Menyewa Rumah

"Kalau cuma segini, uangnya tidak begitu banyak anak muda. Palingan hanya 7 juta. Tapi kalau kau punya yang lain, maka harganya bisa mencapai 50 sampai 100 juta.Bagaimana?" Ucap seorang pedagang sekaligus penampung batu mulia memberi tawaran pada Arya.

"Tujuh juta itu sudah cukup banyak paman. Bisalah saya gunakan untuk membeli pakaian serta menyewa rumah."Jawab Arya cukup kecewa, sesaat setelah pedagang itu menawarkan harga untuk emas seberat 10 gram, yang dihargainya cuma sebesar Rp.700.000 per gramnya.

Tapi Arya terpaksa menerimanya, karena hanya pedagang itu satu-satunya yang mau membeli emas yang tidak punya suratnya. Jadi mau tidak mau Arya harus menerimanya juga, sebab dia belum tahu kalau ada pembeli lain yang memasang harga jauh lebih tinggi dari pedagang Cina itu.

Maka setelah transaksi selesai, Arya menerima uang sebesar Rp.7.000.000, dan segera dibawanya pergi untuk membeli pakaian, serta menyewa rumah murah, yang kemungkinan bisa ia temukan di pinggiran kota tersebut,dan ternyata itu bisa ia dapatkan.

"Harga sewanya cuma 350 ribu perbulan. Boleh dibayar angsur atau dibayar sekaligus"

"Jika angsur, harus tiga bulan sekaligus. Kalau setahun harganya bisa kurang"

"Kamu hanya perlu membayar 4,1 juta setahun dari yang seharusnya 4,2 juta. Bagaimana?" Ucap pemilik rumah kontrakan tersebut pada Arya, berusaha memberi tawaran.

"Bagaimana kalau 4 juta saja pak? Kebetulan juga uangku pas-pasan, sebab sisanya akan aku gunakan untuk membeli tempat tidur dan peralatan masak." Jawab Arya memohon keringanan.

"Itu sudah harga pas nak. 4.1 juta itu termasuk harga murah. Jika di tempat lain, mana ada rumah sewa sebagus ini, yang dihargai cuma 4,1 juta per tahun?"

"Kalau kau kurang percaya, silakan cari di tempat lain. Bapak jamin kau tidak akan mendapatkannya"

"Kalau pun dapat,kondisinya mungkin tidak sebagus rumah ini."

"Jadi silakan pikirkan sebelum rumah ini bapak berikan pada orang lain!" Jawab Suwito sedikit kurang senang.

"Baiklah kalau begitu pak! Saya akan bayar sewa rumah ini seperti yang bapak inginkan.Ini uangnya,mohon diterima ya!" Ucap Arya terpaksa menyetujuinya.

"Nah kalau dari tadi kan enak! Tidak perlu bersitegang seperti tadi." Respon Suwito jadi senang.

Kemudian pergi meninggalkan Arya seorang diri, sambil mengibas dan memukulkan uang yang barusan diterimanya itu ke telapak tangan.

"Dasar bocah lugu sekaligus dungu! Dia tak tau kalau rumah itu berhantu.Mau maunya membayar setahun sekaligus"

"Kalau baru beberapa hari ditempati, tapi dia sudah tidak tahan, maka uang sewa itu tidak bisa dikembalikan"

"Jadi yang untung tetaplah aku." Gumamnya pada diri sendiri, sambil tersenyum penuh kelicikan.

"Rumah seperti ini dibilang bagus?Masih mending rumah pertama yang aku datangi tadi"

"Kondisinya cukup bersih dan terawat rapi. Sedangkan ini berantakan, penuh dengan sampah penyewa terdahulu"

"Kalau tau begini biarlah rumah yang ada di seberang sungai itu saja yang aku sewa. Walau kamar mandi serta cuci nya ada di luar"

"Tapi masih mending dari pada ini. Lantainya saja kotor. Banyak sarang laba labanya, juga banyak semut semut kecil yang membuat sarang di dalamnya pula."

