Arya difitnah dan dapat masalah

Satu hari kemudian. setelah orang-orang dari ibukota itu pulang. Berita tentang mereka merebak luas di kampung tersebut, dan itu semua gara-gara bu Rosma.

Dalam berita itu dia mengatakan, bahwa Arya itu adalah pemuda simpanan, yang sengaja dipelihara oleh om-om untuk dijadikan umpan.

Bukan hanya itu saja yang Rosma katakan. Dia juga menuduh Arya sebagai pesuruh yang ingin merebut daerah itu untuk dijadikan daerah pemukiman skala besar. Bukan dalam bentuk kampung lagi, tapi kota dengan perumahan mewahnya.

Mendengar itu, tentu saja orang-orang kampung tersebut merasa tidak senang, karena posisi mereka jelas saja terancam. Oleh karena itu mereka berencana untuk mendatangi Arya dan mengusirnya dari kampung mereka tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada ketua RT nya

Namun sebelum niat tersebut terlaksana. telah terjadi sesuatu hal yang sangat luar biasa, yang menurut beberapa orang merupakan hukuman yang pantas untuk Rosma.

"Cepat berikan uang jaminan agar tempat usahamu aman dari gangguan!" Ucap seorang preman mencoba memalak Rosma.

"Siapa kalian?. Selama ini belum pernah terjadi ada orang yang berani meminta uang kepada kami di kampung ini?. terang-terangan lagi!" Reaksi Rosma tidak senang.

Bugh!

"Ugh!"Keluh Rosma kesakitan, saat perutnya ditendang oleh pemalak itu cukup kuat.

"Jangan berani macam macam!. Jika kau membantah lagi, maka aku tidak akan segan-segan menyiksa mu!" Ucap orang tersebut penuh ancaman.

"Baik, baik!. Aku akan diam, dan tidak akan berkata macam-macam lagi!" Reaksi Rosma ketakutan.

Entah mengapa saat itu tidak ada seorangpun yang berbelanja di warungnya. Jadi dengan leluasa 5 orang tersebut menjarah serta mengambil barang apa saja yang ada di warung tersebut, dan ingin dimasukkannya ke dalam mobil pick up yang mereka bawa itu.

Mereka berbuat seperti itu karena Rosma tidak kunjung memberikan mereka uang. Padahal yang mereka butuhkan hanyalah uang. Kebetulan setengah harian itu baru beberapa orang yang berbelanja di warungnya. Jadi uang yang terkumpul belum cukup banyak. tapi itu juga diambil oleh mereka.

Saat kelima orang itu tengah menggasak barang-barang yang ada di warung Rosma, datang seorang pemuda berpakaian sekolah dan langsung menghentikan aksi mereka.

Saat pemuda itu muncul, pemimpin kelompok tersebut tentu saja merasa ketakutan, karena mereka sangat mengenal pemuda yang ada di depannya itu

Langsung saja dia mendekati pemuda tersebut dan berkata." Bos!. Apakah itu kau?" Tanya dia penasaran.

"Ya ini aku!. Kenapa?. Terkejut?"

"Cepat kembalikan barang-barang itu ke tempatnya!. Jika sedikit saja pecah, maka kepala kalian yang akan aku pecahkan!" Jawab pemuda tersebut yang ternyata adalah Arya.

"Tapi bagaimana mungkin bos ada di kampung ini. sedangkan sudah seharian kami mencari bos, tapi..?"

Bugh!

Bam!

Belum juga selesai ucapan orang tersebut, Arya langsung menendang perutnya, hingga membuat tubuhnya terpental, dan menabrak barang-barang apa saja yang ada di situ. Sambil mengaduh kesakitan.

"Aku bilang cepat kembalikan barang-barang itu. jika tidak kalian akan aku hajar!" Ucap Arya sekali lagi penuh ancaman.

Maka bergegaslah mereka mengembalikan barang-barang tersebut ke tempatnya, bahkan menatanya kembali, termasuk barang-barang yang sempat jatuh akibat tubuh pemimpinnya ditendang barusan.

"Apa yang kalian lakukan di kampung ini Jodi?. Kenapa kau merampok tempat ini?. Apakah kau tidak tahu bahwa ibu ini adalah saudaraku?" Tanya Arya pada anak buah nya dengan ekspresi tidak senang.

"Maafkan kami bos!. Kami terpaksa melakukan ini karena perut kami lapar."

