Minuman neraka

"Itukah anak buah yang selalu kau banggakan Teddy?Sekarang mereka sudah aku kalahkan, apalagi tiga orang itu"

"Sekarang giliran mu untuk aku beri pelajaran." Ucap Arya penuh ancaman.

"Jangan berani macam macam Arya! Aku anak orang kaya dan banyak uang!"

"Ayahku tentu tidak akan membiarkan jika anaknya kenapa-napa, dan akan mencari orang kuat untuk menghadapi mu!" Reaksi Teddy ketakutan, apalagi dua anak buahnya tersebut.

Mereka sudah melihat bagaimana kuatnya Arya. Jadi saat Arya datang, mereka malah melarikan diri, dan membuat Teddy kesal.

"Banyak uang ya?Bagaimana kalau dengan yang ini?" Respon Arya menakutkan. Lalu...

Bugh!

"Argh!"

"Beraninya kau?" Reaksi Teddy emosi.

"Kenapa?sakit? Bukankah selama ini kau telah membuat ku tidak senang?"

"Kau siksa aku, pukul aku, fitnah aku, bahkan berkali kali ingin membunuh ku!"

"Tidakkah kau tau bahwa itu sangat membuat ku ketakutan?Tapi kau malah tidak mau tau dan terus menyuruh anak buah mu untuk menyiksa ku! Apakah kau pikir aku senang?Tidak sama sekali!"

"Ketahuilah!. Gara gara perbuatan mu itu, telah membuat ku merasa tidak senang, trauma, sakit, marah, dan dan lain sebaginya"

"Jadi hari ini kebetulan kau datang, maka aku akan membuat perhitungan dengan mu!" Ucap Arya sambil berteriak lantang.

"To to tolong maafkan aku Arya! Aku mengaku salah! Aku berjanji akan berubah, dan berjanji tidak akan mengganggu mu lagi" Reaksi Teddy semakin ketakutan.

"Hahahaha! Berubah? Iblis seperti mu mau berubah? Apakah aku tidak salah dengar Teddy?"Respon Arya geli sendiri.

"Be be benar Arya!. Aku mau berubah?" Jawab Teddy semangat.

Bugh!

"Argh!"Kenapa kau pukul aku?Bukankah aku sudah berubah?" Reaksi Teddy tidak percaya.

"Berubah kepala mu!"

Bugh!

Bugh!

"Tolong Arya!Jangan pukul aku lagi. Aku tobat! Benar benar tobat!"

Bugh!

Plak!

Bugh!

Krack!

"Aaaaaaaarkkh!"

"Rasakan itu!" Ucap Arya senang. Sebaliknya Teddy mengerang kesakitan, sambil berguling guling di tanah.

"Untuk beberapa hari kau tidak akan bisa berjalan, karena persendian lutut mu sudah aku pindahkan"

"Butuh seorang ahli baru bisa membetulkan persendian mu itu. Jika tidak jangan harap kau bisa sembuh!" Emosi Arya sudah tidak tertahankan.

"Bangun!Jangan cengeng! Baru luka segitu sudah pingsan! Dasar lemah!" Rutuk Arya marah.

"Kalian berenam!Jangan pura-pura pingsan!. Aku tau kalian sudah siuman!"

"Cepat bawa bos kalian ini. Aku sudah muak melihatnya!" Teriak Arya lantang.

Tapi Joni dan anak buahnya tetap bergeming.Mereka lebih memilih untuk pura pura masih pingsan,daripada harus menjadi samsak hidup buat Arya.

Tapi Arya bukan orang bodoh. Dengan cerdiknya dia menendang tubuh Jodi, hingga membuat tubuhnya berpindah tempat, dan sadar seketika.Lalu sekali lagi

Bugh!

Bugh!

"Argh!"

Arya tanpa bekas kasihan, menendang tubuh orang lain, dan disusul tubuh Joni dan Gobang yang menjadi korban.