"Nampaknya aku harus bekerja keras, membersihkan kekacauan seharian ini."monolog Arya pada diri sendiri, sambil memeriksa dinding rumah itu.

Kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, dan tidak mendapatkan apa apa selain sampah yang berserakan.

"Ah nasip! Rumah sebesar ini tidak punya penyapu dan peralatan lainnya.Terpaksalah harus membelinya di warung seberang jalan itu.Kalau tidak. mana mungkin rumah ini bisa bersih!" Guman Arya sedikit kesal.

Kemudian memutuskan untuk pergi ke warung, untuk membeli penyapu juga yang lain.

"Anak dari mana?Apakah penghuni baru rumah berhantu itu?" Tanya pemilik warung pada Arya penasaran.

"Benar bu! Saya baru datang dari kampung, dan berusaha mencari kerja di kota ini"

"Tapi tentang rumah berhantu, itu saya tidak tahu.Jadi mohon ibu menjelaskannya. "Jawab Arya berterus terang.

"Begitu ya? Ibu cuma mau kasi tau, bahwa rumah itu memang berhantu.Sudah banyak orang yang menyewa rumah tersebut, tapi baru satu bulan sudah pindah"

"Kata orang yang pernah tinggal di situ, tiap malam dari bawah lantai ubin, ada suara berisik seperti orang yang sedang bekerja.Begitu diperiksa ternyata tidak ada apa apa"

"Namun itu membuat orang jadi tidak nyaman, dan memutuskan untuk pindah secepatnya.Tapi ibu harap nak...?"

"Arya! Panggil saja seperti itu jangan pakai nak ya?" Jawab Arya cepat.

"Oh maaf! Memang sudah kebiasaan di pinggiran kota ini, memanggil anak muda seperti mu dengan panggilan nak.Bukan bermaksud meremehkan,tapi sekedar keramahtamahan saja." Respon ibu pemilik warung itu menjelaskan.

"Oh, ya bu maaf kalau saya boleh tau,saat ini saya sedang bicara dengan ibu siapa?"Reaksi Arya tidak enak hati.

"Oh, ya kenalkan, ibu bernama Rosma. Panggil saja bu Ros.Ngomong ngomong Nak Arya mau beli apa?" Tanya ibu tersebut ingin tahu.

"Penyapu, kompor juga alat alat lainnya bu,termasuk bahan makanan." Jawab Arya berterus terang.

"Sebentar ya akan ibu ambilkan." Reaksi ibu itu cepat.Kemudian mengambil semua pesanan dan membawanya ke depan Arya.

"Kembali ibu sarankan, kalau bisa pindah lah, karena rumah itu benar benar berhantu, jarang orang yang mampu bertahan lama"

"Kalau kamu mau, ibu akan tawarkan sebuah rumah yang jauh lebih nyaman untuk ditinggali, walau ukurannya sedikit lebih kecil dari rumah itu.Tapi tidak ada hantunya." Ucap Rosma, pemilik warung itu memberi saran.

"Tidak apa apa bu Rosma. Untuk sementara saya tinggali dulu rumah itu. Siapa tau betah dan hantunya mau menjadi teman saya." Jawab Arya membuat Risma melongo keheranan.

"Ih dasar anak muda aneh!" Respon Rosma dalam hati.

"Oh ya nak Arya, kerja apa dan dimana?" Ucap Rosma terus saja bertanya.

"Untuk sementara saya masih nganggur bu! belum tamat sekolah juga." Jawab Arya sudah mulai risih ditanya macam macam.

"Oh masih sekolah to?Sekolah dimana, kelas berapa dan siapa temannya?" Tanya bu Rosma semakin ingin tau.

"Nah itulah masalahnya. Untuk sementara saya belum tau sekolah dimana, karena saya baru ingin mencari sekolah baru untuk belajar di sana." Jawab Arya berterus terang.

"Oh ceritanya pindahan ya? Kenapa?" Respon Rosma jadi penasaran.

