"Itukah anak buah yang selalu kau banggakan Teddy?Sekarang mereka sudah aku kalahkan, apalagi tiga orang itu"
"Sekarang giliran mu untuk aku beri pelajaran." Ucap Arya penuh ancaman.
"Jangan berani macam macam Arya! Aku anak orang kaya dan banyak uang!"
"Ayahku tentu tidak akan membiarkan jika anaknya kenapa-napa, dan akan mencari orang kuat untuk menghadapi mu!" Reaksi Teddy ketakutan, apalagi dua anak buahnya tersebut.
Mereka sudah melihat bagaimana kuatnya Arya. Jadi saat Arya datang, mereka malah melarikan diri, dan membuat Teddy kesal.
"Banyak uang ya?Bagaimana kalau dengan yang ini?" Respon Arya menakutkan. Lalu...
Bugh!
"Argh!"
"Beraninya kau?" Reaksi Teddy emosi.
"Kenapa?sakit? Bukankah selama ini kau telah membuat ku tidak senang?"
"Kau siksa aku, pukul aku, fitnah aku, bahkan berkali kali ingin membunuh ku!"
"Tidakkah kau tau bahwa itu sangat membuat ku ketakutan?Tapi kau malah tidak mau tau dan terus menyuruh anak buah mu untuk menyiksa ku! Apakah kau pikir aku senang?Tidak sama sekali!"
"Ketahuilah!. Gara gara perbuatan mu itu, telah membuat ku merasa tidak senang, trauma, sakit, marah, dan dan lain sebaginya"
"Jadi hari ini kebetulan kau datang, maka aku akan membuat perhitungan dengan mu!" Ucap Arya sambil berteriak lantang.
"To to tolong maafkan aku Arya! Aku mengaku salah! Aku berjanji akan berubah, dan berjanji tidak akan mengganggu mu lagi" Reaksi Teddy semakin ketakutan.
"Hahahaha! Berubah? Iblis seperti mu mau berubah? Apakah aku tidak salah dengar Teddy?"Respon Arya geli sendiri.
"Be be benar Arya!. Aku mau berubah?" Jawab Teddy semangat.
Bugh!
"Argh!"Kenapa kau pukul aku?Bukankah aku sudah berubah?" Reaksi Teddy tidak percaya.
"Berubah kepala mu!"
Bugh!
Bugh!
"Tolong Arya!Jangan pukul aku lagi. Aku tobat! Benar benar tobat!"
Bugh!
Plak!
Bugh!
Krack!
"Aaaaaaaarkkh!"
"Rasakan itu!" Ucap Arya senang. Sebaliknya Teddy mengerang kesakitan, sambil berguling guling di tanah.
"Untuk beberapa hari kau tidak akan bisa berjalan, karena persendian lutut mu sudah aku pindahkan"
"Butuh seorang ahli baru bisa membetulkan persendian mu itu. Jika tidak jangan harap kau bisa sembuh!" Emosi Arya sudah tidak tertahankan.
"Bangun!Jangan cengeng! Baru luka segitu sudah pingsan! Dasar lemah!" Rutuk Arya marah.
"Kalian berenam!Jangan pura-pura pingsan!. Aku tau kalian sudah siuman!"
"Cepat bawa bos kalian ini. Aku sudah muak melihatnya!" Teriak Arya lantang.
Tapi Joni dan anak buahnya tetap bergeming.Mereka lebih memilih untuk pura pura masih pingsan,daripada harus menjadi samsak hidup buat Arya.
Tapi Arya bukan orang bodoh. Dengan cerdiknya dia menendang tubuh Jodi, hingga membuat tubuhnya berpindah tempat, dan sadar seketika.Lalu sekali lagi
Bugh!
Bugh!
"Argh!"
Arya tanpa bekas kasihan, menendang tubuh orang lain, dan disusul tubuh Joni dan Gobang yang menjadi korban.
"Masih belum mau bangun juga ya? Bagaimana kalau dengan yang ini?" Emosi Arya memuncak, dan mengambil besi tenda yang ada di tempat itu untuk memukuli mereka.
Melihat itu Jodi bergegas bangun, dan memohon ampun pada Arya, agar tidak di siksa lagi. Segera sesudah itu mendekati teman temannya agar cepat bangun juga.
"Mau sampai kapan kalian pura pura pingsan?Cepat bangun dan pergi dari sini!"
"Lambat sedikit saja kita mati!" Ucap Jodi pada teman temannya dengan ekspresi kesal.