"Masih belum mau bangun juga ya? Bagaimana kalau dengan yang ini?" Emosi Arya memuncak, dan mengambil besi tenda yang ada di tempat itu untuk memukuli mereka.

Melihat itu Jodi bergegas bangun, dan memohon ampun pada Arya, agar tidak di siksa lagi. Segera sesudah itu mendekati teman temannya agar cepat bangun juga.

"Mau sampai kapan kalian pura pura pingsan?Cepat bangun dan pergi dari sini!"

"Lambat sedikit saja kita mati!" Ucap Jodi pada teman temannya dengan ekspresi kesal.

Dia tau kalau ucapan Arya itu tidak main main.Jika lambat sedikit saja maka besi yang dipegang oleh Arya itu akan mendarat di tubuh mereka.Jadi bergegas membangunkan kawan kawan dari pingsannya. Lalu ingin cepat pergi dari tempat itu, untuk menghindari kemarahan Arya.

"Kali ini aku maafkan kalian!Tapi lain kali jika bertemu lagi dan masih membuat masalah. Maka aku tidak akan segan untuk menghabisi kalian!" Ucap Arya memberi peringatan.

"Sekarang pergi dari sini, dan jangan pernah kembali!" Peringatan Arya untuk yang kedua kali.

"B ba ba baik!. Kami akan pergi!" Jawab Jodi ketakutan.

Dalam pandangannya, Arya itu bukanlah Arya, tapi orang lain.Tubuhnya besar menyerupai raksasa, dibelakangnya ada siluet mahluk yang sangat mengerikan,dan dibelakangnya lagi ada seorang laki laki dan perempuan berparas cantik serta tampan. mengenakan mahkota dari emas dan permata, yang dikawal oleh dua orang berwajah singa.

Prabawa mereka sangat mendominasi sekali, hingga membuat Joni yang baru bangun dari pingsannya menjadi ketakutan. Jodi apalagi.

Bergegas mereka pergi dari situ, dengan membawa tubuh Teddy yang masih pingsan, agar tidak menambah kemarahan Arya.

Setelah mereka pergi. Arya bergumam sendiri dengan berkata."Untuk sementara satu masalah sudah selesai. Tinggal menunggu reaksi dari orang tuanya.Untuk itu aku sudah menyiapkan solusinya"

"Sekarang perutku sudah lapar. Aku harus mencari atau membeli makanan di luar!"

"Tapi dikampung seperti ini mana ada yang jual?Sementara aku sudah sangat lapar. Ah sial!" Rutuk Arya cukup kesal.

"Untuk sementara aku maka ubi bakar saja. Siapa tau bisa menghilangkan rasa lapar ku?" Ucap Arya lagi seperti mendapatkan solusi

Kemudian memandang ke arah tenda yang sudah terbakar. Lalu beralih ke arah gubuknya yang sudah menjadi abu itu,

Tak lama kemudian dia membatin."Andai tenda dan gubuk itu masih ada, tidak mungkin aku kelaparan seperti ini.Tapi mengeluh pun tiada guna. Lebih baik aku berusaha mencari makan" Batinnya bertubi tubi.

Kemudian mengitari tempat itu, untuk mencari, siapa tau ditemukan benda yang sedang di carinya.

"Kurang ajar! Sudah setengah jam aku mencari. Tapi buah yang aku cari tidak ada juga!.Kalau begini terus, bakal mati kelaparan aku!" Ucap Arya sudah mulai putus asa.

"Eh tunggu dulu!. Bukankah waktu itu seseorang sudah memberi ku banyak barang berharga?"

"Jika aku jual tentu akan menghasilkan banyak uang?"

"Tapi dimana benda itu ya? Kok sekarang tidak ada?" Respon Arya kebingungan.

Lalu mencari benda itu, termasuk di didalam saku baju juga celana sumbangan warga. Tapi benda tersebut tidak ditemukannya juga.

"Ah, apa yang terjadi?Kemana benda benda itu. Perasaan aku menaruhnya di dalam kantong kain. Tapi kenapa sekarang tidak ada?" Guman Arya semakin kebingungan.

