya memecahkan rekor
26
Niat akan dicurangi
27
Masalah datang di saat yang salah
28
Senjata makan tuan
29
Curiga
30
Pengkhianatan
31
Belum juga takluk
32
Jodi menjadi kuat
33
Master diatas master
34
Berterus terang
35
Kebaikan Arya
36
Deal harganya
37
Cobaan lagi
38
Teknik Sembilan Matahari
39
Terus dapat cobaan
40
Masih beralasan
41
Tanggung jawab besar
42
Engkau masih anak sekolah
43
Halangi mereka!
44
Perusahaan baru
45
Ingin berubah jadi baik.
46
Badung dan kawan kawan
47
Perselisihan sengit
48
Juara umum
49
Arya jadi viral
50
Sihir pemikat jiwa
51
Sihir penyegel jantung
52
Enggan mengakui
53
Aura guna guna
54
Mulai suka
55
Teknik energi jarum api
56
Pergi mengambil api bumi
57
Api tujuh warna
58
Arya direndahkan
59
Dominasi Arya
60
Bersekongkol
61
Kegilaan Dave tua
62
Tamu agung direndahkan
63
Terkejut semua
64
Untung besar
65
Penguasa aliansi bisnis dunia
66
Kianshi bumi bentuk perubahan
67
Hotel Mandala
68
Terbongkar status Arya
69
Kepalang tanggung tahu
70
Arya di Dunia Naga
71
Ingin dijadikan tumbal
72
Pengikut baru lagi
73
Di paksa
74
Murid super kaya
75
Mengambil daun tulang naga
76
Dendam turunan
77
Menaklukkan preman
78
Jarum Pelumpuh Sukma
79
Ratu pemangsa
80
Akhirnya dimaafkan
81
Sukses besar
82
Sehat itu mahal
83
Sup Jamur Dewa
84
Bisnis ya bisnis
85
Wisata ke laut
86
Keberuntungan Arya
87
Tangkapan besar lagi
88
Pengalaman berharga.
89
Kanaya dalam bahaya
90
Kanaya di dunia jiwa
91
Akan ada serangan
92
Pangeran iblis
93
Penyerangan pertama
94
Amanda diculik
95
Semut juga punya kekuatan
96
Pembicaraan setelah bencana
97
Arya terluka
98
Memotivasi
99
Segel penangkap jiwa
100
Plakat perintah
101
Serangan dadakan
102
Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103
Mempermainkan lawan
104
Cuek saat menghadapi tantangan
105
Cabut paku
106
Berani meremehkan
107
Diperas
108
Aliansi pembunuh bayaran
109
Rencana menghancurkan
110
Terkendala
111
Imigran di pulau perbatasan
112
Musuh baru muka lama
113
Berencana membeli pulau Angsa
114
Dianggap remeh
115
Mau tahu dia
116
Perdebatan sengit
117
Diragukan kebenarannya.
118
Kesadaran spiritual
119
Kemajuan yang sangat menggembirakan
120
Kemunculan yang tiba tiba
121
Mencari gara gara
122
Ditopang Naga
123
Terkuak suatu kebeneran
124
Wejangan Wangsa
125
Kejadian tidak terduga
126
Arya menghilang
127
Gerbang kemarahan naga
128
Arya kewalahan
129
Bertemu Sang Legenda
130
Mendapatkan penjelasan
131
Linglung awalnya
132
Pulau impian
133
Hampir saja
134
Arya tidak berdaya
135
Sihir neraka
136
Bunglon Matsuya
137
Bukan lawan seimbang
138
Mulai terkuak kebenaran
139
Leviathan dan para penguasa
140
Takdir Arya
141
Menjadi orang biasa
142
Pembantaian
143
Pembantaian jilid dua
144
Dasar Sampah
145
Pembersihan
146
Juragan Loba
147
Tengkulak darah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!