Dia tau kalau ucapan Arya itu tidak main main.Jika lambat sedikit saja maka besi yang dipegang oleh Arya itu akan mendarat di tubuh mereka.Jadi bergegas membangunkan kawan kawan dari pingsannya. Lalu ingin cepat pergi dari tempat itu, untuk menghindari kemarahan Arya.
"Kali ini aku maafkan kalian!Tapi lain kali jika bertemu lagi dan masih membuat masalah. Maka aku tidak akan segan untuk menghabisi kalian!" Ucap Arya memberi peringatan.
"Sekarang pergi dari sini, dan jangan pernah kembali!" Peringatan Arya untuk yang kedua kali.
"B ba ba baik!. Kami akan pergi!" Jawab Jodi ketakutan.
Dalam pandangannya, Arya itu bukanlah Arya, tapi orang lain.Tubuhnya besar menyerupai raksasa, dibelakangnya ada siluet mahluk yang sangat mengerikan,dan dibelakangnya lagi ada seorang laki laki dan perempuan berparas cantik serta tampan. mengenakan mahkota dari emas dan permata, yang dikawal oleh dua orang berwajah singa.
Prabawa mereka sangat mendominasi sekali, hingga membuat Joni yang baru bangun dari pingsannya menjadi ketakutan. Jodi apalagi.
Bergegas mereka pergi dari situ, dengan membawa tubuh Teddy yang masih pingsan, agar tidak menambah kemarahan Arya.
Setelah mereka pergi. Arya bergumam sendiri dengan berkata."Untuk sementara satu masalah sudah selesai. Tinggal menunggu reaksi dari orang tuanya.Untuk itu aku sudah menyiapkan solusinya"
"Sekarang perutku sudah lapar. Aku harus mencari atau membeli makanan di luar!"
"Tapi dikampung seperti ini mana ada yang jual?Sementara aku sudah sangat lapar. Ah sial!" Rutuk Arya cukup kesal.
"Untuk sementara aku maka ubi bakar saja. Siapa tau bisa menghilangkan rasa lapar ku?" Ucap Arya lagi seperti mendapatkan solusi
Kemudian memandang ke arah tenda yang sudah terbakar. Lalu beralih ke arah gubuknya yang sudah menjadi abu itu,
Tak lama kemudian dia membatin."Andai tenda dan gubuk itu masih ada, tidak mungkin aku kelaparan seperti ini.Tapi mengeluh pun tiada guna. Lebih baik aku berusaha mencari makan" Batinnya bertubi tubi.
Kemudian mengitari tempat itu, untuk mencari, siapa tau ditemukan benda yang sedang di carinya.
"Kurang ajar! Sudah setengah jam aku mencari. Tapi buah yang aku cari tidak ada juga!.Kalau begini terus, bakal mati kelaparan aku!" Ucap Arya sudah mulai putus asa.
"Eh tunggu dulu!. Bukankah waktu itu seseorang sudah memberi ku banyak barang berharga?"
"Jika aku jual tentu akan menghasilkan banyak uang?"
"Tapi dimana benda itu ya? Kok sekarang tidak ada?" Respon Arya kebingungan.
Lalu mencari benda itu, termasuk di didalam saku baju juga celana sumbangan warga. Tapi benda tersebut tidak ditemukannya juga.
"Ah, apa yang terjadi?Kemana benda benda itu. Perasaan aku menaruhnya di dalam kantong kain. Tapi kenapa sekarang tidak ada?" Guman Arya semakin kebingungan.
"Kalau ceritanya begini. bagaimana aku bisa makan? Apakah harus menahan lapar seharian? Mau beli pakai apa?Uang saja tidak punya? Dasar sialan si Teddy itu!Gara gara dia aku jadi sengsara!"
"Awas kalau ketemu lagi!. Akan ku buat kau lebih sengsara dari pada aku, agar kau juga merasakan bagaimana sakitnya menahan lapar!" Rutuk Arya menahan emosi.
Bugh!
Bugh!
"Argh!" Kenapa tangan ku berdarah?"
"Mungkinkah karena besi ini?Ah pantesan!Ternyata besi ini sisinya tajam.Duh katiwasan sekali!"
"Arya?Arya? Lapar sih boleh, tapi jangan emosi gitu kali?" Batin Arya dalam hati merutuk diri sendiri.dan entah kenapa emosinya menjadi tidak stabil begitu.
"Kau harus tenang Arya! Jangan gampang panik! Kalau begini terus kapan kau akan jadi dewasa?" Batinnya lagi.
"Tapi aku lapar!!!!" Teriak Arya akhirnya tidak tahan juga. Kemudian berteriak lagi untuk melampiaskan kekesalannya.
