Satu hari kemudian. setelah orang-orang dari ibukota itu pulang. Berita tentang mereka merebak luas di kampung tersebut, dan itu semua gara-gara bu Rosma.
Dalam berita itu dia mengatakan, bahwa Arya itu adalah pemuda simpanan, yang sengaja dipelihara oleh om-om untuk dijadikan umpan.
Bukan hanya itu saja yang Rosma katakan. Dia juga menuduh Arya sebagai pesuruh yang ingin merebut daerah itu untuk dijadikan daerah pemukiman skala besar. Bukan dalam bentuk kampung lagi, tapi kota dengan perumahan mewahnya.
Mendengar itu, tentu saja orang-orang kampung tersebut merasa tidak senang, karena posisi mereka jelas saja terancam. Oleh karena itu mereka berencana untuk mendatangi Arya dan mengusirnya dari kampung mereka tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada ketua RT nya
Namun sebelum niat tersebut terlaksana. telah terjadi sesuatu hal yang sangat luar biasa, yang menurut beberapa orang merupakan hukuman yang pantas untuk Rosma.
"Cepat berikan uang jaminan agar tempat usahamu aman dari gangguan!" Ucap seorang preman mencoba memalak Rosma.
"Siapa kalian?. Selama ini belum pernah terjadi ada orang yang berani meminta uang kepada kami di kampung ini?. terang-terangan lagi!" Reaksi Rosma tidak senang.
Bugh!
"Ugh!"Keluh Rosma kesakitan, saat perutnya ditendang oleh pemalak itu cukup kuat.
"Jangan berani macam macam!. Jika kau membantah lagi, maka aku tidak akan segan-segan menyiksa mu!" Ucap orang tersebut penuh ancaman.
"Baik, baik!. Aku akan diam, dan tidak akan berkata macam-macam lagi!" Reaksi Rosma ketakutan.
Entah mengapa saat itu tidak ada seorangpun yang berbelanja di warungnya. Jadi dengan leluasa 5 orang tersebut menjarah serta mengambil barang apa saja yang ada di warung tersebut, dan ingin dimasukkannya ke dalam mobil pick up yang mereka bawa itu.
Mereka berbuat seperti itu karena Rosma tidak kunjung memberikan mereka uang. Padahal yang mereka butuhkan hanyalah uang. Kebetulan setengah harian itu baru beberapa orang yang berbelanja di warungnya. Jadi uang yang terkumpul belum cukup banyak. tapi itu juga diambil oleh mereka.
Saat kelima orang itu tengah menggasak barang-barang yang ada di warung Rosma, datang seorang pemuda berpakaian sekolah dan langsung menghentikan aksi mereka.
Saat pemuda itu muncul, pemimpin kelompok tersebut tentu saja merasa ketakutan, karena mereka sangat mengenal pemuda yang ada di depannya itu
Langsung saja dia mendekati pemuda tersebut dan berkata." Bos!. Apakah itu kau?" Tanya dia penasaran.
"Ya ini aku!. Kenapa?. Terkejut?"
"Cepat kembalikan barang-barang itu ke tempatnya!. Jika sedikit saja pecah, maka kepala kalian yang akan aku pecahkan!" Jawab pemuda tersebut yang ternyata adalah Arya.
"Tapi bagaimana mungkin bos ada di kampung ini. sedangkan sudah seharian kami mencari bos, tapi..?"
Bugh!
Bam!
Belum juga selesai ucapan orang tersebut, Arya langsung menendang perutnya, hingga membuat tubuhnya terpental, dan menabrak barang-barang apa saja yang ada di situ. Sambil mengaduh kesakitan.
"Aku bilang cepat kembalikan barang-barang itu. jika tidak kalian akan aku hajar!" Ucap Arya sekali lagi penuh ancaman.
Maka bergegaslah mereka mengembalikan barang-barang tersebut ke tempatnya, bahkan menatanya kembali, termasuk barang-barang yang sempat jatuh akibat tubuh pemimpinnya ditendang barusan.
"Apa yang kalian lakukan di kampung ini Jodi?. Kenapa kau merampok tempat ini?. Apakah kau tidak tahu bahwa ibu ini adalah saudaraku?" Tanya Arya pada anak buah nya dengan ekspresi tidak senang.
"Maafkan kami bos!. Kami terpaksa melakukan ini karena perut kami lapar."