"Kalau ceritanya begini. bagaimana aku bisa makan? Apakah harus menahan lapar seharian? Mau beli pakai apa?Uang saja tidak punya? Dasar sialan si Teddy itu!Gara gara dia aku jadi sengsara!"

"Awas kalau ketemu lagi!. Akan ku buat kau lebih sengsara dari pada aku, agar kau juga merasakan bagaimana sakitnya menahan lapar!" Rutuk Arya menahan emosi.

Bugh!

Bugh!

"Argh!" Kenapa tangan ku berdarah?"

"Mungkinkah karena besi ini?Ah pantesan!Ternyata besi ini sisinya tajam.Duh katiwasan sekali!"

"Arya?Arya? Lapar sih boleh, tapi jangan emosi gitu kali?" Batin Arya dalam hati merutuk diri sendiri.dan entah kenapa emosinya menjadi tidak stabil begitu.

"Kau harus tenang Arya! Jangan gampang panik! Kalau begini terus kapan kau akan jadi dewasa?" Batinnya lagi.

"Tapi aku lapar!!!!" Teriak Arya akhirnya tidak tahan juga. Kemudian berteriak lagi untuk melampiaskan kekesalannya.

"Khiaaaaaaaa!"

"Khiaaaaaaaa!"

Bam!

Bam!

Krack!

Boom!

Tanah tempat Arya berpijak tiba tiba bergetar. Rumput rumput liar serta pohon pohon kecil berkibar kibar. Meliuk bagai ditiup angin kencang.

Teriakan Arya yang berulang ulang itu.Telah mengakibatkan pohon pohon besar bergoyang,sebagiannya ada yang tumbang.

Tapi karena itu, tangan Arya berdarah.Besi yang ia pukul menggores kulit tangannya, dan membasahi cincin kecil yang sudah usang, yang selama ini terus ada di jari tengahnya.

Arya yang melihat itu, berusaha membersihkan darah yang membasah cincinnya. Tapi tiba tiba. "Argh! ada apa ini?.Kenapa jari jari ku bisa sakit?Apakah karena cincin ini?"

"Tapi eh tunggu dulu!. Cincin buruk yang biasa aku pakai bercahaya.Tapi sinarnya cepat hilang!"

"Mungkinkah sinar itu masuk ke dalam tubuh ku? Tapi kapan?Kenapa aku tidak merasakannya?"

"Ah masa bodoh!. Mau bersinar kek mau tidak kek apa peduli ku?Toh tetap cincin tidak berguna!" Gerutu Arya lagi.

Krep! Krep! Krep!

Blaarr!

"Khiaaaaaaaa!"

"Tangan ku! Aduh sakit.Cincin sialan! Kenapa kau melukai ku? Cepat hentikaaaan!" Teriak Arya sudah tidak tahan.

Boom!

Tiba tiba saja bungkusan besar keluar dari cincin itu,dan jatuh di dekat kaki Arya. Kejadian itu tentu saja membuat Arya penasaran.

Bagaimana cincin sekecil itu bisa mengeluarkan benda yang sangat besar. Kalau tidak melihat dengan mata kepala sendiri,mana mungkin Arya akan percaya.

Tapi kenyataan sudah ada di depan mata. Jadi mau tidak mau Arya harus mempercayainya juga.

"Bungkusan apa ini?Kenapa bisa keluar dari cincin sekecil ini?Apakah ini cincin ajaib?" Guman Arya pada diri sendiri.

Sebagai orang yang suka membaca, tentu dia tau informasi itu dari banyak bacaan yang dibacanya.

Seseorang yang sudah mengaliri benda langka, termasuk cincin, berarti dia telah membuat kesepakatan dengannya.Berarti Arya juga demikian.Karena tadi dia sempat

melihat,bahwa cincin kecilnya itu bercahaya.Jadi dia yakin,bahwa cincin itu bukanlah cincin biasa.