"Sejak dipecat dari pekerjaan itu, sampai sekarang ini kami belum punya pekerjaan."

"Meminta pekerjaan pada Alex, mereka juga sedang kesusahan."

"Mau kembali ke kampung tentu saja kami malu. Jadi yang bisa kami lakukan adalah meminta uang jaminan kepada setiap warung yang kami temui. dan ternyata di kampung ini kami bertemu dengan bos!" Jawab Jodi malu dan apa adanya.

"Nak Arya!. Apakah kau mengenal orang-orang ini?. Hati-hati mereka orang jahat. Jangan dekat-dekat dengan mereka. nanti takut ketularan dengan kejahatannya!" Tanya Rosma merasa penasaran, dan mengingatkan agar Arya menjauh dari mereka.

Dia tidak tahu bahwa kelima orang itu adalah anak buah Arya. Bahkan saat Arya dipanggil bos pun dia tidak ngeh. Jadi terus saja berkata seperti itu. Dia menganggap bahwa Arya akan menjadi korban berikutnya.

Tapi persangkaannya tidak diindahkan oleh Arya. Dia malah sibuk bertanya kepada anak buahnya tentang segala hal. dan setelah mendapatkan jawaban yang cukup meyakinkan, akhirnya Arya memberi maaf untuk mereka.

Tapi lain kali jika berani berbuat seperti itu lagi, maka dia tidak akan segan-segan untuk menghajar mereka.

"Ini ada sedikit uang, bisa kalian gunakan untuk makan."

"Tapi kepada kalian aku tugaskan, untuk mencari lokasi yang cocok untuk dijadikan tempat usaha."

"Aku mau kalian memulai hidup baru, dan membantuku membuka usaha yang ingin aku rintis nanti."

"Jika kalian sudah mendapatkan lokasi itu cepat kabari aku."

"Catat nomor handphone ku!. Jika ada apa-apa cepat hubungi aku untuk dikonfirmasi!" Ucap Arya memberi instruksi. Kemudian menyuruh mereka untuk pergi dan mencari seperti apa yang ia inginkan.

Rosma yang mendengar itu menjadi tercekat diam. Dia tidak menyangka kelima orang yang berpenampilan sangar itu takut kepada Arya. Dia juga tidak menyangka kalau Arya itu sangat kuat sekali, jadi mereka takut terkena pukulannya lagi.

Setelah mereka pergi dan meminta maaf kepada Rosma, serta berjanji tidak akan mengganggunya lagi dan akan berubah menjadi baik, Rosma pun berkata malu-malu kepada Arya." Nak Arya!. Selama ini ibu telah salah menilai mu."

"Ibu sangat malu karena telah memfitnah mu, yang ibu yakin kau sudah mendengarnya."

"Tapi sikap dan balasan mu hari ini telah membuat ibu sadar, bahwa tidak baik memfitnah orang lain, terhadap apa yang tidak pernah ia lakukan."

"Ibu melakukan ini karena ibu iri padamu. Baru pindah saja sudah bisa membeli banyak barang. Sedangkan ibu yang berusaha mati-matian seperti ini belum sempat juga untuk memilikinya."

"Oleh karena itu dengan tulus hati ibu meminta maaf padamu, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari" Ucap Rosma terdengar tulus, sambil bersimpuh di lantai karena perutnya sakit.

"Bu Rosma?. Apa yang kau lakukan?. Cepat berdiri!"

"Ibu tidak pantas melakukan itu. Saya tidak apa-apa."

"Saya juga tidak tersinggung dan marah terhadap apa yang ibu sampaikan pada orang orang kampung ini."

"Bahkan sebaliknya saya malah berterima kasih pada ibu, karena nama saya jadi terkenal!" Respon Arya merasa tidak enak hati.

Kemudian berusaha mendekati Bu Rosma, tapi tidak jadi ia lakukan, karena Arya merasa tidak pantas, jadi yang bisa ia lakukan hanya meminta pada Rosma agar tidak melakukan itu.

Tengah Rosma bersimpuh tersebut, anaknya yang bernama Shinta pun datang. Melihat ibunya seperti itu, tentu saja membuatnya heran, dan ingin marah kepada Arya.

Tapi saat dia mendengar bahwa ibunya meminta maaf, dan mengakui kesalahan atas tuduhan yang telah ia sebarkan kepada masyarakat kampung itu, akhirnya dia jadi tahu, bahwa Arya sebenarnya tidak bersalah. Itu semua ulah dari ibunya sendiri, dan sekarang dia sedang bersimpuh agar Arya memaafkan perbuatannya.