"Maaf bu saya sedang terburu buru. Mau bersihin rumah takut keburu siang." Alasan Arya untuk menghindari pertanyaan selanjutnya.Kemudian berniat pergi.

Tapi belum juga melangkah, bu Rosma sudah berkata lagi."Sekolah bareng saja dengan anak ibu, kebetulan dia saat ini sekolah di SMA Tunas Bangsa, sebuah sekolah favorit di kota ini." Ujarnya bersemangat.

"Oh kalau begitu terima kasih bu! Nanti akan saya pikirkan."Jawab Arya malas-malasan.

Kemudian cepat-cepat pergi dari tempat itu, untuk membersihkan rumah sewa barunya tersebut.

"Anak muda yang baik tapi nekat"

"Pakal saja masih kecil.Kalau sudah dewasa dan bekerja sudah aku jodohkan dengan anakku!" Batin Rosma dalam hati. Kemudian masuk ke dalam warungnya, dan menunggu pembeli lainnya datang.

***

Empat jam kemudian. Arya sudah menyelesaikan tugasnya. Rumah yang semula kotor, berdebu dan banyak sarang laba labanya, sekarang sudah jadi bersih, tinggal menata perabotan nya yang tidak seberapa itu.

"Huh akhirnya selesai juga! Perut pun sudah terasa lapar.Mau masak serba tanggung. Lebih baik aku ke pasar dan mencari makanan siap saji di sana." Ucap Arya pada diri sendiri.Kemudian berkemas dan menutup pintu rumahnya serta pergi dari situ dengan langkah tergesa-gesa.

"Mau ke mana nak Arya?Apakah mau ke kota" Tanya bu Rosma sesaat setelah dia melihat Arya berjalan ke arah warungnya tersebut.

Kebetulan saat itu dia sedang menata barang dagangannya di luar. jadi saat Arya berjalan itu, dia jelas melihatnya. Lagi pula, warung bu Rosma berada persis di persimpangan jalan, antara jalan masuk ke rumah Arya dengan warungnya.

Jadi siapapun yang keluar masuk melewati gang itu, dia tahu termasuk Arya yang saat ini sudah berhenti di depannya.

"Oh, bu Rosma!. Kebetulan perutku sudah lapar,jadi saya mau ke pasar untuk mencari makanan." Jawab Arya apa adanya.

"Oh kenapa tidak makan di rumah ibu saja. Kebetulan hari ini ibu memasak banyak. Sebentar lagi pun Shinta anak ibu pulang dari sekolah. jadi bisa makan bersama-sama." Respon Rosma merasa senang, dan menawarkan kebaikan kepada Arya.

"Terima kasih bu!Kebetulan selain mencari makanan, saya juga mau mencari yang lain." Jawab Arya beralasan.

Kemudian cepat-cepat pergi dari tempat itu, karena tidak mau terus menerus ditanya oleh ibu Rosma.

Di kampung tersebut, bu Rosma memang terkenal sangat ramah. Siapa saja pelanggan yang datang ke warungnya tetap akan diajaknya berbual. sekedar untuk menunjukkan sikap ramahnya pada mereka.

Selain itu dia juga orangnya supel, tetapi kekurangannya ingin tahu urusan orang lain, bukan apa-apa karena penasaran saja.

Apalagi setelah Arya memutuskan untuk tinggal di rumah yang selama ini dikenal berhantu. Rasa ingin tahunya jadi semakin tinggi. Menurut bu Rosma, banyak orang yang sudah tinggal di situ, tapi belum sebulan sudah keluar. karena menurut mereka, setiap malam pasti akan ada suara bising di dalam rumah itu, terutama dari bawah lantainya. Tapi Arya tidak peduli tentang itu.

Pada awalnya masyarakat yang mendiami kampung tersebut tidak mengambil pusing, tapi karena saking banyaknya orang yang keluar masuk menyewa rumah itu, akhirnya mereka tertarik juga, dan berusaha menyelidiki ada apa sebenarnya di rumah itu. Bahkan mengundang ahli metafisika segala. Namun apa yang mereka cari tidak ketemu juga.