"Khiaaaaaaaa!"
"Khiaaaaaaaa!"
Bam!
Bam!
Krack!
Boom!
Tanah tempat Arya berpijak tiba tiba bergetar. Rumput rumput liar serta pohon pohon kecil berkibar kibar. Meliuk bagai ditiup angin kencang.
Teriakan Arya yang berulang ulang itu.Telah mengakibatkan pohon pohon besar bergoyang,sebagiannya ada yang tumbang.
Tapi karena itu, tangan Arya berdarah.Besi yang ia pukul menggores kulit tangannya, dan membasahi cincin kecil yang sudah usang, yang selama ini terus ada di jari tengahnya.
Arya yang melihat itu, berusaha membersihkan darah yang membasah cincinnya. Tapi tiba tiba. "Argh! ada apa ini?.Kenapa jari jari ku bisa sakit?Apakah karena cincin ini?"
"Tapi eh tunggu dulu!. Cincin buruk yang biasa aku pakai bercahaya.Tapi sinarnya cepat hilang!"
"Mungkinkah sinar itu masuk ke dalam tubuh ku? Tapi kapan?Kenapa aku tidak merasakannya?"
"Ah masa bodoh!. Mau bersinar kek mau tidak kek apa peduli ku?Toh tetap cincin tidak berguna!" Gerutu Arya lagi.
Krep! Krep! Krep!
Blaarr!
"Khiaaaaaaaa!"
"Tangan ku! Aduh sakit.Cincin sialan! Kenapa kau melukai ku? Cepat hentikaaaan!" Teriak Arya sudah tidak tahan.
Boom!
Tiba tiba saja bungkusan besar keluar dari cincin itu,dan jatuh di dekat kaki Arya. Kejadian itu tentu saja membuat Arya penasaran.
Bagaimana cincin sekecil itu bisa mengeluarkan benda yang sangat besar. Kalau tidak melihat dengan mata kepala sendiri,mana mungkin Arya akan percaya.
Tapi kenyataan sudah ada di depan mata. Jadi mau tidak mau Arya harus mempercayainya juga.
"Bungkusan apa ini?Kenapa bisa keluar dari cincin sekecil ini?Apakah ini cincin ajaib?" Guman Arya pada diri sendiri.
Sebagai orang yang suka membaca, tentu dia tau informasi itu dari banyak bacaan yang dibacanya.
Seseorang yang sudah mengaliri benda langka, termasuk cincin, berarti dia telah membuat kesepakatan dengannya.Berarti Arya juga demikian.Karena tadi dia sempat
melihat,bahwa cincin kecilnya itu bercahaya.Jadi dia yakin,bahwa cincin itu bukanlah cincin biasa.
Jadi yang bisa dia lakukan, adalah memeriksa bungkusan besar itu,siapa tau ada benda berharga yang bisa ia makan.
Eh benar saja. Bungkusan itu ternyata bersisi makanan siap saji yang bisa dimakan kapan saja Arya mau.
Tapi bagaimana bisa?. Mungkin sulit untuk dijelaskan dengan logika.
"Ah masa bodoh!. Makanan sudah ada di depan mata.Sikat!" Teriak Arya sedikit kuat.
Kemudian meraih benda apa saja yang bisa di jangkauannya. Lalu memakannya dengan lahap.
Saat Arya makan itu.Sekelompok orang yang dipimpin oleh seorang pria dan wanita bermahkota.Terus memperhatikan kelakuan Arya yang rakus itu dari ruang kehampaan.
Sekali sekala mereka dibuat tertawa oleh kelakuan Arya.Apalagi saat kerongkongannya tersedak, dan sibuk mencari air.Tapi yang diraihnya bukan minuman biasa,namun minuman beralkohol tingkat tinggi,pahit lagi.
"Uh! Minuman beracun apa ini?Kenapa rasanya pahit sekali?" Ucap Arya penasaran.
Kemudian mengamati kemasannya. Lalu berusaha membaca labelnya.Tapi setelah sekian lama, Arya tetap tidak paham juga.
"Ah masa bodoh!" Serunya.
"Dari pada bengong, Lebih baik aku buang saja minuman neraka ini.Buat susah saja!"
Kelontang!
Pyaar!
Botol minuman itu pecah, dan isinya tumpah dan membasahi tanah.
"Perkiraan ku benar.Keturunan kita itu pasti tidak mau meminum minuman haram seperti itu.Dia lebih memilih untuk minum air putih biasa ketimbang minuman tersebut"
"Jadi mulai sekarang!Aku haramkan tubuhnya dimasuki oleh minuman jenis itu, dan akan memasang penghalang ghaib, jika ada orang yang ingin memaksanya minum"
"Sebaliknya aku akan menyediakan air kehidupan, yang diambil dari kolam raja itu. Agar kekuatannya tetap terjaga." Ucap lelaki bermahkota tersebut pada permaisurinya.