Setelah selesai penuturan dari ibunya. Shinta pun masuk dan langsung menemui ibunya. serta ikut meminta maaf atas kesalahan yang diperbuat oleh ibunya itu. Lalu menolongnya untuk berdiri.

Arya yang baik itu tentu saja memaafkan apa yang telah dilakukan oleh Rosma, dan dia tidak pernah menganggap bahwa itu ada.

Mendengar jawaban Arya yang tulus itu, membuat Rosma juga Shinta menjadi kagum, dan mengakui kebaikan dari lawan bicaranya itu.

Mereka bertekad pada pada diri sendiri bahwa suatu hari nanti akan membalas kebaikan Arya, dan berjanji akan selalu berbuat baik padanya.

Seperti diketahui, Shinta Anastasia, putri ibu Rosma dengan bapak Teja almarhum itu, juga bersekolah di SMA Tunas Bangsa, yang kebetulan juga kelas 3 atau kelas 12 saat ini, tempat Arya juga Amanda baru menuntut ilmu tersebut.

Kebetulan kelasnya bersebelahan dengan kelas Arya dan Amanda, Tapi berlainan dengan kelas Natasha Bella yang terkenal jutek dan sombong itu.

Saat Arya dan Amanda baru datang. Mereka jelas menjadi tontonan dan perhatian dari siswa-siswa lainnya. Tapi setelah mereka tahu bahwa Amanda itu adalah putri pemilik sekolah tersebut, mereka akhirnya mundur teratur, dan tidak berani untuk mengganggunya.

Tapi tidak termasuk Natasha Bella. Dia menganggap bahwa kehadiran Amanda itu merupakan saingannya, karena Amanda lebih cantik darinya. Jadi dia ingin membuat perhitungan dengan Amanda, yang dia anggap telah menggeser posisinya di sekolah itu.

Tapi dia lupa siapa Amanda tersebut. Apalagi Arya yang ditugaskan untuk selalu mengawasi nya.

Namun dasar Natasha Bella. Walaupun dia tahu bahwa Amanda itu adalah putri pemilik sekolah tersebut, dia tetap tidak peduli, dan tetap pada pendiriannya. dan itu akan dilakukannya setelah pulang sekolah.

Tapi setelah pelajaran usai dan waktu pulang pun tiba. rencana yang digulirkan oleh Natasha tidak jadi ia laksanakan, karena Arya selalu mendampingi Amanda kemanapun dia pergi. Jadi dia merasa sungkan sekaligus takut pada Arya. jadi mau tidak mau dia terpaksa harus menunda niatnya tersebut dan menunggu saatnya tiba.

***

Kini hari sudah menunjukkan pukul tujuh malam, dan saatnya buat Arya untuk makan. Tapi saat Arya sedang bersiap-siap itu, dan baru saja selesai masak, terdengar handphonenya berdering, menandakan ada seseorang yang sedang menghubunginya.

"Halo nona Rani?. Tumben menghubungiku, ada apa?" Tanya Arya sesaat setelah handphonenya diangkat itu.

"Sudah berkali-kali aku katakan. jangan memanggilku dengan embel-embel nona. Panggil saja Rani. Apa susahnya?" Responnya kurang senang.

"Maaf sudah terbiasa. Lagi pula kau hanya orang kaya sementara aku ini apa?"

"Jadi sewajarnya kalau aku memanggilmu dengan embel-embel itu, hanya sekedar untuk menghargai mu saja."

"Tapi jika kau tidak senang, maka aku akan merubahnya mulai saat ini."

"Katakan ada apa?. Apakah ada sesuatu yang bisa aku bantu?" Jawab Arya akhirnya menuruti perkataan dari Amanda barusan.

"Ayahku mengundangmu untuk datang. Kebetulan hari ini dia ulang tahun."

"Jadi dia ingin merayakannya di hotel tempat kami menginap. yang kebetulan juga milik ayahku."

"Kalau kau bersedia nanti akan ada orang yang menjemputmu, karena sopir pribadi kami juga bersedia untuk melakukannya." Jawab Amanda apa adanya.

"Wah bagus itu!. Tapi pukul berapa acaranya?. Kebetulan aku baru habis masak, jadi masih berantakan." Respon Arya merasa senang, dan mengatakan apa adanya tentang dirinya.