Akhirnya mereka menyerah, dan membiarkan saja kondisi rumah tersebut seperti itu.

Rumah tersebut sebenarnya bukan rumah pak Suwito. Dia hanya ditugaskan untuk menjaganya saja. Tapi lama-kelamaan rumah tersebut diakui menjadi rumahnya, dan masyarakat yang ada di situ tidak peduli tentang itu.

Rumah tersebut sebenarnya adalah milik seorang pasangan kaya, yang rumah aslinya berada di kota. Tapi karena mereka ingin hidup tenang, maka mereka membuat rumah itu.

Tapi tanpa orang ketahui. pemilik rumah tersebut menyuruh seseorang untuk membuat ruang bawah tanah, yang kebetulan tanah rumahnya lebih tinggi dari rumah-rumah lain, Jadi dengan mudahnya orang yang disuruh itu membuat bangunan di bawah tanah, dan itu dikerjakannya secara rahasia.

Setelah bertahun-tahun mereka tinggal, akhirnya mereka pun meninggalkan rumah tersebut, dan entah pergi kemana tiada seorangpun yang tahu.

Banyak orang bilang bahwa pemiliknya sudah meninggal dunia, tapi itu hanya asumsi penduduk kampung itu saja.Tapi Tampa seorangpun yang tahu, orang kaya tersebut telah meninggalkan sesuatu yang sangat berharga untuk keturunannya, namun entah siapa.

Tapi karena dia tidak mengetahui keberadaan keturunannya tersebut, mereka akhirnya membuat surat wasiat, yang ditandatangani oleh seorang pengacara, yang sengaja mereka sewa untuk menangani hal tersebut.dan suratnya mereka letakkan di sebuah kotak berukir, serta disimpannya di dalam brankas.

Selama bertahun-tahun pula, rumah tersebut tidak ada penghuninya, hingga akhirnya terkesan seperti rumah angker, tapi sebenarnya tidak.

Ada beberapa makhluk gaib yang memang sengaja ditugaskan untuk menjaga rumah itu dari gangguan orang lain. Mengenai siapapun yang menyewanya, atau tinggal di situ, akan tetap mereka ganggu, agar keberadaan benda berharga di ruang bawah tanah itu tidak mereka ketahui.

Kini setelah Arya datang, mereka seperti merasakan darah murni yang ada di dalam tubuhnya, dan meyakini bahwa Arya adalah keturunan dari pemilik rumah tersebut.

Terpopuler

Comments

XiaoYan

XiaoYan

DASAR MC BODOH TERGOBLOK

2023-05-02

1

Sak. Lim

Sak. Lim

dasar mc goblok sudah tau gitu knpa masih mau....

2023-02-25

3

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Ayo...ayo...