Jadi yang bisa dia lakukan, adalah memeriksa bungkusan besar itu,siapa tau ada benda berharga yang bisa ia makan.

Eh benar saja. Bungkusan itu ternyata bersisi makanan siap saji yang bisa dimakan kapan saja Arya mau.

Tapi bagaimana bisa?. Mungkin sulit untuk dijelaskan dengan logika.

"Ah masa bodoh!. Makanan sudah ada di depan mata.Sikat!" Teriak Arya sedikit kuat.

Kemudian meraih benda apa saja yang bisa di jangkauannya. Lalu memakannya dengan lahap.

Saat Arya makan itu.Sekelompok orang yang dipimpin oleh seorang pria dan wanita bermahkota.Terus memperhatikan kelakuan Arya yang rakus itu dari ruang kehampaan.

Sekali sekala mereka dibuat tertawa oleh kelakuan Arya.Apalagi saat kerongkongannya tersedak, dan sibuk mencari air.Tapi yang diraihnya bukan minuman biasa,namun minuman beralkohol tingkat tinggi,pahit lagi.

"Uh! Minuman beracun apa ini?Kenapa rasanya pahit sekali?" Ucap Arya penasaran.

Kemudian mengamati kemasannya. Lalu berusaha membaca labelnya.Tapi setelah sekian lama, Arya tetap tidak paham juga.

"Ah masa bodoh!" Serunya.

"Dari pada bengong, Lebih baik aku buang saja minuman neraka ini.Buat susah saja!"

Kelontang!

Pyaar!

Botol minuman itu pecah, dan isinya tumpah dan membasahi tanah.

"Perkiraan ku benar.Keturunan kita itu pasti tidak mau meminum minuman haram seperti itu.Dia lebih memilih untuk minum air putih biasa ketimbang minuman tersebut"

"Jadi mulai sekarang!Aku haramkan tubuhnya dimasuki oleh minuman jenis itu, dan akan memasang penghalang ghaib, jika ada orang yang ingin memaksanya minum"

"Sebaliknya aku akan menyediakan air kehidupan, yang diambil dari kolam raja itu. Agar kekuatannya tetap terjaga." Ucap lelaki bermahkota tersebut pada permaisurinya.

"Dinda juga setuju dengan usul kanda itu. Karena Arya bukanlah orang lain, tapi keturunan kita juga"

"Nasibnya yang malang tersebut,harus segera kita perbaiki,agar sedikit demi sedikit bisa meraih kesuksesan."

"Cuma untuk saat ini, apakah kanda akan membiarkan Arya kepedasan serta tersedak terus?" Respon istrinya mengingatkan.

"Ah benar juga! Kenapa aku bisa lupa?" Reaksi pria bermahkota malu malu.

Kemudian menyuruh pengawal nya untuk mengirimkan air minum untuk Arya.

"Ha ini dia!" Reaksi Arya kegirangan, setelah tidak sengaja menyentuh sebuah wadah kecil berisi air.

"Aneh! Kenapa dari tadi aku tidak melihatnya?Apakah mataku telah salah lihat?Tapi itu memang minuman neraka. Sedang ini mungkin minuman Surga.Lebih baik aku minum saja!" Ucap Arya pada akhirnya.

Tak lama sesudah itu terdengar pujiannya. "Ah segarnya! Ini pasti minuman dari surga?" Ujarnya asal berkata.Padahal dia sudah pernah meminum itu sebelumnya.

"Sekarang aku sudah kenyang,tapi makanannya masih banyak.Seperti tidak ada habis habisnya?" Ucap Arya puas dan belum menyadari, bahwa yang dia makan itu berasal dari dunianya sendiri.

Tapi karena sudah kekenyangan, akhirnya Arya tertidur, beralaskan kain seadanya saja.

***

Beberapa jam kemudian. Arya terbangun dari tidurnya. Ditambah saat itu, terdengar bunyi mesin kendaraan, dan teriakan dari puluhan orang yang semakin mendekat ke arahnya.