"Pukul setengah delapan. Jadi setengah jam lagi kau harus siap, karena sopir akan menjemputmu ke sini." Jawab Amanda memberi ketegasan.

"Baik aku akan segera bersiap-siap dan menunggu jemputan." Sambung Arya merasa deg degan.

Kemudian mengemasi masakannya, dan diletakkannya di atas meja makan. lalu bersiap-siap untuk mandi, dan pergi ke tempat itu, demi memenuhi undangan dari pak Satya, kenalan barunya tersebut.

Beep! beep! beep!

"Halo?. Dengan siapa?" Ucap Arya sesaat setelah mengangkat telepon dari nomor yang tidak dia kenal.

"Selamat malam bos, ini Jodi!. Maaf kalau mengganggu waktunya?"

"Ya tak masalah!. Tapi ada apa Jodi?. Apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan?" Respon Arya cepat, dan langsung menanyakan permasalahannya.

"Gini bos!. Mengenai tempat yang bos suruh kami cari, saat ini kami sudah menemukannya."

"Lokasinya cukup bagus. halamannya juga luas. jadi sangat cocok untuk tempat membuka usaha?" Jawab Jodi menjelaskan apa adanya.

"Oh bagus itu!. Aku senang mendengarnya."

"Sekarang kalian sedang di mana?. cepat katakan padaku!" Respon Arya tidak sabaran lagi. Kemudian meminta anak buahnya untuk memberitahu lokasi mereka.

"Kebetulan kami sedang berada di lokasi tersebut bos. dan sedang berbincang bincang dengan pemiliknya."

"Kata orang tersebut mengatakan, bahwa tempat yang akan kita sewa itu merupakan tempat favorit. Bila membuka usaha di sana, Apalagi rumah makan dan sejenisnya, maka tempat kita akan banyak dikunjungi oleh pelanggan."

"Namun..?" Jawab Jodi terasa menggantung.

"Namun kenapa?. Ada apa? apakah ada masalah?" Tanya Arya penasaran.

"Ya itu bos!. Ada sekelompok pemuda yang selalu membuat kekacauan di tempat ini."

"Katanya mereka orang yang selalu berseberangan dengan Alex, dan tidak ada kelompok manapun yang berani berhadapan dengan mereka."

"Kalau kita menyewa tempat itu, alamat kita juga akan diganggu." Sambung Jodi akhirnya berterus terang.

"Kalau masalah itu jangan khawatir!. Aku akan mengatasi mereka." Respon Arya memberikan semangat pada anak buahnya.

"Baik kalau begitu bos!. Kami yakin bahwa bos akan mampu mengatasi mereka."

"Itu mereka bos!. Mereka sepertinya datang kemari, dan ingin mengganggu kita padahal tempat ini belum kita buka. baru saja berencana untuk menyewanya. Bagaimana ini bos?" Ucap Jodi tiba tiba merasa panik dan ketakutan.

"Kalian tunggu saja aku di situ!. Hubungi Alex untuk memperkuat kelompok kalian. Tiga menit lagi aku datang!"

"Oh ya?. Di mana lokasinya cepat beritahu!" Ucap Arya buru-buru.

"Di jalan Pegangsaan nomor 12. Searah jarum jam dengan hotel bintang lima yang ada di depannya!" Jawab Jodi menjelaskan posisinya.

"Jalan Pegangsaan?. Bukankah itu lokasi dimana hotel milik pak Satya berada?. Bagaimana ini?" Respon Arya kebingungan sendiri. dan mendadak tidak tau apa yang harus ia lakukan.

Tapi tak lama sesudah itu dia berkata, pertanda telah menemukan solusinya. "Ah biarlah!. Masalah itu akan aku jelaskan nanti!" Ujarnya pada diri sendiri. Lalu cepat cepat pergi.

Terpopuler

Comments

Raffael Beniqno

Raffael Beniqno

lanjut thor semangat

2023-04-01

1

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Terus...