2023-01-19

1

lihat semua
Episodes
1 Memainkan perasaan
2 Mencoba bertahan
3 Mulai terkuak kebenaran
4 Tidak amanah
5 Arya hilang
6 Mendapat keajaiban
7 Membuat perhitungan
8 Minuman neraka
9 Arya diserang
10 Salah paham
11 Menyewa Rumah
12 Menjadi pengikut
13 Hari pertama di rumah itu
14 Tak sudi jadi teman
15 Memborong banyak barang
16 Baik kalau ada maunya
17 Arya difitnah dan dapat masalah
18 Menyewa tempat usaha
19 Memulai usaha
20 Memasuki ruang rahasia
21 Mendapatkan pusaka
22 Sah menjadi milik Arya
23 Memulai debutnya di sekolah
24 Tampil mengagumkan
25 Arya memecahkan rekor
26 Niat akan dicurangi
27 Masalah datang di saat yang salah
28 Senjata makan tuan
29 Curiga
30 Pengkhianatan
31 Belum juga takluk
32 Jodi menjadi kuat
33 Master diatas master
34 Berterus terang
35 Kebaikan Arya
36 Deal harganya
37 Cobaan lagi
38 Teknik Sembilan Matahari
39 Terus dapat cobaan
40 Masih beralasan
41 Tanggung jawab besar
42 Engkau masih anak sekolah
43 Halangi mereka!
44 Perusahaan baru
45 Ingin berubah jadi baik.
46 Badung dan kawan kawan
47 Perselisihan sengit
48 Juara umum
49 Arya jadi viral
50 Sihir pemikat jiwa
51 Sihir penyegel jantung
52 Enggan mengakui
53 Aura guna guna
54 Mulai suka
55 Teknik energi jarum api
56 Pergi mengambil api bumi
57 Api tujuh warna
58 Arya direndahkan
59 Dominasi Arya
60 Bersekongkol
61 Kegilaan Dave tua
62 Tamu agung direndahkan
63 Terkejut semua
64 Untung besar
65 Penguasa aliansi bisnis dunia
66 Kianshi bumi bentuk perubahan
67 Hotel Mandala
68 Terbongkar status Arya
69 Kepalang tanggung tahu
70 Arya di Dunia Naga
71 Ingin dijadikan tumbal
72 Pengikut baru lagi
73 Di paksa
74 Murid super kaya
75 Mengambil daun tulang naga
76 Dendam turunan
77 Menaklukkan preman
78 Jarum Pelumpuh Sukma
79 Ratu pemangsa
80 Akhirnya dimaafkan
81 Sukses besar
82 Sehat itu mahal
83 Sup Jamur Dewa
84 Bisnis ya bisnis
85 Wisata ke laut
86 Keberuntungan Arya
87 Tangkapan besar lagi
88 Pengalaman berharga.
89 Kanaya dalam bahaya
90 Kanaya di dunia jiwa
91 Akan ada serangan
92 Pangeran iblis
93 Penyerangan pertama
94 Amanda diculik
95 Semut juga punya kekuatan
96 Pembicaraan setelah bencana
97 Arya terluka
98 Memotivasi
99 Segel penangkap jiwa
100 Plakat perintah
101 Serangan dadakan
102 Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103 Mempermainkan lawan
104 Cuek saat menghadapi tantangan
105 Cabut paku
106 Berani meremehkan
107 Diperas
108 Aliansi pembunuh bayaran
109 Rencana menghancurkan
110 Terkendala
111 Imigran di pulau perbatasan
112 Musuh baru muka lama
113 Berencana membeli pulau Angsa
114 Dianggap remeh
115 Mau tahu dia
116 Perdebatan sengit
117 Diragukan kebenarannya.
118 Kesadaran spiritual
119 Kemajuan yang sangat menggembirakan
120 Kemunculan yang tiba tiba
121 Mencari gara gara
122 Ditopang Naga
123 Terkuak suatu kebeneran
124 Wejangan Wangsa
125 Kejadian tidak terduga
126 Arya menghilang
127 Gerbang kemarahan naga
128 Arya kewalahan
129 Bertemu Sang Legenda
130 Mendapatkan penjelasan
131 Linglung awalnya
132 Pulau impian
133 Hampir saja
134 Arya tidak berdaya
135 Sihir neraka
136 Bunglon Matsuya
137 Bukan lawan seimbang
138 Mulai terkuak kebenaran
139 Leviathan dan para penguasa
140 Takdir Arya
141 Menjadi orang biasa
142 Pembantaian
143 Pembantaian jilid dua
144 Dasar Sampah
145 Pembersihan
146 Juragan Loba
147 Tengkulak darah