Arya belum juga menyadari, bahwa orang orang itu adalah suruhan ayahnya Teddy. Yang marah saat mengetahui anak semata wayangnya dibuat cacat oleh Arya.

Maka tanpa berpikir dua kali. langsung mengerahkan seluruh anak

buahnya untuk membuat perhitungan dengan Arya.

"Itu orangnya! Dia yang telah membuat tuan muda kita cacat.Kepung dan jangan biarkan dia melarikan diri!"Teriak Jodi cukup kuat.

"Wah ada keramaian!Asyik!" Teriak Arya kegirangan.

"Eh? Bukankah itu Jodi?Lalu mereka?" Reaksi Arya mendadak berubah. Dan menunggu apa reaksi dari mereka?

"Hei bocah sialan!Hari ini jangan harap bisa menang dari kami!"

"Kalau tadi kau bisa mengalahkan kami!Tapi sebentar lagi jangan harap!" Ucap Jodi pada Arya,karena dia mengandalkan jumlah yang banyak.

"Jodi? Jodi?. Belum kapok juga rupanya kau ya?"

"Bukankah sudah aku katakan, agar kau jangan muncul lagi di depan ku, tapi kenapa kau berani melanggarnya?" Respon Arya keheranan.

"Aku tidak akan berani muncul di depan mu kalau kau sudah mati.Tapi hari ini kau masih hidup,jadi apa salahnya aku datang?" Jawab Jodi cukup tenang.

"Begitu kah?Tapi jangan salahkan aku ya kalau nanti tidak berperasaan?" Respon Arya terkesan mengancam.Lalu memandang ke arah Jodi.Kemudian beralih ke orang orang yang dibawa nya itu.

Saat dia sedang menimbang nimbang, serta menghitung jumlah orang yang datang.Tiba tiba terdengar teriakan yang cukup lantang, dari seseorang yang diperkirakan pemimpinnya dengan berkata.

"Anak anak!Tunggu apa lagi?Cepat tangkap bocah itu dan bawa kemari!" Ucap orang tersebut memberi arahan.

Sontak saja mereka berlompatan, dari pick up serta jip yang tadi membawa mereka, dan langsung mengepung Arya.

Terpopuler

Comments

XiaoYan

XiaoYan

ini mcnya apa akan seterusnya bodoh panikan atau gimana apa gak bisa pintar tenang juga berwibawa gitu ... masak novel bagus mcnya harus bodoh gitu

2023-05-02

2

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Ayo...ayo...

2023-01-19

1

Wati_esha

Wati_esha

Keturunan apa Arya?