2023-01-19

3

Wati_esha

Wati_esha

Gangguan lain datang dari kelompok lawannya Alex. 😇😇😇

2023-01-19

1

lihat semua
Episodes
1 Memainkan perasaan
2 Mencoba bertahan
3 Mulai terkuak kebenaran
4 Tidak amanah
5 Arya hilang
6 Mendapat keajaiban
7 Membuat perhitungan
8 Minuman neraka
9 Arya diserang
10 Salah paham
11 Menyewa Rumah
12 Menjadi pengikut
13 Hari pertama di rumah itu
14 Tak sudi jadi teman
15 Memborong banyak barang
16 Baik kalau ada maunya
17 Arya difitnah dan dapat masalah
18 Menyewa tempat usaha
19 Memulai usaha
20 Memasuki ruang rahasia
21 Mendapatkan pusaka
22 Sah menjadi milik Arya
23 Memulai debutnya di sekolah
24 Tampil mengagumkan
25 Arya memecahkan rekor
26 Niat akan dicurangi
27 Masalah datang di saat yang salah
28 Senjata makan tuan
29 Curiga
30 Pengkhianatan
31 Belum juga takluk
32 Jodi menjadi kuat
33 Master diatas master
34 Berterus terang
35 Kebaikan Arya
36 Deal harganya
37 Cobaan lagi
38 Teknik Sembilan Matahari
39 Terus dapat cobaan
40 Masih beralasan
41 Tanggung jawab besar
42 Engkau masih anak sekolah
43 Halangi mereka!
44 Perusahaan baru
45 Ingin berubah jadi baik.
46 Badung dan kawan kawan
47 Perselisihan sengit
48 Juara umum
49 Arya jadi viral
50 Sihir pemikat jiwa
51 Sihir penyegel jantung
52 Enggan mengakui
53 Aura guna guna
54 Mulai suka
55 Teknik energi jarum api
56 Pergi mengambil api bumi
57 Api tujuh warna
58 Arya direndahkan
59 Dominasi Arya
60 Bersekongkol
61 Kegilaan Dave tua
62 Tamu agung direndahkan
63 Terkejut semua
64 Untung besar
65 Penguasa aliansi bisnis dunia
66 Kianshi bumi bentuk perubahan
67 Hotel Mandala
68 Terbongkar status Arya
69 Kepalang tanggung tahu
70 Arya di Dunia Naga
71 Ingin dijadikan tumbal
72 Pengikut baru lagi
73 Di paksa
74 Murid super kaya
75 Mengambil daun tulang naga
76 Dendam turunan
77 Menaklukkan preman
78 Jarum Pelumpuh Sukma
79 Ratu pemangsa
80 Akhirnya dimaafkan
81 Sukses besar
82 Sehat itu mahal
83 Sup Jamur Dewa
84 Bisnis ya bisnis
85 Wisata ke laut
86 Keberuntungan Arya
87 Tangkapan besar lagi
88 Pengalaman berharga.
89 Kanaya dalam bahaya
90 Kanaya di dunia jiwa
91 Akan ada serangan
92 Pangeran iblis
93 Penyerangan pertama
94 Amanda diculik
95 Semut juga punya kekuatan
96 Pembicaraan setelah bencana
97 Arya terluka
98 Memotivasi
99 Segel penangkap jiwa
100 Plakat perintah
101 Serangan dadakan
102 Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103 Mempermainkan lawan
104 Cuek saat menghadapi tantangan
105 Cabut paku
106 Berani meremehkan
107 Diperas
108 Aliansi pembunuh bayaran
109 Rencana menghancurkan
110 Terkendala
111 Imigran di pulau perbatasan
112 Musuh baru muka lama
113 Berencana membeli pulau Angsa
114 Dianggap remeh
115 Mau tahu dia
116 Perdebatan sengit
117 Diragukan kebenarannya.
118 Kesadaran spiritual
119 Kemajuan yang sangat menggembirakan
120 Kemunculan yang tiba tiba
121 Mencari gara gara
122 Ditopang Naga
123 Terkuak suatu kebeneran
124 Wejangan Wangsa
125 Kejadian tidak terduga
126 Arya menghilang
127 Gerbang kemarahan naga
128 Arya kewalahan
129 Bertemu Sang Legenda
130 Mendapatkan penjelasan
131 Linglung awalnya
132 Pulau impian
133 Hampir saja
134 Arya tidak berdaya
135 Sihir neraka
136 Bunglon Matsuya
137 Bukan lawan seimbang
138 Mulai terkuak kebenaran
139 Leviathan dan para penguasa
140 Takdir Arya
141 Menjadi orang biasa
142 Pembantaian
143 Pembantaian jilid dua
144 Dasar Sampah
145 Pembersihan
146 Juragan Loba