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Memainkan perasaan
2
Mencoba bertahan
3
Mulai terkuak kebenaran
4
Tidak amanah
5
Arya hilang
6
Mendapat keajaiban
7
Membuat perhitungan
8
Minuman neraka
9
Arya diserang
10
Salah paham
11
Menyewa Rumah
12
Menjadi pengikut
13
Hari pertama di rumah itu
14
Tak sudi jadi teman
15
Memborong banyak barang
16
Baik kalau ada maunya
17
Arya difitnah dan dapat masalah
18
Menyewa tempat usaha
19
Memulai usaha
20
Memasuki ruang rahasia
21
Mendapatkan pusaka
22
Sah menjadi milik Arya
23
Memulai debutnya di sekolah
24
Tampil mengagumkan
25
Arya memecahkan rekor
26
Niat akan dicurangi
27
Masalah datang di saat yang salah
28
Senjata makan tuan
29
Curiga
30
Pengkhianatan
31
Belum juga takluk
32
Jodi menjadi kuat
33
Master diatas master
34
Berterus terang
35
Kebaikan Arya
36
Deal harganya
37
Cobaan lagi
38
Teknik Sembilan Matahari
39
Terus dapat cobaan
40
Masih beralasan
41
Tanggung jawab besar
42
Engkau masih anak sekolah
43
Halangi mereka!
44
Perusahaan baru
45
Ingin berubah jadi baik.
46
Badung dan kawan kawan
47
Perselisihan sengit
48
Juara umum
49
Arya jadi viral
50
Sihir pemikat jiwa
51
Sihir penyegel jantung
52
Enggan mengakui
53
Aura guna guna
54
Mulai suka
55
Teknik energi jarum api
56
Pergi mengambil api bumi
57
Api tujuh warna
58
Arya direndahkan
59
Dominasi Arya
60
Bersekongkol
61
Kegilaan Dave tua
62
Tamu agung direndahkan
63
Terkejut semua
64
Untung besar
65
Penguasa aliansi bisnis dunia
66
Kianshi bumi bentuk perubahan
67
Hotel Mandala
68
Terbongkar status Arya
69
Kepalang tanggung tahu
70
Arya di Dunia Naga
71
Ingin dijadikan tumbal
72
Pengikut baru lagi
73
Di paksa
74
Murid super kaya
75
Mengambil daun tulang naga
76
Dendam turunan
77
Menaklukkan preman
78
Jarum Pelumpuh Sukma
79
Ratu pemangsa
80
Akhirnya dimaafkan
81
Sukses besar
82
Sehat itu mahal
83
Sup Jamur Dewa
84
Bisnis ya bisnis
85
Wisata ke laut
86
Keberuntungan Arya
87
Tangkapan besar lagi
88
Pengalaman berharga.
89
Kanaya dalam bahaya
90
Kanaya di dunia jiwa
91
Akan ada serangan
92
Pangeran iblis
93
Penyerangan pertama
94
Amanda diculik
95
Semut juga punya kekuatan
96
Pembicaraan setelah bencana
97
Arya terluka
98
Memotivasi
99
Segel penangkap jiwa
100
Plakat perintah
101
Serangan dadakan
102
Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103
Mempermainkan lawan
104
Cuek saat menghadapi tantangan
105
Cabut paku
106
Berani meremehkan
107
Diperas
108
Aliansi pembunuh bayaran
109
Rencana menghancurkan
110
Terkendala
111
Imigran di pulau perbatasan
112
Musuh baru muka lama
113
Berencana membeli pulau Angsa
114
Dianggap remeh
115
Mau tahu dia
116
Perdebatan sengit
117
Diragukan kebenarannya.
118
Kesadaran spiritual
119
Kemajuan yang sangat menggembirakan
120
Kemunculan yang tiba tiba
121
Mencari gara gara
122
Ditopang Naga
123
Terkuak suatu kebeneran
124
Wejangan Wangsa
125
Kejadian tidak terduga
126
Arya menghilang
127
Gerbang kemarahan naga
128
Arya kewalahan
129
Bertemu Sang Legenda
130
Mendapatkan penjelasan
131
Linglung awalnya
132
Pulau impian
133
Hampir saja
134
Arya tidak berdaya
135
Sihir neraka
136
Bunglon Matsuya
137
Bukan lawan seimbang
138
Mulai terkuak kebenaran
139
Leviathan dan para penguasa
140
Takdir Arya
141
Menjadi orang biasa
142
Pembantaian
143
Pembantaian jilid dua
144
Dasar Sampah
145
Pembersihan
146
Juragan Loba
147
Tengkulak darah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!