"Sejak dipecat dari pekerjaan itu, sampai sekarang ini kami belum punya pekerjaan."
"Meminta pekerjaan pada Alex, mereka juga sedang kesusahan."
"Mau kembali ke kampung tentu saja kami malu. Jadi yang bisa kami lakukan adalah meminta uang jaminan kepada setiap warung yang kami temui. dan ternyata di kampung ini kami bertemu dengan bos!" Jawab Jodi malu dan apa adanya.
"Nak Arya!. Apakah kau mengenal orang-orang ini?. Hati-hati mereka orang jahat. Jangan dekat-dekat dengan mereka. nanti takut ketularan dengan kejahatannya!" Tanya Rosma merasa penasaran, dan mengingatkan agar Arya menjauh dari mereka.
Dia tidak tahu bahwa kelima orang itu adalah anak buah Arya. Bahkan saat Arya dipanggil bos pun dia tidak ngeh. Jadi terus saja berkata seperti itu. Dia menganggap bahwa Arya akan menjadi korban berikutnya.
Tapi persangkaannya tidak diindahkan oleh Arya. Dia malah sibuk bertanya kepada anak buahnya tentang segala hal. dan setelah mendapatkan jawaban yang cukup meyakinkan, akhirnya Arya memberi maaf untuk mereka.
Tapi lain kali jika berani berbuat seperti itu lagi, maka dia tidak akan segan-segan untuk menghajar mereka.
"Ini ada sedikit uang, bisa kalian gunakan untuk makan."
"Tapi kepada kalian aku tugaskan, untuk mencari lokasi yang cocok untuk dijadikan tempat usaha."
"Aku mau kalian memulai hidup baru, dan membantuku membuka usaha yang ingin aku rintis nanti."
"Jika kalian sudah mendapatkan lokasi itu cepat kabari aku."
"Catat nomor handphone ku!. Jika ada apa-apa cepat hubungi aku untuk dikonfirmasi!" Ucap Arya memberi instruksi. Kemudian menyuruh mereka untuk pergi dan mencari seperti apa yang ia inginkan.
Rosma yang mendengar itu menjadi tercekat diam. Dia tidak menyangka kelima orang yang berpenampilan sangar itu takut kepada Arya. Dia juga tidak menyangka kalau Arya itu sangat kuat sekali, jadi mereka takut terkena pukulannya lagi.
Setelah mereka pergi dan meminta maaf kepada Rosma, serta berjanji tidak akan mengganggunya lagi dan akan berubah menjadi baik, Rosma pun berkata malu-malu kepada Arya." Nak Arya!. Selama ini ibu telah salah menilai mu."
"Ibu sangat malu karena telah memfitnah mu, yang ibu yakin kau sudah mendengarnya."
"Tapi sikap dan balasan mu hari ini telah membuat ibu sadar, bahwa tidak baik memfitnah orang lain, terhadap apa yang tidak pernah ia lakukan."
"Ibu melakukan ini karena ibu iri padamu. Baru pindah saja sudah bisa membeli banyak barang. Sedangkan ibu yang berusaha mati-matian seperti ini belum sempat juga untuk memilikinya."
"Oleh karena itu dengan tulus hati ibu meminta maaf padamu, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari" Ucap Rosma terdengar tulus, sambil bersimpuh di lantai karena perutnya sakit.
"Bu Rosma?. Apa yang kau lakukan?. Cepat berdiri!"
"Ibu tidak pantas melakukan itu. Saya tidak apa-apa."
"Saya juga tidak tersinggung dan marah terhadap apa yang ibu sampaikan pada orang orang kampung ini."
"Bahkan sebaliknya saya malah berterima kasih pada ibu, karena nama saya jadi terkenal!" Respon Arya merasa tidak enak hati.
Kemudian berusaha mendekati Bu Rosma, tapi tidak jadi ia lakukan, karena Arya merasa tidak pantas, jadi yang bisa ia lakukan hanya meminta pada Rosma agar tidak melakukan itu.
Tengah Rosma bersimpuh tersebut, anaknya yang bernama Shinta pun datang. Melihat ibunya seperti itu, tentu saja membuatnya heran, dan ingin marah kepada Arya.