"Dinda juga setuju dengan usul kanda itu. Karena Arya bukanlah orang lain, tapi keturunan kita juga"
"Nasibnya yang malang tersebut,harus segera kita perbaiki,agar sedikit demi sedikit bisa meraih kesuksesan."
"Cuma untuk saat ini, apakah kanda akan membiarkan Arya kepedasan serta tersedak terus?" Respon istrinya mengingatkan.
"Ah benar juga! Kenapa aku bisa lupa?" Reaksi pria bermahkota malu malu.
Kemudian menyuruh pengawal nya untuk mengirimkan air minum untuk Arya.
"Ha ini dia!" Reaksi Arya kegirangan, setelah tidak sengaja menyentuh sebuah wadah kecil berisi air.
"Aneh! Kenapa dari tadi aku tidak melihatnya?Apakah mataku telah salah lihat?Tapi itu memang minuman neraka. Sedang ini mungkin minuman Surga.Lebih baik aku minum saja!" Ucap Arya pada akhirnya.
Tak lama sesudah itu terdengar pujiannya. "Ah segarnya! Ini pasti minuman dari surga?" Ujarnya asal berkata.Padahal dia sudah pernah meminum itu sebelumnya.
"Sekarang aku sudah kenyang,tapi makanannya masih banyak.Seperti tidak ada habis habisnya?" Ucap Arya puas dan belum menyadari, bahwa yang dia makan itu berasal dari dunianya sendiri.
Tapi karena sudah kekenyangan, akhirnya Arya tertidur, beralaskan kain seadanya saja.
***
Beberapa jam kemudian. Arya terbangun dari tidurnya. Ditambah saat itu, terdengar bunyi mesin kendaraan, dan teriakan dari puluhan orang yang semakin mendekat ke arahnya.
Arya belum juga menyadari, bahwa orang orang itu adalah suruhan ayahnya Teddy. Yang marah saat mengetahui anak semata wayangnya dibuat cacat oleh Arya.
Maka tanpa berpikir dua kali. langsung mengerahkan seluruh anak
buahnya untuk membuat perhitungan dengan Arya.
"Itu orangnya! Dia yang telah membuat tuan muda kita cacat.Kepung dan jangan biarkan dia melarikan diri!"Teriak Jodi cukup kuat.
"Wah ada keramaian!Asyik!" Teriak Arya kegirangan.
"Eh? Bukankah itu Jodi?Lalu mereka?" Reaksi Arya mendadak berubah. Dan menunggu apa reaksi dari mereka?
"Hei bocah sialan!Hari ini jangan harap bisa menang dari kami!"
"Kalau tadi kau bisa mengalahkan kami!Tapi sebentar lagi jangan harap!" Ucap Jodi pada Arya,karena dia mengandalkan jumlah yang banyak.
"Jodi? Jodi?. Belum kapok juga rupanya kau ya?"
"Bukankah sudah aku katakan, agar kau jangan muncul lagi di depan ku, tapi kenapa kau berani melanggarnya?" Respon Arya keheranan.
"Aku tidak akan berani muncul di depan mu kalau kau sudah mati.Tapi hari ini kau masih hidup,jadi apa salahnya aku datang?" Jawab Jodi cukup tenang.
"Begitu kah?Tapi jangan salahkan aku ya kalau nanti tidak berperasaan?" Respon Arya terkesan mengancam.Lalu memandang ke arah Jodi.Kemudian beralih ke orang orang yang dibawa nya itu.
Saat dia sedang menimbang nimbang, serta menghitung jumlah orang yang datang.Tiba tiba terdengar teriakan yang cukup lantang, dari seseorang yang diperkirakan pemimpinnya dengan berkata.
"Anak anak!Tunggu apa lagi?Cepat tangkap bocah itu dan bawa kemari!" Ucap orang tersebut memberi arahan.
Sontak saja mereka berlompatan, dari pick up serta jip yang tadi membawa mereka, dan langsung mengepung Arya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
XiaoYan
ini mcnya apa akan seterusnya bodoh panikan atau gimana apa gak bisa pintar tenang juga berwibawa gitu ... masak novel bagus mcnya harus bodoh gitu
2023-05-02
2
Jimmy Avolution
Ayo...ayo...
2023-01-19
1
Wati_esha
Keturunan apa Arya?
2023-01-14
0