2023-01-14

0

lihat semua
Episodes
1 Memainkan perasaan
2 Mencoba bertahan
3 Mulai terkuak kebenaran
4 Tidak amanah
5 Arya hilang
6 Mendapat keajaiban
7 Membuat perhitungan
8 Minuman neraka
9 Arya diserang
10 Salah paham
11 Menyewa Rumah
12 Menjadi pengikut
13 Hari pertama di rumah itu
14 Tak sudi jadi teman
15 Memborong banyak barang
16 Baik kalau ada maunya
17 Arya difitnah dan dapat masalah
18 Menyewa tempat usaha
19 Memulai usaha
20 Memasuki ruang rahasia
21 Mendapatkan pusaka
22 Sah menjadi milik Arya
23 Memulai debutnya di sekolah
24 Tampil mengagumkan
25 Arya memecahkan rekor
26 Niat akan dicurangi
27 Masalah datang di saat yang salah
28 Senjata makan tuan
29 Curiga
30 Pengkhianatan
31 Belum juga takluk
32 Jodi menjadi kuat
33 Master diatas master
34 Berterus terang
35 Kebaikan Arya
36 Deal harganya
37 Cobaan lagi
38 Teknik Sembilan Matahari
39 Terus dapat cobaan
40 Masih beralasan
41 Tanggung jawab besar
42 Engkau masih anak sekolah
43 Halangi mereka!
44 Perusahaan baru
45 Ingin berubah jadi baik.
46 Badung dan kawan kawan
47 Perselisihan sengit
48 Juara umum
49 Arya jadi viral
50 Sihir pemikat jiwa
51 Sihir penyegel jantung
52 Enggan mengakui
53 Aura guna guna
54 Mulai suka
55 Teknik energi jarum api
56 Pergi mengambil api bumi
57 Api tujuh warna
58 Arya direndahkan
59 Dominasi Arya
60 Bersekongkol
61 Kegilaan Dave tua
62 Tamu agung direndahkan
63 Terkejut semua
64 Untung besar
65 Penguasa aliansi bisnis dunia
66 Kianshi bumi bentuk perubahan
67 Hotel Mandala
68 Terbongkar status Arya
69 Kepalang tanggung tahu
70 Arya di Dunia Naga
71 Ingin dijadikan tumbal
72 Pengikut baru lagi
73 Di paksa
74 Murid super kaya
75 Mengambil daun tulang naga
76 Dendam turunan
77 Menaklukkan preman
78 Jarum Pelumpuh Sukma
79 Ratu pemangsa
80 Akhirnya dimaafkan
81 Sukses besar
82 Sehat itu mahal
83 Sup Jamur Dewa
84 Bisnis ya bisnis
85 Wisata ke laut
86 Keberuntungan Arya
87 Tangkapan besar lagi
88 Pengalaman berharga.
89 Kanaya dalam bahaya
90 Kanaya di dunia jiwa
91 Akan ada serangan
92 Pangeran iblis
93 Penyerangan pertama
94 Amanda diculik
95 Semut juga punya kekuatan
96 Pembicaraan setelah bencana
97 Arya terluka
98 Memotivasi
99 Segel penangkap jiwa
100 Plakat perintah
101 Serangan dadakan
102 Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103 Mempermainkan lawan
104 Cuek saat menghadapi tantangan
105 Cabut paku
106 Berani meremehkan
107 Diperas
108 Aliansi pembunuh bayaran
109 Rencana menghancurkan
110 Terkendala
111 Imigran di pulau perbatasan
112 Musuh baru muka lama
113 Berencana membeli pulau Angsa
114 Dianggap remeh
115 Mau tahu dia
116 Perdebatan sengit
117 Diragukan kebenarannya.
118 Kesadaran spiritual
119 Kemajuan yang sangat menggembirakan
120 Kemunculan yang tiba tiba
121 Mencari gara gara
122 Ditopang Naga
123 Terkuak suatu kebeneran
124 Wejangan Wangsa
125 Kejadian tidak terduga
126 Arya menghilang
127 Gerbang kemarahan naga
128 Arya kewalahan
129 Bertemu Sang Legenda
130 Mendapatkan penjelasan
131 Linglung awalnya
132 Pulau impian
133 Hampir saja
134 Arya tidak berdaya
135 Sihir neraka
136 Bunglon Matsuya
137 Bukan lawan seimbang
138 Mulai terkuak kebenaran
139 Leviathan dan para penguasa
140 Takdir Arya
141 Menjadi orang biasa
142 Pembantaian
143 Pembantaian jilid dua
144 Dasar Sampah
145 Pembersihan
146 Juragan Loba
147 Tengkulak darah