Tapi saat dia mendengar bahwa ibunya meminta maaf, dan mengakui kesalahan atas tuduhan yang telah ia sebarkan kepada masyarakat kampung itu, akhirnya dia jadi tahu, bahwa Arya sebenarnya tidak bersalah. Itu semua ulah dari ibunya sendiri, dan sekarang dia sedang bersimpuh agar Arya memaafkan perbuatannya.
Setelah selesai penuturan dari ibunya. Shinta pun masuk dan langsung menemui ibunya. serta ikut meminta maaf atas kesalahan yang diperbuat oleh ibunya itu. Lalu menolongnya untuk berdiri.
Arya yang baik itu tentu saja memaafkan apa yang telah dilakukan oleh Rosma, dan dia tidak pernah menganggap bahwa itu ada.
Mendengar jawaban Arya yang tulus itu, membuat Rosma juga Shinta menjadi kagum, dan mengakui kebaikan dari lawan bicaranya itu.
Mereka bertekad pada pada diri sendiri bahwa suatu hari nanti akan membalas kebaikan Arya, dan berjanji akan selalu berbuat baik padanya.
Seperti diketahui, Shinta Anastasia, putri ibu Rosma dengan bapak Teja almarhum itu, juga bersekolah di SMA Tunas Bangsa, yang kebetulan juga kelas 3 atau kelas 12 saat ini, tempat Arya juga Amanda baru menuntut ilmu tersebut.
Kebetulan kelasnya bersebelahan dengan kelas Arya dan Amanda, Tapi berlainan dengan kelas Natasha Bella yang terkenal jutek dan sombong itu.
Saat Arya dan Amanda baru datang. Mereka jelas menjadi tontonan dan perhatian dari siswa-siswa lainnya. Tapi setelah mereka tahu bahwa Amanda itu adalah putri pemilik sekolah tersebut, mereka akhirnya mundur teratur, dan tidak berani untuk mengganggunya.
Tapi tidak termasuk Natasha Bella. Dia menganggap bahwa kehadiran Amanda itu merupakan saingannya, karena Amanda lebih cantik darinya. Jadi dia ingin membuat perhitungan dengan Amanda, yang dia anggap telah menggeser posisinya di sekolah itu.
Tapi dia lupa siapa Amanda tersebut. Apalagi Arya yang ditugaskan untuk selalu mengawasi nya.
Namun dasar Natasha Bella. Walaupun dia tahu bahwa Amanda itu adalah putri pemilik sekolah tersebut, dia tetap tidak peduli, dan tetap pada pendiriannya. dan itu akan dilakukannya setelah pulang sekolah.
Tapi setelah pelajaran usai dan waktu pulang pun tiba. rencana yang digulirkan oleh Natasha tidak jadi ia laksanakan, karena Arya selalu mendampingi Amanda kemanapun dia pergi. Jadi dia merasa sungkan sekaligus takut pada Arya. jadi mau tidak mau dia terpaksa harus menunda niatnya tersebut dan menunggu saatnya tiba.
***
Kini hari sudah menunjukkan pukul tujuh malam, dan saatnya buat Arya untuk makan. Tapi saat Arya sedang bersiap-siap itu, dan baru saja selesai masak, terdengar handphonenya berdering, menandakan ada seseorang yang sedang menghubunginya.
"Halo nona Rani?. Tumben menghubungiku, ada apa?" Tanya Arya sesaat setelah handphonenya diangkat itu.
"Sudah berkali-kali aku katakan. jangan memanggilku dengan embel-embel nona. Panggil saja Rani. Apa susahnya?" Responnya kurang senang.
"Maaf sudah terbiasa. Lagi pula kau hanya orang kaya sementara aku ini apa?"
"Jadi sewajarnya kalau aku memanggilmu dengan embel-embel itu, hanya sekedar untuk menghargai mu saja."
"Tapi jika kau tidak senang, maka aku akan merubahnya mulai saat ini."
"Katakan ada apa?. Apakah ada sesuatu yang bisa aku bantu?" Jawab Arya akhirnya menuruti perkataan dari Amanda barusan.
"Ayahku mengundangmu untuk datang. Kebetulan hari ini dia ulang tahun."
"Jadi dia ingin merayakannya di hotel tempat kami menginap. yang kebetulan juga milik ayahku."
"Kalau kau bersedia nanti akan ada orang yang menjemputmu, karena sopir pribadi kami juga bersedia untuk melakukannya." Jawab Amanda apa adanya.