147 Tengkulak darah
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Memainkan perasaan
2
Mencoba bertahan
3
Mulai terkuak kebenaran
4
Tidak amanah
5
Arya hilang
6
Mendapat keajaiban
7
Membuat perhitungan
8
Minuman neraka
9
Arya diserang
10
Salah paham
11
Menyewa Rumah
12
Menjadi pengikut
13
Hari pertama di rumah itu
14
Tak sudi jadi teman
15
Memborong banyak barang
16
Baik kalau ada maunya
17
Arya difitnah dan dapat masalah
18
Menyewa tempat usaha
19
Memulai usaha
20
Memasuki ruang rahasia
21
Mendapatkan pusaka
22
Sah menjadi milik Arya
23
Memulai debutnya di sekolah
24
Tampil mengagumkan
25
Arya memecahkan rekor
26
Niat akan dicurangi
27
Masalah datang di saat yang salah
28
Senjata makan tuan
29
Curiga
30
Pengkhianatan
31
Belum juga takluk
32
Jodi menjadi kuat
33
Master diatas master
34
Berterus terang
35
Kebaikan Arya
36
Deal harganya
37
Cobaan lagi
38
Teknik Sembilan Matahari
39
Terus dapat cobaan
40
Masih beralasan
41
Tanggung jawab besar
42
Engkau masih anak sekolah
43
Halangi mereka!
44
Perusahaan baru
45
Ingin berubah jadi baik.
46
Badung dan kawan kawan
47
Perselisihan sengit
48
Juara umum
49
Arya jadi viral
50
Sihir pemikat jiwa
51
Sihir penyegel jantung
52
Enggan mengakui
53
Aura guna guna
54
Mulai suka
55
Teknik energi jarum api
56
Pergi mengambil api bumi
57
Api tujuh warna
58
Arya direndahkan
59
Dominasi Arya
60
Bersekongkol
61
Kegilaan Dave tua
62
Tamu agung direndahkan
63
Terkejut semua
64
Untung besar
65
Penguasa aliansi bisnis dunia
66
Kianshi bumi bentuk perubahan
67
Hotel Mandala
68
Terbongkar status Arya
69
Kepalang tanggung tahu
70
Arya di Dunia Naga
71
Ingin dijadikan tumbal
72
Pengikut baru lagi
73
Di paksa
74
Murid super kaya
75
Mengambil daun tulang naga
76
Dendam turunan
77
Menaklukkan preman
78
Jarum Pelumpuh Sukma
79
Ratu pemangsa
80
Akhirnya dimaafkan
81
Sukses besar
82
Sehat itu mahal
83
Sup Jamur Dewa
84
Bisnis ya bisnis
85
Wisata ke laut
86
Keberuntungan Arya
87
Tangkapan besar lagi
88
Pengalaman berharga.
89
Kanaya dalam bahaya
90
Kanaya di dunia jiwa
91
Akan ada serangan
92
Pangeran iblis
93
Penyerangan pertama
94
Amanda diculik
95
Semut juga punya kekuatan
96
Pembicaraan setelah bencana
97
Arya terluka
98
Memotivasi
99
Segel penangkap jiwa
100
Plakat perintah
101
Serangan dadakan
102
Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103
Mempermainkan lawan
104
Cuek saat menghadapi tantangan
105
Cabut paku
106
Berani meremehkan
107
Diperas
108
Aliansi pembunuh bayaran
109
Rencana menghancurkan
110
Terkendala
111
Imigran di pulau perbatasan
112
Musuh baru muka lama
113
Berencana membeli pulau Angsa
114
Dianggap remeh
115
Mau tahu dia
116
Perdebatan sengit
117
Diragukan kebenarannya.
118
Kesadaran spiritual
119
Kemajuan yang sangat menggembirakan
120
Kemunculan yang tiba tiba
121
Mencari gara gara
122
Ditopang Naga
123
Terkuak suatu kebeneran
124
Wejangan Wangsa
125
Kejadian tidak terduga
126
Arya menghilang
127
Gerbang kemarahan naga
128
Arya kewalahan
129
Bertemu Sang Legenda
130
Mendapatkan penjelasan
131
Linglung awalnya
132
Pulau impian
133
Hampir saja
134
Arya tidak berdaya
135
Sihir neraka
136
Bunglon Matsuya
137
Bukan lawan seimbang
138
Mulai terkuak kebenaran
139
Leviathan dan para penguasa
140
Takdir Arya
141
Menjadi orang biasa
142
Pembantaian
143
Pembantaian jilid dua
144
Dasar Sampah
145
Pembersihan
146
Juragan Loba
147
Tengkulak darah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!