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Memainkan perasaan
2
Mencoba bertahan
3
Mulai terkuak kebenaran
4
Tidak amanah
5
Arya hilang
6
Mendapat keajaiban
7
Membuat perhitungan
8
Minuman neraka
9
Arya diserang
10
Salah paham
11
Menyewa Rumah
12
Menjadi pengikut
13
Hari pertama di rumah itu
14
Tak sudi jadi teman
15
Memborong banyak barang
16
Baik kalau ada maunya
17
Arya difitnah dan dapat masalah
18
Menyewa tempat usaha
19
Memulai usaha
20
Memasuki ruang rahasia
21
Mendapatkan pusaka
22
Sah menjadi milik Arya
23
Memulai debutnya di sekolah
24
Tampil mengagumkan
25
Arya memecahkan rekor
26
Niat akan dicurangi
27
Masalah datang di saat yang salah
28
Senjata makan tuan
29
Curiga
30
Pengkhianatan
31
Belum juga takluk
32
Jodi menjadi kuat
33
Master diatas master
34
Berterus terang
35
Kebaikan Arya
36
Deal harganya
37
Cobaan lagi
38
Teknik Sembilan Matahari
39
Terus dapat cobaan
40
Masih beralasan
41
Tanggung jawab besar
42
Engkau masih anak sekolah
43
Halangi mereka!
44
Perusahaan baru
45
Ingin berubah jadi baik.
46
Badung dan kawan kawan
47
Perselisihan sengit
48
Juara umum
49
Arya jadi viral
50
Sihir pemikat jiwa
51
Sihir penyegel jantung
52
Enggan mengakui
53
Aura guna guna
54
Mulai suka
55
Teknik energi jarum api
56
Pergi mengambil api bumi
57
Api tujuh warna
58
Arya direndahkan
59
Dominasi Arya
60
Bersekongkol
61
Kegilaan Dave tua
62
Tamu agung direndahkan
63
Terkejut semua
64
Untung besar
65
Penguasa aliansi bisnis dunia
66
Kianshi bumi bentuk perubahan
67
Hotel Mandala
68
Terbongkar status Arya
69
Kepalang tanggung tahu
70
Arya di Dunia Naga
71
Ingin dijadikan tumbal
72
Pengikut baru lagi
73
Di paksa
74
Murid super kaya
75
Mengambil daun tulang naga
76
Dendam turunan
77
Menaklukkan preman
78
Jarum Pelumpuh Sukma
79
Ratu pemangsa
80
Akhirnya dimaafkan
81
Sukses besar
82
Sehat itu mahal
83
Sup Jamur Dewa
84
Bisnis ya bisnis
85
Wisata ke laut
86
Keberuntungan Arya
87
Tangkapan besar lagi
88
Pengalaman berharga.
89
Kanaya dalam bahaya
90
Kanaya di dunia jiwa
91
Akan ada serangan
92
Pangeran iblis
93
Penyerangan pertama
94
Amanda diculik
95
Semut juga punya kekuatan
96
Pembicaraan setelah bencana
97
Arya terluka
98
Memotivasi
99
Segel penangkap jiwa
100
Plakat perintah
101
Serangan dadakan
102
Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103
Mempermainkan lawan
104
Cuek saat menghadapi tantangan
105
Cabut paku
106
Berani meremehkan
107
Diperas
108
Aliansi pembunuh bayaran
109
Rencana menghancurkan
110
Terkendala
111
Imigran di pulau perbatasan
112
Musuh baru muka lama
113
Berencana membeli pulau Angsa
114
Dianggap remeh
115
Mau tahu dia
116
Perdebatan sengit
117
Diragukan kebenarannya.
118
Kesadaran spiritual
119
Kemajuan yang sangat menggembirakan
120
Kemunculan yang tiba tiba
121
Mencari gara gara
122
Ditopang Naga
123
Terkuak suatu kebeneran
124
Wejangan Wangsa
125
Kejadian tidak terduga
126
Arya menghilang
127
Gerbang kemarahan naga
128
Arya kewalahan
129
Bertemu Sang Legenda
130
Mendapatkan penjelasan
131
Linglung awalnya
132
Pulau impian
133
Hampir saja
134
Arya tidak berdaya
135
Sihir neraka
136
Bunglon Matsuya
137
Bukan lawan seimbang
138
Mulai terkuak kebenaran
139
Leviathan dan para penguasa
140
Takdir Arya
141
Menjadi orang biasa
142
Pembantaian
143
Pembantaian jilid dua
144
Dasar Sampah
145
Pembersihan
146
Juragan Loba
147
Tengkulak darah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!