"Wah bagus itu!. Tapi pukul berapa acaranya?. Kebetulan aku baru habis masak, jadi masih berantakan." Respon Arya merasa senang, dan mengatakan apa adanya tentang dirinya.
"Pukul setengah delapan. Jadi setengah jam lagi kau harus siap, karena sopir akan menjemputmu ke sini." Jawab Amanda memberi ketegasan.
"Baik aku akan segera bersiap-siap dan menunggu jemputan." Sambung Arya merasa deg degan.
Kemudian mengemasi masakannya, dan diletakkannya di atas meja makan. lalu bersiap-siap untuk mandi, dan pergi ke tempat itu, demi memenuhi undangan dari pak Satya, kenalan barunya tersebut.
Beep! beep! beep!
"Halo?. Dengan siapa?" Ucap Arya sesaat setelah mengangkat telepon dari nomor yang tidak dia kenal.
"Selamat malam bos, ini Jodi!. Maaf kalau mengganggu waktunya?"
"Ya tak masalah!. Tapi ada apa Jodi?. Apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan?" Respon Arya cepat, dan langsung menanyakan permasalahannya.
"Gini bos!. Mengenai tempat yang bos suruh kami cari, saat ini kami sudah menemukannya."
"Lokasinya cukup bagus. halamannya juga luas. jadi sangat cocok untuk tempat membuka usaha?" Jawab Jodi menjelaskan apa adanya.
"Oh bagus itu!. Aku senang mendengarnya."
"Sekarang kalian sedang di mana?. cepat katakan padaku!" Respon Arya tidak sabaran lagi. Kemudian meminta anak buahnya untuk memberitahu lokasi mereka.
"Kebetulan kami sedang berada di lokasi tersebut bos. dan sedang berbincang bincang dengan pemiliknya."
"Kata orang tersebut mengatakan, bahwa tempat yang akan kita sewa itu merupakan tempat favorit. Bila membuka usaha di sana, Apalagi rumah makan dan sejenisnya, maka tempat kita akan banyak dikunjungi oleh pelanggan."
"Namun..?" Jawab Jodi terasa menggantung.
"Namun kenapa?. Ada apa? apakah ada masalah?" Tanya Arya penasaran.
"Ya itu bos!. Ada sekelompok pemuda yang selalu membuat kekacauan di tempat ini."
"Katanya mereka orang yang selalu berseberangan dengan Alex, dan tidak ada kelompok manapun yang berani berhadapan dengan mereka."
"Kalau kita menyewa tempat itu, alamat kita juga akan diganggu." Sambung Jodi akhirnya berterus terang.
"Kalau masalah itu jangan khawatir!. Aku akan mengatasi mereka." Respon Arya memberikan semangat pada anak buahnya.
"Baik kalau begitu bos!. Kami yakin bahwa bos akan mampu mengatasi mereka."
"Itu mereka bos!. Mereka sepertinya datang kemari, dan ingin mengganggu kita padahal tempat ini belum kita buka. baru saja berencana untuk menyewanya. Bagaimana ini bos?" Ucap Jodi tiba tiba merasa panik dan ketakutan.
"Kalian tunggu saja aku di situ!. Hubungi Alex untuk memperkuat kelompok kalian. Tiga menit lagi aku datang!"
"Oh ya?. Di mana lokasinya cepat beritahu!" Ucap Arya buru-buru.
"Di jalan Pegangsaan nomor 12. Searah jarum jam dengan hotel bintang lima yang ada di depannya!" Jawab Jodi menjelaskan posisinya.
"Jalan Pegangsaan?. Bukankah itu lokasi dimana hotel milik pak Satya berada?. Bagaimana ini?" Respon Arya kebingungan sendiri. dan mendadak tidak tau apa yang harus ia lakukan.
Tapi tak lama sesudah itu dia berkata, pertanda telah menemukan solusinya. "Ah biarlah!. Masalah itu akan aku jelaskan nanti!" Ujarnya pada diri sendiri. Lalu cepat cepat pergi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Raffael Beniqno
lanjut thor semangat
2023-04-01
1
Jimmy Avolution
Terus...
2023-01-19
3
Wati_esha
Gangguan lain datang dari kelompok lawannya Alex. 😇😇😇
2023-01-19
1